Build A Bear : Building Bears isn’t all child’s play


0
Credit

Sharon John, CEO Build A Bear menyamar menjadi karyawan magang bernama “Jessie” di 3 outlet dan 1 gudang Build A Bear untuk mengalami kehidupan seperti yang dijalani karyawannya.Build a Bear adalah satu-satunya toko yang memungkinkan orang untuk membuat boneka mereka sendiri. Perusahaan ini telah meluncurkan beberapa produk baru dandia ingin melihat respon para konsumen.

Ketika dia tiba di tokopertama dia disambut oleh Lenney, seorang karyawan yang sangat antusias. Lenney mengatakan kepadanya, "Kami akan menempatkan Anda pada mesin isianboneka jadi saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara membuatnya karena kami akan mengadakan pesta hari ini." Jessie tampak senang dengan antusiasme Lenney, tetapi ia gugup untuk mengerjakan hal yang yang baru yaitu mengoperasikan mesin isianboneka. Setelah sedikit bimbingan, Lenney meninggalkan Jessie untuk mengerjakan mesin itu sendirian dan Jessie tetap tidak dapatbekerja dengan baik. Isinya berakhir di mana-mana kecuali di dalam beruang, tetapi Jessie tidak kehilangan kesabaran.Lenney bercerita pada Jessie bahwa adiknya yang berperan besar hingga ia datang ke Build A Bear dan ingin tetap bekerja di tempat tersebut karena kesukaannya berfoto dengan boneka. Kemudian ia bercerita bagaimana dia bekerja untuk merawat keluarganya dan bagaimana neneknya membesarkannya ketika ibunya tidak ada.Jessiepun menyadari sulit dipercaya bahwa Lenney memiliki begitu banyak beban, padahal usianya hanya beberapa tahun lebih muda dari putrinya.

Selanjutnya Jessie menuju ke toko di Pennsylvania. Dia bekerja dengan Nick di toko Build A Bear sekolah tua. Nick memasukkannya ke bagiankasir dan Jessie segera mengalami masalah dalam berurusan dengan transaksi kartu kredit. Pada saat itu terjadi, Nick memperlihatkan kekecewaannya di depan pelanggan. Nick berkata, "Jika Jessie akan bertransaksimenggunakan User ID-ku maka aku harus mengawasinya."Seiring berjalannya waktu Nick dan Jesse terus berbicara dan Nick bercerita tentang hasratnya ingin membuat film. Dia mengatakan kepadanya, "Saya ingin menggunakan apa yang saya pelajari di sini untuk memasukkannya ke dalam film dan soundtrack." Dia juga mengatakan kepadanya, "Saya rindu beberapa beruang asli. Kami dulu punya Bearville. Saya baru-baru ini membuat beruang untuk mengingatkan diri agar tidak menyerah pada mimpi saya. ”Dia berbicara kepada Jesse tentang berada di kursi roda dari penyakit masa kanak-kanak yang menyebabkan tulangnya rusak dan bagaimana itu mengilhami dia untuk ingin membuat perbedaan. Jesse sepertinya sangat tersentuh olehnya. Dia berkata, “Nick adalah orang yang sangat inspiratif. Dia memiliki sikap positif. ”
Di Ohio Jessie menuju ke gudang Build A Bear yang dinamai “Cherry Picker” tempat di mana mereka menangani pesanan online. Dia bekerja bersama Salomon pegawai di situ. Di dalam gudangdia terkesan dengan fakta bahwa mereka menekankan keselamatan kerja. Jessie berkata, “Aku suka Cherry Picker. Mampu melihat semuanya dan berada di atas gudang sungguh menakjubkan. ”Ketika sampai di garis di mana penyortiran dilakukan, Jessie memperlambat dialog dan Salomon memberitahunya, "Kita harus memperbaiki ini atau bos menjadi marah." Jessie bertanya padanya, "Apakah kamu pernah membawa anak-anakmu ke Build A Bear?" Anak-anak saya tinggal di Texas. Bagi saya Build A Bear bukan hanya sekedar pekerjaan namun seperti sebuah keluarga. Saya tidak ingin pindah dari sini, tetapi saya ingin dekat dengan anak-anak saya. "Jessie mengatakan," Selalu baik untuk bertemu seseorang yang adalah pria keluarga yang baik. "
Setelah itu dia bertemu Kendall, seorang Asisten Manajer di Georgia. Dia menunjukkan Jessie panduan pelatihan yang telah dia buat. Jessie mengatakan, "Ketika saya bekerja di sebuah restoran, saya akan dipecat karena tidak mengikuti protokol." Kendall mengatakan, "Saya baru saja membuat versi ringkas untuk orang-orang yang belajar secara berbeda." Jessie tampaknya tidak terlalu terkesan dengan hal ini dan dia agak khawatir. Kendall membawanya keluar ke lantai dan berlatih.Kemudian pelanggan memasuki toko dan Jessie bekerja dengan mereka. Kendall memberitahunya, “Baiklah, Nona Jessie. Itu luar biasa. "Jessie bertanya kepadanya," Apakah Anda punya keluarga? "Kendall mengatakan kepadanya," Saya punya tiga anak dan tunangan yang sering bepergian. Ayah saya sudah pensiun dan tinggal dekat dengan saya. Ibuku meninggal karena kanker "Jessie berkata," Kupikir Kendall melakukan pekerjaan yang bagus untuk melatihku hari ini. Yang saya pelajari adalah bahwa Build A Bear membutuhkan saya untuk menjadi diri saya sendiri. Mereka membutuhkan saya untuk lebih bersemangat dan menarik. " (disadur dan diterjemahkan dari https://www.celebdirtylaundry.com/2016/undercover-boss-premiere-recap-122116-season-8-episode-1-and-2/)

