The Big Shot, Joe DePinto, Menilik Motivasi dan Efektivitas Kerja Garda Depan 7-Eleven

Menilik Motivasi dan Efektivitas Kerja Garda Depan 7-Eleven


13
13 points

Sekilas Cerita Joe DePinto menyamar sebagai Danny

Undercover Boss adalah sebuah serial Reality Show di Amerika Serikat dimana dalam setiap episode nya mereka menampilkan eksekutif yang memiliki posisi tinggi atau pemilik perusahaan yang menyamar sebagai karyawan entry-level di perusahaannya sendiri. Eksekutif tersebut mengubah penampilan dan membuat alias dan cerita latar belakang dari karakter yang dibuat olehnya. Mereka menghabiskan sekitar satu minggu menyamar, bekerja di berbagai bidang operasi perusahaan, dengan pekerjaan yang berbeda dan dalam banyak kasus lokasi yang berbeda setiap harinya.

Serial Undercover Boss pada musim 1 episode 3 membahas tentang Joe Depinto, seorang CEO dari sebuah jaringan toko kelontong 24 jam asal Amerika Serikat yaitu 7-Eleven. Di tengah perekonomian yang sedang sulit, Joe mengambil resiko untuk menyamar sebagai karyawan entry-level di 7-Eleven dengan harapan agar dapat membuat bisnisnya semakin berkembang dengan mengetahui kondisi yang dialami oleh orang orang yang berada pada lini depan dari bisnis 7-Eleven. Joe, dengan menggunakan nama samaran Danny bekerja di 5 tempat dan bagian yang berbeda selama 1 minggu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lini karyawan lini depan nya.

Di hari pertama, Joe ditempatkan di sebuah gerai 7-Eleven yang sangat terkenal karena kopi nya. Disini dia bertemu dengan Dolores, seorang wanita tua yang sudah bekerja 18 tahun, yang hanya memiliki 1 bagian ginjal dikarenakan kondisi kesehatan. Disini Joe melihat Dolores bukan hanya melayani para pelanggan tetapi juga mengenali setiap pelanggan yang datang ke toko dimana para pelanggan yang datang menyapa Dolores layaknya seorang Ibu/nenek mereka, dan disini Joe mengalami sebuah kesulitan dimana ia harus bergerak cepat untuk memenuhi permintaan kopi dari pelanggan namun disini dia mengetahui apa yang bisa dilakukan manajemen untuk membantu gerai 7-Eleven dalam menangani masalah.

Di hari kedua, Joe ditempatkan di bagian produksi roti yang dimiliki oleh 7-Eleven untuk memasok persediaan roti seluruh gerai 7-Eleven yang ada. Disini Joe bertemu dengan Phill, seorang pekerja keras dan cekatan yang sudah 8 tahun mengabdikan dirinya untuk menjadi seorang pelatih untuk calon karyawan pembuat roti untuk 7-Eleven. Disini Joe melihat bahwasanya Phill bukan hanya seorang karyawan biasa, dia melihat dan terkagum dengan hasil karya Phill dimana Phill menunjukkan bakat menggambarnya pada akhir jam kerja mereka. Disini Joe juga mengagumi Phill karena kecepatannya dalam menaruh adonan ke conveyor belt untuk proses pemanggangan dimana Joe tidak dapat melakukannya se cepat dan seteliti Phill.

Di hari ketiga, Joe ditugaskan sebagai karyawan yang mengambil jam kerja pada malam hari, dimana beberapa gerai 7-Eleven kesusahan dalam mencari karyawan yang mau ditugaskan untuk bekerja pada shift malam. Disini Joe bertemu dengan seorang karyawan yang bernama Waqas. Waqas sudah menjadi karyawan shift malam selama 4 tahun, dan alasan ia mengambil shift malam dikarenakan Waqas harus menjalani kuliah pada pagi harinya. Di toko ini Joe mengalami betapa lelah dan letihnya menjadi karyawan shift malam dimana selain melakukan aktivitas karyawan, mereka juga harus mempersiapkan untuk keesokan harinya dan akhirnya Joe mengetahui alasan beberapa gerai kesusahan dalam mencari karyawan yang mau ditugaskan untuk bekerja pada shift malam. Di toko ini pula Joe menyayangkan kondisi dimana seluruh donat dan roti dari hari sebelumnya harus dibuang, dimana menurut Joe, donat dan roti tersebut dapat disumbangkan ke badan amal atau diberikan sebagai makanan gratis ke pihak yang membutuhkan.

