YesBoss: Startup yang Layu sebelum Berkembang

Dini Wulandari - Fedora Calista - Qoradenisa - R Bimo Pramuleksono


2
2 points

Jika kita mendengar kata startup, hal yang pertama di dalam pikiran kita adalah GoJek, Grab, Tokopedia, Traveloka, dan lain sebagainya. Startup adalah suatu bisnis yang baru saja berdiri dan berkembang dengan didukung oleh layanan digital dan masih butuh banyak pendanaan untuk beroperasi dengan kelompok kerja yang minimalis. Startup juga merujuk pada pengertian sebagai perusahaan yang belum lama beroperasi atau perusahaan rintisan.

Istilah startup adalah sesuatu yang sangat identik serta kerap kali dihubungkan dengan perusahaan baru di bidang teknologi dan informasi. Hal ini berawal ketika startup menjadi populer secara internasional pada masa bubble dot-com sekitar tahun 1998 hingga 2000. Banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan pada periode tersebut, dikarenakan saat itu sedang gencarnya perusahaan perintis untuk membuka website pribadi demi memulai bisnisnya. Kejadian ini berdampak dengan semakin banyak orang yang mengenal internet sebagai ladang baru untuk memulai bisnisnya. Dan waktu itu pula lah, startup lahir dan berkembang. Sehingga kata startup mengalami pergeseran makna dan arti, menjadi bisnis yang selalu identik dengan dunia digital, teknologi informasi dan aplikasi (1)

Data dan Regulasi Terkait Startup di Indonesia

Semakin tingginya kebutuhan dan minat setiap individu dalam hal kemudahan akses dan teknologi dinilai menjadi salah satu faktor penunjang meningkatnya industri digital. Hal ini juga yang menjadikan penggunaan internet adalah hal yang lumrah dan malah dirasa “harus” dalam keseharian.

Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia dalam hal lama penggunaan internet. Berdasarkan Global Digital Report 2019 dari HootSuite dan We Are Social, rata-rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu untuk berselancar di dunia maya selama 516 menit atau 8 jam 36 menit per hari. (2)

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/06/tingkat-kecanduan-internet-di-indonesia-nomor-lima-di-dunia

Tinggi nya angka statistik pengguna internet menunjukkan minat dan kecenderungan yang besar dari masyarakat, khususnya bagi para milenial yang selalu menginginkan sesuatu yang sifatnya modern dan mudah untuk diakses. Pemanfaatan internet dan teknologi digital inilah yang menjadi faktor utama menjamurnya berbagai jenis  startup dalam bisnis industri digital dengan berbagai fitur menarik ditengah masyarakat.

Imbasnya tidak main main,  Indonesia berhasil masuk ke dalam daftar 10 negara dengan jumlah unicorn terbanyak di dunia menurut The Hurun Research Institute. Empat perusahaan rintisan (startup) teknologi di tanah air telah menjelma menjadi unicorn dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Gojek bahkan telah masuk kategori decacorn dengan valuasi US$ 10 miliar. Ketiga unicorn lainnya adalah Tokopedia, Bukalapak dan Traveloka. Bahkan saat ini unicorn di Indonesia bertambah satu lagi dengan kehadiran OVO yang memiliki valuasi sekitar US$ 2,9 miliar. (3)


 

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/25/indonesia-masuk-daftar-10-negara-dengan-unicorn-terbanyak-di-dunia
 

Melihat dari kondisi ini,  jelas terlihat bahwa Indonesia memang sedang berusaha untuk tampil di lingkup dunia dalam revolusi digital ini. Hal ini bukan tidak beralasan, bermunculannya perusahaan startup dalam jumlah yang fantastis tidak hanya menggambarkan bagaimana Indonesia beradaptasi dan bertumbuh di era digital namun juga tentang bagaimana hal ini bisa memberi nilai tambah untuk pertumbuhan ekonomi di negeri ini. Perusahaan startup dinilai dapat menjadi angin segar untuk pemenuhan lapangan kerja bagi para pencari kerja dan hasil akhirnya tentu diharapkan akan menjadi salah satu solusi meminimalisir angka pengangguran yang semakin membengkak.

Mengacu pada Panduan Pendirian Usaha Pengembang Aplikasi Digital yang diterbitkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), terdapat enam persyaratan terkait legalitas usaha aplikasi.

