Windows Phone: Ponsel Inovatif yang Terkalahkan

Tom Warren menyebutkan sistem operasi ciptaan Microsoft itu “fokus menjadikan ponsel sebagai media penyaji informasi, bukan terpusat pada aplikasi.”


0

Microsoft resmi menghentikan dukungannya terhadap sistem operasi mobile buatannya, Windows Phone 8.1, terhitung mulai 11 Juli 2017. Hal ini menandai berakhirnya era Windows Phone. Pengumuman penghentian dukungan terhadap Windows Phone 8.1 itu sendiri dilakukan Microsoft di situs resminya, Rabu (12/7/2017). 

Windows Phone 8.1 adalah update besar-besaran Microsoft yang diberikan untuk Windows Phone 8, termasuk penambahan asisten digital Cortana, antarmuka baru, notifikasi, dan update core mobile OS. 

Upaya itu merupakan salah satu upaya besar Microsoft. Namun sayangnya Windows Phone 8.1 kalah bersaing dengan Android dan iOS. 

Data yang dirilis oleh Gartner menyebut 99,6 persen smartphone baru yang diluncurkan ke pasar kini menggunakan Android dan iOS. Microsoft sendiri telah berhenti memproduksi smartphone berbasis Windows Phone dengan brand Lumia. 

Saat ini, dikutip KompasTekno dari The Verge, masih ada 80 persen smartphone ber-OS Windows yang menjalankan gabungan OS Windows Phone 7, Windows Phone 8, atau Windows Phone 8.1. Semua perangkat tersebut kini tidak lagi mendapat dukungan Microsoft.

Berita di atas kami kutip dari kompas.com, menurut kami itu sangat mengejutkan, kami kira memang windows phone hanya tidak laku di Indonesia, tetapi ternyata di seluruh dunia. Padahal jika kita bicara mengenai windows phone kita tidak mungkin lepas dari brand Nokia, brand yang terkenal dengan loyalitas penggunanya,tetapi kenapa ya kok bisa gagal? Mari kita bahas dulu tentang windows phone.

sumber: https://www.neowin.net/news/microsoft-ends-support-for-the-original-version-of-windows-10-mobile/

Windows Phone merupakan sistem operasi mobile yang dikembangkan oleh Microsoft menggantikan Windows Mobile dan Zune. Windows Phone kali pertama diluncurkan pada Oktober 2010 dengan nama Windows Phone 7. Tom Warren, jurnalis The Verge, menyebutkan sistem operasi ciptaan Microsoft itu “fokus menjadikan ponsel sebagai media penyaji informasi, bukan terpusat pada aplikasi.”

Pada awal peluncurannya, Windows Phone optimis bakal mematikan saingannya, yaitu ios dan android. Karena berbagai fitur yang inovatif. Microsoft pada 2014 juga membeli Nokia seharga $7,2 miliar untuk Windows Phone. Dan lahirlah produk yang dinamakan Lumia. Memang pada saat itu, Lumia dengan Windows Phone sangat disambut dengan baik oleh pecinta teknologi karena banyak fitur yang baru dan inovatif dan berbeda dari iOS dan Android. Fitur-fitur tersebut diantaranya adalah user interface Metro, Live Tiles, Kid’s Corner, Dedicated Search Button, People Hub, dan Unified Message.

Windows Phone tetap saja gagal di pasaran meski punya fitur yang inovatif. Pada kuartal IV-2010, saat Windows Phone muncul, sistem operasi tersebut memperoleh 3,4 persen pangsa pasar. Bukannya meningkat, di kuartal IV-2016, saat terakhir sistem operasi itu terdeteksi firma data Statista, mereka hanya memperoleh pangsa pasar sebesar 0,3 persen. Kalah jauh dibandingkan Android yang kala itu memperoleh 81,7 persen pangsa pasar dan iOS dengan 17,9 persen pangsa pasar. 

Mari kita lihat data penurunan dari penjualan smartphone berbasis windows phone.