Berdasarkan sinopsis di atas, dapat diidentifikasi masalah dan kinerja yang saat ini dialami Build A Bear sebagai berikut : 
Secara Umum

Secara Khusus per Pegawai

Teori Motivasi yang dapat menggambarkan situasi kerja para karyawan Build A Bear selama ini yaitu ; Herzberg’s Motivator-Hygiene Theory di mana Teori ini berfokus pada 2 (dua) faktor kebutuhan yang membuat Pegawai dapat termotivasi untuk bekerja.
  1. Kebutuhan Motivasi disebut juga Intrinsic Motivation
Kebutuhan ini berhubungan dengan sifat alami pekerjaan itu sendiri dan tantangan yang ditawarkannya. Kebutuhan ini dapat terpenuhi denganpekerjaan yang menarik, otonomi, tanggungjawab, kemampuan untuk menumbuhkembangkan pekerjaan, dan kemauan berprestasi. Contoh : Lenney ingin tetap bekerja di tempat tersebut karena kesukaannya berfoto dengan boneka Nick, ingin menggunakan apa yang ia pelajari di Build A Bear untuk memasukkannya ke dalam film dan soundtrack. Dia juga rindu beruang asli. Seperti dulu yang ia miliki di Bearville. Baru-baru ini ia membuat beruang untuk mengingatkan diri agar tidak menyerah pada mimpinya.

     2. Kebutuhan Higienis disebut juga Extrinsic Motivation

Kebutuhan ini berhubungan dengan konteks Fisik dan Psikologi di mana suatu pekerjaan dapat menunjukkan performanya. Kebutuhan ini dapat terpenuhi dengan kondisi bekerja yang nyaman dan menyenangkan, bayaran, keamanan kerja, hubungan yang baik dengan sesama pegawai, dan supervisi yang efektif.Ini dapat terlihat dari dialog dengan Salomon yang mengatakan :Bagi saya Build A Bear bukan hanya sekedar pekerjaan namun seperti sebuah keluarga. Saya tidak ingin pindah dari sini. Juga Kendall, Assisten Manajer yang mampu mensupervisi dengan baik.
(Gareth R. Jones dan Jennifer M. George dalam Contemporary Management, Motivation and Performance)

Uniknya, perusahaan Build A Bear mampu menghadirkan pemuasan dua kebutuhan tersebut secara bersamaan. Ini juga diperkuat dengan dua Testimoni mantan karyawan dalam video Youtube di bawah ini :

Credit

Credit
Sebagaimana kita ketahui bahwa peran Kepemimpinan sangan menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Gareth R. Jones dan Jennifer M. George dalam Contemporary Management-Leadership mendefinisikan Kepemimpinan sebagai Proses dimana seorang individu memberikan pengaruh terhadap orang lain dan menginspirasi, memotivasi, dan mengarahkan kegiatan mereka untuk membantu mencapai tujuan kelompok atau organisasi.

