Mengupas Sistem Organisasi Men in Black

Sebuah tinjauan efektifitas manajemen kerja agen rahasia


4
4 points

Men in Black adalah film fiksi ilmiah / aksi / komedi 1997 yang disutradarai oleh Barry Sonnenfeld. Film ini dibintangi oleh Tommy Lee Jones sebagai Agen K, Will Smith sebagai Agen J, dan Vincent D’Onofrio sebagai Edgar / “Bug”. Film ini dibuat berdasarkan sebuah komik yang berjudul The Men in Black oleh Lowell Cunningham, dengan lisensi yang dimiliki oleh Marvel Comic Series. Film ini dirilis pada 2 Juli 1997 dan memperoleh $ 587 juta di seluruh dunia, dengan anggaran $ 90 juta. Film ini lalu dibuat menjadi serial animasi, Men in Black: The Series pada tahun 1997 – 2001, dan memiliki dua sekuel film yang berjudul Men in Black II yang dirilis pada tahun 2002, dan Men in Black III yang dirilis pada tahun 2012 dan juga spin-off film Men in Black: International yang dirilis pada tahun 2019


Sekilas Cerita Film Men in Black

Sebuah mobil van yang membawa imigran gelap melintasi perbatasan berhasil dihentikan oleh agen dari Immigration and Naturalization Service (INS). Di saat yang sama dua orang misterius yang mengenakan setelan jas hitam yang bernama K dan D juga sedang mengintai kejadian tersebut. Mereka membawa salah satu imigran di dalam mobil van ke padang pasir dan memerintahkan imigran yang lain untuk melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat.

Lalu, Agen INS yang bernama Janus mengikuti dua pria misterius tadi menuju ke padang pasir yang gelap untuk menemukan sesuatu yang tidak berasal dari dunia ini. Di sana ia menyingkap bahwa imigran gelap yang dibawa keluar sebenarnya adalah “alien ilegal” yang merupakan makhluk luar angkasa. Menyadari keberadaan Janus Alien itu pun menyerangnya dan ketika D tidak bisa menghentikannya, K menembaknya dan mengeluarkan ledakan yang memuntahkan isi perut sebuah makhluk luar angkasa. Menggunakan alat yang disebut neuralyzer, K menghapus seluruh ingatan agen INS tentang makhluk luar angkasa tersebut, lalu D pun ikut memutuskan bahwa sudah datang waktu baginya untuk pensiun dan K juga menghapus ingatannya.

Dilanjutkan ke New York City, detektif James Edwards mengejar pelaku kejahatan dengan kemampuan atletik miliknya yang mumpuni. Edwards memojokkan buronannya ke atas Museum Guggenheim; di sana sang penjahat memperingatkannya bahwa dunia akan berakhir sebelum kemudian penjahat tersebut melompat ke bawah menyambut kematiannya tanpa memberikan rincian yang diperlukan seperti kapan atau bagaimana atau mengapa.

Sementara itu, di New York bagian utara, terdapat sebuah truk tertabrak oleh Unidentified Flying Object (UFO) yang terjatuh dari luar angkasa. Saat pemilik truk, yang merupakan seorang petani bernama Edgar, menyelidiki truknya muncul seekor makhluk dari dalam UFO tersebut. Makhluk itu kemudian menyerang Edgar lalu mengulitinya hidup-hidup untuk menjadikan tubuhnya sebagai sebuah penyamaran berwujud manusia.

Di lain tempat, K mewawancarai Edwards tentang rangkaian pengalaman yang dimilikinya kemudian membawanya ke pegadaian  milik Jake Jeebs. Sesampainya disana, ia menunjukkan kebenaran kepada Edwards bahwa Jeebs adalah sebuah makhluk luar angkasa dengan menembak kepalanya (yang lalu dapat tumbuh kembali). Ia lalu memaksanya untuk menunjukkan brankas senjata alien yang diimpor dan merupakan barang yang sangat ilegal. Edwards kemudian mengidentifikasi pistol yang dimiliki pelakunya. Di luar pegadaian milik Jeebs, Edwards mencoba mencari tahu apa yang baru saja terjadi namun K menghapus ingatannya tetapi tetap mengundang Edwards ke rapat

Pagi berikutnya, Edwards menjalani serangkaian tes dan dia dapat melewatinya, dengan kemungkinan karena mereka menilai dari segi kreativitas Edwards, dan Edwards pun ditawari sebuah pekerjaan di Men in Black. Setelah menghabiskan semalam penuh untuk menimbang peluang yang diberikan kepadanya, Edwards pun menyetujui tawaran itu. Identitasnya pun dihapus dan dia diberi nama samaran Agen J.