Di hari keempat, Joe ditugaskan sebagai karyawan shift siang, dimana tanggung jawabnya adalah untuk menyapa pelanggan yang datang, membersihkan kaca pintu dan juga jendela toko, dan tak lupa melakukan pengisian ulang terhadap produk makanan serta minuman yang tersedia di 7-Eleven. Disini Joe bertemu Lorie, seorang manajer toko yang dapat memberikan arahan yang jelas kepada Joe. Semua berjalan lancar hingga saatnya Lorie meminta tolong Joe untuk melakukan panggilan kepada pusat pelayanan toko 7-Eleven pusat guna melakukan reparasi lampu di dalam toko dan juga pencahayaan di bagian gudang. Joe yang tahu betul tentang kendali mutu gerai 7-Eleven dan juga keamanan bekerja karyawan merasa geram ketika pusat layanan memberikan kode angka 5 dimana dapat diartikan tidak penting dan tidak harus segera dilakukan. Joe pun langsung melakukan panggilan ke Darren, COO dari 7-Eleven agar segera ditangani karena berkaitan dengan kendali mutu dari gerai 7-Eleven dan juga keamanan karyawan.

Di hari kelima, Joe ditempatkan di bagian logistik dari 7-Eleven dimana mereka harus mengantarkan suplai dari produk produk yang dijual dalam gerai 7-Eleven. Disini Joe bertemu dengan supir truk yang mengantar barang ke toko yang bernama Igor, seorang pria tua yang memiliki seorang istri yang harus mengambil jam kerja pagi hingga sore di sebuah gerai 7-Eleven karena mereka memiliki dua orang anak dan juga seorang cucu. Dengan jam kerja yang tidak selaras dengan istrinya, Igor pun secara bercanda mengakui memiliki pernikahan yang cukup bahagia karena hanya memiliki waktu 2 hari dengan istrinya yang harus digunakan sebaik baiknya dan tidak memiliki waktu yang cukup baginya dengan istrinya untuk bertengkar. Namun, disisi lain Igor tidak dapat menghabiskan waktu dengan keluarga. Disini Joe belajar bahwasanya tidak semua orang yang bekerja berat memiliki pola pikir yang negatif dimana dia melihat Igor sebagai orang yang positif, orang yang memiliki semangat dalam menjalani kehidupannya walaupun dihadapkan dengan kenyataan pahit. Di hari terakhir penyamaran Joe sebagai Danny, ia menjumpai kesulitan dimana selain menjadi supir, ia harus mengangkut barang sendiri tanpa bantuan dari pihak toko.

Dari kelima pekerjaan dengan tanggung jawab berbeda, terdapat beberapa kesulitan di masing-masing tempat yang membuat Joe harus segera memikirkan solusi untuk perubahan yang lebih baik untuk 7-eleven, dan juga lebih mengenal para pegawai dengan berbagai macam karakter dan latar belakang yang berbeda. 

Joe Depinto memanggil Dolores, Phil, Waqas, Lorie dan Igor untuk bertemu, mengakui identitasnya sebagai CEO. Joe berterima kasih dan juga memberikan hadiah kepada kelima karyawan untuk pelajaran yang sudah diberikan sehingga ia bisa mengetahui kondisi sesungguhnya dalam bisnis yang ia bangun, dan akan mengubah cara bekerja untuk kebaikan perusahaan.  


Joe Depinto dan Gaya Kepemimpinannya

Kesuksesan Joe DePinto menjadi CEO 7‑Eleven dan memimpin perusahaan utama dalam ritel. Secara global, memimpin sekitar lebih dari 69.000 toko 7-Eleven di mana sekitar 11.800 toko berada di Amerika Utara. Pada tahun 2005 sebelum Joe menjadi CEO 7-Eleven, Joe pernah menjabat sebagai Direktur GameStop Corporation. Dia juga memegang posisi eksekutif di PepsiCo dan Thornton Oil Corporation. Saat ini, Joe menjadi Dewan Direktur 7-Eleven, Seven & i Holdings Co., Ltd. (TYO: 3382), dan Ketua Dewan Brinker International (NYSE: EAT).

