REACH FOR THE FRIES! #MOTIVATION #LEADERSHIP

● DINI WULANDARI ● FEDORA CALISTA ● QORADENISA ● R BIMO PRAMULEKSONO ●


2
2 points

SINOPSIS BOSS UNDERCOVER, CHECKERS & RALLYS

Undercover Boss adalah judul seri sebuah tayangan televisi di AS tentang bos-bos yang menyamar dan bekerja di perusahaannya sendiri. Samaran dilakukan dengan mengganti pakaian mereka yang biasanya mahal dengan pakaian yang murah, mengubah tampilan wajah dan rambut agar lebih pas menyamar. Karena bos-bos yang tampil ini adalah pemimpin perusahaan besar, maka sebagian besar karyawan belum pernah bertemu. Banyak manfaat dapat dipetik dari tontonan tersebut. Selain menarik karena berupa kemasan acara reality show yang bagus, juga karena ada hal-hal detil teknis yang mencerahkan. Pelajaran paling penting tentu saja tentang bagaiman bos-bos belajar dari situasi nyata di lapangan. Dalam bahasa kita, padanan kegiatan itu mungkin blusukan. (1)

Serial UndercoverBoss pada Season ketiga episode empat menampilkan tentang CEO restoran makanan cepat saji Checker & Rally’s, Rick Silva, yang akan blusukan ke beberapa outlet yang dimilikinya untuk dapat melihat langsung kendala-kendala yang mungkin terjadi di lapangan.

Headquarters Checkers & Rallys berada di Tampa, Florida. Checkers & Rallys tersebar di 30 negara bagian di seluruh US dengan $ 680 mio revenue per tahun, 2,2 mio burger per minggu dan di armadai 20.000 pegawai. Berawal dari dua perusahaan berbeda, yaitu Rallys 1985 dan Checkers 1986 yang menyajikan menu yang sama dan kemudian melakukan merger di tahun 1999 menjadi Checkers & Rallys.

Silva yang sebelumnya telah memiliki pengalaman selama 13 tahun di Burger King, pada saat tahun 2007 awal Silva bergabung, dia melakukan banyak perubahan dalam tim manajemen, Silva membawa banyak orang baru untuk bergabung dalam tim, orang-orang yang dia tahu bisa bekerja sesuai ekspektasinya.

Ide-ide untuk menu yang Checkers & Rallys jual berawal dari input customer, mereka berprinsip tidak akan menjual menu yang tidak diinginkan customer mereka. Ide tersebut dikembangan dalam Focus Group yang mereka bentuk. Checkers & Rallys sangat terlibat dalam industri fast food ini, Checkers & Rallys juga salah satu yang memperkenalkan chicken wings pertama kali. Silva mengatakan “Competitor can chase us, but can’t catch us”. 

Berasal dari Cuba – American yang merupakan kaum minoritas di lingkungannya, Silva kecil menjalani kehidupan masa kecil yang sulit dan sering dibuli.Silva sering kali kalah dalam perkelahian, tapi saat ia pertama kali menang dalam perkelahian, orang-orang yang membulinya tidak pernah menganggunya lagi, dari sini Silva memetik pelajaran. Pengalaman kerja pertama Silva adalah saat bekerja bersama ibu dan seluruh anggota keluarganya di apotek milik ibunya di Miami.

Melalui program reality show undercover boss ini Silva berharap dapat melakukan re-evaluate dan menemukan hal-hal baru yang ada diperusahaan untuk pengembangan bisnis kedepannya. Saat ini mereka memiliki 800 restaurant dan ingin mengembangkan hingga mencapai 1.000 restauran dalam waktu 2-3 tahun ke depan. 

Silva sangat concern akan kenyamanan customer dan lingkungan kerjanya, hal ini lah yang menjadikan ia sangat kesal apabila ada tamu ataupun karyawannya yang diperlakukan secara tidak hormat dan layak.

Dalam acara reality show tersebut Silva menyamar sebagai Alex Garcia, seorang pemilik apotek gagal dari Philadelphia. Para co-workers diberitahu bahwa dia adalah kontestan tv show “Second Chances”.