Terdapat beberapa penggolongan Model Kepemimpinan, di antaranya Fiedler’s Contingency Model yang membagi orientasi para Leader ke dalam 2 (dua) golongan sebagai berikut :


                                                              Relationship-oriented Leaders

                                                                 Task-oriented Leaders

Credit

Penuh perhatian, keibuan, selalu menanyakan perihal keluarga, peduli, mudah menangkap hal-hal personal, perhatian lebih tertuju pada motivasi yang ada pada karyawannya menjadi bukti bahwa model kepemimpinan Sharon John, selaku CEO Build A Bear adalah model Relationship-Oriented Leader.

Saran Perbaikan untuk Build A Bear

Dari 4 karyawan yang ditemuisemuanya telah berorientasi pada pelanggan dan memberikan servis terbaiknya. Selain itu mereka memiliki passion dan sense of belonging yg tinggi terhadap pekerjaan dan perusahaan Build A Bear. Tetapi mengingat masalah utama yang ingin diatasi adalah peningkatan profitabilitas, maka diperlukan perbaikan dari sisi penjualan. Tidak memperhatikan aspek ini akan mengakibatkan perusahaan sulit mensejahterakan stakeholder termasuk para karyawannya.Model manajemen yang tepat untuk melaksanakannya yaitu Goal Setting Theory yaitu Teori yang menyatakan bahwa dengan menetapkan tujuan perusahaan, maka akan berdampak positif pada kinerja karena tujuan akan membuat karyawan mengarahkan upaya dan perhatian mereka untuk mencapai hasil, memobilisasi upaya mereka, mengembangkan pola perilaku yang konsisten, dan membuat strategi untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. (O. C. Ferrel, Geoffrey A. Hirt dan Linda Ferrel dalam Business Foundation A Changing World, Motivating the Workforce). Dikaitkan dengan peningkatan penjualan, maka harus ada target sales yang spesifik di tiap outlet. Sistem Bonus diberlakukan di seluruh outlet, untuk lebih memotivasi pegawai bekerja lebih keras dan mendorong pencapaian target penjualan yang tentunya akan berujung pada laba. Jadi jangan hanya melalui Reality Show Undercover Boss karena tentunya keterjangkauan ke seluruh pegawai menjadi terbatas.


Core competencies yang dibutuhkan untuk mendukung peningkatan peanjualan di outlet adalah :

  • Cross selling, strategi menjual dengan menawarkan produk yang berbeda dengan yang telah dibeli konsumen, sehingga total belanja akan meningkat.
  • Up Selling, strategi menjual dengan menawarkan produk yang sama tetapi memiliki nilai jual yang lebih tinggi dengan kompensasi tambahan manfaat bagi konsumen.
  • Bundling, merupakan bagian dari cross selling, yaitu strategi menjual dengan menawarkan dua atau lebih produk sekaligus, di mana harga jualnya akan lebih rendah dibanding dengan total harga masing-masing item dari semua produk yang di bundling tersebut.

(https://distribusipemasaran.com/penjualan-cross-selling-up-selling-dan-bundling)

Kemampuan ini dapat dipelajari karyawan melalui Product Training, Selling Skills Traing, Refreshment Service Training yang dapat diselenggarakan Perusahaan secara massif dan regular. Juga dibuatkan Standar Operating Prosedur dalam Manual Book yang praktis sebagai pedoman bekerja bagi pegawai, terutama pegawai baru. Selain itu guna menambah Employee Engagement dapat dilaksanakan Rekreasi pegawai dengan keluarga untuk memenuhi kebutuhan afeksi mereka.

Model kepemimpinan Sharon John yang berorientasi pada hubungan cocok dengan perusahaan, namun harus tetap memperhitungkan dan men-direct pencapaian Profit. 

FIEDLER’S CONTINGENCY THEORY OF LEADERSHIP

Dapat dipetakan saat ini, Build A Bear sebagai Perusahaan dengan situasi pada angka romawi IV. Untuk menaikkan ke angka romawi I atau II, maka dibutuhkan leadership yang menaikkan Task Structure untuk High Profitability dari Low ke High, sehingga Build A Bear akan mencapai targetnya yaitu laba, tanpa meninggalkan “ruh” perusahaan yang memproduksi Boneka yaitu kepedulian, suasana gembira bagi para stakeholder-nya.


Daftar Pustaka :

Ditulis Oleh :

  • Wilma Azizah
  • Muhammad Alianur
  • Muhammad Iqbal Handewa
  • Cherry Dewiyani Winter

Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format