THE APPRENTICE ASIA EPISODE 2 – SIKAP CARI AMAN YANG BERUJUNG PEMECATAN


0

SINOPSIS

Dalam episode The Apprentice Asia 2 ini masih terdapat 11 orang pegawai magang, yaitu Samuel, Andrea, Jonathan, Hanzo, Celina, Dussadee, Nazril, Alexis, Ningku, Dian, dan Nik. Mereka dibagi menjadi 2 tim, yaitu tim Mavericks dan tim Apex. Tim Mavericks dipimpin oleh Samuel sebagai manajer proyek, sedangkan tim Apex diwakili oleh Dussadee.

Gambar 1. The Apprentice Asia Season 1

Sumber: www.google.com 

Tugas kali ini adalah kedua tim ditantang untuk membuat video viral berdurasi 30 detik yang mempromosikan Expedia. Expedia sendiri  adalah salah satu perusahaan travel online terbesar di dunia yang sudah tidak asing di kalangan low budget traveller internasional. Expedia memiliki  turnover sebesar $34M dan memiliki 150.000 hotel.

Video viral 30 detik itu harus dapat merangkum jasa-jasa yang dilayani oleh Expedia dan menunjukkan brand personality Expedia. Syarat yang harus masuk di dalam video adalah brand dan logo Expedia, tagline Expedia (the world's largest online travel agent), dan koper Expedia.

Tim Apex memakai konsep tarian sebagai konsep video viral. Dussadee yang awalnya berperan sebagai sutradara, di tengah-tengah menyerahkan fungsi dan perannya kepada Andrea karena ia melihat Andrea selalu ingin mengatur semuanya, sehingga Dussadee yang berperan sebagai sutradara tidak diberikan kesempatan untuk memberikan pengarahan maupun masukan. Namun pada hari pengambilan gambar untuk video, akhirnya Dussadee kembali berperan sebagai sutradara karena ia menanyakan kembali ke Andrea apakah ia bisa mendirect dan Andrea mengakui bahwa ia tidak tahu bagaimana membuat framing dalam suatu video. Karena itulah di hari syuting Dussadee yang mendirect pembuatan video.

Sedangkan tim Mavericks memakai konsep menampilkan harga yang ditawarkan oleh Expedia. Di awal terlihat bahwa Hanzo juga sebenarnya berambisi untuk berperan sebagai sutradara, karena ia mengakui dirinya bukanlah orang yang suka diperintah oleh orang lain. Pada saat persiapan, Hanzo yang berperan untuk mengatur semua keperluan properti syuting, tidak melaksanakan perannya dengan maksimal, terlihat Hanzo tidak benar-benar menjalankan perannya dan tidak bersemangat bekerja dengan tim.

Tim Apex memenangkan tugas kali ini. Tim Apex dinilai memahami konsep video viral. Mereka menghasilkan video dengan tarian yang catchy yang mudah ditiru oleh orang-orang. Karena berhasil memenangkan tugas maka tim Apex mendapatkan hadiah berupa Martini di Marini's On 57 bar di lantai 57 Menara Petronas, Kuala Lumpur.

Tim Mavericks mengalami kekalahan. Mereka dianggap gagal membuat video viral, mereka justru hanya menghasilkan klip yang menyerupai iklan televisi. Hasil video tim Mavericks juga dianggap sebagai video murahan oleh tim Expedia.

Samuel, Jonathan dan Hanzo dipanggil ke ruang rapat di episode ini. Terjadi ketegangan di dalam ruang rapat. Samuel menuduh Hanzo menolak sebuah ide video yang melibatkan taruhan Richard Branson yang hilang melawan Fernandes, di mana Branson harus melakukan cross-dress sebagai pramugari udara pada penerbangan AirAsia. Fernandes merasa itu adalah "langkah bodoh" karena ide itu bisa membuat perbedaan antara menang dan kalah. Namun, ia juga memberikan kritik untuk Jonathan dan Samuel, berkomentar bahwa "ketiganya harus dipecat". Sedangkan Jonathan dipanggil ke ruang rapat karena pada saat pertemuan dengan tim eksekutif Expedia, ia justru menanyakan hal-hal yang berfokus pada strategi bisnis dan pemasaran yang tidak ada kaitannya dengan tugas mereka membuat video viral.