Sementara itu, Edgar yang sudah dimasuki oleh Alien yang berwujud serangga yang bernama Bug membunuh seorang pembasmi serangga dan mencuri truknya untuk pergi ke Pulau Manhattan. Di sana ia membunuh seorang pangeran bangsa Arquillian yang menyamar sebagai manusia penjual perhiasan dan mencuri apa yang ia yakini adalah sesuatu yang disebut “Galaksi.”

Setelah membantu sebuah alien cumi-cumi dalam proses melahirkan dan mendatangi istri Edgar untuk mengumpulkan informasi, J dan K menyadari jika alien serangga bernama Bug telah menyusup ke planet ini. Lalu mereka mengunjungi sebuah ruang jenazah dan menemukan tubuh Rosenberg namun Rosenberg sebenarnya yang dimaksud adalah alien kecil yang hidup di dalam kepalanya, memperingatkan J bahwa ia harus menemukan “Galaksi di sabuk Orion” untuk mencegah terjadinya perang antar galaksi.

Karena kebingungan, J dan K mengunjungi Frank, seorang alien yang menyamar sebagai seekor anjing. Frank memberitahu mereka bahwa “Galaksi” adalah sumber terbaik dari sebuah energi subatomik dan jika  si Bug mendapatkannya, itu akan menjadi akhir dari bangsa Arquillians. Frank juga memberitahu mereka bahwa benda yang sedang mereka cari adalah sesuatu yang kecil, seperti permata.

J mengetahui bahwa Orion adalah nama kucing milik Rosenberg. Mereka kembali ke kamar mayat untuk mengambilnya, tetapi Edgar yang sudah dimasuki oleh Bug selangkah lebih maju dari J. Dia mencuri “Galaksi” dan mengambil wakil pemeriksa medis, Dr. Laurel Weaver, sebagai sandera.

Kembali di markas Men in Black (MIB), bangsa Arquillians mengirimkan peringatan bahwa jika “Galaksi” tidak diserahkan kepada mereka dalam waktu satu minggu (waktu standar bagian luar angkasa) atau 1 jam waktu standar manusia, mereka akan menghancurkan Bumi. J menemukan bahwa Bug berencana untuk melarikan diri dari Bumi dengan UFO yang disamarkan sebagai menara observasi di Flushing Gardens.

Laurel berhasil membebaskan dirinya tepat saat Edgar yang sudah dimasuki oleh Bug naik ke UFO. UFO sudah berhasil lepas landas, tetapi K dan J tiba tepat pada waktunya untuk menembak jatuh UFO tersebut. Merayap keluar dari UFO yang jatuh, Bug melepaskan jas Edgar dan menyerang mereka. K memerintahkan J untuk menjaga agar Bug tidak meninggalkan bumi dan kemudian mencaci maki Bug yang berujung K masuk kedalam perut Bug.

J mencoba untuk mengalahkan Bug akan tetapi Bug merupakan alien yang terlalu kuat untuk J. Dia mencoba menginjak kecoa hanya untuk mengejek Bug dan berharap untuk mengalihkan perhatiannya dari mencerna K. Tak disangka teknik yang dilakukan J berhasil. Dan ketika Bug akan membunuh J, K menembak dari dalam dari perutnya, setelah berhasil mengambil “Galaksi” dan senjatanya dari dalam perut Bug.

Kembali di markas MIB, K mengakui bahwa dia tidak pernah melatih J untuk menjadi partner kerja, melainkan sebagai penggantinya. J lalu menggunakan neuralyzer kepada mentornya dan menyatukan kembali K dengan istrinya, yang mengklaim bahwa K sudah koma selama 35 tahun. J pun menjadi agen top untuk Men in Black, dan Laurel bergabung sebagai rekannya, Agen L.


