UNDERCOVER BOSS, PROGRAM 7 HARI YANG MERUBAH KEHIDUPAN PERUSAHAAN MODELL’S SPORTING GOODS

Sebagai perusahaan besar yang memiliki banyak cabang dan pekerja, Mitchell sebagai CEO Modell's Sporting Goods merasa perlu untuk melihat langsung jalannya bisnis.


1
1 point

Undercover Boss adalah sebuah tayangan serial di stasiun televisi Amerika Serikat berdasarkan seri Inggris dengan nama yang sama dan diproduksi oleh Studio Lambert di kedua negara. Setiap episode menggambarkan seorang boss yang memiliki posisi top management atau eksekutif atau bahkan pemilik dari suatu bisnis besar dari berbagai macam bidang usaha, memutuskan untuk menyamar sebagai karyawan entry-level untuk menemukan kesalahan dalam perusahaannya sendiri. Mereka mengubah penampilan dan membuat skenario untuk karakter yang akan hadir di berbagai bidang operasi dan lokasi perusahaannya. Para boss ini harus hidup seperti pegawai, dan bekerja seperti pegawai. Tujuannya agar para boss tahu apa sebenarnya yang para pegawai lakukan, bagian mana yang harus diperbaiki, fasilitas apa yang perlu ditambah dan pegawai mana yang berdedikasi tinggi. Sehingga penyamaran selama satu minggu ini akan mempengaruhi keputusan-keputusan besar di masa datang.

Make over Mitchel B. Modell menjadi Joey Glick

Sumber : Elite Readers

Serial Undercover Boss pada musim 4 episode 1 menampilkan Mitchell B. Modell, seorang CEO dari toko pakaian dan perlengkapan olahraga di Amerika Serikat, Modell’s Sporting Goods. Mitchell mencukur seluruh rambut di kepalanya, mengenakan kumis walrus yang besar dan mengubah identitas menjadi Joey Glick, seorang mantan pemilik toko pizza di Brooklyn yang menutup usahanya enam bulan lalu. Skenario yang dijalankan adalah para kru Undercover Boss akan berakting sebagai kru reality show rekayasa dimana Joey akan bekerja bersama pegawainya di dalam gudang perusahaan dan di berbagai lokasi toko Modell’s Sporting Goods. Para pegawainya akan diminta untuk menilai apakah Joey pantas memenangkan sejumlah uang untuk memulai bisnis baru. Sebagai CEO, Mitchell mengemukakan bahwa biasanya ia adalah orang yang terakhir tahu mengenai permasalahan yang ada dalam perusahaannya sehingga dalam misi penyamaran ini ia ingin berhadapan langsung dengan konsumen serta ingin mengalami apa yang dirasakan dan diharapkan para pegawai sehingga ia dapat memperbaiki kesalahan yang ada serta membuat organisasi perusahaan yang lebih sehat.

Pekerjaan yang pertama, Mitchell ditempatkan pada toko baru Modell’s Sporting Goods di Millford, Connecticut dan bekerja bersama asisten manajer, James. Connecticut adalah suatu wilayah yang baru dipenetrasi oleh Modell selama lima tahun, dalam perjalanannya cabang ini mengalami kesulitan pada penjualan dan telah mengalami downsizing store, apabila tidak adanya titik cerah dalam penjualan maka cabang ini terancam akan ditutup terkait kerugian yang terus dialami. James mengajari Mitchell bagaimana melipat baju, memberi kesempatan untuk mix & match baju yang akan dipasang pada mannequin dan bagaimana melayani para konsumen dengan baik. Mitchell menilai James  sangat berdedikasi pada pekerjaannya, namun kesalahan yang terjadi pada toko ini adalah buruknya jaringan distribusi sehingga seringkali kekurangan stok dan tidak tersedianya barang-barang yang sesuai dengan permintaan pasar. Jadwal fleksibel yang dijanjikan kepada pegawai juga tidak berjalan sebagaimana mestinya, pegawai yang seharusnya bekerja hanya 40 jam per minggu pada kenyataannya melebihi ketentuan tersebut. Di sisi lain James menceritakan latar belakangnya yang merupakan seorang pensiunan pemadam kebakaran, ia bukan seorang yang ahli dalam bisnis ritel namun ia mencintai pekerjaannya saat ini terutama ketika bertemu anak-anak di toko yang senang pada saat membeli sepatu bola. Ia juga menyampaikan pada Mitchell bahwa ia melewatkan pertandingan softball anak perempuannya dikarenakan tuntutan untuk bekerja yang tidak fleksibel.

