Theranos: a Dead Unicorn

Theranos merupakan startup unicorn asal Amerika Serikat yang mengembangkan teknologi otomatisasi untuk analisa darah, gagal dan pemiliknya terbukti melakukan penipu


1
1 point

Theranos: a Dead Unicorn

Theranos merupakan startup unicorn asal Amerika Serikat yang mengembangkan teknologi otomatisasi untuk analisa darah, gagal dan  pemiliknya terbukti melakukan penipuan.

Elizabeth Holmes, seorang perempuan muda berusia 18 tahun pada saat itu (tahun 2002), mengemukakan ide brilian kepada profesornya di Stanford University, Phyllis Gardner. Idenya sederhana yakni tentang menciptakan penutup lengan atau sarung tangan yang dapat mengambil darah penggunanya hanya setetes. Fungsinya untuk memeriksa apakah terdapat penyakit menular dan lantas diberi antibiotic secara langsung.

Sang profesor, sebagaimana ditulis dalam tirto.id[1] (dengan menyadur dari Ars Technica[2]), menyebut ide itu “tidak layak” dan tidak mungkin diwujudkan. Pemeriksaan kesehatan melalui darah perlu alat yang lebih kompleks daripada sarung tangan dan setetes darah, tidaklah cukup. Holmes tak patah arang. Sebagai pemuda yang ingin membuat perubahan, ia ingin tetap memperjuangkan idenya. Ia akhirnya mendirikan Theranos pada 2003, dan mempekerjakan Ian Gibbons, ahli biokimia asal Inggris.

Pada 2005, Holmes, Gibbons, dan startup yang didirikannya memperoleh 23 paten teknologi, ide yang ingin merevolusi bagaimana masyarakat mengetahui penyakit yang diderita dengan mudah dan murah.Salah satu patennya ialah paten berseri US7291497B2[3] yang berjudul “Medical Device for Analyte Monitoring and Drug Delivery.” Dalam keterangannya, paten tersebut merupakan suatu perangkat medis yang dapat dicerna, ditanamkan, atau dipakai pengguna. Juga ada agen bioaktif yang masuk ke tubuh si pengguna, dan bekerja untuk menganalisis penyakit yang mungkin diderita.

Darah mengandung banyak komponen, seperti sel, trombosit, protein, dan berbagai makromolekul. Dalam pemeriksaan penyakit melalui laboratorium, komponen-komponen yang tidak diperlukan mesti dibuang dalam proses yang rumit nan mahal. Perangkat itu, dalam keterangan di patennya, menghilangkan kebutuhan yang tidak efisien tersebut. Akibatnya, “kebutuhan untuk kunjungan laboratorium dihilangkan yang pada akhirnya memberikan penghematan, baik dalam waktu maupun biaya.”

Theranos sebagai perangkat medis, menawarkan 240 tes penyakit, dari kolesterol hingga kanker, dengan hanya setetes darah. Lebih hebatnya, analisis penyakit bisa diterima si pengguna hanya dalam waktu 15 menit.Lalu, untuk membuat perangkat tersebut bisa digunakan secara luas, Theranos sukses melobi aturan di Amerika Serikat untuk memungkinkan masyarakat melakukan tes darah tanpa rekomendasi dokter.

Scott Wood, seorang dokter yang bekerja di California, menyebut bahwa apa yang ditawarkan Holmes melalui startup, “sangat menarik dan sangat berguna terutama dalam kondisi darurat.”Alat yang ditawarkan Theranos, secara sederhana, merevolusi alat-alat serupa yang ada sebelumnya, seperti Reflotron Boehringer Mannheim dan iStat.

Michelle Lee, Kepala Kantor Paten Amerika Serikat, bahkan menyebut Holmes “seperti Benjamin Franklin. Kala dokter dan peneliti memerlukan darah yang banyak dari pasiennya, Theranos hanya memerlukan setetes”.Alat yang dijual Theranos mirip seperti jarum suntik, tetapi dengan ukuran yang lebih kecil. Jarum suntik itu digunakan sebagai sampel darah pengguna untuk dianalisa. Selepas darah diambil, pengguna tinggal memasukkannya ke alat pembaca data yang juga dijual oleh Theranos. 

Data, lantas dikirim ke komputer Theranos untuk dianalisis. Pada tiap analisa penyakit yang hendak diketahui pengguna, Theranos mematok biaya yang murah.[4] Analisis hemoglobin, misalnya, hanya dihargai $1,63. Analisis kolesterol, hanya dibanderol $2,99.Lewat kemudahan itu, Theranos diminati.

