Hidup Lebih Mudah dengan Konsep Pemasaran


0

Manusia tidak lepas dari masalah. Dengan adanya masalah, manusia dipaksa untuk terus berpikir mcara menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut. Apakah kalian tahu bahwa masalah yang sering kita hadapi dapat diselesaikan dengan konsep-konsep pemasaran lho! Berikut contoh-contoh permasalahan dan cara menyelesaikannya dengan konsep pemasaran.

Masalah 1 : Ingin membeli Barang tetapi sedang Berhemat.

Masalah 1 : Ingin membeli barang tetapi sedang berhemat.

Deskripsi Masalah 

Sebagai mahasiswa yang belum berpenghasilan ataupun memiliki penghasilan yang kecil, kita tidak bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada kalanya kita sedang berhemat tetapi kebutuhan untuk membeli suatu barang akan selalu datang. Alhasil, mau tidak mau kita akan membujuk orang tua untuk membelikannya untuk kita. Haduh, kayak anak kecil banget ya? Merengek untuk dibelikan sesuatu. Tanpa kita sadari cara ini paling sering kita pilih hingga di umur dewasa ini karena termasuk cara singkat dan mudah untuk dilakukan. Hanya saja ketika kecil dulu kita akan merengek sampai mengangis jika tidak dibelikan produk tersebut. Kalau sekarang, kita hanya bisa kecewa menanggapi penolakan.

Nah, saya punya cara sukses membujuk orang tua disaat kondisi kita lagi kepepet. Sama halnya dengan uraian kondisi di atas, saya juga menghadapi masalah yaitu ingin membeli baju tetapi kondisi keuangan saya sedang sekarat di akhir bulan. Saya sangat ingin memiliki baju baru karena saya rasa sudah saatnya membeli dan sangat lama tidak memiliki baju baru. Bagaimana cara saya berhasil membujuk orang tua saya agar dibelikan baju tersebut? Saya akan menggunakan konsep Marketing Communication.

Marketing Communication

Konsep ini menjelaskan stategi komunikasi yang tepat agar calon target (konsumen) membeli produk yang kita tawarkan. Salah satu konsep yang penting diketahui adalah cara mengembangkan komunikasi yang efektif untuk calon konsumen tertarik untuk membeli produk. 

1. Ketahui dan tentukan calon target

Dalam kasus baju ini, saya akan memilih ibu dibanding bapak dalam membelikan produk. Mengapa? Calon target ini berkaitan dengan apa, kapan, dimana, siapa, dan baimana pesan itu disampaikan. 

Saya yang seorang perempuan tentu sering berbicara hal-hal berbau perempuan dengan Ibu. Baju yang akan saya beli adalah baju perempuan (baju untuk saya) tentu akan lebih cocok menawarkannya ke Ibu. Lain halnya jika saya akan membelikan baju laki-laki, saya akan menawarkannya kepada bapak. 

2. Tentukan objek komunikasi

Objek komunikasi erat kaitannya dengan buyer readiness stage. Buyer readiness stage merupakan tahapan konsumen berkenaan dengan pembelian suatu produk. Terdapat enam tahapan:

Diantara keenam tahapan tersebut, saya perlu mengindentifikasi sampai di tahap mana kesiapan membeli calon target berada. Untuk mengethui, Saya perlu mengetahui respon target dengan cara melemparkan pertanyaan dengan menunjukkan gambar baju yang saya maksud.

Contoh pertanyaan:

“Ibu, ada tunik bagus, menurut ibu bagaimana?”

Berikut kemungkinan respon yang akan di dapat :

  • Respon 1 : Baju apa ini? Bahannya apa?

Respon ini menunjukkan Ibu berada di tahap tidak tahu. Saya perlu untuk memberi tahu spesifikasi baju yang saya tawarkan agar Ibu mengetahui produk tersebut (Awareness). Dari tahap awareness perlu lanjut ke beberapa tahap berikutnya. Agar mempermudah pada tiap tahapan komunikasi tidak lupa saya menerapkan AIDA model. 

  1. Attention : Saya akan memberi tahu bahwa ada tunik cantik. 
  2. Interest : Untuk menarik perhatian, saya akan memberikan informasi bahwa baju ini bisa digunakan formal maupun santai.Warnanya pun tidak terlihat norak.
  3. Desire : Untuk membangkitkan hasrat, saya perlu menambahkan informasi terkiat bahan yang nyaman digunakan serta ukuran tunik. Saya dan Ibu bisa sama-sama saling menggunakan tunik tersebut karena memiliki ukuran baju yang sama. Ibu akan memakai tunik tersebut tidak kebesaran, begitu pula dengan di badan saya tidak akan kekecilan.
  4. Action : Dengan informasi yang saya sampaikan, Ibu akan tertarik untuk membeli produk tersebut.
  • Respon 2 : Baju ini bagus, Ibu pernah lihat ada yang pakai baju ini kelihatan langsing. Mahal tidak harganya?

Respon ini menunjukkan Ibu sudah melewati tahap awareness dan knowledge. Ibu berada di tahap liking atau menyukai produk karena melihat orang yang memakainya terlihat langsing. Oleh karena itu, stategi saya adalah memberi tahu bahwa harganya worth it untuk dibeli agar lebih suka dengan produk (Preference) hingga sampai ke pembelian.

Berkaitan dengan pesan utntuk meraih respon yang diinginkan, saya menggunakan seruan moral untuk membeli tunik tersebut. Saya akan mengatakan bahwa tunik ini menutupi aurat wanita karena berbentuk panjang hingga ke lutut, tetapi tidak mengurangi gerak aktivitas. 