HASIL PENYAMARAN

Dalam penyamarannya, Silva mengunjungi 4 store berikut:

Store Florida

Di tempat tersebut ia bertemu dan didampingi oleh Todd, dia ditempatkan dibagian grill and fry. Todd sudah 1,5 tahun bekerja di Checkers & Rallys. Saat ditanya butuh berapa lama untuk bisa menguasai semuanya, Todd menjawab tidak lama, dia belajar sendiri karena tidak ditraining. Training yang pernah dia dapatkan adalah saat dia masih bekerja di McD. Silva terkejut karena itu adalah posisi yang critical. Todd merasa mereka tidak hanya menyajikan burger, tapi juga harus memuaskan customer. Todd ingin menjadi chef, 7 tahun yang lalu dia ingin sekolah kuliner, namun pupus karena harus membantu keuangan keluarga.


Saat di store ini, Silva melihat label timer untung masing-masing alat tidak sesuai. GM di store suka berteriak dan kasar. Silva yang sedang dalam undercover mengajak Stephen (the GM) untuk berbincang mengenai perlakuannya terhadap crew di sana. Stephen mengatakan dia tidak akan didengar kalau tidak berteriak dan kasar. Stephen baru 6 minggu menjadi GM, dia belum selesai training, baru menjalani 3 minggu training. Dan semua crew di sana belum mendapatkan training. Silva mengatakan apabila belum ditraining, kesalahan bukan ada di mereka apabila mereka tidak bekerja secara maksimal. Silva merasa gagal karena seharusnya dia bisa menciptakan lingkungan di mana semua diperlakukan dengan respect. 




Carrol City, Florida

Di sini Silva bertemu dengan Joyce saat shift malam. Joyce mengeluhkan mengenai perangkat speaker drive thru yang sudah tua. Saat ditanya perubahan apa yang Joyce inginkan, dia membahas mengenai apple pie sundaes yang mereka jual, setelah mereka menghilangkan choco cupcake sundaes, Joyce mengerti bahwa itu peraturan perusahaan dan mereka harus satu suara, walaupun pada kenyataannya, mungkin Apple Pie akan laku di Midwest, tp tidak di Southwest, karena mereka biasanya menyajikan itu untuk thanksgiving. Joyce percaya akan “local store marketing”.

Silva menyadari bahwa selama ini mereka membuat keputusan hanya dari focus group yang ada, tapi sebenarnya mungkin solusi dan ide juga bisa datang dari orang-orang seperti Joyce yang juga sebenarnya asset untuk mereka.


Mobile, Alabama 

Perjalanan ketiganya dilakukan ke Alabama untuk melihat apakah perubahan design mobile store bekerja dengan baik, dan ternyata berhasil. Di sini Silva bertemu dengan Johana yang sudah bekerja 7 tahun di sana. Silva mendapatkan input dari Johana mengenai tidak adanya reward untuk para staff. Di sini Silva juga melihat kapasitas yang Johana miliki, dia sadar betul bahwa mereka tidak memaksimalkan kapasitas yang dimiliki Johana, dan apabila ada orang lain yang menyadari itu, Johana akan dibajak pihak lain.


Flint, Michigan

Setelah melakukan perjalanan ke tiga store sebelumnya dan melihat secara langsung berbagai kendala yang ada didalamnya, Silva menutup perjalanannya dengan mengunjungi store yang memiliki performa terbaik. Ditempat tersebut Silva menguak jati dirinya sebagai seorang CEO dengan meminta para karyawan di store sebelumnya untuk datang ke Flint menemuinya dan memberikan solusi dari masing-masing kendala mereka di store tempat mereka bekerja. 

  

Silva menemui mereka satu persatu dan menyampaikan hal-hal sebagai berikut:


Johana

:

Johana akan dimentori oleh Silva. Dia juga dipromosikan untuk posisi management & training. Gajinya naik 25%. Dia juga diberikan $20.000 sebagai reward.