Fernandes akhirnya menetapkan keputusan bahwa yang dipecat kali ini adalah Hanzo Ng Kian Tat - karena Hanzo dianggap tidak mampu untuk bekerja sama dengan tim, serta kurang terlibat secara umum dalam tugas membuat video viral tersebut.

Dari The Apprentice Asia 2 yang sudah disinopsiskan diatas, terlihat bahwa ada permasalahan di dalam teamwork dan komunikasi. Berikut akan dibahas lebih lanjut mengenai permasalahan terkait teamwork dan komunikasi dari tim Maverick sebagai tim yang kalah.


Permasalahan

Task Interdependence

Task independence merupakan tingkat performa kerja dari salah satu anggota tim mempengaruhi performa kerja anggota tim yang lainnya. Tipe task independence yang terlihat di tim Mavericks adalah tipe pooled task interdependence, yaitu terjadi ketika anggota tim terpisah dan memberikan kontribusi secara perorangan demi tercapainya tujuan tim.

Gambar 2. Pooled Task Interdependence

Sumber: Jones, Gareth R, Jennifer M. George: Contemporary Management Tenth Edition, McGraw Hill Education International Editions, New York, 2018

Samuel merupakan project manager di tim Maverick, ia bertugas sebagai sutradara di proyek pembuatan video viral untuk Expedia. Samuel sebagai sutradara kerap kali tidak mau mendengarkan masukan dari anggota timnya yang lain.

Sedangkan Jonathan berperan sebagai produser. Sebagai seorang produser harus mengetahui bagaimana video yang akan di-direct oleh sutradara berdasarkan atas apa. Jonathan tidak mengerti seutuhnya apa itu video viral yang harus dibuat, dia justru hanya menanyakan mengenai hal-hal tentang pemasaran, omset Expedia yang mana tidak berguna untuk dimasukkan di dalam video sehingga Samuel juga sebagai sutradara tidak dapat bekerja sesuai perannya.

Gambar 3. Jonathan

Sumber: www.google.com 

Kesalahan lain yang terjadi adalah pada Hanzo. Hanzo berperan sebagai property man. Ia harus menyiapkan segala kebutuhan properti untuk keperluan pengambilan gambar. Namun Hanzo menganggap ia hanya diberikan peran yang tidak signifikan sehingga ia mengerjakan tugasnya dengan tidak maksimal. 

Gambar 4. Hanzo

Sumber: www.google.com


Group Leadership

Kepemimpinan yang efektif adalah kunci sukses dari performa tinggi suatu grup, tim, dan organisasi. Seorang manajer dapat menunjuk salah satu anggota timnya yang bukan manajer untuk menjadi pemimpin. Dapat juga grup atau anggota tim memilih siapa yang pantas menjadi pemimpin dalam suatu proyek.


Gambar 5. Group Leadership

Sumber: www.google.com

Samuel dipilih oleh anggota tim Mavericks untuk menjadi pemimpin tim dalam proyek pembuatan video viral Expedia. Dia dipilih oleh timnya berdasar pengalamannya yang sudah pernah berperan sebagai sutradara untuk membuat video internal di perusahaan tempat ia bekerja terdahulu. 

Gambar 6. Samuel

Sumber: www.google.com

Samuel merasa ia berpengalaman dibandingkan 3 rekannya yang lain, sehingga apabila ada rekannya yang memberikan masukan, terutama pada saat hari pengambilan gambar. Rekan satu timnya banyak memberikan masukan namun Samuel tidak mendengarkan, dia tetap mendirect dan tidak mempertimbangkan masukan anggota timnya sedikitpun. 


Group Norms

Group norms merupakan petunjuk ataupun peraturan-peraturan untuk mengarahkan perilaku anggota tim.