  • Pertama, surat keterangan domisili (SKDU) yang dikeluarkan kantor kelurahan atau kecamatan tempat lokasi didirikan.
  • Kedua, Nomor Wajib Pajak (NPWP) yang dikeluarkan kantor pelayanan pajak (KPP) maupun kantor pengamatan potensi perpajakan (KP4).
  • Ketiga, izin usaha mikro kecil (IUMK) yang bisa diurus di kantor kecamatan tanpa biaya. Adapun, untuk bisa mendapat IUMK, diperlukan data kependudukan seperti kartu tanda penduduk (KTP), foto diri, kartu keluarga (KK) dan surat pengantar dari rukun tetangga/rukun warga (RT/RW).  
  • Keempat, tanda daftar perusahaan (TDP) yang akan menjadi bukti bahwa perusahaan masuk dalam daftar. Adapun, badan usaha berbadan hukum bisa berupa koperasi, firma hingga perseroan terbatas (PT). Syarat pengurusan TDP yakni NPWP perusahaan, KTP dan NPWP pemilik perusahaan.
  • Kelima, izin gangguan yakni surat keterangan bahwa tidak ada keberatan atau gangguan atas lokasi yang menjadi tempat kegiatan usaha. Izin ini dikeluarkan pemerintah tingkat kabupaten atau kota.
  • Terakhir, pengembang aplikasi bisa mengurus surat izin usaha  perdagangan (SIUP). (4)
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara akan mempermudah regulasi pendirian startup untuk mendukung “Gerakan 1.000 Startup” yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Rudiantara akan memberikan paparan mengenai kerangka kerja strategis dan peraturan perundangan yang sedang diolah oleh pemerintah Indonesia untuk memicu pertumbuhan sektor ekonomi digital yang lebih tinggi.

“The best regulation is less regulation. Kalau nggak perlu izin nggak usah ketemu saya. Startup aja nggak perlu izin,” kata Rudiantara dalam acara “The Nexticorn International Convention – Digital Paradise”.Rudiantara mengatakan kemenkominfo telah menghilangkan perizinan yang tidak perlu untuk menumbuhkan produk startup di Indonesia.

“Yang ada 36 jenis izin di tempat saya disederhanakan tinggal lima izin. Pokoknya semua harus dimudahkan karena apa, startup begitu jadi startup, masih seed capital. Mulai rekrut office boy kek, sekretaris, kek. Itu jadi membuka lapangan pekerjaan. Jadi pemerintah harus dorong itu,” tegas Rudiantara. (Infokomputer, 16 Oktober 2018)

Hal lain yang perlu menjadi kajian terlepas dari besarnya peluang dan longgarnya regulasi pendirian, pada kenyataannya tidak semua perusahaan startup berhasil menerjemahkannya kedalam strategi yang sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar. Hal sebaliknya yang banyak terjadi adalah banyaknya perusahaan startup baru yang justru harus gulung tikar dalam kurun waktu pendirian yang terbilang masih sangat singkat

YesBoss merupakan perusahaan rintisan atau startup yang memberikan layanan untuk segala kebutuhan, dengan mengusung konsep pecakapan digital dalam melayani pertanyaan atau perdagangan atau dikenal dengan conversational commerce. YesBoss didirikan pada tahun 2015 oleh Irzan Raditya (Chief Executive Officer), Wahyu Wrehasnaya (Chief Customer Officer), Reynir Fauzan (Chief Marketing Officer), dan Christian Franke (Chief Operasional Officer). Dalam perjalanannya, YesBoss telah mendapatkan pendanaan dari beberapa investor antara lain 500 Startups dari Amerika Serikat, IMJ Investment Partners dari Jepang, Convergence Ventures dari Indonesia, dan MDI Ventures dari Indonesia.

https://id.techinasia.com/layanan-asisten-pribadi-yesboss-akan-hentikan-layanan

Ide awal untuk mendirikan layanan ini muncul sejak tahun lalu, ketika Irzan Aditya berada di Jerman dan sedang berlibur di Jakarta. Kala itu ia mengalami kemacetan luar biasa sehingga tidak bisa melakukan akivitas apapun. Lalu ia berpikir bagaimana rasanya punya asisten yang bisa membantu setiap harinya. Selain itu, ia juga berpikir bahwa orang Indonesia sangat senang dilayani. Sejalan dengan adanya trend conversation commerce di dunia, maka Irzan membuat ide tersebut menjadi nyata dengan membuat solusi asisten virtual pribadi. 