3.  Media untuk membawa pesan

Media komunikasi yang akan saya pilih adalah komunikasi personal. Barang yang saya tawarkan bedasarkan pilihan pribadi maka akan lebihintens komunikasi yang terjadi. Saya akan menggunakan media Whatss App karena lokasi Ibu yang berada di luar kota, aplikasi social media ini mempemudah dalam hal komunikasi.

Tida step di atas ampuh untuk meyakinkan Ibu untuk membeli baju yang saya inginkan. Semoga konsep ini dapat membantu kalian untuk memiliki barang yang kalian inginkan ketika sedang ingin berhemat.

Masalah 2: Memasarkan produk dengan channel yang tepat!

Deskripsi Masalah

Ibu Marlina merupakan seorang Ibu yang pandai memasak. Suatu ketika, Ibu Marlina mencoba resep baru yakni keripik dari Pare yang pahit. Resep tersebut berhasil dibuat dan mendapat respon positif oleh anak dan suaminya. Karenanya, Ibu Marlina mencoba untuk menjual keripik Pare tersebut mengingat bahwa masih sedikit kompetitor yang menjual produk yang serupa dan terdapat peluang yang potensial dari usaha tersebut. Di awal-awal pemasarannya, Ibu Marliana hanya menjual kripik tersebut seadanya dengan memasarkannya ke pasar dan warung. Anaknya, Andre, yang merupakan mahasiswa Manajemen UGM melihat kondisi tersebut dan percaya bahwa dengan pemasaran yang tepat pasti akan memberikan value yang lebih terhadap produk tersebut. Andre memikirkan bagaimana caranya agar bisa membuat produk ini menjadi produk yang dapat dijual mahal dan laku keras di pasaran. 

Di dalam pemasaran, Andre belajar mengenai marketing channels. Marketing channels atau distribution channels merupakan sekumpulan organisasi yang saling bergantung yang membantu menyediakan produk atau layanan untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis. Saluran pemasaran sendiri bisa bermacam-macam jenisnya tergantung jenis usahanya dan ingin menyasar segmen konsumen mana. 

Misalnya tipe-tipe di dalam marketing channel ada berberapa macam sebagai berikut:

Adapun macam-macam bentuk dari saluran pemasaran adalah sebagai berikut:

Berdasarkan kasus tersebut, Ibu Marliana hanya menggunakan marketing channel offline promo dan public relations dengan memanfaatkan jaringan warung, toko-toko kecil, dan pasar sekitar rumahPadahal, masih ada 4 saluran pemasaran lain yang bisa dicoba. Andre mencoba menggunakan saluran pemasaran melalui sosial media dan digital advertising melalui situs e-commerce. Andre membantu ibunya untuk menaikkan value keripik tersebut dengan branding yang tepat, pengemasan yang menarik, dan sebagainya. Saat dirasa ada peningkatan terhadap jumlah pesanan, Andre mulai membuat website untuk bisnis tersebut dengan memaksimalkan pemasaran melalui email marketing seperti newsletter dan paid search menggunakan jasa google. Akhirnya perlahan-lahan Ibu Marliana mendapat orderan dari saluran pemasaran tersebut hingga akhirnya usaha Ibu Marliana menjadi lebih berkembang dan mendapat keuntungan yang besar. 

Masalah 3: Menemukan strategi belajar yang baik

Deskripsi Masalah

Keinginan sebagian besar atau seluruh mahasiswa adalah lulus dengan predikat cumlaude. Predikat cumlaude dapat dicapai dengan memperoleh nilai IPK minimal yang tergolong tinggi. Misalnya di Fakultas Ekonomika dan Bisnis nilai IPK minimal yang dicapai untuk memperoleh predikat cumlaude adalah 3,75. Oleh karena itu mahasiswa mau tidak mau harus melaksanakan salah satu kewajibannya yaitu belajar. Namun tidak jarang beberapa mahasiswa sudah belajar dengan maksimal tetapi tetap saja mendapatkan nilai yang tidak sesuai dengan keinginannya dan tidak memenuhi standar untuk cumlaude. Permasalahan utamanya terletak pada kesalahan strategi belajar yang digunakan oleh mahasiswa tersebut sehingga materi yang dipelajarinya tidak bisa diserap dan dikuasi dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut saya akan menggunakan konsep New Product Development Process.

1. Penciptaan ide

Ketidakcocokan strategi belajar pada mahasiswa yang berakibat pada nilai yang kurang memuaskan dapat memunculkan sebuah ide untuk merancang strategi belajar yang baru dan sesuai dengan cara belajar masing-masing mahasiswa. Misalnya mahasiswa belajar dengan menggunakan rekaman suara seorang dosen sehingga dapat mengulangi setiap perkataan dosen kapan saja dan dapat meresapi lebih dalam materi yang disampaikan.

2. Penyaringan ide

Penyaringan ide merupakan proses menemukan ide yang paling baik dan sesuai serta membuang ide buruk yang hanya akan menghabiskan waktu sia-sia. Pada tahap ini mahasiswa akan memilah dan memilih strategi yang sesuai dengan kepribadiannya, interest/minatnya, gaya belajarnya, dan lain sebagainya. Misalnya seorang mahasiswa memiliki gaya belajar audio-visual atau audio-kinestetik maka orang tersebut akan mudah menerima materi kuliah dengan mendengarkan dosennya berbicara. Oleh karena itu solusi yang tepat adalah merekam suara dosen dan mendengarkan penjelasan dosen secara berulang-ulang.






Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
OVERACHIEVERS

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format