Gagal Menang Karena Komunikasi Tim Tidak Efektif? Ini Bukti Nyatanya!

Bukti nyata bagaimana komunikasi dalam tim sepenting itu untuk menunjang tujuan-tujuan besar tim berdasarkan The Apprentice Asia Episode 5.


1
1 point

Sinopsis: The Apprentice Asia Episode 5

Dalam episode The Apprentice Asia kali ini terdapat dua tim yang akan bersaing satu sama lain. Tim-tim tersebut adalah Apex dan Maverick. Tim Apex terdiri dari Sam sebagai manajer proyek, Alexis, Nik, dan Celina. Sedangkan tim Maverick, terdapat Nazril sebagai manajer proyek, Jonathan, Andrea dan Dian. Pada tantangan kali ini kedua tim tersebut dihadapkan pada kompetisi perdagangan daring (online trading) menggunakan IG Online Trading Platform dengan uang virtual yang sudah disediakan masing-masing sebanyak USD 20.000. Terdapat dua konsultan yang akan menganalisa kinerja tim dari The Apprentice Asia yaitu Mark Lankester dan Kathleen Tan. Selain itu juga terdapat ada tiga orang dari perusahaan IG yang akan turut mengobservasi kedua tim tersebut, yaitu Tamas Szabo selaku Head of Asia Pacific, Chris Weston sebagai Chief Marketing Strategist, dan Daryl Guppy sebagai pemilik dari guppytraders.com. Di akhir proyek, Tony Fernandes sebagai pembawa acara akan memberikan analisa final dan memutuskan siapa yang akan lanjut ke tantangan selanjutnya dan siapa yang akan dipecat.

Pada tim Maverick, Dian dan Andrea bertugas untuk mencari data lapangan (market research). Sedangkan Nazril dan Jonathan bertanggung jawab untuk melakukan prosestrading. Meskipun pada prosesnya data yang dikumpulkan oleh Dian dan Andrea tiudak cukup ntuk digunakan Nazril dan Jonathan mantap melakukan trading, Jonathan mampu meyakinkan Nazril bahwa pilihan-pilihan bisnis yang diambil sudah sesuai. Jonathan kemudian banyak mengambil keputusan untuk tim meskipun Nazril adalah manajer proyeknya. Sebaliknya, pada tim Apex, Sam dan Celina berhasil memberikan data dan analisa yang mendalam untuk digunakan Nik dan Alexis melakukan proses selanjutnya. Bahkan para konsultan pun mengatakan bahwa pertanyaan yang diajukan Sam saat melakukan proses riset sudah sangat sesuai. Namun yang terjadi adalah kurangnya kepercayaan Nik dan Alexis terhadap data yang diberikan tim market research. Pada akhirnya justru yang terjadi adalah debat internal yang berujung pada kerugian signifikan yang dialami oleh tim. Dari modal awal yang diberikan The Apprentice Asia tim Maverick mengalami kerugian sebesar USD 3.628, sedangkan kerugian tim Apex meroket menembus angka USD 7.759. Kerugian tersebut membawa tim Apex untuk duduk di kursi panas dan menyebabkan Nik dipecat.

Apa Yang Salah?

Kekalahan tim Apex sangat dipengaruhi oleh dua konsep dasar manajemen bisnis yaitu efektifitas grup atau tim berdasarkantask interdependence, group leadership dan group norms, serta komunikasi antar anggota. Terkait dengan team work, titik kritikal kesalahan tim Apex dijabarkan melalui detail berikut ini:

  • Task Interdepence: Tim Apex menerapkan model reciprocal task interdependence. Yang seharusnya terjadi adalah masing-masing tim saling bekerja sama dan saling percaya terhadap hasil kerja satu sama lain. Mudahnya, ada dependensi yang terlihat dari performa kerja tim. Namun yang terjadi pada tim Apex adalah timtrading, Nik dan Alexis, menganggap hasil riset dari Sam dan Celina tidak sesuai dengan realitas perkembangan naik-turunnya grafik saham yang mereka teliti. Akhirnya Nik dan Alexis cenderung meragukan pendapat Sam dan Celina. Padahal Sam adalah manajer proyek. Namun justru hasil riset dan keahliannya seperti tidak berarti oleh Nik yang bahkan tidak memiliki pengalaman trading.
  • Group Leadership: Tim Apex baru memasuki fase kedua dalam lima fase perkembangan grup. Fase tersebut adalah fase storming. Tim masih melalui fase konflik dan perbedaan pendapat karena satu anggota merasa pendapatnya lebih baik dari pendapat anggota lainnya. Sam tidak berhasil meyakinkan anggota tim bahwa ia pemimpin yang bisa diandalkan didalam grup. Disini yang terjadi adalah Nik merasa pendapatnya lebih benar daripada keputusan Sam sebagai manajer proyek untuk tim Apex. Anggota tim yang lain seperti Celina dan Alexis cenderung tidak peduli dan mengganggap Nik dan Sam bersikap emosional.
  • Group Norm (Conformity and Deviance): Situasi yang terjadi pada tim Apex adalah low conformity-high deviance. Situasi tersebut menyebabkan performa yang tidak maksimal diakibatkan oleh ketidakmampuan tim untuk mengontrol tingkah laku para anggota tim. Misalnya, Sam baru menanyakan yang terjadi pada gruptrading saat posisinya sudah terpojok dan ternyata banyak keputusan yang tidak tepat diambil oleh Alexis. Alexis tidak dapat mengambil sikap. Nik tidak mau disalahkan atas kegagalan yang terjadi ditimnya dan merasa itu semua salah Sam karena data yang diberikan tidak sesuai dengan data analisa yang ia dan Alexis kerjakan.

Sumber: Task Interdependence: Thompson’s three types of technology Mediating Pooled Interdependence Long-linked Sequential interdependence Intensive Reciprocal. [1]

Dari segi komunikasi, sangat jelas bahwa komunikasi antar tim sangat tidak efektif. Banyak sekali keributan (noises) internal yang menghambat proses komunikasi tim Apex. Tidak efektifnya komunikasi ini dapat dijelaskan melalui poin-poin berikut:

  • Perception, biases, and stereotypes: Persepsi disini adalah ketika Sam mengiyakan ide Nik untuk memecah tim menjadi dua grup (Sam dan Celine pada market research serta Nik dan Alexis di trading) hanya karena sepengetahuan Sam, Nik memiliki latar belakang ilmu keuangan. Padahal, Nik tidak memiliki pengalaman sama sekali terkait trading. Karena persepsi yang tidak akurat inilah terjadi bias. Ternyata keputusan Sam tersebut sangat fatal sampai tim Apex merugi lebih dari 25% modal awal. Ini juga menjadi catatan para konsultan terhadap Sam yang bias menilai Nik.
  • Information Richness and Communication Media: Dalam ekseskusinya, komunikasi yang terjadi di tim Apex cukup beragam. Ada komunikasi face-to-face yang cukup sering dilakukan dan ada juga momen dimana spoken communication electronically transmitted terjadi. Untuk komunikasi face-to-face, contohnya saat tim diawal menentukan siapa yang akan memimpin dan apa detail pekerjaannya. Untuk spoken communication electronically transmitted terjadi saat Sam dan Celina menyampaikan hasil riset mereka dilapangan melalui video pendek. Namun dapat terlihat bahwa komunikasi tidak berjalan transparan dan ada banyak ketidakcocokan yang tidak tersampaikan.
  • Jaringan Komunikasi dalam Kelompok: Di dalam tim Apex, pola jaringan komunikasi yang penulis temukan adalah all-channel network. Hal ini ditunjukkan dengan adanya cross-functional team dan self-managed work team seiring dengan bagaima tim menggunakan model reciprocal task interdependence. Hal ini dibuktikn dengan bagaiman kemudian Sam dan Celine ikut andil di dalam pekerjaan Nik dan Alexis untuk melakukan proses trading.

Sumber: What is Interpersonal Communication – Definition and 3 Myths. [2]

Apakah Ada Solusi Untuk Masalah Ini?

Reciprocal task interdependence memiliki satu persamaan utama dengan sequential task interdependence. Kedua model tersebut bergantung pada kinerja tim satu untuk dapat mengerjakan pekerjaan tim lain guna mencapai tujuan besar grup tersebut. Namun, jika sequential task interdependence bersifat satu arah, reciprocal task interdependence ini lebih kepada komunikasi dua arah. Sehingga, terdapat pola atau siklus pada alur kerjanya. Tantangan utama pada model task interdependence ini adalah antara performa berjalan maksimal karena siklus alur kerja yang lancar atau gagal. Menariknya, satu titik pada alur kerja ini yang tidak sesuai atau tidak berhasil dapat menggagalkan seluruh proses siklus alur kerja. Mengapa? Hal tersebut terjadi karena tidak adanya goal interdependence sebagai aspek dinamika utama di dalam grup. Ini yang terjadi di tim Apex.

