Mile 22: The Worst Impact of Doing Wrong in Managing and Controlling Kills “Overwatch” organization itself.

Kehancuran organisasi Overwatch adalah akibat mahal yang harus ditanggung dari kesalahan manajerial dalam Mengelola Struktur, Budaya dan Kontrol suatu Organisasi.


12
1 share, 12 points

Sinopsis Mile 22

Mile 22 dibuka dengan adegan dimana Overwatch melakukan penyergapan ke sarang teroris Rusia. Di film ini, Overwatch digambarkan sebagai salah satu badan rahasia Amerika. Operasi penyergapan itu dipimpin oleh Jimmy Silva dan diawasi oleh pimpinan Overwatch yakni ‘Mother One’. Selain dukungan pasukan lengkap, Jimmy dibantu pula oleh beberapa agen Overwatch lainnya yakni Alice, Sam dan William. operasi tersebut berakhir dengan terbunuhnya beberapa warga sipil oleh agen-agen Overwatch. Di antaranya adalah remaja berusia belasan tahun yang ternyata merupakan anak dari “Orang Penting”.

Dua tahun berselang, Overwatch kembali menjalankan misi rahasianya. Kali ini di sebuah negara fiksi yang terletak di Asia Tenggara, dan nama negaranya adalah Indocarr. Di Indocarr, Mother One bersama Overwatchnya ditugaskan untuk mencari dan menemukan sebuah senjata pemusnah masal. Sebagai seorang anggota polisi Indocarr, Li Noor mendatangi kedutaan Amerika dan mengaku mengetahui di mana senjata pemusnah masal tersebut berada. Informasi itu disimpan Li Noor dalam sebuah disc yang akan hancur dalam delapan jam.

Tapi, Li tak mau begitu saja membeberkan informasi yang dimilikinya. Sebagai imbalannya, Li meminta pemerintah Amerika untuk memberikan suaka. Selain itu, sebagai tambahannya, Li baru akan memberitahukan apa yang diketahuinya kalau sudah berada di atas pesawat (1).

Permintaan Li Noor disetujui. Untuk itu, Mother One menugaskan Jimmy Silva bersama agen overwatch yang lainnya untuk mengawal Li Noor sampai ke titik pemberangkatan pesawat yang akan membawanya ke Amerika. Jarak antara Keduataan dengan Bandara yang dimaksud adalah 22 Mile yang seharusnya merupakan jarak yang relatif dekat, Sayangnya, perjalanan 22 Mile tersebut dilalui dengan tidak mudah. Sebab, tim Overwatch menghadapi tantangan yang sangat sengit dalam menjalankan tugasnya, bahkan dari sepanjang perjalanan tersebut Sam dan William juga turut tewas dalam pertempuran sengit di jalanan(2).

Hanya 2 Anggota Overwatch yang berhasil mengantarkan Li Noor, yaitu Jimmy Silva “Child One” dan Alice, Jimmy Tetap di Negara tersebut, sedangkan Alice ikut ke dalam Pesawat melanjutkan misi mengantarkan Li Noor. Namun, apa yang terjadi di pesawat setelah Li Noor berada di dalamnya ternyata di luar dugaan kode rahasia untuk mengakses disc yang berisi informasi justru adalah sebuah jebakan. Jika disc tersebut diakses, maka lokasi para agen Overwatch di seluruh dunia akan dapat diketahui oleh pihak Rusia. Selanjutnya, para agen Rusia akan memburu dan menghabisi Overwatch. Ternyata belakangan Li diketahui bahwa dia adalah agen mata-mata Rusia yang ditugaskan untuk mengetahui lokasi para agen Overwatch. Tanpa diketahui oleh para agen Overwatch, Li Noor ternyata ditugaskan oleh ibu dari warga sipil yang terbunuh akibat operasi rahasia yang dilakukan Overwatch (yang ternyata Ibunya tersebut merupakan orang penting yaitu Jendral Militer Rusia) di awal film ini.

Overwatch against Russian Secret Organization. When Overreact Turn into disaster

Overwatch, The Organization with Unique Structure

Jika kita meninjau ulang Film Mile 22, kita dapat melihat tentang bagaimana suatu organisasi berjalan/ menjalankan suatu kegiatan atau operasional, dalam hal ini kita melihat Overwatch sebagai sebuah organisasi rahasia dari Pemerintah Amerika Serikat yang bertindak sebagai Opsi ke - 3 jika opsi Militer dan diplomasi tidak dapat dilaksanakan dalam menyelesaikan suatu tugas. Karena secara organisasi, overwatch adalah organisasi rahasia, maka tidak ada struktur resmi yang digunakan untuk melakukan suatu tugas atau misi.  

