Akukira: UMKM Lokal Punya Solusi Tangani Permasalahan Lingkungan

Dengan mengenal dan membeli sedotan bambu produksi UMKM lokal, kita tidak hanya dapat menyelamatkan lingkungan, tetapi juga turut membantu meningkatkan perekonomian


2
2 points

Saat ini, kampanye tentang bahayanya pencemaran sampah plastik sedang marak-maraknya dilakukan. Masyarakat sedang giat mensosialisasikan dampak buruk dari sampah plastik bagi lingkungan. Tidak hanya daratan yang menjadi korban pencemaran lingkungan ini, lautan pun menjadi saksi kekejaman bahaya sampah plastik. Hewan-hewan di laut ikut merasakan dampak negatif dari plastik seperti tidak sengaja memakan plastik dan menyebabkan kematian (Indonesia Go, 2019).

    Karena itu, penggunaan sampah plastik kini mulai berkurang tren-nya di masyarakat. Bagi penggunaan sedotan plastik sendiri, terdapat beberapa alternatif yang tersedia seperti sedotan bambu. Namun, tak banyak yang menyadari bahwa sedotan bambu juga turut diproduksi UMKM (unit usaha mikro, kecil, dan menengah) lokal. Padahal, dengan mengenal dan membeli sedotan bambu produksi UMKM lokal, kita tidak hanya dapat menyelamatkan lingkungan, tetapi juga turut membantu meningkatkan perekonomian dalam negeri.

    Salah satu UMKM lokal yang memproduksi sedotan bambu adalah Akukira. Kurangnya kesadaran masyarakat akan UMKM lokal yang menyediakan produk ramah lingkungan ini mendorong penulis untuk mengulas lebih lanjut terkait teknik pemasaran yang dapat dioptimalkan oleh Akukira agar produknya dapat dikenal luas oleh masyarakat.

AkuKira

  1. Optimalisasi teknik pemasaran didasari pada teori effective marketing communication, buyer readiness stage, serta model AIDA.  Teori-teori tersebut disebutkan pada buku Principles of Marketing (2018) yang ditulis oleh Kotler dan Armstrong.

 

> Tahapan Mengembangkan Effective Marketing Communication

Menurut Kotler dan Armstrong (2018), tahapan mengembangkan effective marketing communication terdiri dari: 


Tahapan Mengembangkan Effective Marketing Communication


Tahapan pertama yakni identifikasi target audiens, yaitu Akukira perlu mengenali target audiens dalam memasarkan produknya. Pada produk sedotan bambu ini, target utamanya yakni masyarakat yang kerap memakai sedotan plastik. Hal ini ditujukan agar para pengguna sedotan plastik tersebut yang terdiri dari berbagai rentang usia dan jenis kelamin dapat menyadari bahaya sedotan plastik dan menggantinya dengan sedotan bambu. 

Lalu tahapan kedua yakni menentukan tujuan dari pengkomunikasian pemasaran. Akukira perlu menentukan tujuan utamanya yakni meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengganti sedotan plastik ke sedotan bambu agar lingkungan lebih terjaga. Kemudian, Akukira perlu mendesain pesan terkait agar pesan tersebut sampai ke konsumen. 

Tahapan selanjutnya yakni memilih media untuk mengirim pesan tersebut kemudian memilih sumber pesan dan mengambil feedback. Terkait produk sedotan bambu yang lekat kaitannya dengan menjaga lingkungan, kampanye yang tepat adalah melalui sosial media. Hal ini dikarenakan sosial media dapat menjangkau berbagai kalangan, ramah lingkungan karena tidak perlu membuang kertas berupa selebaran atau poster yang dicetak, dan dapat langsung diakses oleh konsumen. Kampanye dapat didistribusikan pada kanal sosial media melalui berbagai jenis iklan: video, poster, maupun berupa konten di Instagram, Twitter, dll. Akukira juga dapat langsung menerima feedback pada komentar-komentar di sosial media. Contohnya adalah poster Akukira di atas serta video yang disertakan pada model AIDA di bawah ini.


Buyer Readiness Stages

    Untuk saat ini, produk Akukira masih dalam fase awareness hingga liking. Dalam proses ini Akukira sedang berusaha untuk membangun brand awareness dengan ‘memanfaatkan’ naiknya trend produk yang menganut Corporate Social Responsibility (CSR), jika kita lihat dari video 10 menit yang diikutsertakan dalam video ini, dijelaskan oleh beberapa narasumber jika sedotan bambu Akukira merupakan produk ramah lingkungan. 