     

Grafik di atas adalah pendapatan penjualan smartphone berbasis windows per caturwulan pada caturwulan pertama tahun 2015 sampai caturwulan ketiga tahun 2017, bisa kita lihat penurunannya sangat merugikan sekali bagi perusahaan microsoft, tapi bukan berarti perusahaan microsoft jadi bangkrut, bahkan mungkin malah semakin kaya. Berbeda dengan saingannya Android dan iOS yang sampai sekarang semakin melejit dan semakin sukses. Kini, jumlah pangsa pasar Android di Indonesia pada Oktober 2019 mencapai 94,17%. Sedangkan pangsa pasar iOS di Indonesia pada saat yang sama hanya berkisar 5,27%

Berbeda dengan Android yang menjadi sistem operasi yang sangat populer karena mudah dioperasikan, didukung banyak aplikasi gratis, dan perkembangannya juga sangat cepat serta penggunanya bisa mengakses ribuan aplikasi gratis yang disediakan Google di Play Store. Windows Phone hanya menyediakan sekitar 100.000 aplikasi dan Android menyediakan lebih dari 600.000 aplikasi untuk penggunanya. User interface android pun tidak akan membosankan penggunanya dan perkembangan lebih cepat daripada Windows Phone. 

Ada lagi perbedaan dari windows phone dan sistem android, yaitu sistem operasi dari windows phone itu berbayar. Artinya, pembuat smartphone harus merogoh sejumlah uang untuk Microsoft bila ingin menggunakan Windows Phone sebagai sistem operasi perangkat mereka. Dilansir Gizmodo, pembuat smartphone harus membayar $15 per ponsel pada Microsoft. Ini berbeda dengan Android. Pengguna ponsel cukup membiarkan aplikasi-aplikasi bawaan Google terpasang secara default maka Android pun gratis terpasang.

Nokia Lumia 720, dengan OS Windows Phone 8.
Sumber: The Verge (https://www.theverge.com/2013/4/16/4226108/nokia-lumia-720-review)

Bila dibandingkan dengan iOS besutan Apple pun, Windows Phone masih kalah. iOS menjadi sistem operasi terpopuler kedua (setelah Android) karena mampu memberikan kesan premium dan menawarkan tingkat keamanan data yang tinggi khas Apple. Kesan premium didapatkan para pengguna iOS karena iOS hanya dibuat khusus untuk produk ponsel Apple, yaitu iPhone. Apple juga menyematkan App Store pada iOS, sehingga setiap pengguna iPhone dapat mengakses 700.000 aplikasi, baik gratis maupun berbayar, yang dapat diunduh langsung ke handset masing-masing. Bahkan banyak dari aplikasi tersebut yang hanya khusus dibuat untuk iOS.

Analisis yang Dilakukan

Yang pertama, kita perlu mengidentifikasi kompetitor. Microsoft dapat mengidentifikasi kompetitor berdasarkan bidang industrinya, dalam hal ini produsen Windows Phone dapat melihat kompetitor dalam satu industrinya, yaitu Apple dan juga Samsung. Perusahaan juga dapat melihat dari sudut pandang pasar.

Selanjutnya, perusahaan melakukan assessing competitors. Berikut adalah cara-caranya:

Determining competitors’ objectives

Microsoft dapat melihat kompetitornya (Apple dan Samsung) berdasarkan keuntungan yang kompetitornya dapat, kemudian pertumbuhan saham mereka, melihat arus kas, melihat teknologi siapa yang lebih unggul, dan pelayanan mana yang lebih unggul. Samsung lebih unggul dalam penjualan, sementara Apple dengan menyediakan produk yang premium untuk penggunanya.

Identifying competitors’ strategies

Microsoft harus dapat mengidentifikasi strategi yang dimiliki oleh Apple dan Samsung. Semakin mirip sebuah strategi yang dimiliki oleh salah satu perusahaan yang bersaing maka semakin ketat persaingannya. Misalnya, Apple fokus pada nilai keunikan, terus berinovasi, branding dalam pemasaran. Sedangkan Samsung melakukan riset yang dibutuhkan pelanggan, 

Assessing competitors’ strengths and weaknesses

Mengembangkan produk yang tidak kita miliki melalui riset dan pengembangan mereka. Seperti halnya perusahaan Apple, Samsung, dan beberapa perusahaan lainnya yang hingga menghabiskan biaya hingga belasan miliar USD. Samsung yang memiliki tujuan untuk memasarkan produknya di negara-negara berkembang kemudian membuat keputusan untuk memangkas biaya produksi untuk mengalahkan salah satu kompetitornya yaitu Huawei.