Jika kita perhatikan secara seksama kita dapat melihat bagaimana Organizational Achitecture dari Overwatch yaitu struktur organisasi, Budaya dan system management yang secara bersama-sama menentukan bagaimana efektifitas dan efisensi pengelolaan sumberdaya organisasi di dalamnya diperlihatkan dalam film tersebut. 

Struktur organisasi mengacu kepada sistem penugasan dan hubungan pelaporan yang menkoordinir dan memotivasi anggota Organisasi di dalamnya, sehingga mereka dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan. Struktur organisasi Overwacth adalah sebagai berikut:

Gambar: Struktur Organisasi Overwatch dalam Film Mile 22

Dalam definisi Management, Struktur Organisasi Overwatch memiliki kecenderungan kearah Product Team Structure, yaitu dimana setiap anggota tim baik Field Team maupun Back Office ditugaskan sebagai team lintas fungsi dan melaporkan hanya kepada pemimpin tim yang memberi perintah langsung. Fungsinya hanya bertugas sebagai pengarah informal dengan para anggota tim, dalam Mile 22, diperlihatkan bagaimana Back Office Team membantu field team, berbagi informasi dan meningkatkan performa tim(3) . Secara umum dengan menggunakan tim lintas fungsi akan meningkatkan competitive advantage dalam lingkungan yang berubah secara cepat. Dalam Film tersebut, kerjasama lintas fungsi dari Tim dalam Back Office, dan Field Team mengingkatkan keunggulan kompetitif dengan perpaduan Teknologi, system informasi dan Skill di lapangan seharusnya bisa membuat Misi Tugas untuk memindahkan Li Noor sebagai misi yang mudah namun ternyata tidak. 

A Failure! Blame it Overwatch Organizational Culture!

Menelisik Film Mile 22, seperti dijelaskan pada sinopsis diatas, dimana twist of plot yang terjadi pada akhirnya malah menghancurkan organisasi Overwacth sendiri, hal yang tidak disangka bahwa kecepatan dalam bertindak dan beradaptasi yang menjadi budaya organisasi justru malah menghancurkan Overwatch. Kita tahu bahwa Budaya Organisasi adalah kumpulan nilai-nilai, norma-norma dan standar Perilaku yang mendorong bagaimana seorang individu dan kelompok dalam organisasi berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan organisasi (3).


Gambar 2: Sumber dari Budaya Organisasi Overwatch

Dari 4 sumber budaya organisasi tersebut maka rangkungan dari Budaya organisasi dan dampaknya bagi overwatch adalah sebagai berikut:

Berdasarkan hasil deskripsi Budaya Organisasi, Kondisi saat ini dan dampak di atas, maka kita dapat melihat bahwa, Budaya Organisasi Overwatch adalah penyebab dari kehancuran organisasi tersebut. Karakteristik Anggota, Hubungan antar tim dan Etika Organisasi justru menjadi titik kelemahan dari organisasi Overwatch. Tidak ada yang salah sebetulnya dari Budaya organisasi tersebut, namun terdapat titik lemah dari setiap sumber budaya organisasi yang seharusnya dapat ditutup. Dan tugas dari pemimpin overwatch untuk menutupi hal tersebut agar tidak menjadi bencana, karena budaya organisasi adalah salah satu hal yang paling penting yang menentukan bagaimana Organisasi Overwatch berjalan.

Mengacu pada penjelasan di atas maka, sebaiknya dibangun budaya organisasi yang adaptif sehingga bisa menyesuaikan dengan keadaan dari kondisi lingkungan yang terbaru, kesalahan memprediksi Li Noor sebagai Double Agent yang ternyata Triple Agent seharusnya tidak terjadi jika Overwatch memahami bahwa perkembangan dunia mata-mata dan organisasi rahasia.

Learn the Important Role of Controlling from Overwatch Mistaken 

Dalam melakukan controlling, seorang Manager melakukan proses monitoring dan evaluasi apakah strategi dan struktur organisasi bekerja sesuai yang diharapkan, bagaimana hal tersebut dapat ditingkatkan dan bagaimana seharusnya dapat berubah jika tidak sesuaindengan tujuan yang diharapkan. Proses kontrol tidak hanya sekedar bereaksi terhadap hal yang sudah terjadi, tapi juga melakukan antisipasi peluang yang mungkin terjadi dan kemudian melakukan perubahan respon terhadap apapun peluang dan ancaman yang sudah diidentfikasi. 