Pekerjaan yang kedua, Mitchell ditempatkan pada pusat distribusi di Bronx, New York dan bekerja bersama shipping associate, Christopher. Christopher mengajari bagaimana mengemas setumpuk kardus serta mengoperasikan mesin untuk memuat kardus-kardus tersebut ke dalam truk distribusi. Christopher mengungkapkan ia hanya mendapatkan upah US$ 230 selama seminggu dengan beban kerja fisik yang cukup berat. Disini Mitchell menyadari upah minimum yang diterima oleh Christoper dan pegawai lainnya adalah salah satu akibat dari tekanan yang ia beri kepada tim manajemen untuk memangkas pengeluaran perusahaan. Sama halnya dengan James, Christopher juga mendapatkan kesempatan untuk menceritakan latar belakangnya di mana ia bekerja untuk menghidupi dan menyekolahkan adiknya, ayahnya telah meninggal pada saat ia berusia tiga tahun. Menurut Christopher, keluarga adalah segalanya, ia ingin adiknya menjadi seorang yang sukses dan berhasil dibandingkan dirinya yang dulu pernah ditangkap karena narkoba dan alkohol.

Pekerjaan yang ketiga, Mitchell masih tetap berada pada pusat distribusi di Bronx, namun kali ini ia akan bekerja bersama pengemudi truk distribusi, Kirk. Ini merupakan kali pertama Mitchell menyambangi pusat pendistribusian barang. Saat itu Kirk mengajari Mitchell bagaimana mengemudi truk distribusi dimana sangat berbeda dengan mengemudi mobil biasa. Kirk dengan sabar memberikan arahan kepada Mitchell bagaimana mengemudi mobil besar seperti truk. Namun pada akhirnya Kirk merasa tidak aman jika truk dikemudikan oleh Mitchell. Terdapat kendala pada saat pendistribusian dimana truk dengan kapasitas yang besar kesusahan mendapatkan lokasi parkir. Kirk menyampaikan kepada Mitchell bahwa manajemen harus melihat kondisi di lapangan. Melihat bagaimana proses pengiriman yang selama ini tidak pernah diperhatikan oleh manajemen. Disaat yang bersamaan Mitchell juga menyampaikan bahwa dia terkejut dengan kondisi yang dilihat. Selama ini manajemen hanya peduli bagaimana barang sampai ke customer dengan cepat namun lupa memperhatikan aspek – aspek kecil dalam prosesnya. Kirk juga menyampaikan bagaimana perbandingan load kerja dengan penghasilan yang didapatkan para drivers adalah tidak setimpal. Kirk sendiri telah memiliki pengalaman kerja sebagai driver di beberapa perusahaan sehingga dia dapat membandingkan penghasilan beberapa driver. Di Modell’s, driver tidak hanya sebagai pengantar namun juga sebagai buruh uplift dan offload barang. Dalam kesempatan yang sama, Kirk memberikan masukan kepada Mitchell jika ingin membuka usaha baru agar dapat memberikan perhatian kepada pekerjanya sampai dengan level bawah dan tetap menjaga komunikasi baik kepada semua pekerjanya. Setelah mendengarkan semua masukan Kirk terhadap apa yang dirasakan selama bekerja di Modell’s, Mitchell menyadari bahwa selama ini Mitchell lepas kendali dalam memperhatikan pekerjanya, tidak respect, dan tidak responsive. Mitchel juga menyadari bahwa terjadi lack of communication antara Mitchell dengan semua pekerjanya. 

