CIPIKA : PLATFORM MULIA YANG TUMBANG

Pada awalnya Cipika berperan sebagai platform yang menyediakan beragam kuliner khas, hasil kerajinan daerah dan produk-produk lokal.


1
1 point

Terdapat 16 perusahaan e-commerce yang tutup sepanjang tahun 2000 keatas. Beberapa indikasinya yaitu penghentian operasi secara menyeluruh dan penggantian nama karena akusisi.

Gambar 1. Umur Perusahaan E-Commerce yang Tumbang

https://iprice.co.id/trend/insights/infografik-perusahaan-ecommerce-indonesia-yang-tutup/

Beberapa perusahaan e-commerce yang gugur karena diakusisi pihak lain dan kemudian berganti nama, yaitu Tokobagus, Kleora, Berniaga.com, Plasa.com, dan MatahariMall.com. Sedangkan 11 perusahaan lainnya, termasuk Cipika, tutup karena sepenuhnya berhenti beroperasi.

Cipika, melalui website nya di www.cipika.co.id didirikan pada tahun 2014. Cipika merupakan salah satu lini usaha e-commerce dari Indosat Ooredoo. Pada awalnya Cipika berperan sebagai platform yang menyediakan beragam kuliner khas, hasil kerajinan daerah dan produk-produk lokal. Keseluruhan produk ini didaulat sudah pasti terjamin kualitasnya.

Gambar 2. Tampilan Website Cipika

(https://mariana.my.id/review/cipika-store-memberi-kemudahan-dalam-berbelanja/)

Tujuan awal pendirian platform ini cukup mulia, yaitu untuk memajukan UMKM daerah dengan memasarkan produk khas nya ke seluruh indonesia. Selain itu tentu platform ini memudahkan penggemar kuliner khas daerah untuk mendapatkan kesukaannya tanpa harus travel, sehingga seluruh wilayah Indonesia ada dalam genggaman. Sebagai contoh, Bolu Meranti dari Medan yang sudah terkenal menggugah selera, dapat meluncur ke pangkuan pemesan tanpa perlu beranjak dari tempat duduknya.

Gambar 3. Tampilan Pemesanan Bolu Meranti

(https://mariana.my.id/review/cipika-store-memberi-kemudahan-dalam-berbelanja/)

Seperti yang lazim dilakukan start-up pada umumnya, Cipika juga pernah “Bakar Duit” pada awal kemunculannya. Seperti memberikan diskon produk dan ongkos kirim. Namun sayang hal ini dinilai banyak calon konsumen kalah dengan e-commerce lainnya.

Cipika dinilai memiliki arahan yang terus berubah. Awalnya Cipika ingin menyasar pasar kuliner dan kerajinan tradisional, kemudian pada pertengahan tahun 2015 beralih menyasar konten digital, termasuk permainan dan buku digital, dan yang terakhir pada tahun 2016 beralih ke penjualan produk gadget dan aksesoris.

Gambar 4. Cipika Menyasar Konten Digital melalui Aplikasi Bookmate

(https://milayuliani.wordpress.com/2015/06/29/berbudaya-membaca-dengan-aplikasi-bookmate/)

Gambar 5. Cipika sebagai Platform Jual beli Gadget dan Aksesoris

(https://dailysocial.id/post/indosat-ooredoo-digital-2017)

Meski berdiri selama 3 tahun, dalam waktu tersebut tidak banyak masyarakat umum yang mengenal Cipika sebagai sebuah brand layanan e-commerce. Hal tersebut banyak disebut karena Indosat Ooredoo lebih menempatkan fokusnya kepada layanan terbaru nya pada rentang waktu tersebut, seperti; Iruna, PayPro, dan Big Data. Hal ini hampir seperti investor atau induk perusahaannya kurang percaya diri terhadap kelangsungan bisnisnya, sehingga berimbas pada kepercayaan konsumen[1].

Nama Cipika hampir tidak pernah muncul di berbagai survei soal top of mind layanan e-commerce di Indonesia, berikut data top of mind e-commerce dalam kategori yang sama dengan Cipika :

Gambar 6, 7, 8. Top of Mind E-Commerce

(Studi E-Commerce Indonesia Tahun 2016 oleh www.marsindonesia.com)

Menurut Pengamat e-commerce, Daniel Tumiwa [1], produk yang ditawarkan juga Cipika tidak ada yang berbeda dibandingkan dengan e-commerce lain untuk bersaing. Maka, mereka pun akhirnya terjerambab di pusara permainan harga yang jika tidak dibarengi dengan pendanaan yang kuat, akan mati.

layanan e-commerce Cipika resmi di tutup. Kabar tersebut tertera di situs resmi Cipika.co.id pada waktu itu. Dalam penjelasannya, situs yang berdiri 3 tahun lalu akan berhenti beroperasi total pada 1 Juni 2017. Berikut kata-kata terakhirnya :

