Paraplou E-Commerce yang kalah bersaing dikandang sendiri

Paraplou merupakan penyedia produk premium fashion dan merupakan website e-commerce pertama yang menjembatani fashion global dengan fashion lokal di Indonesia.


3
3 points

A. Data dan Regulasi terkait Startup di Indonesia

Berdasarkan data Bekraf, terdapat 992 startup Indonesia pada tahun 2018 yang terbagi berdasarkan domisili, tahun berdiri, badan usaha, dan bidang usaha. Jabodetabek merupakan wilayah dengan domisili startup tertinggi yaitu 522 startup atau 52,62% dari total startup. Berdasarkan tahun berdiri, tahun 2013 s.d 2018 merupakan tahun-tahun berdirinya startup, yaitu sebanyak 604 startup atau sekitar 60,89%. Startup di Indonesia didominasi oleh PT (sebesar 540 startup atau 54,44%) dan bergerak dibidang e-commerce (sebesar 35,48%). 

https://lh5.googleusercontent.com/LUrFzHg6YY1NSBTg6Rxl7nY03N-PzvuiXjAAM__cS-j8LwZhtDapXv9Mg8P1mG8FQJHioxkCwOJ2CjN2BY4c_ku1VXzdsoFj0jkxbLG6m2KYMa5BrjWp7jTyD-9Rbh94iSwcjLVK

Sumber: www.bekraf.go.id

Berdasarkan skala usaha, startup di Indonesia sebagian besar bergerak di sektor mikro (52,97%). Dengan modal awal sebagian besar kurang dari Rp100 juta. 

https://lh4.googleusercontent.com/wzEbRsQsTqBza99My5NgxQIvHEY9Ypn-Jdg1r7-24eEJP3okMGGTKV_aOXjCRTad1osBkeWL2zZfcIw3WGiFfT2KnhfhuJbxoSdWu1VPpKDgMrX8Rij-1TuqQN2ZMskEcAGZW4M0https://lh5.googleusercontent.com/zZF5W9b4c9QA1zOl2ds7DgvOS4WqNTM1LS6UD9EFtFdl3yGPvrsXyu28IrEWiDn-HrispX5sbDN9NSGPAKTHsrL63KJ9-WhgnI7Pkjywv9CFsd9VE5jatiyRLTEL4rC33YFV9oAf

Sumber: www.bekraf.com

Usia pendiri startup sebagian besar merupakan generasi Y, yaitu kelahirn tahun 1981 s.d 1994. Dengan pendidikan rata-rata sebagian besar lulusan sarjana dari perguruan tinggi. 

https://lh4.googleusercontent.com/6rQTtQhIcYfZvP4aVPdr9NoXrpfBxhWqLwomsEwJEMSBDmp8zHPVgTdfH5VzsZJ3I5l9LRPaAQyWimKwHKfgIUAz2TVHbXdJxnnzUkWk_i2r5f-ThJ5c_YHGDWa9h6msO1vRkUhuhttps://lh3.googleusercontent.com/dz5BV3qBTohFgfOanHMEXk06fMYcyo9thpjP1u2v7KNps3gnqakU4GfOqqrgi1fS4y_eu_iZLPFuGLVBBKGCCvui11RX63en4Omfw3Yn4oDYY4kI3qqEM78QfYwWP17_VG1lelQx

Sumber: www.bekraf.co.od

Dari sisi peraturan, Pemerintah Indonesia mendukung berkembangnya startup di Indonesia. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, perusahaan-perusahaan startup di Indonesia tidak perlu lagi izin ke Kominfo, cukup registrasi online. Kemudahan-kemudahan yang dilakukan oleh Kemenkominfo ini semata-mata bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung perusahaan startup di Indonesia.