Dalam Film Mile 22, Kita bisa dengan jelas melihat Control System dan IT digunakan dalam memastikan kegaiatan Operasi Misi dapat berjalan dengan baik, Bagaimana Tim Back Office bekerja sama dengan Field Team untuk memonitor dan mempermudah kinerja mereka sehingga tujuan organisasi Overwatch bisa tercapai. Pada saat Misi Operasi memindahkan Li Noor dari Gedung Kedutaan ke Bandara sejauh 22 Mile, kita melihat sebuah Control System yaitu: penyusunan Target, Monitoring dan Evaluasi serta feedback system yang menyediakan informasi kepada Mother One bagaimana suatu strategy dan struktur berjalan. Bagaimana Mother One memberikan arahan kepada Field Team yang dikepalai oleh Jimmy Silva bergerak, kearah mana, melalu rute mana, menetukan dimana potensi bahaya, potensi musuh, berapa jumlah musuh yang mendekat, sampai menentukan alternatif kendaraan yang dapat digunakan jika kendaraan utama bermasalah. Bahkan kontrol yang lebih dalam dengan mengevaluasi dan monitor heart rate dan blood Pressure dan Oxygen Level setiap anggota Field Team Overwatch. Mother One juga berkoordinasi dengan “Angel” yaitu tim dalam Pesawat yang bertugas untuk memindahkan Li Noor dari Bandara ke Amerika Serikat, kapan waktu “Paket” tiba dan kapan harus kembali berangkat.

Controlling yang dilakukan oleh Mother One sebetulnya berhasil meningkatkan efisiensi dalam menjalankan misi, dengan bentuk Controlling dan system informasi yang dibuat untuk mengukur performa dalam setiap tingkatan proses transformasi mulai dari Input berupa Feedforward Control, Conversion Stage berupa Concurrent Control dan Output Stage berupa Feedback Control. namun apakah itu saja sudah cukup? berikut adalah Tahapan Control dalam Overwatch yang dilakukan Oleh Mother One yang disimplifikasi sebagai berikut:

Lalu, dimana salahnya Controlling System dari Overwatch? Ditingkat operasional, tidak ada yang salah dengan controlling system, karena dengan controlling system tersebut Overwatch menjadi sangat efektif dan efisien dalam manjalankan misi pemindahan Li Noor, namun Ovewatch gagal untuk berfikir lebih besar dari itu sehingga bisa “disusupi” yang akhirnya malah menghancurkan organisasi tersebut.

Overwatch, You Should Change!!!

Your Organizational Culture Makes you Die.

Dalam penjelasan sebelumnya kita sudah melihat bagaimana Organizational Culture menjadi pemicu awal kehancuran Overwatch secara organisasi. Kita dapat melihat kembali hal-hal mana saja yang ternayata dapat membuat Overwatch hancur. Dari 4 Source of Organizational Culture dalam overwatch 3 diantaranya menjadi penyebab kehancuran organisasi tersebut, yaitu:

1. Karakteristik Anggota Overwatch

Karakteristik Anggota Overwatch memberikan dampak buruk bagi organisasi yang menyebabkan masing-masing anggota organisasi Bereaksi terlalu cepat dan kurang berhati-hati, Bekerja dengan Informasi Minimum dan kurang memperhitungkan kemampuan lawan Pihak ke-3. 

Jimmy Silva misalnya dia Bereaksi terlalu cepat dengan mempercayai Li Noor yang juga dipercaya Alice berada di pihaknya, padahal informasi yang dimiliki Jimmy Silva terkait dengan Li Noor terlalu sedikit, seharusnya untuk menjadikan Li Noor sebagai Aset diperlukan Assesment yang mendalam dan detil apalagi dalam bidang Dinas/Intelegent Rahasia. Hal ini menyebabkan Jimmy Silva menyampaikan infrmasi yang salah kepada Mother One tentang pentingnya Li Noor yang ternayata justru berbahaya, sehingga organisasi mudah disusupi dan menyebabkan kehancuran.

Overwatch secara umum juga terlalu yakin dengan kemampuan yang mereka miliki, dengan teknologi yang mereka miliki mereka yakin 100% bahwa komunikasi mereka aman dan tidak mudah disusupi, faktanya teknologi berkembang dan musuh dalam hal ini adalah Dinas Rahasi Russia sudah memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam saluran komunikasi Overwatch.