Joyce

:

Silva mengganti speaker yang rusak di store Joyce, dia sadar betul bahwa pekerjaanmereka sudah berat, mereka harus bekerja cepat, tapi akan terhambat karena speaker yang rusak (sulit mendengarkan orderan customer). Silva juga akan membuka sesi konseling dengan para team yang akan didengarkan oleh CEO dan para tim executive. Reward $20.000

Todd

:

Setiap karyawan baru akan ditraining dengan nilai-nilai cara memperlakukan orang dengan respect, Todd diberikan beasiswa untuk culinary degree dan reward sebesar $15.000.

MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN

Motivasi adalah suatu kondisi atau keadaan yang mendorong, merangsang atau menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu atau  kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya (2). Dalam sudut pandang organisasi, motivasi dapat didefinisikan sebagai kekuatan psikologis yang menentukan arah perilaku seseorang dalam suatu organisasi, tingkat upaya seseorang dan tingkat kegigihan seseorang dalam menghadapi rintangan.

Dalam perkembangannya, konsep motivasi memilik teori-teori yang banyak digunakan oleh manajer pelaksana di organisasi-organisasi di seluruh dunia , salah satu dari teori yang dirasa sesuai dengan episode Undercover Boss edisi Checkers and Rally’s ini adalah Maslow’sHierarchy of Needs yang dicetuskan oleh Abraham Maslow. Teori ini telah menerima pengakuan luas di antara manajer pelaksana karena teori ini dinilai praktis dan logis secara intuitif

Maslow membuat hipotesis bahwa dalam setiap diri manusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yaitu fisiologis (rasa lapar, haus, seksual, dan kebutuhan fisik lainnya), rasa aman (rasa ingin dilindungi dari bahaya fisik dan emosional), sosial (rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, dan persahabatan), penghargaan (faktor penghargaan internal dan eksternal), dan aktualisasi diri (pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan diri sendiri) (3)

Teori tersebut terbagi dalam suatu tingkatan tertentu yang mengelompokkan kebutuhan manusia dari yang paling dasar hingga yang tertinggi.

Berikut penerapan Teori kebutuhan Maslow pada kasus Checkers & Rally’s :


Kebutuhan (Needs)

Deskripsi

Contoh kasus pada Checkers & Rally’s

Highest – Level needs 

Kebutuhan aktualisasi diri (Self-actualization needs)

Kebutuhan untuk mewujudkan potensi penuh seseorang sebagai manusia


Silva memberikan tanggung jawab baru kepada Johanna untuk menempati posisi Management and Training


Kebutuhan harga diri ( Esteemneeds)

Kebutuhan untuk merasa baik tentang kemampuan seseorang, untuk dihormati oleh orang lain, dan untuk menerima pengakuan dan penghargaan


Selain jabatan baru yang diterima Johanna, Beasiswa Todd dan sesi konseling yang didapat oleh karyawan lain merupakan bentuk esteem needs yang coba dipenuhi oleh Silva

Kebutuhan cinta, sayang , kepemilikan (Belongingness needs)

Kebutuhan akan interaksi sosial, persahabatan, kasih sayang dan cinta

Akan diberikannya training untuk karyawan baru agar mereka dapat saling respect satu sama lain

Kebutuhan keamanan (Safety needs)

Kebutuhan akan keamanan, stabilitas dan lingkungan yang aman

Digantinya speaker yang rusak disalah satu store merupakan salah satu upaya menjaga  kebutuhan keamanan dalam hal stabilitas lingkungan kerja

Lowest-level needs (Most Basic or compelling)

Kebutuhan Fisiologis ( Physiological need)

Kebutuhan dasar seperti makanan, air dan tempat berlindung yang harus di penuhi agar seseorang dapat bertahan hidup

Silva memberikan tempat kerja yang layak.

Selain motivasi, hal krusial lain yang mendasari keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan adalah adanya leadership yang baik yang diterapkan oleh manager atau pemimpin di organisasi tersebut.