Salah satu hal penting yang harus dipersiapkan ketika ingin memulai bisnis startup, yaitu legalitas bisnis. Legalitas merupakan salah satu pondasi hukum sebuah bisnis yang harus diperhatikan sejak ingin memulai bisnis. Selain melindungi bisnis, legalitas juga memiliki banyak manfaat seperti melindungi aset pribadi, mengembangkan bisnis, hingga mempermudah dalam mendapat pinjaman modal usaha, meningkatkan kredibilitas, dan masih banyak lagi. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa dokumen legalitas perusahaan yang wajib dimiliki perusahaan, meliputi:

  1. Akta pendirian perusahaan, merupakan salah satu dokumen yang dibuat oleh Notaris sebagai langkah awal untuk mendirikan perusahaan, baik Firma, CV, ataupun PT, ketiga badan usaha tersebut dibuat berdasarkan akta pendirian.
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan Usaha. Sebuah perusahaan memiliki kewajiban untuk mengurus pajaknya, mulai dari menghitung, membayar, hingga melaporkan pajak.
  3. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). SIUP merupakan surat izin yang dikeluarkan pemerintah daerah kepada pengusaha untuk dapat melaksanakan usaha di bidang perdagangan dan jasa.
  4. Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP). Persyaratan SKDP masing-masing domisili berbeda, misalnya untuk Daerah DKI Jakarta berdasarkan Perda DKI Jakarta No. 1 Tahun 2014, SKDP tidak dapat dikeluarkan untuk PT yang menggunakan alamat domisili rumah atau yang tidak berada dalam zona perkantoran.
  5. Tanda Daftar Perusahaan (TDP), merupakan dokumen pengesahan yang menyatakan bahwa suatu usaha telah melakukan kewajiban pendaftaran perusahaan.
  6. Merk Dagang. Dengan mendaftarkan merek dagang, secara tidak langsung, Anda juga sudah melindungi bisnis Anda secara hukum untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 

B. Sekilas Tentang Paraplou

Paraplou merupakan penyedia produk premium fashion dan merupakan website e-commerce pertama yang menjembatani fashion global dengan fashion lokal di Indonesia dengan situsnya paraplou.com. Paraplou berdiri sejak Januari 2011 dan tergolong salah satu pionir e-commerce di Indonesia. Paraplou menyeleksi brand berdasarkan garis rancang yang unik. Adapun brand premiumnya diantara lain Cameo dan Sass & Bide yang merupakan brand dari Australia, Greyhound dan Playhound yang berasal dari Thailand, dan masih banyak lagi. Tak hanya menyediakan berbagai macam transaksi, jangkauan kurir yang luas pun turut disediakan. Portal Paraplou.com memiliki ambisi menjadi nomor satu di pasar eCommerce Indonesia untuk segmen premium fesyen. 

Tidak seperti website fashion online lainnya, paraplou.com menawarkan content fashion yang berhubungan dengan tren dan menggabungkan dengan produk yang ada di dalam website paraplou.com.

Akses unik akan dirasakan ketika memasuki paraplou.com, dari pilihan brand premium lokal dan internasional, custom content, stylish user experience akan sangat menonjol. Ada ribuan produk yang listing di portal. Ada sekitar 60 designer lokal dan internasional. Portal yang dikelolanya memiliki peluang besar untuk menjadi nomor satu di segmen fashion karena mengelola semua brand yang menarik pasar.

Kendati sektor e-commerce cukup menjanjikan di Indonesia, Paraplou.com malah mengumumkan penutupan layanannya pada 24 Oktober 2015 dengan memberikan alasan karena kondisi permodalan, yang disebabkan adanya keadaan ekonomi dunia yang sedang bergejolak sehingga sangat mengganggu dan berdampak kepada paraplou.com, membuat tidak banyak investor yang mau menanamkan modalnya kepada paraplou.com.

Sebenarnya pada awal 2015, Paraplou.com mendapatkan pemodalan US$1,5 juta dari pemodal ventura asal Singapura, Majuven. Meski begitu, kerasnya persaingan di sektor e-commerce membuat layanan ini menyerah.

C. Analisis SWOTS Paraplou

Strength (kekuatan).

  • menawarkan karya desainer internasional yang tak ada di Indonesia
  • menggunakan BBM Money sebagai salah satu alat pembayaran.
  • jalinan kerjasama/ kemitraan (Paraplou memiliki mitra dari luar dan dalam negeri yang sangat banyak).

Weakness (kelemahan)

  • Produk yang dijual kurang dikenali di Indonesia, tetapi terkenal di pasar aslinya.
  • Paraplou didirikan pada tahun 2011, dimana pasar e-commerce yang belum terbentuk pada saat itu. 

