Pagi-pagi kok Lesu? Yuk Minum Susu!

Tau gak? UGM punya produk susu sendiri loh... Yuk kenalan sama Fapet Milik! Produk susu pasteurisasi dari Fakultas Peternakan UGM.


3
3 points

Maraknya UMKM di tengah-tengah masyarakat Indonesia sudah menjadi suatu trend tersendiri. Hal ini dapat terjadi dikarenakan kalangan masyarakat menengah ke bawah sudah banyak yang memiliki pemikiran terbuka akan pentingnya berwirausaha. Terlebih lagi, kesadaran akan pentingnya berwirausaha ini paling banyak  dipelopori oleh kalangan muda yang memiliki pendidikan tinggi. Fenomena ini pun banyak merambah di kalangan civitas akademika di universitas. Salah satu fakultas peternakan universitas ternama di Indonesia, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, berhasil mengeluarkan produk susu pasteurisasi olahan milik sendiri. Sayangnya, produk susu pasteurisasi yang dikeluarkan oleh fakultas peternakan UGM sendiri masih kalah saing dibandingkan produk susu lainnya dan masih sulit mendapat pasar yang lebih luas. Saat ini produk Fapet Milk hanya terjual di beberapa tempat di sekitaran UGM sehingga peminatnya masih sebatas masyarakat UGM seperti dari mahasiswa. Selain itu, produk susu pasteurisasi sebenarnya sudah banyak dikeluarkan oleh brand-brand ternama yang sudah memiliki konsumen setia tersendiri sehingga sulit bagi Fapet Milk untuk memasuki pasar. Ditambah lagi, pengetahuan masyarakat Indonesia akan pentingnya susu yang masih minim juga menjadi faktor Fapet Milk sulit mendapatkan pasar yang lebih luas.

Menggunakan teori dalam pemasaran seperti Effective Marketing Communication, Buyer Readiness Stages dan AIDA model, kita akan mencoba agar produk susu dari Fakultas Peternakan UGM ini bisa viral dan dapat bersaing dipasar persusuan Indonesia.

Effective Marketing Communication

Hal yang cukup penting untuk diperhatikan dalam membuat suatu komunikasi marketing yang efektif adalah memahami cara kerja dari komunikasi itu sendiri. Dua elemen yang paling penting dalam komunikasi adalah pengirim pesan dan penerima pesan itu sendiri. Selain itu, alat komunikasi yang paling utama adalah pesan dan media. Selanjutnya ada empat elemen dalam proses komunikasi yaitu encoding, decoding, response, dan feedback. Agar pesan menjadi efektif, proses encoding pengirim pesan harus saling terhubung dengan proses decoding penerima pesan.

Langkah-langkah dalam Membangun Effective Marketing Communication bagi Fapet Milk:

  1. 1 Identifying the Target Audience

    Langkah pertama dalam membangun effective marketing communication adalah dengan mengidentifikasi siapa target yang dituju. Apabila sudah mengidentifikasi, selanjutnya kita menentukan cara berkomunikasi seperti apa yang tepat digunakan. Target pasar dari Fapet Milk sendiri sebenarnya adalah seluruh kalangan namun segmentasinya lebih tertuju kepada kalangan muda, yaitu anak-anak hingga remaja yang masih memerlukan kandungan-kandungan yang menyehatkan dalam susu. Dari sini, produsen Fapet Milk dapat menentukan komunikasi seperti apa yang tepat untuk berkomunikasi dengan kalangan muda.

  2. 2 Determining the Communication Objectives

    Langkah kedua adalah menentukan tujuan dari komunikasi tersebut. Tujuan dari komunikasi tersebut adalah menarik minat serta mengenalkan produk Fapet Milk bagi kalangan muda, kemudian meyakinkan mereka untuk mau dan akan membeli Fapet Milk. Di sinilah, kita akan menilai berada di tahap apa konsumen dari Fapet Milk menggunakan teori 6 buyers readiness stages.

  3. 3 Designing a Message

    Langkah selanjutnya adalah membuat suatu pesan yang dapat menarik perhatian kalangan muda, mempertahankan minat mereka, kemudian membangkitkan keinginan anak-anak remaja tersebut untuk membeli, dan kemudian mereka memutuskan membeli. Pada tahap ini, kita akan menganalisis menggunakan framework AIDA Model. Produsen Fapet Milk dapat menyampaikan suatu pesan bahwa susu mengandung enzim yang dapat memperhalus kulit. Hal ini tentu dapat menarik minat kalangan muda khususnya remaja perempuan yang sedang giat-giatnya menjaga kulit.

  4. 4 Choosing Communication Channels and Media

    Langkah keempat dalam membangun effective marketing communication adalah menentukan channel dan media yang tepat dalam menyampaikan pesan yang sudah dibuat. Ada dua tipe channel komunikasi, yaitu personal dan nonpersonal. Produsen Fapet Milk dapat menggunakan  komunikasi nonpersonal seperti memasang iklan di majalah-majalah yang dekat dengan kalangan muda dan kemudian memasukan bentuk dari komunikasi personal berupa testimoni dari mulut ke mulut di iklan mereka tersebut.