Estimating competitors’ reaction

Reaksi para kompetitor ketika melihat bahwa kita memiliki produk baru yang bisa menjadi tren, bisa membuat pasar baru sehingga seolah-olah tidak ada pesaing di sana atau mengurangi penjualan dari perusahaan kompetitor kita, maka kompetitor tersebut kemudian akan mencari cara melalui bagian riset dan development mereka untuk bisa mengalahkan kita. Cara yang dipakai pun bisa bervariasi seperti mencontoh hasil produk dari perusahaan lain, mengamati hasil perusahaan lain yang kemudian kekurangan dari produk tersebut diperbaiki, dengan harapan pasar akan berpindah kepada produk yang dihasilkan.

 

Ketiga, perusahaan dapat memilih mana perusahaan yang akan diserang, dan mana yang akan dihindari. Windows dapat memilih perusahaan yang lebih lemah, tetapi Windows nampak harus menghindari Apple dan Samsung karena akan membuang biaya dan tenaga. Saat memilih kompetitor yang harus disaingi, perusahaan juga akan mendapatkan pemasukan seperti pengembangan produk dan dapat melegitimasi teknologi baru. Ada dua kompetitor, baik yang bersaing secara aturan industri, dan buruk jika melanggar aturan dan bermain sesuai aturan sendiri. Tetapi perusahaan juga dapat menghindari lingkungan pasar yang berkompetisi.  Terakhir, perusahaan juga dapat melakukan designing competitive intelligence system. Windows dapat mengumpulkan informasi dari pesaingnya kemudian diinterpretasikan, didistribusikan, dan lalu digunakan.

Perbandingan Windows Phone 10 vs Android Marshmallow vs iOS 9

Berdasar pada analisis kompetitor di atas, produsen Windows Phone dapat menggunakan strategi kompetitif pemasaran yang terpusat pada konsumen. Strategi ini disebut dengan value disciplines yang dikenalkan oleh Michael Treacy dan Fred Wiersema. Penerapan value disciplines untuk Windows Phone dapat dilakukan dengan memberikan nilai superior berupa:

  1. Operational excellence, yakni dengan mengedepankan aspek harga dan kenyamanan belanja. Harga yang ditawarkan haruslah terjangkau dan cara menjangkau produk mudah. Selain itu perlu dipastikan bahwa produk merupakan produk berkualitas. Dari hasil analisis di atas, melihat kelebihan produk milik Apple dan Samsung merupakan produk yang memiliki banyak fitur dan kualitas yang cukup baik, produsen Windows Phone dapat mengusahakan ketersediaan produknya yang juga sama baiknya atau bahkan lebih baik. Kebaikan kualitas ini dapat pada aspek ketahanan baterai ponsel, tampilan user interface yang lebih menarik, dan keterjagaan pengguna dari peretasan. Keterjangkauan harga ini dikarenakan produk-produk Apple tidaklah murah, sehingga Microsoft dapat hadir untuk memberikan kualitas yang sama dengan Apple namun pada harga yang lebih terjangkau. Belum selesai di sana, Microsoft juga perlu memiliki strategi pricing yang tepat untuk produknya karena Samsung telah bersaing di pasar dengan menyediakan berbagai produk pada berbagai tingkat keterjangkauan harga. Selain itu Microsoft dapat menyediakan layanan pra pembelian, pembelian dan paska pembelian yang mungkin belum maksimal disediakan oleh kompetitornya.

2. Customer Intimacy, yakni dengan melakukan segmentasi yang tepat dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan segmen konsumen yang disasar. Melihat bagaimana keberterimaan konsumen alat komunikasi saat ini cenderung pada produk gawai pintar dengan sistem operasi Android, Windows Phone tentu memiliki saingan yang berat. Sistem operasi yang ditawarkan sebagai inovasi ternyata belum sesuai dengan kebutuhan konsumen yang ditargetkan Microsoft. Microsoft kemudian perlu kembali memvalidasi kebutuhan dan kecenderungan pasar. Perlu juga dilakukan analisis lebih lanjut mengenai keberterimaan konsumen pada produk dengan sistem operasi IOS seperti yang dikembangkan Apple. Dari sini, Microsoft dapat menentukan kembali segmen konsumen yang sebenar-benarnya mampu ia sasar mencontoh lalu memodifikasi strategi pesaing untuk dapat diterima di pasar.