Opportunities (peluang)

  • Salah satu pioneer e-commerce di Indonesia.
  • Momentum pengembangan e-commerce.
  • Konsumen yang mengerti teknologi semakin meningkat, diindikasi dengan penggunaan internet yang semakin meningkat. 

Threats (ancaman)

  • Semakin banyak bisnis e-commerce yang bergerak di sektor fashion dengan harga produk yang lebih murah dibandingkan Paraplou.
  • Persaingan era perdagangan bebas (mulai bermunculan e-commerce luar negeri yang menjual produk fashion premium).

D. Analisis Porter’s Five Forces

Image result for analisis porters five force

Seperti namanya, Porter’s Five Forces Analysis ini mengunakan 5 Kekuatan Industri untuk menentukan intensitas persaingan dalam suatu industri. Berikut ini adalah kelima Kekuatan menurut Michael Porter atau lebih dikenal dengan Porter’s Five Forces Analysis.

1. Threat of new entrants (Hambatan bagi Pendatang Baru)

Kekuatan ini menentukan seberapa mudah (atau sulit) untuk masuk ke industri tertentu. Jika Industri tersebut bisa mendapatkan profit yang tinggi dengan sedikit hambatan maka pesaing akan segera bermunculan. Semakin banyak perusahaan saingan (kompetitor) yang bersaing pada market yang sama maka profit atau laba akan semakin menurun. Sebaliknya, semakin tinggi hambatan masuk bagi pendatang baru maka posisi perusahaan kita yang bergerak di industri tersebut akan semakin diuntungkan.

Beberapa hambatan bagi para pendatang baru seperti paraplou.com 1 diantaranya memerlukan dana atau modal yang tinggi karena target konsumen yang luas dari konsumen lokal sampai internasional dan terdapat bergejolaknya ekonomi dunia yang menyebabkan rendahnya daya beli konsumen pada saat itu.

2. Bargaining power of suppliers (Daya Tawar Pemasok)

Daya tawar pemasok yang kuat memungkinkan pemasok untuk menjual bahan baku pada harga yang tinggi ataupun menjual bahan baku yang berkualitas rendah kepada pembelinya. Dengan demikian, keuntungan perusahaan akan menjadi rendah karena memerlukan biaya yang tinggi untuk membeli bahan baku yang berkualitas tinggi. Sebaliknya, semakin rendah daya tawar pemasok, semakin tinggi pula keuntungan perusahaan kita.

Daya tawar pemasok dalam paraplou dinilai tinggi karena kualitas produk yang bagus dari brand-brand premium baik lokal hingga internasional dan terbatasnya designer produk dimana hanya ada sekitar 60 designer lokal dan internasional untuk ribuan produk yang di listing pada portal paraplou.com 1 sehingga tingkat keuntungan paraplou dinilai rendah.

3. Bargaining power of buyers (Daya Tawar Pembeli)

Kekuatan ini menilai daya tawar atau kekuatan penawaran dari pembeli/konsumen, semakin tinggi daya tawar pembeli dalam menuntut harga yang lebih rendah ataupun kualitas produk yang lebih tinggi, semakin rendah profit atau laba yang akan didapatkan oleh perusahaan produsen. Harga produk yang lebih rendah berarti pendapatan bagi perusahaan juga semakin rendah. Di satu sisi, Perusahaan memerlukan biaya yang tinggi dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Sebaliknya, semakin rendah daya tawar pembeli maka semakin menguntungkan bagi perusahaan kita.

Daya tawar pembeli dalam paraplou dinilai rendah karena produk yang dijual termasuk unik dan langka, yang artinya produk paraplou susah dicari atau jarang ditemukan pada pesaing yang memiliki segmen pasar yang sama dengan paraplou, stok yang tersedia juga terbatas namun daya beli konsumen rendah, dikarenakan dampak ekonomi global.

4. Threat of substitutes (Hambatan bagi Produk Pengganti)

Hambatan atau ancaman ini terjadi apabila pembeli/konsumen mendapatkan produk pengganti yang lebih murah atau produk pengganti yang memiliki kualitas lebih baik dengan biaya pengalihan yang rendah. Semakin sedikit produk pengganti yang tersedia di pasaran akan semakin menguntungkan perusahaan kita.

