Domino’s boss goes Undercover

Undercover Boss adalah sebuah tayangan di stasiun televisi CBS di mana para eksekutif dan CEO dari berbagai macam bidang usaha ‘menyamar’ sebagai karyawan baru.


0

Undercover Boss adalah sebuah tayangan di stasiun televisi CBS di mana para eksekutif dan CEO dari berbagai macam bidang usaha ‘menyamar’ sebagai karyawan baru. Final Season 4 kemarin menayangkan sejumlah pertemuan “epic” dari episode-episode sebelumnya, yang menggerakkan pada eksekutif untuk membuat perubahan yang nyata.

Para boss ini harus hidup seperti pegawai, bekerja seperti pegawai, dan makan seperti pegawai. Tujuannya agar para boss tahu apa sebenarnya yang para pegawai lakukan, bagian mana yang harus diperbaiki, fasilitas apa yang perlu ditambah dan pegawai mana yang berdedikasi tinggi. Intinya, penyamaran selama seminggu ini akan mempengaruhi keputusan-keputusan besar di masa datang.

Kita tentu berpikir, pasti para pegawainya akan cari muka, karena direkam kamera. Yang menarik, ternyata mereka bisa berlaku alami. Yang jutek ya jutek, yang malas ya ada, yang seenaknya sendiri juga ada, sampai sang boss ingin segera membuka penyamarannya  dan  memarahi pegawainya. Sebaliknya, bagi yang berdedikasi, sang boss berbaik hati memberikan dana untuk sekolah anak, rekreasi, memberi tawaran promosi, melanjutkan sekolah, atau membatalkan pemotongan gaji. Tidak semua memerlukan uang, karena ada yang hanya berupa kalimat pembangkit semangat, memasukkan pegawai ke tim pelatihan, atau memperbaiki sistem organisasi.

Saya hanya membayangkan, bisakah acara ini diterapkan di Indonesia? Kalau mendapat lisensi berarti judulnya menjadi ‘Undercover Boss Indonesia’, kalau tidak ya beri saja judul ‘Penyamaran Boss’ (menjual ngga ya?). Manfaatnya banyak, baik untuk pegawai, top management maupun para boss. Untuk pemirsa mereka mendapatkan hiburan ‘drama’ pegawai dan boss, sekaligus mendapat pengetahuan mengenai seluk beluk perusahaan. Pegawai perusahaan akan merasa diperhatikan oleh para top management, karena para petinggi itu berusaha memahami apa yang terjadi di bawah. Sedangkan boss yang menyamar juga dapat menyelamatkan perusahaannya dari kehancuran karena kehilangan pegawai yang berdedikasi.

Pada episode kali ini akan mengangkat CEO Domino Pizza yaitu chief Don Meij untuk berpartisipasi dalam acara Undercover Boss.

Chief Don Meij akan melakukan perjalanan dinas dari satu tempat ketempat lain dengan biaya akomodasi sesuai dengan karyawan normal .

Beberapa Cabang yang dikunjungi :

1.Canberra ,  yang dianggap cabang tersibuk .

Don Meij ingin melakukan pengecekan kepada sistem oprasional bagaimana kepemimpinan dan proses berjalan di cabang ini serta proses pengantaran pizza.

Don Meij bertemu meneger muda yang sudah bekerja lama dan mempunyai attitude yang baik , mengajarkan dengan baik dan benar mempunyai emosional yang baik dan ramah.

Pada hari kedua Don Meij mencoba menjadi Pizza Delivery dan bertemu Rajesh(Raj) ,Raj merupakan pengantar pizza yang berkepribadian baik ramah serta selain mengantar pizza Raj juga belajar pada posisi lain . Don Meij juga terkesima melihat Raj serta terkejut setelah mencicipi Pizza yang dibuat oleh Raj dengan resepnya sendiri .

Hasil Pada Cabang ini sangatlah baik karena bertemu dengan dua orang yang mengagumkan .

2.Brisbane , Dominos Spring hill

Don Meij bertemu dengan Arthur , kali ini kurang memuaskan walaupun mempunyai keramahan tetapi penguasaan product dan penjelasan yang diberikan masih kurang baik , serta kurang efisien dan efektif dalam pembuatan pizza membuat banyak membuang banyak bahan baku .

Hasil Pada cabang ini membuat Don Meij menyimpulkan masih banyak cabang yang perlu pelatihan .

3.Dominos Gungahalin.

Don Meij Bertemu dengan Teegan dan Charlie,kepuasan pun mulai terlihat kembali .

karena kegigihan kerja kedua orang tersebut .

4.Dominos , Innisfail (Queensland)

Don Meij Bertemu dengan Louis , kembali dengan senang karena cara  kerja loise yang sangan baik dan memikirkan customer.

Setelah bertemu mereka semua maka CEO Don Meij memanggil semua orang tersebut dan memberikan apresiasi dalam bentuk hadiah .

Pembahasan dan pembelajaran yang dapat kita ambil :

Expectacy , Intrumentality and Valence


(Expectancy) adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi karena perilaku atau suatu penilaian bahwa kemungkinan sebuah upaya akan menyebabkan kinerja yang diharapkan.

(Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai/martabat tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan. Dengan kata lain, Valence merupakan hasil dari seberapa jauh seseorang menginginkan imbalan/ signifikansi yang dikaitkan oleh individu tentang hasil yang diharapkan.

(Instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama ekspektansi merupakan sesuatu yang ada dalam diri individu yang terjadi karena adanya keinginan untuk mencapai hasil sesuai dengan tujuan atau keyakinan bahwa kinerja akan mengakibatkan penghargaan.


Dapat disimpulkan dari semua orang yang ditemui Don Meij mempunyai kepercayaan akan ada saatnya semua kerja keras mereka dilihat dan dinilai baik , dan itu terjadi ketikan Don Meij menyamar menjadi karyawan biasa untuk melihat keadaan aslinya .

Contoh :

Input yang diberikan : 

- Bekerja ramah , dapat membimbing dengan baik , menjaga tempramental.

- Memikirkan perasaan customer 

- Memikirkan Ide-ide baru untuk perusahaan 

Output  :

-Hadiah yang diberikan seperti uang  10.000 dollar , 2.000 dollar 

liburan untuk Louis .


House’s Path – Goal Theory.


Teori path-goal atau House’s path goal theory dikembangkan oleh Robert J. House dan berakar pada teori harapan (Ia dipengaruhi oleh model teori yang dikembangkan Victor Vroom dan juga Martin G. Evans).

Teori ini didasarkan pada premis bahwa persepsi karyawan tentang harapan antara usaha dan kinerja sangat dipengaruhi oleh perilaku seorang pemimpin. Para pemimpin membantu bawahan terhadap pemenuhan akan penghargaan dengan memperjelas tujuan dan menghilangkan hambatan kinerja.

Pemimpin melakukannya dengan memberikan informasi, dukungan, dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan oleh karyawan untuk menyelesaikan tugas. Dengan kata lain kepuasan atas kebutuhan mereka bergantung atas kinerja efektif, dan arahan, bimbingan, pelatihan, dan dukungan yang diperlukan.

Teori path-goal menganut pandangan kepemimpinan sebagai pelayan. Kepemimpinan tidak dipandang sebagai sebuah posisi kekuasaan. Sebaliknya, pemimpin bertindak sebagai pelatih dan fasilitator kepada bawahan mereka.

Menurut Gareth R Jones dalam buku “ Contemporary Management”,  Path Goal theory memberikan manager tigpandungan untuk menjadi seorang effective leaders , yaitu : 

  1. Cari tahu hasil apa yang berusaha diperoleh bawahan Anda dari pekerjaan dan organisasi mereka
  2. Hadiahi bawahan untuk kinerja tinggi dan pencapaian tujuan dengan hasil yang mereka inginkan
  3. Klarifikasi jalan menuju pencapaian tujuan bagi bawahan, singkirkan hambatan apa pun untuk kinerja tinggi, dan nyatakan kepercayaan diri pada kemampuan bawah

Gaya Kepemimpinan

Keempat gaya kepemimpinan adalah

1. Kepempimpinan direktif: disini pemimpin memberikan pedoman, yang memungkinkan bawahan tahu apa yang diharapkan dari mereka, menetapkan standar kinerja bagi mereka, dan mengontrol perilaku ketika standar kinerja tidak terpenuhi. Pemimpin secara bijaksana memberikan penghargaan dan sanksi disiplin. Bawahan diharap mengikuti aturan dan kebijakan yang dikeluarkan.

2. Kepemimpinan suportif: pemimpin yang sifatnya mengayomi bawahan dan menampilkan perhatian pribadi terhadap kebutuhan, dan kesejahteraan mereka.

3. Kepempimpinan partisipatif: pemimpin yang percaya pengambilan keputusan dalam kelompok dan berbagi informasi dengan bawahan. Dia berkonsultasi bawahannya mengenai keputusan penting berkaitan dengan pekerjaan, tujuan tugas, dan cara untuk menyelesaikan tujuan.

4. Kepemimpinan berorientasi prestasi: pemimpin menetapkan tujuan yang menantang dan mendorong karyawan untuk mencapai kinerja terbaik mereka. Pemimpin percaya bahwa karyawan cukup bertanggung jawab untuk mencapai tujuan yang menantang. Gaya ini sama dengan pandangan teori penetapan tujuan.


Dari 4 gaya kepemipinan tersebut Don Meij Memiliki beberapa :

-Kepemimpinan Supportif ketika Don Meij memikirkan keadaan Store yang memiliki pendingin ruangan yang rusak dan diganti baru .

-kepemimpinan partisipasi dimana mau mendengarkan masukan orang yang memberikan ide untuk pizza dengan rasa baru .

Sumber:

Contemporary Management 11th Ed

https://teorionlinejurnal.wordpress.com/2012/08/18/path-goal-theory-of-leadership/

http://perilakuorganisasi.com/teori-path-goal.html

https://chanatha.wordpress.com/2010/01/04/path-goal-theory/

https://www.youtube.com/watch?v=ICHenl53nPs

https://www.smh.com.au/business/small-business/dominos-boss-goes-undercover-20101008-16azg.html


Disusun Oleh :

•Karina Kusuma

•Landung Dewandoko

•Muhammad Samanhudi

•Stefanus Danny Krisna Haryadi





Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format