https://id.techinasia.com/review-yesboss
 

Sampai dengan November 2015, Irzan mengaku bahwa sudah ada setidaknya 25.000 pengguna yang mendaftar layanan YesBoss ini. Sayangnya YesBoss hanya bisa melayani sepertiga dari jumlah tersebut. Hal ini dikarenakan pendanaan masih dilakukan secara mandiri sehingga kegiatan operasional masih terbatas supaya kualitas layanan yang diberikan memuaskan pengguna. Layanan asisten pribadi ini sepenuhnya masih menggunakan jasa manusia untuk melakukan semua permintaan dan pesan. Pada saat itu jumlah karyawan ada 23 pekerja yang sebelumnya hanya enam orang.  (5)

Cara kerjanya adalah pengguna mengirim SMS ke YesBoss, kemudian pengguna mendapatkan informasi mengenai kemacetan jalan raya, membeli kebutuhan sehari-hari, reservasi hotel, hiburan, perjalanan, kesehatan, makanan dan minuman, bahkan mengirim barang. Layanan YesBoss tidak memasang biaya percakapan. Pengenaan biaya akan dilakukan apabila permintaan pengguna membutuhkan biaya transaksi keuangan, maka YesBoss meminta pengguna mengeluarkan uang misalnya untuk memesan tiket pesawat atau memesan makanan. Untuk menggunakan layanan ini pengguna hanya perlu mendaftarkan nomor HP Pengguna ke situs yesbossnow.com. 

Hal unik lainnya, ketika pada umumnya startup teknologi di Indonesia bergerak ke ranah e-commerce di mana sang pengguna dihadapkan dengan produk dan sistem lalu di belakang itu ada customer service yang akan membantu jika ada kesulitan, nah YesBoss justru sebaliknya.

YesBoss menawarkan sesuatu yang disebut dengan conversational commerce berupa Client Representative Service (CSR) sebagai virtual personal assistant yang siap membantu memenuhi segala kebutuhan pengguna. YesBoss hadir bukan sebagai B2B, B2C, atau C2C, tetapi H2H yaitu Human to Human service. (6)

Kondisi dan Alasan YesBoss Bangkrut 

Berdasarkan hasil survei terhadap 992 startup oleh Bekraf bersama Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) dalam Buku Mapping dan Database Startup Indonesia 2018 akses permodalan masih menjadi kendalai terbesar bagi perusahaan rintisan di tanah air, yakni sebesar 38,83%.  (7)

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/03/25/permodalan-masih-menjadi-masalah-utama-bagi-startup-indonesia
 

Digadang-gadang menyediakan layanan yang mirip dengan aplikasi gojek yang justru ramai peminat dan justru berhasil menjelma menjadi salah decacorn Indonesia hingga saat ini, Yesboss justru harus meredupkan cahayanya saat masih seumur jagung. Berakhirnya layanan aplikasi YesBoss di 31 Oktober 2016 tentu menghadirkan sejumlah tanda tanya tentang faktor faktor penyebabnya.

Seperti diwartakan Fortune, di Silicon Valley, pusat dan simbol kesuksesan perusahaan start-up di seluruh dunia, terdapat ungkapan umum bahwa 9 dari 10 perusahaan start-up mengalami kegagalan. Ungkapan ini adalah kristalisasi pengalaman para pendiri start-up yang menggambarkan betapa kerasnya perjuangan untuk membangun sebuah start-up.

Menurut laporan CBInsights, sebagian besar start-up gagal karena mereka tidak dapat melayani apa yang dibutuhkan oleh pasar. Sebanyak 42 persen dari 101 tulisan dari para founder perusahaan start-up menyatakan hal tersebut.

Sementara itu, 29 persen menyebutkan bahwa banyak dari perusahaan start-up kehabisan dana. Sisanya bervariasi, mulai dari tim yang tidak tepat, produk yang buruk, tersingkir oleh pesaing yang lain, hingga gagal melakukan pivot.