Hambatan yang muncul bagi paraplou adalah Semakin bermunculannya e-commerce yang menjual produk fashion dengan harga yang lebih murah, seperti Zalora Indonesia, Matahari Mall, dsb. Karena Masyarakat Indonesia yang mayoritas dari golongan ekonomi menengah kebawah. Sehingga produk fashion premium kurang diminati.

5. Rivalry among existing competitors (Tingkat Persaingan dengan Kompetitor)

Kekuatan ini adalah penentu utama, perusahaan harus bersaing secara agresif untuk mendapatkan pangsa pasar yang besar. Perusahaan kita akan semakin diuntungkan apabila posisi perusahaan kita kuat dan tingkat persaingan pada pasar (Market) yang sama tersebut yang rendah. Persaingan semakin ketat akan terjadi apabila banyak pesaing yang merebut pangsa pasar yang sama, loyalitas pelanggan yang rendah, produk dapat dengan cepat digantikan dan banyak kompetitor yang memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi persaingan.

Paraplou tidak dapat membuktikan produknya dapat bersaing dalam dunia e-commerce di  Indonesia yang menyebabkan penurunan omset dan keterbatasan modal yang dapat disuntikkan untuk mendukung strategi bisnis yang dilakukan paraplou.

E. Penyebab Kebangkrutan Paraplou

Permasalahan utama bisnis startup adalah masalah permodalan, diikuti dengan Sumber Daya Manusia, dan fasilitas pendukung. 

https://lh3.googleusercontent.com/hPbmnpVta63XpKF50xrGpke_PHrBarGeVOdBGd6gs97eP5l10rAoJ6onRdZdTem5Jcj6qPDTWAWTJfhUr_zTHlaY-nAd5PtYGwzZ3qovGi5yjSuXGhJXkjInOximv1L5HzE15K1A

Sumber: katadata.com

Penyebab tutupnya Paraplou antara lain:

1. Masalah permodalan. 

Pada awal 2015, Paraplou.com mendapatkan pemodalan US$1,5 juta dari pemodal ventura asal Singapura, Majuven. Namun hal tersebut tidak bisa membuat Paraplou bersaing dengan e-commerce lainnya dan menyebabkan penurunan omset.

2. Produk tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. 

Paraplu.com menjual produk-produk fashion dengan brand dan kualitas premium, seperti Cameo dan Sass & Bide yang merupakan brand dari Australia, Greyhound dan Playhound yang berasal dari Thailand, dan masih banyak lagi. Dengan brand-brand ternama, Paraplou menyasar masyarakat menengah ke atas. Salah satu penyebab mereka tutup juga kurangnya minat dari golongan menengah keatas karena brand yang mereka jual rata-rata overprice. Selain harga, produk yang mereka jual juga kurang dikenali di Indonesia, tetapi terkenal di pasar aslinya. Dari segi ekonomi pun, belum meratanya tingkat ekonomi setiap masyarakat membuat barang premium kurang laku di Indonesia.

3. Kondisi keuangan yang tak menentu.

Pendapatan Paraplou dengan tren yang semakin menurun dari tahun 2013 s.d 2015. 

4. Kalah bersaing.

Semakin bermunculan e-commerce yang menjual produk fashion dengan harga yang lebih murah, seperti Bukalapak, Zalora Indonesia, Matahari Mall, dsb. 

F. Solusi dan Best Practice

Memulai sebuah bisnis startup memang sebuah perjuangan, terutama karena masalah pembiayaan dan keuangannya. Jujur saja, meski banyak yang harus dipikirkan, sering kali masalah keuangan adalah yang pertama kali muncul di pikiran. Saat bisnis Anda mencapai suatu titik di mana sudah tidak memiliki cukup uang untuk menjalaninya lagi, inilah yang disebut dengan krisis keuanga dan inilah yang di alami oleh paraplou sehingga tidak bisa bertahan dalam menjalankan bisnisnya

Ada bebera langkah yang bisa menjadi solusi agar Paraplou bisa kembali menghidupkan mesin usahanya kembali:

1. Tentukan Apa yang Menjadi Sumber Masalahnya

Sebelum Tim paraplou menentukan apa solusinya, terlebih dahulu Tim Paraplou harus memahami betul sumber masalahnya. mereka harus tahu titik apa yang mengakibatkan Paraplou kesulitan keuangan seperti saat ini. Kemudian lakukan penilaian, dan carilah masalah-masalah yang menjadi akar penyebabnya. Setelah itulah  baru bisa menentukan harus melakukan apa selanjutnya. Namun, tipsnya adalah pastikan proses pertama ini bukan menjadi sarana “saling menyalahkan”. Dalam bisnis profesional, kuncinya bukanlah menyalahkan, namun bertanggung jawab dan bekerja sama untuk mencari solusi dan bertindak tepat

2. Mengintegrasikan Ide Bisnis Lainnya

Banyak investor yang menyarankan hal ini kepada pebisnis startup:

Ide kamu terlalu kecil (sederhana), kamu harus berpikir lebih luas dan menyasar pasar yang lebih luas juga.”

Namun sebenarnya jika kita menemukan ide unik dalam berbisnis, jangan memperluasnya terlalu cepat. Apabila kita  mengalami kegagalan karena perluasan yang terlampau cepat dengan konsep yang kurang kuat, jangan takut untuk memperbaikinya. Perkuat ide bisnis dan integrasikan dengan baik sehingga bisa menjangkau lebih baik lagi. Paraplou harus tau apa yang dibutuhkan oleh pasar sehingga dapat bersaing dalam market yang di target itu sendiri

3. Membuat Rencana Keuangan Alternatif

Karena masalah utamanya di sini adalah keterbatasan dana, maka Paraplou harus mulai membuat rencana ke depannya untuk menyelamatkan kondisi keuangan perusahaan Misalnya saja:

  • Mencari pemasukan lain untuk bisa mengatasi pembayaran pinjaman saat ini,
  • Mencari pinjaman lain dengan suku bunga lebih baik untuk mengatasi pinjaman saat ini (refinancing), atau
  • Menjual bisnis/perusahaan untuk bisa mengatasi pembayaran pinjaman saat ini.
  • mencari Investor baru dengan menjual knsep bisnis yang berbeda dari sebelumnya

untuk case ini Paraplou mesti belajar contoh case dari Blogger. Blogger didirikan oleh Evan Williams kembali pada tahun 1999, sebagai platform blogging yang membuat hal-hal lebih mudah bagi individu yang ingin memulai blog mereka sendiri.

Perusahaan mulai mendapatkan ketertarikan dalam jumlah banyak, dan william berhasil mengumpulkan beberapa modal lebih untuk mempekerjakan lebih banyak staf dan memperluas perusahaan.

Masalahnya pada tahun 2000 pasar jatuh, dan Evan Williams ditinggalkan dengan hanya satu pilihan : Melepaskan satu per satu karyawan.Bahkan setelah dengan efek besar yang melumpuhkan, Evan masih kembali bekerja pada Blogger sendiri, dan 3 tahun kemudian Google datang dan membeli perusahaan dengan mahal dengan jutaan dollar. sehingga Blogger bisa kembali bangkit dari keterpurukan dan dapat menjalankan bisnisnya sampai sekarang ini

5 Perusahaan Startups Terkenal Yang Hampir Gagal

G. Kesimpulan

Jika dilihat dari penyebab tutupnya paraplou, dapat disimpulkan bahwa adanya ketidaktepatan dalam perencanaan penjualan produk seperti produk yang dijual terlalu mahal dan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga barang yang dijual kurang laku.

Disamping itu juga strategi penjualan dalam menghadapi pesaing juga kurang tepat, dimana paraplou menjual barang barang nya dengan overprize sedangkan pesaing menjual barang barang nya dengan harga yang lebih murah. 

Daftar Pustaka:

  1. www.bekraf.go.id
  2. https://www.liputan6.com/bisnis/read/4064555/cukup-registrasi-online-perusahaan-startup-tak-perlu-lagi-izin-ke-kominfo.
  3. https://libera.id/blogs/dokumen-legalitas-perusahaan-startup/
  4. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/03/25/permodalan-masih-menjadi-masalah-utama-bagi-startup-indonesia
  5. https://ilmumanajemenindustri.com/analisis-lima-kekuatan-porter-porters-five-forces-analysis/


Kelompok 7:
•Andree Carnegie Lee
•Teguh Pamuji
•Indria Wardhani
•Verra Zumrotus Sholihah



Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
im-possible

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format