Pada 2014, pendapatan startup tersebut mencapai $100 juta. Theranos kemudian menjelma menjadi startup yang sukses. Investor menyambutnya dengan baik. Data Crunchbase[5]mengungkap startup tersebut melakukan 10 kali pencarian dana dengan total pendanaan yang diperoleh sebesar $1,4 miliar. Salah satu investor terbesar Theranos ialah Puget Sound Venture Club, yang mengucurkan uang lebih dari $500 juta bagi Theranos.Theranos lantas menjadi salah satu startup “langka” dan masuk kategori “unicorn”. Valuasi startup tersebut diperkirakan mencapai angka $9 miliar. Jika dibandingkan, valuasinya hampir serupa dengan Go-Jek, unicorn asal Indonesia. Puncaknya, Elizabeth Holmes diakui sebagai Most Influential People oleh majalah Time pada tahun 2015.

Sialnya, peruntungan Theranos kemudian sirna. John Carreyrou, melalui The Wall Street Journal[6], menulis investigasi tentang startup itu pada 2015. Theranos dianggap menjual produk yang berdiri di atas paten palsu, paten yang sebatas deskripsi saja, tanpa bisa dikonversi menjadi perangkat nyata, yang benar-benar bisa berjalan seperti klaim Holmes. Theranos menghadapi serangkaian tuntutan hukum dan komersial dari otoritas medis, investor, otoritas pasar modal, otoritas hukum, mantan mitra bisnis, pasien, dan lainnya. Pada Maret 2018, Holmes dan mantan direksi Theranos, Sunny Balwani, didakwa melakukan penipuan kepada investor, dokter, dan pasien. Theranos berhenti beroperasi pada Agustus 2018.

Analisa SWOT Theranos

Berikut identifikasi faktor eksternal dan internal Theranos yang dituangkan dalam analisa SWOT,

Strength: Theranos memiliki prosedur tes darah yang lebih simpel, pendanaan dari investor yang berlimpah serta harga produk yang ditawarkan murah.

Weakness: Theranos memiliki keterbatasan kemampuan alat dimana alat yang digunakan kemampuannya tidak sehebat seperti yang disampaikan. Bahkan tes kesehatan hanya dilakukan oleh 

mesin tradisional yang dibeli dari perusahaan lain. Oleh karena itu, akurasi hasil pengujian sangat kacau.

Opportunity: Revisi aturan kesehatan di Amerika Serikat untuk memungkinkan masyarakat melakukan tes darah tanpa rekomendasi dokter merupakan peluang bagi masyarakat untuk lebih leluasa mengunjungi Theranos dibandingkan laboratorium konvensional yang harganya jauh lebih mahal.

Threat: Hasil pengujian laboratorium konvensional (yang merupakan pesaing Theranos) jauh lebih akurat sehingga dapat digunakan sebagai pembanding untuk melihat adanya moral hazard dalam bisnis Theranos. Kelemahan sistem paten di AS juga mengancam keberlangsungan Theranos sebab dalam buku Bad Blood[7]John Carreyrou mencoba mematenkan “data storage unit” yang merupakan proses awal dalam proses bisnis Theranos sehingga dia menerima royalty dari Theranos untuk setiap proses bisnis yang dilakukannya.

Setelah skandal Theranos, timbul pertanyaan mengapa pengusaha startup cenderung untuk menipu para investor? Menurut Association of Certified Fraud Examiners, ada tiga faktor yang mendorong pengusaha untuk melakukan penipuan. Pertama adalah tekanan dari para investor yang meminta pertumbuhan yang cepat dan imbal hasil investasi yang segera. Selain itu, kompetisi yang ketat serta tingginya biaya pengembangan dan pengenalan produk atau jasa, turut menambah tekanan kepada pengusaha startup. Kedua adalah kesempatan untuk tidak menyajikan data atau informasi yang benar. Perusahaan startup dapat menyajikan laporan yang disusunnya sendiri tanpa diaudit atau diverifikasi oleh pihak independen, bahkan mereka mungkin tidak melaporkan apapun. Terlebih, jika startup tersebut telah menjadi buah bibir (trending/hype), dapat menjadikan investor dan masyarakat terlena.

Terakhir, perusahaan startup, khususnya yang berbasis teknologi, cenderung untuk memiliki visi untuk mengubah dunia, bergerak cepat dan melanggar kebiasaan, serta mengganggu pasar konvensional. Mantra “ignore the rules” atau “fake it till you make it”, mendorong pengusaha startup untuk berpikir besar bahwa usaha mereka akan berhasil sehingga mendorong mereka untuk berinovasi lebih jauh. Mantra ini awalnya tidak bermasalah, namun menjadi bermasalah ketika mereka sudah mendapatkan suntikan investasi yang berlimpah. Startup dituntut untuk lebih terbuka, dapat menghasilkan produk atau memberikan jasa yang sesuai dengan janji mereka, serta melakukan usaha sesuai dengan hukum dan etika bisnis. Apakah dead unicorn seperti Theranos akan kembali terjadi?[8]


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format