“Kaka Cipika, adalah 3 tahun yang menyenangkan dari kami hadir melayani Anda. Dan kami bangga turut berpartisipasi mengembangkan ekonomi lokal dengan membantu UKM lokal menjangkau pelanggan di seluruh Indonesia”. [1]

MANAGERIAL CONCEPTS

SWOT Analysis

Analisa SWOT penting untuk dilakukan sebagai kerangka untuk menganalisis apa yang dimiliki dan tidak dimiliki perusahaan. Analisa ini bukan hanya penting untuk membangun sebuah bisnis namun juga penting untuk keberlangsungannya. Berikut Analisa SWOT terhadap bisnis Cipika :

Strength

Weakness

  1. Memiliki pemegang saham yang kuat sebagai operator telekomunikasi dan bisnis internet.
  2. Dengan tujuan awal memajukan UKM kuliner khas Indonesia, Cipika didukung oleh Kemenperin.
  3. Metode pembayaran melalui transfer antar-bank, internet banking, Mandiri click-pay, serta melalui mobile money Dompetku Indosat.

  1. Tersirat bahwa Cipika mendapatkan pendanaan  yang kurang yang terlihat dari minimnya promo.
  2. Branding yang berganti-ganti.
  3. Struktur bisnis merupakan unit usaha dan bukan entitas terpisah, sehingga pengambilan keputusan cenderung berbelit-belit.

Opportunity

Threat

  1. Trend media sosial untuk menikmati kuliner sedang tinggi
  2. Jasa kurir yang semakin menjamur dan dipercaya
  3. Pemerintah sedang menggalakkan program konsumsi produk dalam negeri

  1. Trend travelling sedang tinggi karena banyak promo hotel dan tiket online

Porter Five Forces

Five Forces Model atau yang lebih dikenal dengan Porter Five Forces adalah suatu metode untuk menganalisis industri dan pengembangan strategi bisnis atau lingkungan persaingan yang dipublikasikan oleh Michael E Porter, seorang profesor dari Harvard Business School pada tahun 1979.

Menurut Five Forces Model, sebuah industri disebut “tidak menarik” bila kombinasi dari five forces menurunkan profitabilitas secara keseluruhan. Sebuah industri disebut menarik bila kombinasinya menunjukkan profitabilitas yang menjanjikan. Tiga dari lima Five Forces merujuk pada persaingan dari sumber eksternal. Sisanya adalah ancaman internal. [2]

Gambar 9. Porter Five Force

Berikut Analisa Porter untuk bisnis Cipika :

  • Threat of New Entrants

Bermodal komputer/gadget serta akun email, di zaman ini membuat aplikasi dapat dilakukan secara bebas. Namun jika ingin menjadi yang terdepan, tentu dibutuhkan suntikan modal dan jaringan yang luas. Cipika dipegang oleh salah satu raksasa telekomunikasi terbesar di Indonesia. Kedatangan awalnya tentu diperhitungkan oleh pesaing pendahulunya. Sehingga dapat disimpulkan, dengan pendanaan yang cukup, maka start-up e-commerce dapat masuk dengan mudah dan langsung bersaing.

  • Bargaining Power of Suppliers

Supplier atau pemasok untuk Cipika adalah UKM yang bergerak dibidang kuliner dan seperti yang kita ketahui bahwa jumlah tersebut sangat banyak. Selain itu UKM juga akan diuntungkan dengan platform ini sehingga kedudukan supplier tidak mengendalikan harga atau kebijakan lainnya.

  • Bargaining Power of Buyers/Consumers

Pelanggan dapat mengakses situs Cipika darimanapun. Adapun harga yang diberikan kepada pelanggan oleh Cipika haruslah bersaing agar pelanggan tidak memalingkan muka. Sehingga yang menentungan profit untuk keberlangsunganCipika adalah pelanggan.

  • Threat of Subtitute Products

Karena bisnis model Cipika adalah Business to Consumer, tentu bermacam-macam usaha bergabung dengan platform ini. Sehingga pelanggan memiliki banyak pilihan untuk produk yang diinginkan. Produk subtitusi yang dicari tidak perlu harus sampai berpindah platform.

  • Competitive Rivalry Within the Industry

Bisnis Cipika berada ditengah persaingan sempurna dimana kepuasan dan interest pelanggan lah yang didahulukan. Sehingga Cipika harus selalu menjaga standard mutu produknya dan bench-marking harga untuk selalu dapat bersaing. Selain itu promo seperti potongan ongkos kirim atau diskon produk juga dapat menolong persaingan.

JADI, BAGAIMANA STRATEGI YANG SEMESTINYA DILAKUKAN SEJAK DULU?

