Undercover Boss – Johnny Rockets Good Food, Good Mood

Serial Undercover Boss pada season 2 episode 2 menampilkan Johnny Rockets. John Fuller, Presiden dan CEO Johnny Rockets, salah satu rantai restoran bertema retro.


0

A. Sinopsis

Undercover Boss adalah serial televisi realitas Amerika, berdasarkan seri Inggris dengan nama yang sama dan diproduksi oleh Studio Lambert di kedua negara. Setiap episode menggambarkan seseorang yang memiliki posisi manajemen atas di bisnis besar, memutuskan untuk menyamar sebagai karyawan entry-level untuk menemukan kesalahan dalam perusahaan. Musim pertama terdiri dari sembilan episode yang diproduksi pada tahun 2009 dan pertama ditayangkan pada tanggal 7 Februari 2010, di CBS.

Serial Undercover Boss pada season 2 episode 2 menampilkan Johnny Rockets. Penyamaran I, John Fuller, Presiden dan CEO Johnny Rockets, salah satu rantai restoran bertema retro terbesar di negara ini, menyamar untuk bekerja di sebuah restoran untuk pertama kalinya dalam karirnya. Selama bertugas menyamar, dia belajar memasak hamburger sampai dengan menyajikan hamburger kepada konsumen. Dia gagal tes rasa pertamanya ketika bertugas menyiapkan salah satu hamburger khas perusahaan, dan juga panik ketika dia berpikir sampulnya telah meledak.

Penyamaran kedua, John Fuller bekerja di Mohegan Sun Casino. Di restoran ini Johny bertemu dengan pelayan yang bernama Janice. Janice mengajarkan kepada John mengenai pekerjaan di resto tersebut mulai dari menanyakan secara detail pesanan konsumen, menyiapkan pesanan, sampai dengan menyajikan. John melihat bahwa semua konsumen resto sangat menyukai Janice karena sifatnya yang lucu, ramah, dan responsif. Untuk mengurangi kebosanan dan stress, Janice mengajak semua pegawai bernyanyi sambil berjoget. 

Penyamaran ketiga, John Fuller bekerja sebagai bartender di sport lounge. Dia bertemu dengan Claudia. Hari pertama bekerja, konsumen restoran mengetahui penyamaran John Fuller. Konsumen mengetahui bahwa dia CEO dari Johnny Rocket. 

Penyamaran keempat, John Fuller bekerja sebagai food runner/ pramusaji. Di Restoran tersebut bertemu dengan pegawai yang bernama Tony sebagai food runner (pramusaji). John ditegur oleh manager resto dikarenakan bekerja kurang cekatan. 

Setelah melakukan penyamaran di empat restoran Johnny Roket dan juga mengenal para karyawannya dengan berbagai latar belakang John merasa gagal menjadi CEO.

B. Masalah yang ditemukan

Ada 3 point permasalahan yang dapat di rangkum saat John Fuller menyamar sebagai pegawai :

  1. Motivasi kerja sangat di perlukan para karyawan dalam melayani customer agar dapat memberikan  pelayanan sebaik mungkin, dengan rutinitas sehari-hari yang sama dapat menimbulkan kejenuhan para karyawan dalam bekerja

  2. kecepetan dan ketepatan dalam bekerja sangat diperlukan di organisasi Restoran seperti Johny Rocket. karena pelayan yang cepat dan ramah sangat di perlukan dalam bidang usaha Restoran seperti Johny Rockets

  3. sikap leadership manager toko perlu ditingkatkan dalam memanage karyawan agar para karyawan bisa saling bersinergi dalam bekerja untuk melayani pelanggan

C. Teori Motivasi

Teori dua faktor (juga dikenal sebagai teori motivasi Herzberg atau teori hygiene-motivator). Teori ini dikembangkan oleh Frederick Irving Herzberg (1923-2000), yang menyatakan bahwa ada faktor-faktor tertentu di tempat kerja yang menyebabkan kepuasan kerja, sementara pada bagian lain ada pula faktor lain yang menyebabkan ketidakpuasan. Dengan kata lain kepuasan dan ketidakpuasan kerja berhubungan satu sama lain.

Faktor-faktor tertentu di tempat kerja tersebut oleh Frederick Herzberg diidentifikasi sebagai hygiene factors (faktor kesehatan) dan motivation factors (faktor pemuas).

Dua faktor ini oleh Frederick Herzberg dialamatkan kepada faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik, dimana faktor intrinsik adalah faktor yang mendorong karyawan termotivasi, yaitu daya dorong yang timbul dari dalam diri masing-masing orang, dan faktor ekstrinsik yaitu daya dorong yang datang dari luar diri seseorang, terutama dari organisasi tempatnya bekerja. seperti yang terjadi di Johnny Rockets dimana di setiap outlet yang berbeda sang CEO John Fuller menemui orang-orang yang membuat nya merasa gagal sebagai seorang CEO

Gambar:https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-teori-dua-faktor-two-factor-theory-atau-teori-motivasi-hygiene/8928

D. Saran

Teori Dua-Faktor menyiratkan bahwa manajer harus fokus untuk menjamin kecukupan faktor hygiene (faktor kesehatan) guna menghindari ketidakpuasan karyawan. Juga, manajer harus memastikan bahwa pekerjaan sebagai perangsang dan bermanfaat sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja dan melakukannya lebih keras dan lebih baik. Teori ini menekankan pada kerja pengkayaan sehingga memotivasi karyawan. Pekerjaan harus memanfaatkan keterampilan karyawan dan kompetensi mereka secara maksimal yang dapat meningkatkan kerja berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA :

https://www.youtube.com/watch?v=gN0_2eBnntQ

http://perilakuorganisasi.com/teori-dua-faktor.html_

https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-teori-dua-faktor-two-factor-theory-atau-teori-motivasi-hygiene/8928 

Kelompok Impossible – Matkul BMN Eksekutif 39B kelas E

•Andree Carnegie Lee•Teguh Pamuji•Indria Wardhani•Verra Zumrotus Sholihah•


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
im-possible

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format