Seorang Pemimpin ataupun Manajer sering memerintahkan anggota tim atau bawahannya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Dengan pemberian perintah dan dituruti oleh bawahannya, berarti Pemimpin ataupun Manajer tersebut telah menggunakan kekuasaannya dalam organisasi. Jadi pada dasarnya, yang dimaksud dengan Kekuasaan (Power) adalah kemampuan memengaruhi orang lain untuk bersedia untuk melakukan sesuatu yang diinginkannya. Penggunaan kekuasaan yang efektif akan meningkatkan motivasi bawahannya sehingga dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Sebaliknya, penggunaan kekuasaan yang tidak efektif oleh seorang pemimpin akan mengakibatkan dampak negatif sehingga pekerjaan ataupun tugas yang diberikan kepada bawahannya tidak dapat terlaksana dengan baik(4)

Berikut lima jenis kekuasaan dalam organisasi dan contoh penerapannya pada kasus Checker & Rally’s :

  • Kekuasaan sah (Legitimate Power)


Merupakan kekuasaan yang ada karena konsekuensi hirarki yang ditempati oleh seseorang dalam suatu organisasi, kekuasaan ini memungkinkan ia memberikan perintah dan instruksi kepada bawahannya

Kekuasaan ini tergambar dari sikap Silva yang dapat dengan mudah memberikan instruksi kepada karyawan dari tiga store bermasalah yang ia kunjungi sebelumnya untuk menemuinya di Flint. Juga instruksi perintah pemenuhan fasilitas seperti halnya speaker yang rusak di cabang Carrol City Florida 

  • Kekuasaan balas jasa (Reward Power) 

adalah kemampuan seorang manajer untuk memberikan atau menahan hadiah baik yang bersifat tangible maupun intangible kepada karyawannya.

Contoh sikap : Silva memberikan reward dalam bentuk uang dalam jumlah yang cukup fantastis dan juga beasiswa dan naik jabatan kepada karyawan yang ditemuinya di lapangan yang dinilai memiliki potensi yang masih bisa terus dikembangkan.

  • Kekuasaan paksaan (Coercive Power)

Adalah kemampuan seorang manager untuk memberikan hukuman. hukuman dapat berkisar dari teguran lisan hingga pengurangan gaji atau jam kerja hingga pemecatan yang sebenarnya

Contoh sikap : Silva sangat bijaksana dalam menyikapi GM Store salah satu outlet yang suka berteriak dan kasar dengan tidak memberikan hukuman melainkan mengajak berbincang mengenai sikapnya dan akan menyelenggarakan training dan sesi konseling bagi seluruh pegawai agar mereka dapat lebih baik lagi dalam bersikap khususnya satu sama lain

  • Kekuasaan ahli (Expert Power)


Expert power muncul karena adanya keahlian ataupun keterampilan yang dimiliki oleh seseorang. Seringkali seseorang yang memiliki pengalaman dan keahlian tertentu memiliki kekuasaan ahli dalam suatu organisasi meskipun orang tersebut bukanlah Manajer ataupun Pemimpin. Individu-individu yang memiliki keterampilan/keahlian tersebut biasanya dipercayai oleh Manajernya untuk membimbing karyawan lainnya dengan benar. (5)


Contoh sikap : Dalam hal ini, expert power yang dimaksud dapat terlihat pada sosok Joyce. Kepiawaian Joyce dalam membaca kurangnya minat customer di Southwest pada Apple Pie yang memang biasanya mereka konsumsi pada Thanksgiving membuat Silva menyadari bahwa Joyce mempunya potensi yang perlu dikembangkan lebih jauh.


  • Kekuasaan rujukan (Referent Power)


Referent power bersifat lebih informal dibanding jenis power yang lain , merupakan kekuasaan yang diperoleh atas dasar kekaguman, keteladanan, kharisma dan kepribadian dari seorang pemimpin.


Hal ini tentunya tergambar jelas dari keseluruhan sikap dan tindakan yang bijaksana dan kepedulian yang ditunjukkan Silva yang pastinya akan menimbulkan dampak kagum dan menjadi sosok teladan bagi karyawannya

Untuk tetap dapat memonitor para pegawainya, Checkers & Rally’s menerapkan tipe kepemimpinan House’s Path – Goal Theory. Path Goal theory (teori jalur tujuan) dari kepemimpinan telah dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana perilaku seorang pemimpin mempengaruhi kepuasan dan kinerja bawahannya. Teori ini pertama kali diungkapkan oleh Evans (1970) dan House (1971). (6)