Sumber dari Youtube Mission First 2016 : Joe DePinto
 
Joe DePinto pernah memperoleh gelar sarjana dalam bidang Teknik Manajemen dari Akademi Militer Amerika Serikat di West Point dan gelar Master of Business Administration dari Kellogg School of Management di Northwestern University. Sebelumnya tahun 2005, Joe pernah menjabat sebagai Direktur GameStop Corporation. Dia juga memegang posisi eksekutif di PepsiCo dan Thornton Oil Corporation. Belajar dari pengalamannya di Akademi Militer, Joe pernah menjadi pasukan bagian meriam (Artillery) dan diajarkan untuk saling melayani dan mendukung partner kerjanya. Dengan pengalamannya membuat Joe memiliki gaya kepemimpinannya melayani dan mendukung. Gaya kepemimpinannya menjadi kekuatan penuntun gaya manajemennya di 7-Eleven. Joe DePinto menjadi CEO 7‑Eleven dan memimpin perusahaan utama dalam ritel. Secara global, memimpin sekitar lebih dari 69.000 toko 7-Eleven di mana sekitar 11.800 toko berada di Amerika Utara. Tugasnya adalah mencari cara terbaik untuk memotivasi dan mendukung para karyawannya di  7-Eleven. Bertekad untuk membuat perusahaannya berjalan seefisien mungkin.

Lewat program Undercover Boss, Joe bersedia menyamar jadi “Danny” sebagai pekerja training demi mendapatkan kesempatan untuk melihat perusahaannya melalui kacamata yang berbeda. Berharap menemukan cara untuk meningkatkan sistem kinerja kerja yang baik untuk 7-Eleven melalui program ini.

Penilaian Joe terhadap Kinerja Karyawan

Penilaian kinerja (Performance Appraisal) sangat diperlukan di sebuah perusahaan. Penilaian kinerja merupakan evaluasi sistematis untuk memahami kinerja karyawan dan kemampuan karyawan tersebut, sehingga perusahaan dapat merencanakan pengembangan karir lebih lanjut bagi karyawan yang bersangkutan. Biasanya digunakan untuk sebagai dasar dari kenaikan gaji, promosi, bonus ataupun bisa juga sebagai dasar untuk penurunan jabatan dan pemutusan hubungan kerja. Juga dapat meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, penilaian kinerja sangat berguna untuk memberikan manajer informasi agar dapat menentukan keputusan. Dengan adanya umpan balik (Feedback) kinerja kerja dapat mendorong perbaikan kinerja dan tingkat motivasi pekerja yang tinggi.

Sumber Imdb Undercover Boss 7-Eleven

Joe menggunakan analisis ini untuk menilai kinerja kerja karyawan 7-eleven dengan menyamar sebagai karyawan baru dengan nama “Danny”. Berkat mengikuti program Undercover Boss, Joe menemukan permasalahan- permasalahan yang dihadapi 7-Eleven dan terutama dari pegawainya sendiri. Joe melakukan penilaian dengan menilai sifat, tingkah laku, dan hasil kinerja kerja karyawan. Di bawah ini permasalahan dan hasil penilaian yang Joe temukan :

Jenis Pekerjaan Joe sebagai Danny 
Nama Karyawan yang ditemui
Masalah dan Hasil Analisis yang ditemukan oleh Joe di 7-Eleven
Pegawai Toko
Shirley, NY
Delores, Manajer di toko 7-11 Joe melakukan pekerjaan pertamanya sebagai “Danny” ke Toko 7-Eleven dimana toko dikenal dengan penjual kopi terbesar dengan melariskan 2.500 cangkir kopi setiap hari.

Joe mencoba berkomunikasi dengan salah satu konsumen untuk mencari tahu tentang Dolores. Ternyata Dolores harus cuci darah dua kali seminggu dan menunggu donor ginjal. Joe sangat tersentuh dengan kisahnya. Menyadari bahwa penyebab larisnya kopi bukan karena rasa kopi, melainkan Dolores sendiri.

Pegawai Bakery Line, Baltimore, MD Phil, Kepala pelatihan pekerja baru Selain memiliki toko, 7-Eleven juga memiliki pabrik besar pembuatan kue. Joe ingin mengetahui jaminan kualitas, bagaimana proses bekerjanya sebagai pegawai pembuatan kue dengan mesin.