Dalam kasus start-up di Indonesia, analisis dari laporan CBInsights itu terbukti. Banyak perusahaan start-up yang gagal di Indonesia memiliki konsep bisnis yang terfokus pada “menyelesaikan masalah yang menarik untuk diselesaikan,” bukan memfokuskan pada apa yang dibutuhkan oleh pasar. (8)

Meninjau dari kasus gagalnya YesBoss bersaing dalam industri ini, berikut beberapa permasalahan yang mungkin ada dalam proses pengembangannya: 

  1. Layanan yang masih berbasis sms dan sistem yang belum terintegrasi

Hadirnya yesboss sebagai layanan asisten pribadi berbasis sms ini dirasa belum cukup mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika awalnya ide penggunaan sms dilakukan untuk dapat menyapu semua kalangan dari yang muda sampai yang tua, hal ini justru memberikan image oldschool bagi aplikasi ini. Bagaimana tidak, ditengah semakin majunya teknologi dan menjamurnya berbagai aplikasi mumpuni yang cukup hanya dengan “klik” saja, pemilihan sms dirasa kurang tepat sasaran khususnya di era milenial.

Contoh lain yang juga mungkin menjadi kendala adalah pembayaran yang masih harus dilakukan secara manual melalui transfer bank dan belum terintegrasi kedalam sistem. Hal ini tentu sangat jauh dari kata mudah dibandingkan dengan GoJek yang berhasil melakukan terobosan melalui GoPay nya

     2.  Banyak perusahaan lain serupa dengan strategi dan konsep yang lebih matang

Ide pengembangan YesBoss sebagai layanan asisten pribadi yang bisa memberikan pelayanan apa saja yang dibutuhkan penggunanya mulai dari membelikan kebutuhan sehari-hari, reservasi hotel hingga tiket pesawat ternyata masih sulit berkompetisi dengan adanya berbagai aplikasi layanan lain yang lebih spesifik seperti halnya traveloka yang memberikan pelayanan dibidang ticketing dan akomodasi perjalanan dengan berbagai penawaran promo yang menggiurkan.

    3. Belum menggunakan artificial intelligent

Mengusung model bisnis Human to Human Services, kendala yang sangat kentara dari bisnis ini adalah proses nya yang masih sangat mengandalkan manusia sebagai aset utamanya, hal ini tentu saja akan sangat terkendala dalam hal waktu tunggu transaksi yang bisa dibilang lama bila dibandingnya bisnis serupa yang sudah menggunakan artificial intelligent dalam teknologinya. Berikut adalah salah satu review YesBoss yang dikutip dari id.techinasia.com.

Saya mencoba menggunakan YesBoss untuk memesan makanan, sambil meminta beberapa rekomendasi. Dari tujuh kali berbalas pesan, rata-rata asisten pribadi saya yang bernama Tasha membalasnya dalam waktu sekitar 8,5 menit. Durasi membalas pesan paling lama adalah ketika saya meminta rekomendasi pertama, yaitu 20 menit.

Jika membandingkan pemesanan lewat SMS yang pernah saya lakukan beberapa kali, watu responsnya tidak jauh berbeda. Asumsi saya, YesBoss belum menerapkan kecerdasan buatan dalam aplikasi ini. Padahal sebelumnya, CEO YesBoss Irzan Raditya pernah mengungkapkan kalau timnya sedang menyiapkan sistem kecerdasan buatan berbasis natural language processing. Sistem tersebut diklaim dapat mendongkrak waktu proses pesan hanya dalam hitungan detik.

Metode pembayaran, seperti telah disinggung di atas, masih dilakukan secara manual. Saya membayar dengan kartu kredit, lalu Tasha mengirimkan tautan formulir data kartu yang bisa dibuka langsung dari aplikasi.

Meski masih termasuk aman, simpel, dan mudah dilakukan, cara tidak bisa dibilang praktis. Alasannya karena data kartu saya tidak tersimpan di dalam aplikasi. Sehingga ketika nanti saya memesan sesuatu, saya harus kembali memasukkan data kartu. (9)

SWOT dan Porter’s Five Forces dalam kasus bangkrutnya YesBoss

ANALISA SWOT

ANALISA PORTER’S FIVE FORCES

SOLUSI (PIVOT)

Dalam menjalankan suatu organisasi bisnis, salah satu faktor paling krusial yang memiliki andil besar menentukan kesuksesan dan sustainaibility bisnis tersebut adalah bagaimana seorang manajer menentukan planning strategy yang sesuai untuk jenis bisnis yang dijalankannya. 

Menurut Gareth R. Jones dalam bukunya yang berjudul “Contemporary Management” dalam organisasi besar, perencanaan biasanya dilakukan pada tiga tingkat manajemen, yaitu :

1. Corporate-level plan

berisi keputusan top management mengenai misi dan tujuan organisasi, strategi dan struktur keseluruhan, sedangkan Corporate-level strategy  menentukan di mana industri dan pasar nasional suatu organisasi bermaksud untuk bersaing dan mengapa.