Mempertanyakan Efektivitas Organisasi Men in Black

Pada dasarnya film MIB adalah inspirasi dari urban legend masyarakat US tentang badan pemerintahan rahasia yang menangani fenomena luar angkasa atau berhubungan dengan alien. Walaupun fiktif, bentuk dari organisasi MIB ini sendiri digambarkan sangat amat rahasia dan kultur budaya organisasi MIB selalu sama di setiap sequelnya. Dalam dunia management menangani sebuah organisasi yang rahasia sebut saja seperti badan intelijen negara atau organisasi kriminal tentu harus ada perlakuan extra karena kerahasiaan dari perusahaan harus dijunjung tinggi. Maka dari itu penerapan struktur organisasi, output control, behavior control bahkan organizational change menjadi sorotan utama dalam organisasi seperti MIB.

Untuk menjaga kerahasiaan organisasi MIB penerapan behavior control harus dilakukan dari level karyawan yang paling bawah. Dari film tersebut bahkan untuk pekerja yang mengantarkan surat dan membersihkan kantor MIB berasal dari luar angkasa dan bumi sehingga penerapan behavior control dapat disimpulkan amat sangat ketat. Jika saja karyawan tadi diambil dari outsourcing atau perekrutan dari Human Resource Department sendiri tidak begitu ketat tentu kerahasiaan MIB sudah terbeberkan ke masyarakat. Untuk bisa menjaga kerahasiaan tersebut MIB menerapkan semua bentuk behavior control yaitu direct supervision, management by objective, dan bureaucratic control. Salah satu contoh yang paling menonjol adalah bagaimana hubungan agen K dan agen J sebagaimana senioritas direct supervision dalam agen lapangan menjadi layer pertama untuk menjaga eksistensi MIB di masyarakat.

Sayangnya hampir semua organisasi yang bersifat kerahasiaan menggunakan direct supervision menjadi bentuk yang efektif namun mahal dan bureaucratic control adalah bentuk yang paling lemah, khususnya di bagian agen lapangan. Disaat entah itu agen MIB atau agen Intelijen bekerja mereka kerap sekali terpapar oleh kesempatan yang bisa menguntungkan mereka atau situasi yang memojokan dimana loyalitas terhadap perusahaan harus diuji. Di sekuel cerita MIB ada agen yang berakhir membelot atau menjadi jahat merupakan salah satu contoh yang juga sering terjadi dunia nyata perihal organisasi intelijen.

Mari kita coba mengidentifikasi sistem organisasi Men in Black sesuai yang digambarkan dalam sequel ceritanya dari segi struktur organisasi, budaya organisasi, dan sistem kontrol dalam organisasi.

  • Struktur Organisasi

Seperti yang kita ketahui bahwa struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antara setiap divisi dalam organisasi atau perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan perusahaan. Permasalahan struktur organisasi yang terjadi di dalam film MIB ini adalah kurangnya pengawasan pada setiap divisi di dalam organisasi Men in Black. Sedangkan, struktur organisasi di dalam suatu organisasi atau perusahaan yang baik adalah saat setiap divisi mempunyai komunikasi yang baik dan jelas antar divisi. Dengan adanya komunikasi yang baik, pengawasan pun akan lebih mudah untuk dilakukan dan di pantau. Dengan adanya koordinasi yang baik antar divisi, akan membawa organisasi atau perusahaan tersebut untuk mencapai tujuan utama mereka. Konsekuensi dari kurangnya pengawasan antar divisi di organisasi Men in Black ini adalah masuknya imigran gelap ke dalam bumi yang tidak dapat terdeteksi oleh mereka. Hal ini berbanding terbalik dengan tujuan organisasi MIB.