Pekerjaan yang keempat, Mitchell berada pada salah satu toko Modell’s yang baru dibuka tahun lalu di Washington, D.C. dan bekerja bersama store associate, Angel. Kesan pertama yang Mitchell dapatkan dari Angel adalah ia sangat memahami pentingnya customer service, ia mengajarkan dengan detail bagaimana bekerja di kasir, menyapa konsumen, memasang penanda diskon pada merchandise dan mengurutkan size pakaian dari small hingga large. Namun kali ini lagi-lagi ditemukan banyaknya permintaan konsumen yang tidak tersedia pada toko, Mitchell mengatakan tidak sedikit konsumen keluar toko dengan tidak membeli apa pun. Angel menanyakan mengapa Mitchell, yang berakting sebagai Joey, memutuskan untuk menutup usaha pizza yang ia kelola sebelumnya, Mitchell beralasan karena ketatnya persaingan bisnis sehingga memaksa ia untuk menutup usahanya. Angel bersimpati dan memberikan motivasi bahwa hidup terkadang berada di atas dan di bawah, sama dengan kondisi Angel sebelumnya di mana ia adalah seorang manajer sebuah restoran namun pada usia 25 tahun ia hamil dan mengharuskan berhenti dari pekerjaannya. Keadaan memaksanya menjadi tunawisma, ia pernah mengalami tidur di halte, tidak memiliki sepeser uang untuk makan hingga akhirnya tinggal di penampungan tuna wisma bersama anaknya. Namun ia tetap percaya bahwa keadaan akan menjadi lebih baik apabila ada kemauan yang mendorong, sama halnya ketika ia bersyukur dan mencintai pekerjaannya pada saat ini. Mendengar kondisi Angel, Mitchell merasa sedih mengingat ia lah yang menentukan berapa gaji dari seluruh karyawannya, namun salah satu karyawannya adalah seorang tuna wisma.

Setelah menjalani keempat pekerjaan dengan tanggung jawab berbeda dan juga mengenal para karyawannya dengan berbagai latar belakang, Mitchell menyadari dirinya gagal menjadi seorang CEO, banyak karyawan yang bekerja dalam keadaan stres dan frustasi dikarenakan tekanan yang ia berikan kepada seluruh organisasi mengenai pengurangan biaya yang berujung pada rendahnya bayaran yang diterima oleh karyawan. Para karyawan memberinya gambaran tentang bagaimana rasanya bekerja dengan upah minimum pada beban kerja yang padat dan berat. Mitchell mempertimbangkan betapa kurangnya ia memahami pekerjaan yang dilakukan karyawannya. Dia merasa malu atas kurangnya komunikasi antara manajemen atas dan para karyawan. Mitchell juga menemukan bahwa beberapa tokonya tidak tersedia stok merchandise yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya. Ia berjanji akan melakukan perubahan yang lebih baik bagi keberlangsungan perusahaannya.

Mitchell Modell memanggil James, Christopher, Kirk dan Angel untuk bertemu di Citi Field dan mengakui identitasnya sebagai CEO. Mitchell memuji dan berterima kasih atas dedikasi yang telah diberikan kepada Modell’s selama bekerja dan memberikan masing-masing reward atas usaha yang telah dilakukan serta berbagai karakter dan latar belakang yang menyentuh dan  memberi pelajaran hidup maupun pandangan yang berbeda untuk kemajuan perusahaannya.

 

Mitchell B. Modell dalam memimpin Modell’s Sporting Goods

 

Modell’s Sporting Goods adalah toko pakaian dan perlengkapan olahraga yang dimiliki  dan dioperasikan oleh keluarga Modell secara turun temurun. Didirikan pada tahun 1889 oleh Morris A. Modell, kakek buyut dari Mitchell Modell, toko Modell’s yang pertama terletak di Cortlandt Street di Manhattan, NYC. Empat generasi keluarga Modell telah mengembangkan bisnis keluarga menjadi sebuah jaringan dengan lebih dari 150 toko di seluruh Timur Laut Amerika Serikat. Modell’s juga menjadi sponsor utama berbagai tim cabang olahraga seperti New York Yankees, New York Mets dan Brooklyn Nets.

Mithcell Modell dan Michael Modell

Sumber : YouTube

Pada tahun 1987 ayah dari Mitchell, Bill Modell, mengangkat Mitchel dan saudaranya, Michael Modell menjadi Co-President. Keduanya bekerja sama secara baik dan berhasil meningkatkan pendapatan Modell’s dari US$ 18 milyar menjadi US$ 443 milyar. Namun pada tahun 2001 di usia 41 tahun, Michael meninggal dikarenakan komplikasi dari penyakit Hodgkin. Kepergian Michael menjadikan Mitchell memimpin Modell’s seorang diri. Mitchell menyadari dirinya dan Michael memiliki karakter yang sangat berbeda. Michael adalah seorang pendengar yang baik dan hal itu membuat orang-orang di sekitarnya menyukainya dan menjadikannya seorang pemimpin, sedangkan Mitchell adalah tipikal karakter yang sering melakukan hal tidak masuk akal.

