Sulit Mengendalikan Antusiasme Tim, Manajer Harus Bagaimana?

The Apprentice Asia Episode 7 : They Rap! They Beat-box! They Make Girls Cry


6
6 points

Mengenal The Apprentice, Serial Reality Show Tentang Bisnis

The Apprentice merupakan sebuah serial reality show, acara ini bermula di Amerika dan dipimpin oleh Donald trump, pebisnis sukses yang memiliki banyak perusahaan asal Amerika. Setelah sukses di Amerika, The Apprentice mulai eksis di berbagai belahan dunia seperti di UK dan Asia. The Apprentice Asia dipimpin oleh  Tony Fernandez yang adalah pebisnis profesional, Tony Fernandez adalah pemilik grup bisnis bernama Air Asia, ia juga memiliki beragam bisnis lainnya.

Program The Apprentice Asia disiarkan dari Juni hingga Juli 2013 di Kuala Lumpur, tujuan program ini untuk menilai kemampuan bisnis para pesertanya. Reality Show ini disajikan hampir menyerupai situasi saat wawancara pekerjaan. Periode ini dimulai dengan dua belas kontestan Asia (6 pria dan 6 wanita) dari berbagai latar belakang, para kontestan akan bersaing melawan satu sama lain untuk mendapat kesempatan berkarir di salah satu perusahaan terbesar di dunia. 

Setiap minggu, Tony Fernandes menugaskan setiap tim memilih manajer proyek untuk memimpin mereka. Tim yang menang akan menerima hadiah, sementara tim yang kalah akan menghadapi perdebatan di ruang rapat dengan Tony dan dua rekannya untuk menentukan anggota tim mana yang akan dipecat.

The Apprentice Asia Episode 7 : They Rap! They Beat-box! They Make Girls Cry! 

Program The Apprentice memiliki 11 episode, di setiap episode tersaji berbagai macam tantangan bisnis. Topik yang dipilih untuk dianalisis diambil dari Episode 7, tantangannya adalah mendesain seragam untuk karyawan AirAsia, dimana kontestan tersisa ada enam orang dan dibagi dalam  dua grup yaitu grup Mavericks dan Apex.

Sumber Desain : Tim Miracle Worker

Tantangan grup Mavericks dan grup Apex adalah mendesain seragam baru untuk karyawan AirAsia (Guest Service, Weekend Flight Attendant, Ramp Staff), lalu menampilkan hasil rancangan seragam di peragaan busana dan pemenang akan ditentukan oleh karyawan AirAsia. Pada setiap grup terdapat manajer proyek, Dian menawarkan diri untuk menjadi manajer proyek di grup Mavericks dan Alexis menjadi manajer proyek grup Apex.

Grup Mavericks (Jonathan, Andre, dan Dian) memenangkan tantangan bisnis dikarenakan tim mampu memproduksi seragam fungsional dan modis sehingga lebih diminati karyawan AirAsia. Produk favoritnya adalah celemek “Snapron” yang dapat dilepas dari pinggang seragam pramugari, juga memudahkan pramugari memasukan uang receh sambil mendorong troli makanan. Grup Mavericks memenangkan sebanyak 82 suara dari 137 dan mendapatkan hadiah berupa pelajaran penerbangan dari Akademi Pelatihan Airasia di simulator penerbangan Airbus A320.

Namun, Grup Apex (Alexis, Samuel, dan Celina) harus menerima kekalahan dalam tantangan ini.  Mereka dipanggil ke ruangan yang disebut dengan ‘boarding room’. Meskipun karyawan AirAsia menyukai seragam pelayan atau Guest Service, tapi berlawanan dengan seragam pramugari karena dianggap kuno, serta atasan putih mudah kotor bahkan kusam. Mereka menerima 55 suara dari 137 suara. Di ruang Boarding, setiap kontestan diharuskan membela diri serta memberi alasan untuk meyakinkan pemimpin tentang kelebihan dirinya serta alasan-alasan kuat kenapa harus anggota atau kontestan lain yang harusnya dipecat.  Alexis mempunyai alasan kuat untuk mengeluarkan Celina karena sebagai penanggung jawab desainer Celina terlihat tidak tulus dalam menangani orang. Celina kembali membalas kritikan Alexis karena menjadi pemimpin yang buruk dan tidak memberikan input kreatif untuk desainnya.

Namun, Tony memilih untuk memecat Celina karena sebagai penanggung jawab atas desain seragam, ia tidak mengakui kesalahannya sendiri dan tidak menunjukkan keterampilan interpersonal yang baik sedangkan menurut Tony keterampilan interpersonal adalah kunci dalam organisasinya.