  1. Selain membangun brand awareness, Akukira masih berusaha dalam fase knowledge dan liking. Akukira membangun knowledge terhadap calon konsumennya dengan cara menjelaskan kegunaan produk sedotan bambu yang dibuatnya, dan tetap menggunakan unsur CSR untuk menggait calon konsumennya. Dengan begitu, Akukira juga telah melakukan fase berikutnya dalam buyer readiness stages, yaitu liking. Akukira membangung kesukaan calon konsumennya dengan berbagai cara, dengan harapan calon konsumen tersebut dapat merasakan rasa ‘suka’ terhadap produk Akukira

> Model AIDA

Model AIDA tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut melalui video eksperimen sosial di bawah ini:

Dalam video yang ditampilkan, terkandung pendekatan AIDA di dalamnya. Sesuai dengan dengan deskripsi AIDA, dalam video tersebut secara tersirat juga terdapat proses dari menarik perhatian konsumen sampai membuat konsumen benar-benar ingin membeli produk tersebut. Dibawah ini merupakan penjelasan komponen-komponen AIDA dan bagiannya dalam video:


Attention

Pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana produk tersebut bisa menarik perhatian konsumen. Dalam hal ini harus bisa menyampaikan materi iklan dengan semenarik mungkin dan “eyecatching” sehingga kesan pertama calon konsumen adalah tertarik dengan produk yang kita promosikan. 

Dalam video, konsep yang kita gunakan sebenarnya mirip seperti Youtuber jaman sekarang yang isinya berkeliling lalu mewawancarai orang di jalan terkait suatu isu yang sedang booming. Konsep lain yang terkait walaupun kontroversial tapi terkenal adalah Youtuber “How Much Your Outfit” yang sedang digemari akhir-akhir ini. Terlepas yang dilakukan Youtuber tersebut settingan atau tidak, perhatian masyarakat terhadap hal semacam itu terbilang tinggi, dan diharapkan dengan konsep seperti itu perhatian masyarakat bisa ter-hook untuk ke tahap selanjutnya.


Interest

Interest calon konsumen harus tetap kita jaga agar tetap tergiring ke tahap selanjutnya untuk membeli produk yang kita tawarkan. Dalam video, disisipi sedikit penjelasan terkait produk yang ditawarkan agar penonton tahu dan mulai penasaran apasih barang yang akan dijual dan bagaimana bentuknya. Video juga memberikan hal-hal berbau komedi agar penonton tidak bosan dan perhatiannya tetap terfokus pada promosi yang kita berikan. Dalam video narasumber pertama menjelaskan bagaimana produknya dan dilihatkan bagaimana produknya walaupun tidak secara langsung. Narasumber kedua yang berperan sebagai ART memberikan unsur komedi dan tetap ada penjelasan dan singgungan terkait lingkungan untuk meneruskan ke tahap berikutnya.


Desire

Tahapan selanjutnya adalah bagaimana menumbuhkan atau memunculkan hasrat untuk membeli produk yang kita promosikan. Dalam video, berkali-kali ditekankan masalah kerusakan lingkungan terutama laut yang rusak akibat sedotan plastik. Di dalam dialog antar narasumber dan pewawancara banyak disinggung mengenai suhu udara yang lebih panas daripada yang biasa dirasakan. Dalam video tersebut juga dijelaskan perbandingan jumlah limbah yang dihasilkan antara sedotan plastik yang sekali pakai dengan sedotan bambu yang bisa berkali-kali dipakai. Dari penekanan terhadap kerusakan lingkungan yang diakibatkan sedotan plastik tersebut, diharapkan penonton video muncul hasrat untuk mengurangi sedotan plastik dan membeli sedotan bambu yang dipromosikan. 


Action

Setelah muncul hasrat untuk membeli produk yang kita tawarkan, promosi harus bisa men-transfer keinginan membeli ke dalam perbuatan nyata untuk membeli produk. Dalam video yang memancing calon pembeli untuk melakukan pembelian adalah dengan salah satu adegan terakhir yang dialognya berisi tentang dimana si aktor yang menggunakan sedotan bambu tersebut mendapatkan produk itu dan perkiraan harga murah atau mahal dapat terjawab walaupun secara tersirat.  Jika konsumen sudah pasti akan membeli produk tersebut pasti akan mencari produk sedotan bambu dan mereknya di Instagram seperti yang dijelaskan dalam video dan melakukan pembelian.