Menurut Gareth R Jones dalam buku “ Contemporary Management”,  Path Goal theory memberikan manager tigpandungan untuk menjadi seorang effective leaders , yaitu : 

  1. Cari tahu hasil apa yang berusaha diperoleh bawahan Anda dari pekerjaan dan organisasi mereka
  2. Hadiahi bawahan untuk kinerja tinggi dan pencapaian tujuan dengan hasil yang mereka inginkan
  3. Klarifikasi jalan menuju pencapaian tujuan bagi bawahan, singkirkan hambatan apa pun untuk kinerja tinggi, dan nyatakan kepercayaan diri pada kemampuan bawah

Dari ketiga point tersebut, Silva telah menerapkan hampir secara menyeluruh dengan terjun langsung mempelajari kendala yang ada di lapangan dan memberikan solusi berupa training, konseling, reward , gaji, pemenuhan fasilitas outlet dan naik jabatan bahkan beasiswa bagi karyawannya yang di nilai memiliki performa yang baik dan potensi yang lebih untuk keberlangsungan perusahaan di masa yang akan datang

Dalam prosesnya  Path Goal theory mengidentifikasi empat jenis perilaku kepemimpinan yang memotivasi bawahan, yaitu :

  • Directive Behaviors

mirip dengan memulai struktur dan termasuk menetapkan tujuan, menetapkan tugas, menunjukkan kepada bawahan cara menyelesaikan tugas dan mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kinerja

Rick Silva memiliki tujuan mengembangkan cabang hingga mencapai 1000 restaurant di 2-3 tahun kedepan sehingga melalui undercover boss ia dapat meninjau kendala yang mungkin muncul dalam operasional lapangan dan memberikan langkah nyata penyelesaian dengan berbicara satu persatu ke beberapa pegawai tersebut dan memberikan solusi nyata untuk dapat meningkatkan kinerja pegawainya di kemudian hari

  • Supportive Behaviors

Sama halnya dengan bentuk perhatian, termasuk mengungkapkan kepedulian terhadap bawahan dan mencari kepentingan terbaik mereka

Rick Silva menunjukkan kepeduliannya terhadap para keluhan dan pribadi masing-masing karyawan. Hal ini ditunjukkan dengan penggantian speaker drive thru yang rusak, memberikan uang sebesar $20.000 kepada Johanna untuk membeli mobil baru dikarenakan mobil yang saat ini kerap kali membuat dia kesulitan untuk berangkat kerja, memberikan beasiswa kepada Todd untuk mengejar mimpinya untuk sekolah kuliner.

  • Participative Behaviors

Memberikan arahan pada bawahan terkait hal dan keputusan yang  dapat mempengaruhi mereka.

Rick Silva memberikan arahan kepada GM store Florida untuk dapat memperlakukan bawahannya dengan lebih baik, meski pada akhirnya ia menyadari bahwa kesalahan ada pada management perusahaan yang tidak terlebih dahulu membekali training untuk pegawai baru sehingga membentuk budaya kerja yang kurang baik yaitu kurangnya rasa peduli antar karyawan.

  • Achievement-oriented Behaviors

Memotivasi bawahan untuk berprestasi pada tingkat setinggi mungkin misalnya dengan menetapkan tujuan yang menantang, berharap bahwa mereka akan bisa memenuhi dan percaya pada kemampuan bawahan.

Rick Silva memberikan kepercayaan kepada Johanna dengan dipromosikan untuk posisi management & training. Silva percaya bahwa kemampuan yang dimiliki oleh Johanna akan lebih berkembang jika ia di tempatkan dalam tanggung jawab yang lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

1.https://www.kompasiana.com/hendrimmahfuzh/5520a2be8133113c7419fac5/bos-yang-menyamar-malah-belajar

2.https://duniapendidikanaceh.blogspot.com/2016/11/motivasi-dalam-organisasi.html

3. https://id.wikipedia.org/wiki/Motivasi

4. https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-kekuasaan-power-dan-5-jenis-kekuasaan-dalam-organisasi/

5. https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-kekuasaan-power-dan-5-jenis-kekuasaan-dalam-organisasi/

6. https://teorionlinejurnal.wordpress.com/2012/08/18/path-goal-theory-of-leadership/



Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format