Kerja Tim Parah, Trump Siap Tendang Satu Peserta

Komunikasi dalam sebuah tim adalah hal penting. Ketika komunikasi dapat berjalan dengan baik, maka keberlangsungan jangka panjang kelompok dapat terjamin.


2
2 points

Sumber: WSJ.com

Pada masa kini komunikasi dan juga kerjasama tim adalah hal-hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap individu tidak hanya dalam perusahaan tetapi juga pada keseharian kita dalam bersosialisasi dengan manusia lainnya. Komunikasi secara umum dapat dijelaskan sebagai suatu proses dimana seseorang, kelompok, organisasi, atau masyarakat mewujudkan terjadinya sebuah pemahaman antara satu pihak dengan pihak yang lainnya secara verbal dan secara langsung. Mengutip dari psychologytoday sebuah studi yang dilakukan oleh University of Maryland, satu dari tiga orang yang menjadi sample mengatakan bahwa mereka lebih baik mengorbankan hubungan seksual daripada harus mengorbankan smartphone mereka. 

Kerjasama tim pun juga merupakan hal yang penting lainnya. Seperti yang kita tahu, pada era ini banyak perusahaan yang menginginkan setiap karyawannya atau pekerjanya dapat berkolaborasi dengan yang lainnya agar dapat mencapai tujuan perusahaan dengan cepat dan juga tepat. Secara umum kerjasama tim dapat didefinisikan sebagai suatu kemampuan dari sekelompok individu untuk dapat bekerja sama menuju satu visi. Kerjasama tim merupakan seperti yang telah dikatakan sebelumnya merupakan salah satu faktor penting yang diperlukan bila kelompok, organisasi, atau perusahaan yang kita tempati ingin mencapai hasil yang lebih baik daripada orang lain yang menjadi kompetitor kita.

Di dalam sebuah perusahaan dua hal yang telah disebutkan diatas yaitu, komunikasi dan juga kerja sama tim merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap karyawan. Hal ini pun juga terjadi pada reality show The Apprentice dimana beberapa orang diadu dalam acara tersebut dengan menunjukkan cara mereka berbisnis yang baik. Biasanya beberapa orang tersebut dibagi menjadi dua tim yang akan berkompetisi satu sama lain hingga satu musim berakhir.

Pada Season 8 Episode 2, dua tim yang sedang berkompetisi, Athena dan juga KOTU diharuskan untuk membuat komik dengan empat halaman dan harus merepresentasikan Zappos.com karena perusahaan tersebut adalah sponsor untuk episode tersebut. Beberapa catatan penting pada episode ini adalah yang pertama, pada saat Donald Trump mengecek grup Athena, Melissa Rivers mengambil semua kredit untuk dirinya sendiri tetapi yang mengerjakan karakter komik tersebut bukanlah dia tetapi Claudia Jordan yang menggagas konsep karakternya dan juga Joan Rivers yang mengusung nama dari karakter tersebut. Dan yang kedua adalah, dimana Khloé menjalankan perannya sebagai manajer yang baik setelah berbicara kepada beberapa orang selama beberapa jam. Menurut timnya Khloé sendiri melakukan tugasnya dengan baik akan tetapi mereka pun juga mengakui bahwa dia terkenal sebagai selebriti dengan tidak melakukan hal yang sangat signifikan. Dapat kita lihat disini terjadi komunikasi yang baik antara satu anggota dan anggota lainnya tetapi juga terjadi perselisihan antara anggota tim, oleh karena itu kelompok kami akan mencoba menganalisa dengan menggunakan teori Effective Groups and Teams dan juga Promoting Effective Communication.

ANALISIS 

Pada akhirnya tim yang beranggotakan pria kalah pada episode 2 dikarenakan beberapa hal yang seharusnya tidak terjadi di sebuah tim. Kacau merupakan kata yang bisa menggambarkan keadaan selama proses perencanaan proyek pembuatan karakter komik untuk Zappos.com. Setiap anggota yang ada di kelompok pria menginginkan ide mereka untuk digunakan dan masing-masing dari mereka ingin terlihat lebih dominan. Padahal tujuan dari proyek tersebut adalah bagaimana tim mereka memenangkan persaingan tersebut. Kelompok yang berisikan pria-pria tersebut memiliki masalah yang menyebabkan kelompok mereka tidak efektif dalam proses pembuatan karakter komik yang merepresentasikan Zappos.com.