2. Hubungan Antar Tim Overwatch

Tim Overwatch memiliki kemampuan Taktis yang tinggi, namun kemampuan taktis yang tinggi tersebut tidak selalu diimbangi kemampuan Analisa diluar kegiatan taktis. Kita bisa lihat bagaimana setiap Anggota Field Team dan Back Office Team bereaksi dan bertindak ketika menjalankan misi, memanfatakan teknologi dan kemampuan serta pengalaman dalam menjalankan misi. Bagaimana setiap tembakan bisa tepat sasaran dan memahami perilaku lawan, walaupun ada korban di sisi overwatch.

Namun, kemampuan analisa sebelum menjalankan misi, memikirkan hal-hal lebih luar di luar kebiasan dan misi adalah kemampuan yang tidak mereka miliki, sehingga kemampuan mereka lebih kepada spesialisasi misi yang menyebabkan mereka tidak bisa memprediksi kejadian di luar misi, termasuk adalah adanya potensi bahwa organisasi overwatch merupakan target penghancuran dari Pihak ke-3.

3. Etika Organisasi 

Perilaku Moral dari Anggota tim Overwatch yang mendorong panduan Tindakan Rasional sehingga menyebabkan Jimmy Silva, dan Alice melihat bahwa Li Noor bertindak benar dan harus di lindungi. Adalah kesalahan. Seharusnya anggota Overwatch berprilaku netral terhadap hal tersebut, dan tidak memihak, dalam hal-hal tertentu khususnya dalam kasus Li Noor, Moral dari para anggota justru mendorong kearah kehancuran organisasi.

Value yang dimiliki Allice bahwa Li Noor adalah orang yang dapat dipercaya secara subjektif ternyata adalah seseorang yang menjadi sumber masalah. Secara umum value yang dimiliki setiap anggota organisasi akan mendorong value dalam organisasi, sehinngga ideologi tersebut diyakini menjadi ideologi bersama dari organisasi overwatch. 

Beliefs adalah keyakinan Individu dalam menilai benar atau salah. Benar atau salah tanpa kelengkapan data bisa menjadi malapetaka seperti yang ditunjukan pada Mile 22, ketika Jimmy Silva percaya bahwa Li Noor adalah orang yang benar berdasarkan perilaku dan stereotyping nya yang justru membawa overwatch ke dalam kehancuran.

Berdasarkan hal tersebut seharusnya Overwatch mampu belajar dan memperbaiki kesalahannya yaitu dengan merubah 3 sumber-sumber budaya Organisasi yang menjadi pembentuk budaya organisasi yang justru dapat menghancurkan Overwatch. Sebaiknya dibangun budaya organisasi yang adaptif sehingga bisa menyesuaikan dengan keadaan dari kondisi lingkungan yang terbaru, kesalahan memprediksi Li Noor sebagai Double Agent yang ternyata Triple Agent, menjadi pelajaran penting tekait perkembangan dunia mata-mata saat ini. Dengan memperbaiki hal tersebut diharapkan dapat menutup celah dalam organisasi sehingga memiliki kemampuan untuk mencegah dari potensi penyusupan dan lainnya yang lebih besar. 

Overwatch, You have a Great Mission and Field Control level yet Poor In Organizational Level

Berdasarkan penjelasan di atas, kita sepakat bahwa overwatch memiliki kemampuan kontrol yang baik pada level pelaksanaan Misi dan operasional, dengan sistem controlling tersebut Overwatch menjadi sangat efektif dan efisien dalam manjalankan misi pemindahan Li Noor tetapi gagal dalam menyusun Organization Wide GoaL Setting, kehancuran Overwatch secara organisasi seharusnya tidak terjadi jika Overwatch memahami bahwa perkembangan dunia mata-mata dan organisasi rahasia saat ini. Dengan adanya Triple Agent, bukan hanya double Agent yang masih diyakini overwatch, yang menyebabkan overwatch gagal untuk berfikir lebih besar dari sekedar “Sebuah Misi” sehingga bisa “disusupi” yang akhirnya malah menghancurkan organisasi tersebut.

Overwatch juga harus menutup kekurangan mereka, disisi keamanan serta communication channel. Seharusnya mereka sudah menyadari bahwa communication channel mereka bermasalah ketika pada saat pelaksanaan misi terdapat interupsi pada IT system dan komunikasi mereka, Mereka hanya fokus pada control system untuk memperbaiki kerusakan akibat interupsi tapi tidak berusaha melakukan controlling untuk mengetahui penyebab interupsi tersebut. Seharusnya mereka peka terhadap hal kecil apapun yang mempengaruhi suatu kegiatan, dengan menggunakan system analisa double control yang dibuat.