Dalam usaha ekspansi Modell’s, Mitchell yang berencana akan membuka delapan hingga sepuluh toko pada satu tahun akan sangat memperhatikan setiap pengeluarannya, apabila suatu pengeluaran tidak meningkatkan penjualan dan menghasilkan profit maka ia akan menekan seluruh tim manajemen untuk memangkas pengeluaran. 

Namun melalui program Undercover Boss, Mitchell yang rela menyamar sebagai “Joey Glick” demi mendapatkan kesempatan untuk melihat perusahaannya melalui kacamata yang berbeda, menemukan fakta bahwa perusahaannya telah membatasi pengeluaran dengan mengorbankan karyawannya yang paling membutuhkan.

 

Penilaian Mitchell terhadap Kinerja Karyawan

Penilaian kinerja (performance appraisal), juga disebut tinjauan kinerja, evaluasi kinerja, atau penilaian karyawan, adalah upaya menilai prestasi dengan tujuan meningkatkan produktivitas karyawan maupun perusahaan. Hal yang berkaitan dengan penilaian kinerja adalah penilaian loyalitas, kejujuran, leadership, teamwork, dedikasi dan partisipasi.

Setelah melakukan penyamaran dan terjun langsung ke bisnis, Mitchell menyadari beberapa hal yang selama ini tidak pernah dipikirkan olehnya. Bahwa tiap pekerja dibawahnya memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda – beda. Meski memiliki latar belakang yang berbeda, mereka tetap fokus pada satu tujuan yaitu menghasilkan profit bagi perusahaan dengan kata lain tetap melakukan hal terbaik yang bisa dilakukan para karyawan. 

Hal yang tidak pernah dipikirkan oleh Mitchell dan baru disadarinya adalah, bahwa pentingnya menyapa hangat para customer dengan harapan terciptanya engagement antara perusahaan dan customer sehingga menghasilkan customer yang loyal. Selain itu juga Mitchell menyadari bahwa begitu banyak karyawannya yang mencintai perusahaannya namun harus kecewa karena kurangnya perhatian dari atasan hingga kepada level paling bawah. 

Mitchell juga menyadari bahwa banyak karyawannya yang merasa kurang mendapatkan kesempatan berkarir di Modell’s karena atasan seakan tutup mata atas apa yang sudah dilakukan oleh para pekerja.menyadari hal tersebut, Mitchell merasa shock bahwa dia mendapati apa yang ada di lapangan ternyata di luar ekspektasinya.

Jenis Pekerjaan

Tempat yang dikunjungi

Hasil Kunjungan

Asisten Manager, James

Modell’s Sporting Goods di Millford

Penyamaran Mitchell gagal, karena diketahui oleh James. Namun hal tersebut tidak menutup James untuk menyampaikan apa yang ingin disampaikan olehnya. 

Modell’s cabang Connecticut akan ditutup jika tetap membukukan laba yang stagnan atau bahkan merugi. 

Mitchell akhirnya mengetahui kekurangan pada cabang ini, yaitu distribusi barang yang kurang maksimal sehingga customer banyak yang kecewa dan pulang tanpa membeli apapun.

Mitchell kemudian mengambil keputusan langsung untuk memberikan supply barang lebih kepada cabang Connecticut. 

Mitchell juga mengatur kembali keputusan pemberian kerja flexible agar para pekerja nya senang menjalani pekerjaan dan tetap bisa menghabiskan waktu bersama keluarga. 

Shipping Associate, Christoper

Delivery Center di Bronx, New York.

Mitchell menyadari bahwa pekerjaan di Delivery Center membutuhkan kekuatan fisik yang mana tidak sebanding dengan upah yang dibayarkan kepada pegawainya. 

Mitchell sadar bahwa pekerja memiliki banyak latar belakang yang berbeda dan motivasi berbeda untuk terus bertahan dalam pekerjaannya.

Delivery Associate, Kirk.

Delivery Center di Bronx, New York.