Group Size, Work, and Task Dalam Acara The Apprentice: Asia

Proses pengambilan keputusan yang bisa dipelajari dari kompetisi The Apprentice: Asia ini adalah bagaimana performa bisnis diolah dari bentuk reciprocal task interdependence. Pada dasarnya bentuk dari group work seperti ini adalah bagaimana tugas masing-masing individu atau kelompok sangat bergantung dengan tanggung jawab tugas individu lainnya. Maka dari itu penanggung jawab dari tugas yang sudah diberikan harus sering berkolaborasi, curah pendapat, dan memberikan informasi terbaru mengenai tugas yang mereka sedang kerjakan. Dalam hal ini komunikasi tentu menjadi hal yang sangat penting karena kegagalan dalam komunikasi bisa berakibat fatal dalam performa hasil tugas yang diberikan. Ketika komunikasi dan tanggung jawab yang saling mengikat antar individu menjadi kunci, maka umumnya bentuk dari group work seperti ini dibuat dalam skala yang kecil agar menghindari gesekan komunikasi. Di episode 7 The Apprentice: Asia ini kita bisa belajar bagaimana permasalahan interpersonal dalam sebuah group work dengan bentuk reciprocal task interdependence bisa menuntun ke dalam keputusan yang salah.

Ada tiga bentuk proses untuk task interdependence yaitu pooled task interdependence, sequential task interdependence, dan reciprocal task interdependence. Masing-masing dari bentuk proses tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan tidak ada bentuk yang paling efektif dan efisien untuk meliputi semua pengambilan keputusan di dunia bisnis. Disinilah peran manajer untuk bisa mengidentifikasi bentuk group task mana yang paling cocok saat menghadapi tantangan atau mengatasi masalah. Saat tantangan untuk mendesain seragam baru AirAsia diberikan oleh Mr. Fernandez dan kedua tim dibentuk tentu reciprocal task interdependence menjadi bentuk group task yang paling cocok. Ujian yang diberikan Mr. Fernandez adalah untuk memberikan gambaran bagaimana kekuatan komunikasi dan interpersonal masing-masing kandidat bisa dinilai, karena dalam tes ini performa hasil kerja tidak dinilai secara individual namun dinilai secara kelompok.

Setelah pengambilan voting desain dari kelompok mana yang paling praktikal, tim Apex menjadi kelompok yang harus masuk ke ruangan ‘The Boarding Room’. Di adegan ini, poin dari tes yang diberikan mulai menampakkan pentingnya komunikasi dan brainstorming dalam pengambilan keputusan. Celine saat harus mempertahankan keputusan desain seragamnya, dia terlihat sangat dominan dengan opini dia sendiri dan condong untuk menyalahkan orang lain, bahkan berani mengkritik Mr. Fernandez. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Celine gagal memberikan kontribusi ke dalam tim dan terlihat sangat keras kepala.

Salah satu kekurangan dari tugas kelompok ini adalah kesulitan menilai performa kerja secara individu karena kolaborasi yang intens. Maka dari itu opini dan kontribusi kelompok lain seharusnya menjadi petunjuk agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalankan tugas. Mengharapkan timbal balik atau hadiah secara individual dalam bentuk kerja tim reciprocal task interdependence bisa dikatakan sangat minim. Biasanya hadiah diperuntukkan kepada tim sebagai motivasi agar tim meningkatkan kinerja mereka. Namun bukan berarti tidak mungkin performa individual bisa diakui. Di beberapa perusahaan besar seperti Microsoft individu yang menjadi katalis dalam proses kerja tim sering mendapatkan timbal balik yang setimpal.

Belajar pengalaman kegagalan dari Grup Apex

Alex mengajukan diri untuk menjadi manajer proyek Apex. Namun, sebagai penggemar mode Celina yang mengambil alih proses desain, sementara Alex dan Sam mengambil kursi belakang. Seolah-olah Celine tahu cara berpakaian yang benar, “Saya yakin cara saya berpakaian akan mempengaruhi rancangan kita,” dia menyombong, “saya memutuskan dengan firasat: apakah saya memakai ini? Ya, tepat sekali!”Tetapi Kathleen Tan, penasehat The Apprentice tidak setuju dengan pernyataan Celina. Kathleen menyatakan, “Dia terlalu mendominasikan seleranya. Mereka lupa bahwa mereka merancang untuk awak AirAsia.”

Alex, Sam, dan Celine di ruang Boarding. Sumber foto : AXN ASIA

Di sisi lain ketika Sam mengarahkan para model kapan mereka keluar dan masuk, tetapi tidak disetujui oleh Alex dan Celina. Sam merasa Alex dan Celina bersekongkol untuk melawannya. Keputusan Celina didukung oleh Alex. Di ruang Boarding, Tony mengetahui masalah tersebut dan memberi tahunya , ” kadang kamu harus belajar kadang kamu terlalu banyak berbicara, dan orang-orang tidak memperhatikan.” Walaupun Apex berhasil menampilkan pertunjukan yang ramai dan menyenangkan, tetapi hasil tidak sesuai harapan, Apek kalah dalam tantangan. Penyebab gagalnya Tim Apex adalah seragam pramugari mereka sangat kuno, komunikasi yang kurang baik antar tim dan kalah jumlah suara dikarenakan Tim Apex tidak mengikuti instruksi dengan benar.


Like it? Share with your friends!

6
6 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
4
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format