Apalagi tim Apex terjebak di fase kedua atau fase storming dari lima fase perkembangan grup. Tim Maverick mengalami fase awal yang cukup berat karena Dian dan Andrea tidak memiliki latar belakang bisnis dan keuangan yang memadai seperti Sam dan Celina untuk melakukan market research. Hasil riset yang mereka sampaikan kepada tim trading pun tidak memuaskan Nazril dan Jonathan. Namun, disini Jonathan dan Nazril mampu mengambil sikap dan keputusan sehingga perkembangan grup dapat berkembang dari fase storming ke fase norming hingga mampu melaju ke fase performing. Sebaliknya, tim Apex justru terjebak pada fase storming dimana kemudian Sam banyak berdebat dengan Nik serta Celina dan Alexis yang cenderung pasif menghadapi perseteruan yang terjadi di dalam timnya. Dilihat dari perspektif group norm, situasi low conformity-high deviance ini terjadi karena adanya kegagalan untuk menyesuaikan. Bagaimana cara mengatasinya? Ada tiga cara utama:

  1. Adanya pengertian kepada anggota tim bahwa penyesuaian satu sama lain penting untuk menyukseskan tujuan bersama. Di dalam konteks ini, sebagai manajer proyek, Sam dapat memotivasi anggota tim bahwa meskipun mereka berkompetisi secara individual untuk terpilih sebagai The Apprentice, dalam tantangan ini, jika gagal, maka kompetisi itu tidak akan ada artinya.
  2. Mengatur ulang anggota tim. Di sini, Sam lebih banyak berseteru dengan Nik. Sam memiliki wewenang sebagai manajer proyek untuk mengganti Nik dengan anggota tim yang lain jika memang Nik tidak mampu bekerja sama dengan baik dengan anggota tim dan dirinya sebagai pemimpin.
  3. Merubah cara kerja yang lebih sesuai dengan karakter anggota tim. 

Sumber: Tucson Model of Counseling & Therapy. [3]

Terkait dengan komunikasi, manajer proyek harus lebih fokus pada cara yang dapat mengoptimalkan proses manajemen proyek daripada melakukan pekerjaan lapangan langsung. Memahami interdependensi pada tim bisa sulit untuk dioptimalkan karena tidak selalu mudah untuk melihat bagaimana satu tim dapat mempengaruhi hasil dari tim lain tanpa pernah bekerja bersama. Sam dapat bekerja sebagai pengambil keputusan dan melakukan proses delegasi di dalam timnya. Sam juga dapat menginisiasi penggunaan metode atau cara tertentu yang dapat memperlancar pola komunikasi dan transparansi di seluruh anggota tim seperti personal-approach communication misalnya. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kebiasan bekerja yang mengutamakan akuntabilitas, kepercayaan, dan kerja sama sehingga anggota tim dapat mengerjakan tugas secara efektif.

Ferdiansyah

Joseph Suryo Baskoro

Kapitania Widya Imaniar

Khalifah Nurjannah

Mutiara Cahyaningrum

Sucha Dina Amalia

Umar Abdul Aziz

Daftar Pustaka:

[1]A. Allen, 'Task Interdependence: Thompson’s three types of technology Mediating Pooled Interdependence Long-linked Sequential interdependence Intensive Reciprocal', slide 2, viewed on 21 November 2019, <https://slideplayer.com/slide/9488610/>.

[2]L. Han, 'What is Interpersonal Communication – Definition and 3 Myths', viewed on 21 November 2019,<">https://bemycareercoach.com/soft-skills/communication-skills/interpersonal-communication-definition.html>.

[3]E. Tucson, 'Tucson Model of Counseling & Therapy', viewed on 21 November 2019,<">https://infographicnow.com/psychology-infographics/psychology-psychology-psychology-tucson-counseling-therapy-520-749-2075-elaine-fl/>.


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format