  5. 5 Selecting the Message Source

    Langkah kelima adalah memilih sumber atau komunikator dari pesan yang kita sampaikan agar dapat meyakinkan kalangan muda untuk membeli produk Fapet Milk. Hal ini dikarenakan, baik dalam komunikasi personal maupun  komunikasi nonpersonal, dampak dari pesan dapat tergantung bagaimana audiens memandang komunikator atau sumber pesan. Pesan dikirim dari sumber yang kredibel atau disampaikan oleh seseorang yang populer akan lebih menarik minat. Produsen Fapet Milk dapat mengajak seorang publik figur yang sedang menarik minat kalangan muda saat ini untuk memberikan testimoni dari Fapet Milk atau mengajak seorang ahli gizi untuk memberikan pandangan atas kebermanfaatan dari susu.

  6. 6 Collecting Feedback

    Setelah mengirimkan pesan, produsen Fapet Milk perlu diteliti kembali bagaimana dampaknya pada pasar. Mereka dapat melakukan riset kecil-kecilan melalui kuisioner online maupun non-online terkait produknya.

Buyer Readiness Stages

Awareness

Tahap Awareness merupakan tahap permulaan dimana konsumen perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai keberadaan suatu produk. Pada produk Fapet Milk, awareness ini ditunjukan pada masyarakat Jogja khususnya Civitas Akademika Universitas Gadjah Mada yang telah mengetahui produk Fapet Milk. Akan tetapi banyak masyarakat di luar kota Jogja yang masih belum mengetahui atau bahkan menyadari akan keberadaan Fapet Milk. 

Hal ini dikarenakan oleh satu dan lain hal, dimana diantaranya berkaitan dengan penjualan produk Fapet Milk yang masih terbatas pada wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan based Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada itu sendiri. Selain itu, beberapa daerah seperti Bogor yang memiliki produk olahan susu pasteurisasi juga dari Fakultas Peternakan IPB.

Gambar 1. Laman Resmi Susu Fapet IPB

Meskipun begitu, Fapet Milk UGM pun sudah berupaya mengenalkan produknya ke kalangan masyarakat melalui platform marketplace Plaza Agro UGM (https://plazaagrougm.com/) dan juga dimanaja (https://www.dimanaja.com/).


Knowledge

Dari tahap awareness, ketika seseorang telah mengetahui keberadaan suatu produk maka pada umumnya mereka akan mencari tahu informasi mengenai produk tersebut. Pada produk Fapet Milk ini, masyarakat akan mencari tahu dan menggali informasi lebih dalam mengenai produk ini.  Mereka akan dengan mudah menemukan informasi terkait produk Fapet Milk melalui media massa seperti halnya berikut ini. Sehingga tidak hanya terbatas pada masyarakat region Jogja atau Civitas Akademika UGM saja.

Gambar 2. Laman Resmi Marketplace dimanaja.com

Gambar 3. Laman Resmi Plaza Agro Gadjah Mada 

Selain itu juga dapat diketahui range harga dari produk Fapet Milk ini pada laman dimanaja.com, sebagai berikut.

Gambar 4. Range Harga Produk Fapet Milk

Liking

Setelah mengetahui dan mencari tahu lebih lanjut mengenai suatu produk atau bahkan mencoba suatu produk guna mengetahui rasa dan kualitas yang ditawarkan oleh suatu produk, maka tahap selanjutnya adalah liking atau tahap seseorang mulai menyukai produk tersebut. Pada kenyataannya, produk Fapet Milk cukup digemari oleh para mahasiswa dan para civitas akademika UGM lainnya. Selain harganya yang terjangkau, produk susu pasteurisasi Fapet Milk ini menawarkan berbagai varian rasa dengan cita rasa susu sapi segar yang kental dan higienis. Hal ini dibuktikan dengan produk Fapet Milk yang selalu ludes terjual di outlet-outlet sekitar UGM.

Gambar 5. Bukti bahwa Mayoritas Masyarakat (UGM khususnya) Menyukai Produk Fapet Milk.

Preference

Tahap ini merupakan tahap ketika masyarakat menganggap dan membandingkan suatu produk lebih baik dibandingkan produk lain yang memiliki kesamaan. Pada kasus produk Fapet Milk ini, konsumen tentu akan lebih cenderung memilih produk Fapet Milk dibandingkan Susu Pasteurisasi lainnya. Meskipun pada dasarnya banyak sekali produk susu pasteurisasi pesaing yang memiliki kesamaan dari segi kemasan, varian rasa, bahkan segi harga yang dikenakan. Akan tetapi ada persepsi tersendiri yang tercipta pada diri konsumen khususnya civitas akademika UGM terhadap produk Fapet Milk ini sebagai Susu Pasteurisasi yang berkualitas.