 Kelompok merupakan sekumpulan orang yang berisikan 2 atau lebih yang saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan Tim adalah kelompok yang anggota di dalamnya bekerja secara intens serta bekerja satu sama lain untuk mencapai tujuan yang spesifik (Jones & George, 2016). Pada episode tersebut setiap orang diharuskan untuk bekerja sama sebagai tim walaupun pada dasarkan mereka sebagai individu saling bersaing satu sama lain untuk menjadi pemenang di acara tersebut. Latar belakang dari setiap anggota yang ada pada acara tersebut sangat bervariasi yang mana kebanyakan dari mereka merupakan seorang artis yang memperebutkan kemenangan untuk mengumpulkan dana untuk acara amal. Hal tersebut tentu saja akan berbeda jika kelompok tersebut terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dalam satu perusahaan dengan visi dan misi yang sama, kompetisi di dalamnya tentu saja tidak akan seperti yang ada di dalam acara tersebut.

Bentuk Group Task pada serial Apprentice merupakan bentuk Group Task Pooled Interdependence dimana setiap anggota kelompok berkontribusi untuk menciptakan performa terbaik untuk kelompok itu sendiri, hasil atau performa dari kelompok tersebut menggambarkan performa dari masing-masing individu di dalamnya(Jones & George, 2016). Kelompok pria yang dipimpin oleh Scott tidak memberikan performa terbaiknya dan memberikan hasil yang tidak maksimal karena mereka melupakan nilai-nilai yang ada di Zappos.com. Alasan mengapa kelompok mereka kalah karena pada karakter yang mereka buat, mereka tidak mempertimbangkan huruf Z untuk digunakan pada karakter mereka dan malah merubah huruf Z dengan huruf E. Keputusan itu membuat kelompok mereka kalah unggul terhadap kelompok yang dipimpin oleh Khloe.

Keberadaan pemimpin dalam sebuah kelompok merupakan cukup penting dikarenakan kepemimpinan yang efektif merupakan sebuah kunci untuk meningkatkan performa suatu kelompok, tim, dan organisasi (Jones & George, 2016). Pada episode tersebut, terdapat Project Manager dari setiap kelompok. Scott menjadi Project Manager untuk kelompok pria sedangkan untuk kelompok wanita dipimpin oleh Khloe. Pemilihan Project Manager dilakukan setiap minggunya agar semua anggota bisa merasakan untuk memimpin sebuah tim. Sebagai Project Manager untuk kelompok pria, Scott sepertinya menjadi pemimpin yang tidak bisa mengarahkan anggota kelompoknya dengan baik. Hal tersebut juga didukung oleh karakteristik dari masing-masing anggota di dalamnya yang ingin terlihat dominan dan ingin didengarkan tanpa mau mendengarkan. Keadaan tersebut cukup berbeda dengan kelompok wanita dimana Khloe sebagai Project Manager mampu melaksanakan tugasnya dengan sangat baik meskipun pada awalnya Khloe juga mengalami masalah yang hampir sama dimana setiap anggota saling berdebat satu sama lain. Pengalaman Khloe sebagai pemilik bisnis membantunya dalam mengatur dan mengarahkan anggota kelompoknya dan membuat kelompoknya lebih unggul dari pada kelompok pria.

Kedua kelompok sebenarnya mengalami kendala dalam menerapkan komunikasi yang efektif. Komunikasi merupakan pertukaran informasi yang dilakukan 2 orang atau lebih dari individu atau kelompok untuk mencapai pemahaman yang sama (Jones & George, 2016). Meskipun dalam kasus yang ada di serial Apprentice media komunikasi yang digunakan berupa Face-to-Face Communication yang mana media komunikasi ini memiliki sumber informasi paling banyak dibandingkan media komunikasi lain. Informasi yang bisa didapatkan pada media komunikasi ini tidak hanya komunikasi verbal namun juga dapat menangkap komunikasi non-verbal. Pada kenyataannya pertemuan yang sangat intens dan ide yang begitu banyak juga dapat memberikan masalah tersendiri bagi sebuah tim seperti yang ada pada kelompok pria.

Selain berada kelompok yang kecil, setiap tim pasti memiliki pola komunikasi tertentu. Pola komunikasi yang ada pada serial Apprentice yaitu pola komunikasi All-Channel-Network dimana setiap anggota kelompok berkomunikasi satu sama lainnya. All-Channel-Network diyakini sebagai jaringan komunikasi yang memiliki karakteristik komunikasi yang tinggi dari pada jenis lainnya (Jones & George, 2016). Setiap pertemuan setiap anggota tim bisa saling berkomunikasi satu sama lain tanpa dengan posisi yang sejajar, dengan jaringan komunikasi ini setiap anggota di dalamnya mampu untuk mengutarakan idenya atau memberikan ulasan dari ide anggota lainnya. Kenyataannya kondisi yang ada pada kelompok yang dipimpin Scott tidak berjalan dengan baik dan justru setiap anggota bertengkar satu sama lain. Pada proses pembuatan ide pembuatan karakter untuk Zappos mereka cenderung lebih lama untuk saling berdebat satu dengan yang lainnya. Keadaan tersebut cukup berbeda dengan kelompok wanita yang dipimpin oleh Khloe, di tengah-tengah proses tersebut salah satu mereka mendapatkan ide yang kemudian anggota yang lain mulai setuju dan saling melengkapi ide satu sama lain. Pada kelompok pria yang dipimpin oleh Scott cenderung menghabiskan waktunya hanya untuk berdebat tanpa menghasilkan kesepakatan yang benar-benar menyatukan ide dari anggota di dalamnya. Tom yang berada di kelompok tersebut cenderung tidak terfokus untuk memberikan satu ide yang berbobot yang mana Tom justru melempar ide sebanyak-banyaknya dan membuat komunikasi di dalam kelompok tersebut tidak berjalan dengan baik.