 Pada saat istirahat, Joe menemukan sesuatu yang menarik baginya. Ternyata Phil punya bakat seni, menunjukkan sketsanya donat pada Joe.

Pegawai toko (night shift), Medford, NY Waqas, Pegawai toko Joe mencoba tantangan bekerja shift malam. Tujuan Joe ingin mencari tahu mengapa pegawai memilih untuk bekerja pada shift malam.

Di saat bekerja Joe kaget karena setiap malam ada pembuangan makanan/kue yang tidak laku. Padahal menurut Joe, 7-Eleven memiliki program badan amal untuk membagi makanan daripada membuang makanan setiap hari. Rupanya program ini belum mencapai di beberapa toko.

Joe menemukan fakta menyedihkan bahwa Waqas merasa tidak percaya ada peluang bekerja di 7-Eleven. Menurut Joe bahwa Waqas adalah orang hebat dapat membuat perusahaan hebat. Joe tidak ingin orang hebat ini berpikir pekerjaannya adalah dead end.

Pegawai toko

Dallas,NY

Lori, Manajer di toko 7-11 Toko yang didatangi oleh Joe adalah toko yang cukup besar dan paling laris. Toko ini beroperasi secara independen. Joe ingin mengetahui bagaimana komunikasi dari Store Support Center ke toko ini di Dallas.

Di toko itu terdapat 4 lampu dan lampu keamanan mati. Joe mencoba membantu untuk menelpon maintenance untuk memperbaiki lampu.  Ternyata masalah yang ditemukan oleh Joe adalah lamanya pemeliharaan berdasarkan prioritas seperti P-1 menjadi prioritas tertinggi dan P-5 sebagai yang terendah. Perbaikan lampu termasuk P-5 yang artinya perbaikan bulanan sekitar 30 hari ke depan. Tidak dapat langsung diperbaiki.

Layanan Pengiriman

Dallas,NY

Igor, sopir truk pengiriman Joe berkenalan dengan Igor seorang sopir truk asal kazakhstan untuk mengirim barang ke toko. Joe menemukan karakternya sangat energik, antusias, dan positif. Merasa membutuhkan tipe pria seperti ini di perusahaan. Igor menceritakan bahwa jam kerjanya malam bentrok dengan jam kerja istrinya pagi sehingga membuat mereka jarang bertemu.

Hubungan Teori Motivasi dan Sistem Kepemimpinan Terhadap 7-Eleven

Setelah melakukan penyamaran dan terjun langsung ke bisnis, Joe menyadari ada beberapa hal yang perlu perusahaan evaluasi untuk membuat bisnis tetap berlanjut dengan baik. Dari segi motivasi, selama ini bisa dilihat Joe menerapkan expectation theory yang dimana manajer dan pekerja percaya bahwa kinerja yang baik akan menghasilkan output yang baik juga. Saat mencoba terjun langsung, di beberapa gerai teori ini berjalan dengan baik. Seperti Delores yang bahkan melebihi ekspektasi Joe dengan hampir menghafal seluruh pelanggan yang masuk ke tokonya membuat banyak orang selalu datang setiap harinya. Tapi disisi lain saat Joe mencoba night shift di Baltimore, pekerja merasa tidak punya harapan untuk mengembangkan karir lebih baik di sevel sehingga menurunkan motivasi dari pekerja itu sendiri. Di tempat yang berbeda, kurangnya tanggapnya kantor pusat dalam menangani perbaikan toko yang urgent menurunkan kualitas toko yang akhirnya menuju kepada ketidakberlanjutan usaha.