3. Product Leadership, yakni dengan melakukan perbaikan dan pengembangan serta inovasi  yang berkelanjutan. Tidak lepas dari hasil validasi pasar, kebutuhan konsumen merupakan dasar pengembangan dan inovasi suatu produk. Microsoft perlu memahami hal ini dengan baik.  Setelah itu Microsoft dapat mengembangkan fitur yang belum ada baik pada produk Apple dan Samsung yang ‘nendang’ dan tentunya dibutuhkan oleh konsumen.  

Apabila ketiga nilai ini dapat diberikan oleh produsen Windows Phone maka produk ini dapat memiliki keunggulan kompetitif baru (tambahan). Keunggulan kompetitif tersebut adalah produk Microsoft merupakan produk dengan inovasi unik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Windows Phone juga menawarkan berbagai fitur unik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan target konsumennya. Kemudahan mengakses produk dengan harga yang terjangkau memberikan nilai tambah bagi produk Microsoft, selain itu Microsoft juga terus meningkatkan penyediaan kebutuhan konsumen melalui produknya dan terus berinovasi untuk dapat bersaing dalam pasar.

Posisi kompetitif produk Windows Phone adalah Market Nicher mengingat pangsa pasarnya yang masih kalah jauh dibandingkan dengan produk Apple maupun Samsung. Pada posisi kompetitif ini strategi untuk menghadapi pesaing di pasar adalah dengan betul-betul memahami target konsumennya dan menyediakan kebutuhan konsumennya ini. Dengan begitu perusahaan dengan posisi kompetitif ini seperti Microsoft akan tetap dapat menjual produknya. Perusahaan, dalam hal ini Microsoft, perlu melakukan pengembangan skill and customer goodwill untuk mampu bersaing dengan kompetitor dalam masa perkembangannya dan menjadi spesialis pemenuh kebutuhan target konsumen.

Orientasi perusahaan produsen Windows Phone dalam melakukan persaingan di pasar alat komunikasi ini sebaiknya adalah market orientation yang mana berfokus tidak hanya ada konsumen namun juga kompetitor. Melihat persaingan yang makin keras dan ketat saat ini, Microsoft selaku produsen harus menyeimbangkan fokusnya untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memenangkan kompetisi pasar dengan lawannya. Inovasi perlu juga didasarkan pada kompetitor selain pada kebutuhan konsumen, sebisa mungkin Microsoft melakukan inovasi yang unik dari kompetitornya sehingga outcome inovasi tersebut benar-benar sampai pada konsumen sebagai pemenuhan kebutuhan dan keinginannya.


Disusun oleh: Market Expert

Ega   /   Farras   /   Firda   /   Mahes   /   Panji


Referensi:

https://tekno.kompas.com/read/2012/08/29/05341016/apple.inginkan.produk.samsung.dilarang

https://www.wartaekonomi.co.id/read180288/5-perusahaan-it-ini-berlomba-gelontorkan-dana-riset.html

https://www.liputan6.com/tekno/read/3304038/samsung-merugi-akibat-pemangkasan-produksi-iphone-x

https://www.merdeka.com/teknologi/samsung-dilaporkan-produksi-smartphone-lewat-perusahaan-tiongkok-di-2020.html

https://www.wartaekonomi.co.id/read180288/5-perusahaan-it-ini-berlomba-gelontorkan-dana-riset.html

https://tirto.id/nasib-sial-windows-phone-sistem-operasi-buatan-microsoft-c2Kz

https://tekno.kompas.com/read/2017/07/12/09240437/berakhirnya.era.windows.phone

https://www.dictio.id/t/mengapa-windows-phone-kalah-populer-dengan-android/15502/2

https://tirto.id/buggycow-kelemahan-apple-yang-dibongkar-google-diCu

https://www.jurnal.id/id/blog/10-strategi-marketing-apple-yang-bisa-anda-pelajari/

https://ekonomi.bisnis.com/read/20131003/105/166841/ini-4-strategi-samsung-pertahankanposisi-no1

https://carisinyal.com/kelebihan-dan-kekurangan-samsung-galaxy-a40/

https://www.statista.com/statistics/263795/number-of-available-apps-in-the-apple-app-store/

https://www.statista.com/statistics/266210/number-of-available-applications-in-the-google-play-store/

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format