Gambar 7. Balancing Conformity and Deviance in Groups

Sumber: Jones, Gareth R, Jennifer M. George: Contemporary Management Tenth Edition, McGraw Hill Education International Editions, New York, 2018

Di dalam tim Maverick tidak terlihat adanya group norms, terutama di antara Samuel dan Hanzo. Disini Samuel berperan sebagai pemimpin tim, di saat Hanzo akan memesan properti keperluan syuting ia harus membuat keputusan dan Samuel meminta Hanzo untuk dapat cepat membuat keputusan, namun Hanzo alih-alih membentak Samuel untuk diam. Terlihat tidak ada conformity di tim. Penyimpangan yang dilakukan oleh Hanzo yang lainnya adalah ia bersikap hanya mencari aman di dalam tim, pada saat tim sudah kalah barulah ia menyuarakan pendapatnya bukan ia lakukan di awal untuk mencegah kekalahan tim Mavericks. Pada saat Jonathan bertanya kepada tim eksekutif Expedia mengenai hal-hal yang sama sekali tidak berkaitan untuk dimasukkan ke dalam video, Hanzo mengetahui apa yang seharusnya ditanyakan kepada tim eksekutif Expedia, namun ia tidak melakukannya.


Persepsi Dalam Komunikasi

Persepsi dalam komunikasi merupakan suatu proses dimana orang akan memilih, mengatur, dan menginterpretasikan untuk dapat memberi arti dan perintah kepada orang-orang di sekelilingnya.

Permasalahan persepsi dalam komunikasi yang ada di tim Mavericks terlihat saat Samuel mencoba memberikan ide video menggunakan tema seperti saat Richard Branson kalah dari Fernandes sehingga ia harus berperan sebagai pramugari Air Asia dalam waktu satu hari. Samuel kurang dapat meyakinkan bahwa ini adalah ide yang baik sehingga idenya ini langsung ditolak mentah-mentah oleh Hanzo. 


Information Richness dan Media Komunikasi

Information richness merupakan seberapa banyak dan berbobotnya informasi yang dibawa oleh suatu media komunikasi dan sejauh mana media komunikasi tersebut memungkinkan pengirim dan penerima informasi mencapai pemahaman bersama.

Informasi yang diberikan oleh Jonathan secara face to face kepada Samuel dalam memberikan masukan untuk ide video viral Expedia tidaklah relevan. Informasi yang diberikan mengenai omzet Expedia, pemasaran Expedia, dan lain sebagainya yang tidak berkaitan dengan video viral. Samuel juga sebagai sutradara menerima saja informasi yang diberikan oleh Jonathan selaku produser di tim.


Jaringan Komunikasi Dalam Kelompok

Jaringan komunikasi dalam kelompok adalah suatu jalur yang menggambarkan bagaimana suatu informasi mengalir di dalam grup dan tim dan di seluruh organisasi. 

Tim Mavericks pada saat awal di boardroom saling berkomunikasi dengan metode all-channel network. 

Gambar 8. All Channel Network Communication

Sumber: www.google.com

Setiap anggota tim dapat memberikan ide dan masukan tanpa dibatasi oleh siapa pemimpin dan siapa anggota tim dan komunikasi tiap orang saling terhubung. Namun ada satu orang di dalam tim, yaitu Hanzo yang tidak melibatkan dirinya ke dalam tim dan tidak berkomunikasi dengan baik dengan sesama anggota tim. 


Saran dan Solusi

Berdasar masalah-masalah yang ada di dalam tim Mavericks, maka dapat diberikan saran dan solusi terbaik yang sebaiknya digunakan oleh tim Maverick. Dibawah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai saran dan solusi dari setiap sudut permasalahan yang ada.


Task Interdependence

Seperti yang terlihat di episode Apprentice kali ini, masing-masing anggota tim tidak mengerti atau memahami tugasnya masing-masing sebagai individu untuk tercapainya tujuan tim. Dikarenakan kurangnya sinergi antar anggota tim, anggota kelompok perlu berinteraksi lebih sering dan lebih intens satu sama lain, dan upaya mereka harus lebih terkoordinasi jika mereka ingin tampil di tingkat tinggi. Motivasi dalam kelompok dengan pooled interdependence akan tertinggi ketika manajer menghargai anggota kelompok berdasarkan kinerja individu


Group Leadership

Dalam episode kali ini Group Leader untuk tim Maverick adalah Samuel, berdasar pengalamannya yang sudah pernah berperan sebagai sutradara. Leadership yang efektif adalah unsur utama untuk kelompok, tim, dan organisasi berkinerja tinggi, hal ini tidak tercermin dalam Samuel ketika memimpin tim Maverick. Samuel dapat menerapkan lima tahap pengembangan kelompok, yaitu:

  • Pada tahap pertama, forming, anggota berusaha untuk mengenal satu sama lain dan mencapai pemahaman bersama tentang apa yang kelompok coba capai dan bagaimana perilaku anggota kelompok.