 

Sedotan Kekinian yang Ampuh Atasi Permasalahan Lingkungan

Dewasa ini penggunaan barang-barang berbahan plastik mulai ditinggalkan karena mencemari lingkungan. Salah satu barang yang berbahan plastik dan sering kita anggap remeh adalah sedotan atau pipet. Sedotan ini berguna disaat ingin meminum minuman yang kental atau cukup sulit jika meminumnya langsung dari botol maupun gelas. Sedotan yang kita anggap tidak akan berdampak besar bagi lingkungan ternyata cukup banyak mempengaruhi ekosistem laut. Banyak kita lihat video hewan-hewan laut yang tersangkut karena sedotan plastik tersebut. Untuk mengatasinya, dibuatlah produk sedotan berbahan dasar bambu. Penggunaan sedotan bambu kini juga menjadi tren, sehingga banyak masyarakat berbondong-bondong mengganti sedotannya menjadi produk berbahan bambu. Mengapa bambu? Berikut merupakan manfaat dari penggunaan sedotan tersebut:


1. Bahan Dasar Mudah Dijumpai

Bambu merupakan tanaman yang dapat kita jumpai dengan mudah. Produk sedotan bambu bahkan sudah dapat diperoleh melalui UMKM lokal seperti @akukira.id yang berbasis di Yogyakarta. Jadi, selain dapat menjaga lingkungan, teman-teman juga dapat membantu perekonomian bangsa melalui sedotan bambu!


2 Ramah Lingkungan

Sedotan ini mampu bertahan selama enam bulan atau bisa digunakan berkali-kali. Satu buah sedotan bambu dapat digunakan sebanyak kurang lebih 10 kali pemakaian dengan perawatan kebersihan yang cukup mudah. Perawatan sedotan ini cukup dengan mengukus selama 15 menit, lalu dapat digunakan kembali.

Kesimpulan dan Saran

Optimalisasi teknik pemasaran didasari pada teori effective marketing communication, buyer readiness stage, serta model AIDA.  Teori-teori tersebut disebutkan pada buku Principles of Marketing (2018) yang ditulis oleh Kotler dan Armstrong.

Seluruh perusahaan yang ada di dunia memerlukan metode pemasaran yang baik dan benar untuk tiap produk dan jasa yang ditawarkan. Dari tingkat UMKM sampai multinasional pemasaran adalah salah satu hal pokok dalam mengembangkan bisnisnya. UMKM produsen sedotan bambu yang bernama Akukira ini juga harus bisa mengimplementasikan tiga teori diatas dalam melakukan pemasaran. 

Akukira dalam mengimplementasikan Effective Marketing Communication melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Tahapan pertama yakni identifikasi target audiens, yaitu Akukira perlu mengenali target audiens dalam memasarkan produknya.

  2. Tahapan kedua yakni menentukan tujuan dari pengkomunikasian pemasaran. Akukira perlu menentukan tujuan utamanya yakni meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengganti sedotan plastik ke sedotan bambu.

  3. Tahapan selanjutnya yakni memilih media untuk mengirim pesan tersebut kemudian memilih sumber pesan dan mengambil feedback.

Model AIDA untuk produk Akukira sudah dimasukkan secara tersirat dalam video promosi yang telah kelompok kami buat. Dalam video yang memasukkan AIDA, disajikan mulai dari konsep Youtuber kekinian untuk menarik perhatian calon pembeli sampai adegan tempat beli dan harga sedotan agar pembeli dapat melakukan action pembelian riil. 

Akhir-akhir ini intensitas masyarakat dalam menjaga lingkungan sangat tinggi, mereka sedang gencar-gencarnya mengurangi plastik yang susah terurai termasuk sedotan plastik. UMKM Akukira seharusnya menekankan promosinya pada faktor-faktor lingkungan, menunjukkan bahwa produk yang ditawarkan sedikit-banyak dapat mengurangi kerusakan lingkungan. Ketika Akukira berfokus pada produk sedotan bambunya saja yang ditawarkan tanpa embel-embel kebaikan lingkungan, pasti orang-orang tidak akan tergerak untuk membelinya. Jaman sekarang yang dijual dan laku itu adalah ide dan alasan yang ada di belakang suatu produk yang ditawarkan, semakin tinggi value yang hadir maka pembeli akan semakin banyak.


Referensi

https://indonesia.go.id/ragam/komoditas/sosial/dibalik-terciptanya-sedotan-bambu


Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.


Author:

Kevin Syahmenan

Yohanes Reza

Maheswari Vania

Faiz Shodiq Nurrahim

Shafira Jessenia


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
1
Win
shafirajesse

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format