Perilaku Tom yang cenderung banyak melempar lelucon dan tidak serius dalam memberikan ide membuat masing-masing anggota di kelompok itu terlanjur kesal dan tidak menghiraukannya. Padahal menit-menit akhir, ide Tom untuk mempertahankan huruf Z yang awalnya sudah disepakati sudah cukup benar agar karakter komik yang dibuat sesuai dengan nilai yang dibawa Zappos.com.

SARAN

Kedua kelompok sudah dapat bekerjasama dengan baik, namun masih ada beberapa kendala atau permasalahan yang sering kali muncul. Permasalahan yang paling sering muncul yaitu perihal komunikasi. Dimana komunikasi yang terjadi dalam tim pada awalnya belum dapat berjalan dengan baik namun akhirnya dapat berjalan dengan baik. 

Kedua kelompok dapat meningkatkan kemampuan kerjasama dan komunikasi lebih baik dalam tim dengan lebih menyadari atau melakukan beberapa hal, seperti:

1. Harus dapat memperhatikan. Memperhatikan terkait permasalahan dan tujuan yang dihadapi oleh grup serta memperhatikan kemampuan serta kekurangan orang- orang yang berada di dalam grup tersebut. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena untuk bekerja dalam sebuah grup tidaklah mudah. Harus ada pemahaman mengenai masalah yang dihadapi dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut.

2. Masing masing anggota di dalam kelompok harus dapat dan memiliki kesadaran untuk mau saling mendengarkan pendapat antar anggota. Perselisihan pendapat terkadang akan muncul dalam diskusi, namun sebagai orang yang bekerja di dalam sebuah grup, saling memberikan perhatian dan mau mendengarkan pendapat anggota lainnya. Perlu disadari bahwa bekerja di dalam sebuah grup harus ada rasa toleransi dan tidak mengutamakan pendapat sendiri tanpa mendengarkan pendapat orang lain.

3. Berempati, berempati dan bersimpati memiliki makna yang berbeda. Bersimpati hanya mengetahui dan memahami apa yang dirasakan oleh anggota di dalam grup namun tidak adanya keinginan untuk menolong atau membantu. Kemudian ada berempati, dalam sebuah tim, berempati lebih dibutuhkan daripada hanya sekedar simpati. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan untuk bekerja di dalam grup diperlukan yang namanya kerjasama. Jadi harus dengan bersama-sama melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang hasilnya nanti berguna untuk mencapai tujuan yang sudah disusun atau diharapkan oleh grup tersebut.

4. Selain itu, seorang manajer juga harus berlaku tegas dalam sebuah tim. Meskipun bukan seorang yang harus berjuang sendiri untuk mengambil keputusan, setidaknya seorang manajer dapat mengetahui aturan bermain dalam kerja tim. Permasalahan dalam The Apprentice khususnya dalam tim Kotu dapat dilihat bahwa project manajer kurang menyampaikan pesan dengan jelas. Meskipun kedua manajer project diawal sama sama mengalami kesulitan dalam mengendalikan tim, namun hingga akhir Scott kurang memberikan kejelasan terkait karakter komik untuk Zappos.com. Dalam prakteknya, Scott lebih tertarik untuk mengerjakannya sendiri. Sebagai seorang manajer project keadaan ini jelas harus dihindari, sebab agar dapat menghindari adanya chaos. 

5. Terakhir, seorang manajer juga harus menghindari adanya filtering. Pada dasarnya filtering terjadi ketika pengirim menahan sebagian pesan karena dia (secara keliru) mengira penerima tidak memerlukan informasi atau tidak ingin menerimanya. Keadaan ini terjadi dalam kelompok Kotu dimana Scott seringkali menahan informasi, sehingga banyak terjadi adanya kesalahpahaman. Sebagai seorang project manager, keadaan ini harus dihindari agar seluruh anggota tim dapat memproses informasi secara lengkap. Sehingga kesalahpahaman dapat dihindari. 

DAFTAR PUSTAKA

Jones, Gareth R; George, Jennifer M. 2018. Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education

Laman Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-path-passionate-happiness/201802/when-did-we-stop-talking-each-other. Diakses pada 18 November 2019


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format