  • Pada tahap kedua, storming, perselisihan dapat muncul karena beberapa anggota tidak ingin tunduk pada permintaan anggota kelompok lainnya. Manajer perlu mengawasi kelompok pada tahap ini untuk memastikan konflik tidak lepas kendali.

  • Selama tahap ketiga, norming, anggota kelompok mencapai konsensus tentang tujuan apa yang harus mereka capai dan bagaimana anggota kelompok harus bersikap terhadap satu sama lain.

  • Tahap keempat, performing, manajer kelompok komando perlu memastikan bahwa anggota kelompok termotivasi dan bahwa mereka secara efektif memimpin anggota kelompok.

  • Tahap terakhir, adjourning, hanya berlaku untuk kelompok yang akhirnya dibubarkan.

Gambar 9. Lima Tahap Perkembangan Grup

Sumber: Jones, Gareth R, Jennifer M. George: Contemporary Management Tenth Edition, McGraw Hill Education International Editions, New York, 2018

Namun Samuel harus memiliki pendekatan yang fleksibel untuk pengembangan kelompok dan harus tetap selaras dengan berbagai kebutuhan dan persyaratan kelompok pada berbagai tahap. Dan di atas segalanya, dan terlepas dari tahap perkembangan, Samuel perlu menganggap diri mereka sebagai sumber daya untuk kelompok. Dengan demikian Samuel selalu harus berusaha untuk menemukan cara untuk membantu kelompok dan tim berfungsi lebih efektif.


Group Norms

Manajer harus mendorong anggota kelompok untuk mengembangkan norma yang berkontribusi pada kinerja kelompok dan pencapaian tujuan kelompok. Dan norma dalam tim manajemen puncak yang menentukan bahwa anggota tim harus selalu berkonsultasi satu sama lain sebelum membuat keputusan besar membantu memastikan bahwa keputusan yang baik dibuat dengan kesalahan minimal.


Persepsi Dalam Komunikasi

Persepsi memainkan peran sentral dalam komunikasi dan mempengaruhi transmisi dan umpan balik. Ketika pengirim dan penerima berkomunikasi satu sama lain, mereka melakukannya berdasarkan persepsi subyektif mereka sendiri. Pengkodean dan penguraian ulang pesan dan bahkan pilihan media bergantung pada persepsi pengirim dan penerima. Jadi alih-alih mengandalkan stereotip, manajer yang efektif berusaha untuk mempersepsikan orang lain secara akurat dengan berfokus pada perilaku aktual, pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mereka. Persepsi yang akurat, pada gilirannya, berkontribusi pada komunikasi yang efektif.


Jaringan Komunikasi Dalam Kelompok

Komunikasi dapat dan harus terjadi di seluruh departemen dan kelompok serta di dalam mereka dan naik turun di samping dalam hierarki perusahaan. Alih-alih, untuk mencapai tujuan dan tampil di level tinggi, anggota organisasi harus bebas berkomunikasi dengan siapa pun yang mereka perlu hubungi. Karena tujuan organisasi berubah seiring waktu, begitu pula jaringan komunikasi organisasi. Jaringan komunikasi informal dapat berkontribusi pada keunggulan kompetitif organisasi karena mereka membantu memastikan bahwa anggota organisasi memiliki informasi yang mereka butuhkan ketika mereka membutuhkannya untuk mencapai tujuan mereka.


Penulis:

Dinda Dwicahyarini

Galih Adzanimurti

Tri Setiadji

Windhi Pranata



Daftar Pustaka:

  1. www.youtube.com

  2. www.google.com

  3. Jones, Gareth R, Jennifer M. George: Contemporary Management Tenth Edition, McGraw Hill Education International Editions, New York, 2018


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
atomicblonde

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format