Berdasarkan penjelasan diatas Maka hal yang terpenting bagi overwatch adalah mereka harus bisa menyusun Organizational Wide Goal Setting dengan baik, sehingga setiap misi yang dilaksanakan tidak akan mengancam Organisasi secara umum.  Selain itu mereka membuat system control di setiap lini secara berlapis sehingga output control yang diperhatikan tidak hanya pada level misi/ operasional tapi juga pada Organisasi. 

So, Overwatch, Let Me Tell You How To Change

Karena Organisasi Overwatch diceritakan sudah hancur akibat berhasil “disusupi” melalui lubang dan kekurangan yang luput dari controlling system mereka, ada baiknya kita coba bangun kembali Overwatch yang baru, yang berbeda dengan yang sebelumnya. Diperlukan tahapan-tahapan untuk menciptakan perubahan sehingga overwatch menjadi organisasi yang baru dan tidak terkalahkan. 

Yang pertama adalah dengan melakukan penilaian hal-hal apasaja yang menjadi kesalahan pada organisasi overwatch sebelumnya. Berdasarkan hal-hal yang dijelaskan di atas hal-hal yang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki adalah 3 Source of Organizational Culture, lalu berikutnya adalah perlunya pembentukan organizational wide setting dan yang terakhir adalah perbaikan output control.

Yang kedua adalah dengan menentukan perubahan yang akan dilakukan berdasarkan penilaian-penilaian yang menjadi kesalahan sebelumnya. Yaitu dengan cara Membangun Budaya organisasi yang adaptif, Membangun Organizational Wide Setting, serta mengembangkan Output control yang baru.

Ke-tiga adalah melakukan Implementasi atas perubahan-perubahan yang telah ditentukan yaitu dengan cara Menetapkan perubahan. Walaupun organisasi Overwatch adalah organisasi “Opsi Ke -3” dari suatu pemerintahan, tetapi anggota Tim nya memiliki kecondongan Militer, oleh sebab itu Top Down adalah cara yang efektif dalam melakukan Implementasi perubahan tersebut di segala aspek.

Terakhir adalah dengan cara melakukan evaluasi atas perubahan yang dilakukan, ini adalah proses yang tidak boleh berhenti dan selalu melakukan continuous improvement atas hasilnya. Hal yang harus dilakukan adalah selalu melakukan aksi spionase terhadap Organisasi lain yang sejenis di seluruh dunia, tujuannya adalah sebagai benchmark, agar Overwatch bisa mengetahui ada di mana posisi mereka saat ini dibanding organisasi lainnya, dan juga tekhnologi apa yang bisa menyebabkan mereka atau overwatch sendiri memiliki competitive advantage untuk bersaing. 


Daftar Pustaka:

1.https://tirto.id/sinopsis-film-mile-22-yang-tayang-di-bioskop-indonesia-hari-ini-cT3B diakses pada 04 November 2019

2. https://magazine.job-like.com/jalan-cerita-mile-22/ diakses pada 04 November 2019

3. Jones, Gareth R, Jennifer M. George: Contemporary Management Tenth Edition, Mc Graw Hill Educaton International Editions, New York, 2018

4. https://territorystudio.com/project/mile-22/ diakses pada 04 November 2019

5.https://thetropixs.com/mark-wahlberg-and-peter-bergs-mile-22-is-a-dizzying-assault/ diakses pada 04 November 2019

6. https://movieandmusicsurgery.wordpress.com/tag/iko-uwais/ diakses pada 04 November 2019

7.https://www.forbes.com/sites/scottmendelson/2018/08/16/mile-22-review-mark-wahlberg-anchors-a-convoluted-action-thriller/ diakses pada 04 November 2019

CONTRIBUTOR :

  1. TOGA PERDANA;
  2. FADEL KHALIF MUHAMMAD;
  3. ADITYA JOKO PAMBAYUN;
  4. RIZZA DWI NUSITA
  5. BRIGITTA TITA GILDANIA; 
  6. VELLA WANI NUZHA; 
  7. CHITRA ANNISA RAHMANINGTYAS;



Like it? Share with your friends!

12
1 share, 12 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
10
Genius
Love Love
5
Love
OMG OMG
5
OMG
Win Win
9
Win
Goaldigger

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format