  • Budaya Organisasi

Budaya organisasi adalah suatu karakteristik yang ada di dalam sebuah organisasi yang membedakan satu organisasi dengan organisasi lain. Budaya organisasi akan mempengaruhi lingkungan kerja dan kinerja kerja karyawan. Terkait dengan film MIB, hubungan kerja antar karyawan juga menjadi satu budaya organisasi yang akan mempengaruhi kinerja kerja mereka. Contohnya seperti agen J dan K yang selalu tidak akur dalam menjalankan misi mereka yang menyebabkan banyak masalah terjadi dan hampir membuat salah satu dari mereka harus keluar dari organisasi MIB. Bukan hanya pekerjaan mereka yang terancam, tapi juga nyawa masyarakat atau bisa disebut pelanggan dalam dunia bisnis. Dapat dilihat dari kejadian ini bahwa kondisi dan budaya kerja akan sangat mempengaruhi kinerja karyawan.

  • Control System

Sistem kontrol adalah suatu sistem yang mengendalikan atau mengatur suatu struktur atau sistem di dalam organisasi atau perusahaan. Terkait dengan film MIB, agen J dan K selalu diberi tugas dan diawasi oleh MIB passport yang menjaga dan memberikan mereka tugas yang harus diselesaikan. Tapi yang terjadi adalah pengawasan yang dilakukan MIB passport kurang kuat dan membuat para agen bekerja diluar SOP yang sudah diberikan pada setiap misi. Contohnya seperti agen J yang akhirnya melakukan tindakan terlarang dengan menaruh hati pada Serleena dan tidak mampu untuk menghapus ingatannya setelah melihat para alien berkeliaran.


Jika Men in Black Analog dengan Badan Perusahaan

Kelalaian karyawan serta kurangnya pengawasan menjadi pemicu permasalahan yang terjadi di Film Man in Black. Sehubungan dengan hal ini, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan dalam menyelesaikan masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.

Jika ditinjau dari bentuk struktur organisasinya, dalam kerangka manajemen, hal ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi seberapa baik organisasi dapat berjalan secara efisien dan efektif. Jika pemilihan jenisnya tidak sesuai dengan keadaan dan sumberdaya organisasi, maka organisasi tersebut tidak akan mencapai keinginan yang dicita – citakan. Dalam film ini, pengelompokan divisi dan fungsi organisasi dibagi dalam berbagai tingkatan tanpa adanya pengawasan yang cukup ketat sehingga imigran gelap dengan mudahnya dapat masuk ke bumi tanpa terlacak sistem organisasi. Matrix structure merupakan solusi yang tepat dalam menyikapi masalah ini. Dengan matrix structure, anggota organisasi dapat diawasi dari segi fungsional dan produk tim. Manajer fungsional dapat mengawasi serta mengevaluasi setiap individu dari perspektif fungsinya sedangkan manajer produk tim akan mengawasi dan mengevaluasi setiap individu dari perspektif keluaran atau produk yang dihasilkan. Sehubungan dengan hal ini, Man in Black dapat mempekerjakan dua agen sebagai manajer yang dapat memastikan pekerjaan level bagian bawah organisasi bekerja sesuai dengan system dan tidak membiarkan satupun imigran gelap masuk ke bumi.

Terkait budaya organisasi dalam film ini, budaya organisasi juga harus menjadi pertimbangan dalam memitigasi hal hal yang tidak diinginkan. Karena budaya organisasi akan mempengaruhi bagaimana setiap individu akan menjalankan tugasnya. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi budaya organisasi secara keseluruhan; karakteristik setiap individu organisasi, hubungan antaranggota, struktur organisasi dan etika organisasi. Selain struktur organisasi yang telah dibahas pada point 1, hubungan antaranggota juga penting di bangun. Karena dengan eratnya hubungan antaranggota, setiap individu dapat bekerja secara maksimal tanpa adanya hambatan yang berarti. Man in Black sebagai organisasi intelijen antara manusia dan alien sebaiknya dapat membangun hubungan dengan membiarkan setiap agent saling mengenal pasangan kerja nya sehingga dengan mudah dapat menyatukan visi dan misi mereka dalam menjalankan tugas.