Selain motivasi, hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana manajer dapat memimpin dengan baik sehingga dapat memajukan perusahaan. Sepanjang Undercover Boss di edisi 7-Eleven, model kepemimpinan yang ditunjukkan adalah behavioral model yang di mana kesuksesan pemimpin ditentukan berdasarkan perilaku. Saat Joe menjadi karyawan baru, hampir semua gerai memberikan perilaku yang baik. Seperti Waqas di night shift yang memberikan pekerjaan yang tidak membosankan agar Joe tidak mengantuk selagi berjaga atau di pabrik donat yang bekerjasama dengan 7-Eleven, Phill mengajarkan tentang kerja sama saat menyusun donat untuk dipanggang secara cepat agar Loyang panggangan dapat terisi secara maksimal. namun saat night shift ada kejanggalan yang ditemukan Joe. Banyak donat yang dibuang begitu saja saat tidak terjual. Padahal 7-Eleven sendiri membentuk sebuah program yang dimana jika ada donat atau roti yang tidak terjual hari itu, maka mereka harus membawanya ke badan amal agar basi dan terbuang begitu saja. Dalam hal ini, program yang diinisiasi oleh 7-Eleven belum berjalan secara menyeluruh di lapangan sehingga perlunya evaluasi dalam model kepemimpinan agar program dapat berjalan dengan efektif dan efisien di lapangan. Joe kembali ke kantor pusat untuk mengevaluasi hasil kinerja kerja karyawan, memperbaiki kualitas pada toko, menambahkan fasilitas, dan menyelesaikan masalah-masalah pada 7-Eleven.


Motivasi dan Upaya Pembenahan sebagai Feedback  Pegawai

Berikut adalah beberapa panduan untuk memberikan umpan balik kinerja yang efektif yang berkontribusi terhadap motivasi dan kinerja pegawai seperti yang dilakukan oleh Joe. Kontrol emosi saat memberikan feedback kepada pegawai. Di saat emosi sedang memuncak, kritikan atau feedback negatif akan menjadi lebih "panas" atau bahkan tidak tepat sasaran saat kondisi emosi sedang tidak stabil. Tujuan utama dari memberikan kritikan atau feedback adalah mengurangi tindakan atau perilaku negatif dari karyawan yang menghambat kinerja mereka. Jika karyawan merasa diserang secara individu, mereka akan menunjukkan sikap defensif dan menghindari diskusi yang sehat. Maka dari itu pemimpin harus fokus kepada perilaku pegawai saat kerja, bukan pribadi pegawai. Saat menyampaikan kritik kepada pegawai juga harus spesifik, tepat pada kesalahan atau sikap negatif yang dilakukan oleh pegawai, bukan hanya menuduh pegawai melakukan kesalahan tanpa ada kejelasan. Setelah memberikan umpan balik kepada pegawai, berikanlah waktu untuk mereka bicara dan menanggapi pernyataan yang baru saja diberikan. Yang terakhir adalah, tentukan waktu untuk mengevaluasi perubahan sikap karyawan. Seorang manajer tidak perlu mengingat kesalahan pegawai yang telah dilakukan setelah karyawan melakukan perubahan pada sikap negatifnya. 

Dengan program Undercover Boss berhasil membuat para boss membuka pandangan tentang kepegawaian. Untuk bisa mengetahui kondisi pegawai dan apa yang sedang lakukan, bagian mana yang harus diperbaiki, fasilitas apa yang perlu ditambahkan. Karena dapat mempengaruhi keputusan-keputusan di masa depan mendatang. Satu tahun setelah efek dari penyamaran Undercover Boss 

  1. Dolores Bisagni, berkat inspirasinya 7-Eleven meliriskan Program Donor Awareness. Perusahaan menyumbang sebanyak $150,000 untuk Foundation Kidney sebagai penghormatan Dolores. 
  2. Phil Shearin, mendapatkan pekerjaan freelance ilustrator di agensi periklanan 7-Eleven. 
  3. Waqas Nabi, dipromosikan menjadi guest/customer experience consultant untuk 7-Eleven di Florida. DePinto menulis surat untuk membantu Waqas masuk ke program pascasarjana di University of Central Florida.
  4. Igor Finkler, kurir di Texas Utara yang bermigrasi dari Kazakhstan dengan hanya mengantongi $ 50 di sakunya, memiliki 7-Eleven di Central Expressway dan Campbell Road.  

Perusahaan-perusahaan dalam program Undercover Boss seperti 7-Eleven berhasil meningkatkan kinerja dengan baik setelah mereka memberikan segala hak-hak dan dapat memotivasi karyawannya. Karena kebahagiaan karyawan dapat berpengaruh dengan peningkatan kinerja dan profit bagi perusahaan. 

Infografis didesain oleh Miracle Worker


Like it? Share with your friends!

13
13 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
3
Genius
Love Love
4
Love
OMG OMG
4
OMG
Win Win
3
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format