2. Business-level plan

rencana tingkat bisnis merinci tentang :

  • tujuan divisi jangka panjang yang akan memungkinkan divisi untuk memenuhi tujuan perusahaan, dan
  • strategi dan struktur tingkat bisnis divisi yang diperlukan untuk mencapai tujuan divisi

sedangkan Business-level strategy menguraikan metode spesifik yang akan digunakan oleh divisi, unit bisnis, atau organisasi untuk bersaing secara efektif melawan para pesaingnya di suatu industri.

3. Functional-level plan

merupakan tujuan yang akan dicapai oleh manajer dari masing-masing fungsi untuk membantu divisi mereka mencapai tujuan tingkat bisnisnya yang pada akhirnya akan memungkinkan keseluruhan perusahaan mencapai tujuan perusahaannya, sedangkan Functional-level strategy adalah rencana tindakan yang dapat diikuti oleh manajer fungsi individu untuk meningkatkan kemampuan setiap fungsi untuk melakukan aktivitas spesifik tugasnya dengan cara yang menambah nilai pada barang dan layanan organisasi dan dengan demikian meningkatkan nilai yang diterima pelanggan.

Ketiga tingkatan perencanaan dan strategy tersebut harus menjadi fokus manager dan keseluruhan lini perusahaan untuk pencapaian tujuan perusahaan. Dalam hal ini, gagalnya YesBoss mempertahankan eksistensinya tentu menjadi hal yang perlu dikaji kembali mengenai ketepatan planning strategy yang mereka pilih.

Berikut beberapa strategi yang bisa dijadikan solusi dalam kasus ini :

  1. YesBosss dapat melakukan pivot melalui pengembangan ArtificiaI Intelligent dengan teknologi berbasis apps yang mengakomodir text atau suara yang dapat dihubungkan dengan API platform lain seperti MTIX, Google Maps, Traveloka GoJek, Grab, dan sebagainya.
  2. YesBoss akan memberikan rekomendasi sesuai dengan permintaan dari customer sehingga customer dapat memilih opsi sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.
  3. Selanjutnya, untuk eksekusi pembayaran dapat dilakukan dengan metode payment link di mana YesBoss mengirimkan link pembayaran kepada customer sehingga customer dapat langsung melakukan pembayaran.

BEST PRACTICE

Isu yang dihadapi oleh YesBoss sebenarnya sempat dialami oleh GoJek. Pada masa dirintisnya GoJek, tahun 2011 pemesanan GoJek masih manual, dilakukan melalui call center dan pihak call center menghungi satu per satu driver yang ada untuk mencari driver yang available, proses ini sendiri memakan waktu setidaknya 15 menit. Pada tahun 2015, akhirnya GoJek meluncurkan aplikasi pada smartphone Android dan iOS sehingga proses tersebut dapat dipangkas waktunya dikarenakan sudah dilengkapi kemampuan location service berbasis GPS, sehingga pelanggan juga dapat memantau posisi driver. GoJek mulai menambah variasi layanannya di tahun yang sama, yang awalnya hanya melayani transportasi, kurir, dan belanja barang, tahun 2015 GoJek meluncurkan GoFood, disusul dengan GoTix serta rangkaian GoLife di mana di dalamnya terdapat GoClean, GoMassage, dan sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA

  1. https://www.liputan6.com/tekno/read/3867489/pengertian-startup-adalah-sejarah-singkat-dan-karakteristiknya
  2. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/06/tingkat-kecanduan-internet-di-indonesia-nomor-lima-di-dunia
  3. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/25/indonesia-masuk-daftar-10-negara-dengan-unicorn-terbanyak-di-dunia
  4. https://teknologi.bisnis.com/read/20180811/105/827005/perizinan-bagi-startup-baru-menkominfo-janjikan-tuntas-dalam-sehari
  5. https://id.techinasia.com/layanan-asisten-pribadi-yesboss-akan-hentikan-layanan
  6. https://inet.detik.com/cyberlife/d-3012940/yesboss-mau-apapun-tinggal-sms
  7. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/03/25/permodalan-masih-menjadi-masalah-utama-bagi-startup-indonesia
  8. https://tirto.id/mengapa-foodpanda-dan-beberapa-start-up-lain-gagal-bRbr
  9. https://id.techinasia.com/review-yesboss


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format