Jika dilihat dari analisa SWOT dan Porter, Bisnis Cipika dinilai menarik dan memiliki tujuan yang mulia. Dengan strategi yang tepat, diharapkan seharusnya bisnis ini dapat sustain. Berikut usulan strategi dilihat dari konteks Ilmu Manajemen.

  • Business Level Strategy

Berdasarkan Buku Contemporary Management oleh Jones, G.R dan George, J. M, Michael Porter juga mengembangkan teori tentang strategi bisnis yang dapat dipilih oleh manajer perusahaan. 

Dasar perumusan BLS (Business Level Strategy) ialah kebutuhan pelanggan (apa yang diinginkan), kelompok pelanggan (siapa yang membutuhkan), dan distinctive competencies (kompetensi yang menonjol) untuk merespons kebutuhan pelanggan.

Dalam realitanya, Cipika telah 2 kali Pivoting akan konsentrasi bisnisnya dan tidak berhasil. Pertanyaannya, mengapa harus pivot? Mengapa tidak dilaksanakan secara bersamaan? Ketiga konsentrasi usaha yang dipilih memiliki target yang berbeda-beda, sehingga nantinya jika dilihat dari segi jumlah pelanggan dan jangkauan tentunya Cipika akan semakin dikenal dan bukan tidak mungkin menjadi platform top of mind.

Selain itu, tujuan awal Cipika yang mulia juga tetap terlaksana dan menjadikannya unik dibanding dengan platform online shopping lainnya.

Sehingga strategi yang tepat secara BLS yaitu Diferensiasi. [3]Strategi ini menciptakan keunggulan kompetitif dengan produk yang unik dan sesuai selera pelanggan. Keunikan dapat diciptakan melalui: mutu, inovasi, dan respon pelanggan. Diferensiasi umumnya dilakukan sesuai segmentasi pasar, yaitu membuat produk yang unik di setiap segmen. Broad differentiator, hanya melayani segmen tertentu sesuai kompetensi yang dimiliki perusahaan. Distinctive competency dari diferensiator bersumber pada inovasi dan teknologi karena itu R & D di sini sangat penting di samping fungsi sales.

Kelebihan strategi diferensiasi :

  1. Brand loyalty melindunginya dari pesaing
  2. Supliers dan buyers umumnya bukan ancaman
  3. Ancaman substitut tergantung pada derajat keunikan substitut yang dapat mengancam brand loyalty, dan perbedaan harga
  • Corporate Level Strategy

Tingkat Strategi yang pertama dalam dunia bisnis adalah Strategi di Tingkat Korporasi atau Corporate Level Strategy, Strategi korporasi menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti jenis produk yang akan diproduksi dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Corporate Level Strategy juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut [4].

Cipika yang hanya berada pada jajaran unit tentunya harus mengikuti Visi Misi Induknya, yaitu Indosat Ooredoo. Dengan visi Menjadi Perusahaan Telekomunikasi Digital Terdepan di Indonesia, Cipika memiliki potensi untuk menambah jaringan layanan Indosat melalui produknya karena dapat menjangkau seluruh Indonesia. Namun seperti kebanyakan e-commerce, untuk dapat bersaing, Indosat harus berani memberikan pendanaan yang kuat untuk mem-boost promo seperti yang gencar dilakukan oleh Shopee, Bukalapak, dll.

Jika melihat dari pivot yang sudah dilakukan berkali-kali, Indosat tidak memberikan perhatian khusus terhadap promosi Cipika khususnya dalam hal pendanaan. 

  • Functional Level Strategy

Strategi di Tingkat Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Area fungsional ini meliputi departemen-departemen yang terdapat di unit bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, IT serta penelitian dan pengembangan. Strategi Fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, kepala produksi dan operasi. Individu-individu ini dapat membantu memastikan bahwa departemen menjalankan elemen strategis yang ditetapkan serta memastikan komponen-komponen di fungsional ini membantu mendukung strategi di tingkat unit bisnis maupun strategi di tingkat korporasi. [5]

Cipika dibangun sebagai suatu unit bisnis di bawah Indosat Ooredoo Digital. Struktur seperti ini menyulitkan Cipika untuk bergerak, mengambil keputusan, akuisisi mitra, mengatur budget, dan hal-hal lain yang lebih mudah dilakukan sebagai suatu entitas terpisah. Seorang Kepala Divisi tidak mudah mengatur semuanya sendirian, jika dibandingkan seorang CEO yang memiliki jajaran C-level dan VP di bawahnya[6].

E-Commerce merupakan bisnis booming dan menguntungkan di zaman ini. Bukan tidak mungkin jika diberikan perhatian yang baik, Cipika merupakan salah satunya.

Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format