Conviction

Tahap conviction adalah tahap ketika masyarakat mulai meyakinkan dirinya untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk. Pada Produk Fapet Milk, masyarakat akan membeli produk Fapet Milk ini karena harga yang dipatok untuk satu buah susu berukuran 250ml hanya pada kisaran harga Rp8.500, sedangkan untuk susu yang berukuran 350ml hanya pada kisaran harga Rp11.500. Maka akan mudah bagi konsumen untuk yakin dalam membeli produk Fapet Milk jika mempertimbangkan cost and benefits dari produk ini. Dengan harga yang amat terjangkau, konsumen mendapat produk Susu Pasteurisasi yang higienis, terjamin mutunya, dan nikmat. 


Purchase

Maka tahapan terakhir dari Buyers Readiness Stages adalah purchase yaitu kondisi ketika konsumen telah dapat membeli suatu produk. Pada kasus ini, Produk Fapet Milk akan dengan mudah dibeli oleh konsumen dengan berbagai pertimbangan yang ada. Fapet Milk memiliki harga yang terjangkau, pun mudah untuk didapatkan, dan dapat disimpan dalam beberapa hari, selain itu terjamin mutu dan kualitasnya. Meskipun hal ini masih berlaku terbatas pada masyarakat di sekitar wilayah Jogja dan UGM saja, mengingat pendistribusian produk yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan masih terbatas pada wilayah UGM dan sekitarnya.

FAPET MILK: Pasteurized and Homogenized

AIDA Model

Get Attention

Tahap Get Attention merupakan tahap marketer harus bisa membuat para konsumennya sadar akan keberadaan produknya. Di mulai dari respon konsumen yang menaruh perhatian lebih terhadap produk sampai respon atau aksi dari konsumen setelah memakai produk tersebut. Dalam tahapan Get Attention di kasus produk Fapet Milk, produsen dapat memanfaatkan media - media yang ada disekitarnya untuk melakukan promosi atas produk Fapet Milk tersebut seperti menyiarkan lewat stasiun radio SwaraGama, memajang suatu poster di Plaza Agro UGM, dan juga menghidupkan laman dimanaaja https://www.dimanaja.com/ . Selain itu, Fapet Milk sendiri juga harus memperhatikan feedback dari setiap konsumennya. Untuk mengetahui feedback dari para konsumennya, Fapet Milk bisa meminta penilaian terkait tingkat kepuasan yang dirasakan oleh konsumennya melalui laman https://www.dimanaja.com/ dan meminta menyiarkan testimoni di saluran SwaraGama. Selain itu feedback tersebut bisa menjadi bahan development produk Fapet Milk itu sendiri dan membuat konsumen yang mengkonsumsi Fapet Milk merasa diperhatikan karena di tahap ini adalah tahapan menaruh perhatian.


Hold Interest

Setelah berhasil meraih perhatian konsumen, maka hal ini harus dilakukan follow up dengan baik. Caranya adalah dengan hold interest. Pada tahapan hold interest ini, produsen lebih giat dalam memberikan informasi produk, membujuk, serta mampu dalam memberikan alasan kenapa konsumen harus membeli produk yang ditawarkan.

Dalam kasus ini, Fapet Milk perlu mengubah perhatian dari calon konsumen menjadi minat atau ketertarikan untuk membeli. Susu Fapet disarankan untuk menyuguhkan profil produknya secara menyeluruh kepada konsumen, seperti kualitas yang melekat di setiap produknya dan dapat ditambahkan lagi dengan testimoni dari para konsumen yang telah mengkonsumsi Fapet Milk. Hal ini bertujuan untuk menyakinkan para calon konsumen bahwa Fapet Milk memang lebih berkualitas dan berbeda dari susu yang lain. Di sisi lain, bagi para konsumen yang sudah mengkonsumsi Fapet Milk akan merasa lebih diperhatikan karena diberi kesempatan untuk memberikan testimoni.


Arouse Desire

Desire berarti berniat. Pada tahap ini telah muncul sebuah keinginan dan hasrat untuk membeli produk kita dari si konsumen. Pada tahap ini, Fapet Milk disarankan untuk memberikan dorongan atau motivasi kepada konsumen - konsumennya yang sudah memiliki keinginan untuk membeli Fapet Milk, dengan menonjolkan bahwa Fapet Milk memiliki harga yang sangat terjangkau serta kualitas yang terjamin, agar segera membeli produk Fapet Milk.


Obtain Action

Di tahapan terakhir ini, konsumen dapat mengambil tindakan untuk membeli produk yang kita produksi. Tahapan ini merupakan tujuan dari seluruh proses pemasaran karena pemasaran akan terbilang sukses ketika respon calon konsumen sesuai goal yaitu membeli. Selain itu, kita juga harus tetap menjaga kepuasan konsumen dan keberlangsungannya untuk menarik pelanggan sebanyak - banyaknya.

AIDA dan Kata Mereka tentang FAPET MILK





Penulis

Fathan Muhammad

Kevin Mannuel

Nastiti Nugraheni

Zufar Hilmy P.

Zyan Hasna N.


Referensi Buku

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.


Referensi

https://doktersehat.com/manfaat-minum-susu-bagi-kesehatan/

http://susufapet.blogspot.com/

https://plazaagrougm.com/ 

https://www.dimanaja.com/

https://twitter.com/hashtag/susubotoljogja


Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
4
Win
BountyHunter

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format