Mitchell menemukan bahwa banyak sekali kendala dalam pengiriman barang, salah satunya fasilitas tempat parkir yang sedikit sehingga harus bergantian. Dampaknya adalah proses offload yang sangat lama. 

Sebagai Delivery Associate, Kirk juga memiliki beban sebagai buruh uplift dan offload barang, sehingga hal tersebut dirasa memberatkan para pekerja dengan upah minimum. 

Store Associate, Angel

Modell’s Sporting Goods di Washington DC

MItchell sadar bahwa keramahan dalam menyambut pelanggan sangat penting, dan angel menjalani dengan sangat baik. Hal ini berdampak baik pada kesetiaan pelanggan terhadap toko Modell’s.

Mitchell sadar bahwa pekerjanya adalah seorang tunawisma dengan 3 orang anak dan itu membuatnya sangat terpukul

Teori Motivasi dalam Sistem Kepemimpinan Modell’s Sporting Goods

Setiap individu memiliki motivasi tersendiri saat melakukan suatu pekerjaan. Motivasi adalah proses-proses psikologi yang dapat menyebabkan adanya stimulasi, kegigihan, serta arahan terhadap kegiatan yang dilakukan seseorang dengan sukarela pada suatu tujuan tertentu, dalam hal ini adalah melakukan suatu pekerjaan yang memiliki kontribusi dalam suatu perusahaan. Seorang karyawan bergabung ke suatu perusahaan dan termotivasi untuk bekerja tentunya untuk mendapatkan suatu outcome.

Beberapa outcome dapat berupa suatu tanggung jawab, hasil pencapaian, dan kesenangan melakukan pekerjaan yang menarik atau menyenangkan, sehingga menghasilkan perilaku yang termotivasi secara intrinsik. Outcome lainnya, seperti gaji, keamanan kerja, tunjangan, dan waktu liburan, menghasilkan perilaku yang termotivasi secara ekstrinsik.

Sedangkan suatu organisasi atau perusahaan merekrut karyawan untuk mendapatkan suatu input. Input adalah suatu kontribusi yang seseorang berikan pada pekerjaan atau organisasi, seperti waktu, usaha, latar belakang pendidikan, pengalaman, keterampilan, pengetahuan, dan perilaku kerja. 

Seorang manajer berusaha memotivasi anggota dari suatu organisasi untuk dapat memberikan input — melalui perilaku, upaya, dan kegigihan mereka — yang membantu organisasi mencapai tujuannya.  Mereka memastikan bahwa anggota organisasi memperoleh hasil yang mereka inginkan ketika mereka memberikan kontribusi yang berharga bagi organisasi. Manajer menggunakan outcome untuk memotivasi orang untuk menyumbangkan input mereka ke organisasi. Keselarasan antara karyawan dan tujuan organisasi secara keseluruhan dapat digambarkan dengan The Motivation Equation.

The Motivation Equation

Pada kasus yang terjadi pada Modell’s Sporting Goods, para karyawan sesungguhnya telah memberikan input yang baik bagi perusahaan, kecintaan mereka terhadap pekerjaannya merupakan sebuah motivasi intrinsik. Namun hal itu tidak sejalan dengan outcome yang mereka dapatkan. Rendahnya upah yang diterima, beratnya beban kerja, tidak seimbangnya antara kehidupan dan pekerjaan, serta kurangnya apresiasi dan komunikasi antara atasan dan bawahan membuat ketidakpuasan karyawan dalam bekerja. Mitchell Modell sangat merepresentasikan gaya leadership Amerika dimana pimpinan hanya memfokuskan pada profitabilitas. Dalam teori Sources of Managerial Power, Mitchell sebagai pimpinan perusahaan cenderung hanya dominan pada Legitimate Power dan Coercive Power. Kondisi ini didukung dengan bentuk perusahaan sebagai family-owned business dimana Mitchell sebagai satu-satunya posisi tertinggi yang dapat mengambil keputusan bagi perusahaan.