Sementara itu terkait dengan sistem kontrol dalam sebuah organisasi, sebelumnya  J dan K harus diberi pekerjaan yang memaksimalkan potensi diri yang dimiliki untuk mencapai target. Kemudian tugas yang dikerjakan juga akan lebih baik jika dipantau oleh suatu entitas monitoring. Hal ini menjadi penting agar para agen bekerja sesuai dengan manajemen yang diterapkan, dan sesuai dengan hukum yang berlaku. Setiap kegagalan dan keberhasilan dalam sebuah pekerjaan juga diperlukan evaluasi agar agen mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan ataupun keberhasilan, dan langkah-langkah ini menjadi pacuan agar tidak terjadi kegagalan kembali ataupun dapat mencapai keberhasilan secara efektif dan efisien, yang terakhir feedback, keberhasilan yang dilihat dari film MIB dapat memberi efek terhadap masyarakat karena terlindungi nyawanya, dengan tercapainya target akan menumbuhkan rasa percaya pemerintah terhadap perusahaan, dan perusahaan juga akan memberikan kesejahteraan terhadap agennya melalui bonus, promosi jabatan.


Teknologi Menjadi Kunci

Dalam episode ini terdapat dua hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga struktur organisasi. Yang pertama adalah kejadian turn-over, yaitu saat agen D memutuskan untuk berhenti dari Men in Black dan meminta untuk dihapuskan ingatannya. Sedangkan yang kedua adalah controlling system. Dalam hal ini Men in Black mengandalkan resource berupa neuralyzer untuk menjaga kerahasiaan informasi.

Sejauh ini upaya yang dilakukan untuk mempertahankan keberlangsungan Man in Black adalah metode kaderisasi dengan wawancara personal lalu diikuti dengan pendampingan kerja atau direct supervision. Sebagai badan organisasi yang dibutuhkan keberadaannya, Men in Black dapat meneruskan cara ini dengan menyempurnakan sistem pengamanannya.

Mengandalkan neurolyzer justru beresiko mereduksi informasi rahasia (data base) pada tiap agen saat resiko turn-over terjadi. Men in Black selama ini terdiri atas dua orang agen rahasia saja. Informasi lengkap tentu hanya dimiliki salah satu dari agen tersebut. Dalam episode ini agen D melakukan turn-over lalu digantikan oleh agen J, pada posisi ini agen K merupakan agen yang memiliki kelengkapan informasi lebih tinggi dari pada J sementara agen D telah dihilangkan ingatannya. Jika kemudian agen K melakukan turn-over sehingga database agen K dihilangkan, maka data yang dimiliki agen J sangatlah minim. Diperlukan adanya suatu cloud server yang menyimpan seluruh data yang dikumpulkan agen sehingga strategi kedepan untuk para agennya tidak hanya melawan atau menghentikan alien tapi juga menjalankan langkah-langkah mitigasi.

Sementara untuk melanjutkan keberadaan Men in Black, menyadari kemampuan dan cara berperilaku tiap agen berbeda-beda, setidaknya ada teknologi lain yang digunakan untuk menanamkan standar operasi selain direct supervisor dan prosedur neuralyzer. Men in Black yang berperan sebagai former agen harus memiliki antisipasi untuk kemungkinan terburuk seperti kegagalan agen baru dalam pelaksanaan tugas. Jika kegagalan terjadi kemungkinannya adalah pengambilalihan bumi oleh mahluk asing. Men in Black harus memiliki prosedur fight back untuk kemungkinan ini. Skenario yang mungkin dilakukan saat keadaan darurat seperti ini adalah membangun infrastruktur untuk perbanyakan agen rahasia, melakukan virtual control untuk mengarahkan pergerakan para agen dalam perlawanan, dan kemudian menghilangkan ingatan mereka ketika misi telah dapat dicapai.

Tanpa harus merubah faktor lingkungan organisasi yaitu “kerahasiaan informasi” Men in Black dapat terus menjaga keberadaan organisasinya dan tetap mencapai visi misinya. Pendekatan yang digunakan Men in Black disini adalah peningkatan faktor teknologi akibat suasana kerja yang kompleks dan tingkat ketidakpastiannya tinggi. Setiap agen memiliki otoritas dan kebebasan dalam menjalankan tugas namun perlu didukung dengan resource peralatan yang mampu melampaui teknologi mahluk planet asing. Peningkatan faktor teknologi pada setiap generasi Men in Black merupakan faktor penting yang perlu diupayakan oleh perusahaan sehingga ratio turn-over dan metode supervisi tidak mejadi kendala dalam kinerja organisasi kedepannya.


Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
2
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format