Herzberg’s Motivation-Hygiene Theory

Selain adanya motivasi internal, salah satu sumber motivasi eksternal adalah organisasi itu sendiri sehingga menjadi tugas manajer untuk menciptakan lingkungan kerja yang dapat menimbulkan adanya suatu motivasi. Menurut Teori Herzberg, kondisi pada Modell’s Sporting Goods juga mencerminkan kurangnya motivator factor, sebaliknya banyak terdapat hygiene factor yang menurunkan kepuasan atau bahkan produktivitas karyawan. Sedangkan berdasarkan Maslow’s Hierarchy of Needs, Modell’s tidak memenuhi lowest-level needs untuk karyawannya, yaitu kebutuhan dasar seperti makanan, minuman dan tempat tinggal dengan memberikan upah yang memungkinkan seseorang untuk membeli makanan, pakaian dan memiliki tempat tinggal yang layak.

Apabila seorang manajer mampu memahami motivasi, maka secara khusus ini merupakan alat yang berharga untuk memahami/understanding perilaku dalam organisasi, meramalkan/predicting, dan mengarahkan perilaku individu agar sesuai dengan tujuan organisasi yang akan dicapai. 

“Undercover Boss” membawa perubahan pada Modell’s

Di akhir acara Mitchell mengundang James, Christopher, Kirk dan Angel untuk memberikan motivator factor dan outcome berdasarkan performance dan dedikasi yang telah diberikan selama bekerja :

  • James dipromosikan menjadi ambassador supervisor sekaligus asisten manajer dan diberikan reward untuk liburan keluarga selama 7 hari yang ditanggung oleh Modell’s

  • Christopher diberikan tantangan untuk tidak lagi bolos kerja selama 90 hari dan sebagai imbalannya ia akan diberi sebuah cek sebesar US$ 20,000. Tak hanya itu, Chris dan saudaranya, Adrian diberikan hadiah perjalanan eksklusif dengan Brooklyn Nets.

  • Kirk dipromosikan menjadi Yard Maintenance Supervisor serta menaikan gajinya. Mitchell juga memberinya sebuah cek sebesar US$ 50,000 tanpa pajak

  • Angel dipromosikan menjadi asisten manajer. Mitchell memberinya kenaikan gaji sebesar US$ 14.000 dan sebuah cek senilai US$  250,000 agar dapat segera pindah dari tempat penampungan tuna wisma

“Ini telah membantu kami membawa perubahan pada perusahaan,” kata Mitchell. “Sebagai CEO, salah satu hal yang selalu membuat Anda bertanya-tanya adalah apa yang dipikirkan oleh rekan-rekan karyawan Anda dan seperti apa hari-hari mereka. Itu adalah pengalaman yang luar biasa.”

“Melihat dedikasi rekan kerja kami, terlepas dari beberapa kesulitan yang mereka alami, pengalaman ini telah membuka mata saya,” katanya. “Kenyataan bahwa Anda dapat membawa perbedaan dalam suatu kehidupan seseorang yang begitu peduli dengan perusahaan dan membawa perubahan dalam cara kami menjalankan perusahaan merupakan sesuatu yang berharga.”

Selepas dari program “Undercover Boss,” Modell’s Sporting Goods membawa serangkaian reformasi, beberapa di antaranya adalah proses yang lebih baik dalam mengenali dan mempromosikan karyawan yang berbakat, membuat jalur pengiriman dan distribusi ke toko yang lebih efisien dan efektif, mengurangi beban tanggung jawab sales associate sehingga mereka dapat fokus dalam melayani pelanggan, menambah tenaga kerja dalam jam-jam sibuk di warehouse, dan mengurangi beban kerja dari manajer toko dan asisten manajer untuk mencegah kejenuhan.

Kontes Joey Glick Look-A-Like

Sumber : zimbio.com

Bersyukur atas pelajaran yang didapat, Mitchell membantu memasarkan program dengan meminta karyawannya mengenakan kaus “Undercover Boss” dan dengan memasang iklan di toko-toko dan di 115 truk serta membuat kontes Joey Glick look-a-like. Mitchell juga sukses membuka cabang toko baru di Bronx, Long Island, dan pusat kota Manhattan.

Sumber : 

  1. https://www.sportsbusinessdaily.com/Journal/Issues/2012/10/29/People-and-Pop-Culture/Undercover-Boss.aspx

  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Modell%27s_Sporting_Goods

Artikel ini di tulis oleh :

Dewi Amelia

Mirza Zulkarnain

Unggul Satriya Anugrah

Rieza Sidrafil Febianti


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
2
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format