THE ART of LEADERSHIP: The Apprentice: Martha Stewart Ep 1

Keberhasilan dalam bisnis adalah menjaga hubungan baik kepada pelanggan maupun kepada seluruh anggota team sehingga menjadi team yang solid.


8
8 points

The Apprentice: Martha Stewart, Ep 1: Once Upon a Time and Dream


SINOPSIS

The Apprentice : Martha Stewart adalah serial reality show yang disiarkan oleh NBC pada tahun 2005. Acara ini menampilkan bisnis dari seorang Martha Stewart yang bergerak di bidang media, kuliner, seni, hiburan, dekorasi, kerajinan, desain, dan lifestyle. Warna dari acara ini berbeda dan lebih diredam dibandingkan dengan serial originalnya, dimana Martha Stewart lebih peka terhadap proses eliminasi dan seringkali hanya mengatakan selamat tinggal, berbeda dengan serial original dimana host acara, Donald Trump, mengatakan “you’re fired” pada kandidat yang gagal. Martha Stewart juga memberikan alasan jujur mengapa kandidiat tidak berhasil dalam tugasnya hingga menulis sendiri surat kepada kandidat yang tereliminasi. 


Para Kandidat


Pada episode perdana The Apprentice : Martha Stewart, para kandidat dibagi menjadi 2 team yaitu team Matchstick dan team Primarius. Tugas yang diberikan kepada kedua team adalah merancang dan menulis buku fairy tale untuk anak-anak  dan membacakannya kepada sekelompok murid kelas 1 SD. Martha Stewart juga memberi petunjuk untuk kesuksesan proyek ini yaitu “Connecting with your audience/customer”. Buku anak-anak yang dibuat oleh kedua team akan dibacakan kepada anak-anak kelas 1 SD, kemudian atas presentasi tersebut salah satu buku akan dipilih oleh penilai. Buku anak-anak yang terpilih tersebut akan dicetak oleh oleh penerbit buku di Amerika Serikat yaitu Random House.

Team Matchstick dipimpin oleh Jeff Rudell, dia mengatur team secara top-down untuk dapat menyelesaikan tugas dengan baik tepat waktu.  Proses pengerjaan dimulai dari Jeff sendiri yang memilih cerita Hansel and Gretel sebagai bahan proyek, kemudian Jeff mengoptimalkan kerja team sehingga dapat menghasilkan tulisan cerita dan ilustrasi gambar yang sangat baik, yaitu dengan menugaskan Dawn untuk fokus menulis cerita dan mengerahkan anggota team yang lain untuk mengerjakan desainnya. Hanya saja dalam komunikasi team terdapat konflik yaitu Jeff, pemimpin proyek, dengan Dawn dan Jim. Selain itu dalam proses pengerjaannya team Matchstick tidak melakukan komunikasi dengan konsumen dari buku tersebut yaitu anak-anak, melainkan Jeff membacakan konsep cerita hanya kepada anggota teamnya dan juga meminta feedback dari mereka, namun Jeff selaku pemimpin proyek tetap memilih keputusannya dibandingkan menerima feedback dari team.

Team Primarius dipimpin oleh Dawna Stone, team Primarius memilih cerita Jack and The Beanstalk untuk diangkat sebagai bahan proyek. Cerita tersebut dipilih oleh Carrie dan disetujui oleh Dawna. Kemudian Dawna membagi team menjadi 2, satu team yang bertugas untuk mencari orangtua yang membawa anak-anak yang menyukai cerita fairy tale, team yang lain mengerjakan cerita, desain dan ilustrasi buku. Dengan membacakan buku cerita beserta konsep ilustrasi tersebut ke anak-anak, team Primarius mendapatkan feedback untuk menyempurnakan proyeknya, salah satunya dengan mencari apa yang tidak disukai dan yang difavoritkan anak-anak dari buku tersebut.

Dawna Stone


THE LOSING TEAM

Team Matchstick yang dipimpin oleh Jeff Rudell dan team Primarius yang dipimpin oleh Dawne Stone menampilkan buku mereka masing-masing ke anak-anak keas 1 SD yang telah dipilih menjadi audience oleh Manajemen Acara Martha Stewart. Team Matchstick yang mendapatkan kesempatan pertama menampilkan buku Hansel and Gretel yang dibawakan oleh Shawn sedangkan team Primarius menampilkan buku Jack and The Beanstalk yang dibawakan oleh Howie. Setelah penampilan kedua team, anak-anak kelas 1 SD tersebut memilih buku Jack and The Beanstalk sebagai buku yang lebih disukai. Atas dasar pilihan consumer tersebut, eksekutif Random House selaku pihak yang akan menerbitkan buku memilih buku dari team Primarius yang tampil sebagai pemenang. Random House menyatakan bahwa meskipun cerita dari buku team Matchstick ditulis dengan sangat baik dan karya ilustrasinya dipuji, penggunaan sajak berirama terasa sangat buruk, dan buku tersebutdinilai telah ditargetkan pada rentang usia yang salah,para eksekutif Random House mengatakan akan lebih tepat untuk siswa kelas empat daripada kelas satu.

Team Matchstick sebagai pihak yang kalah dalam kompetisi tersebut dipanggil oleh Martha Stewart dan manajemen untuk mempertanggungjawabkan pekerjaan mereka. Rapat pertanggungjawaban dimulai dari manajemen The Apprentice menilai cerita Hansel and Gretel cukup rumit dan sulit dipahami oleh anak-anak kelas 1 SD, hal tersebut tidak dapat disanggah oleh team Matchstick. Penulisan cerita yang seharusnya dikerjakan oleh Dawn pada kenyataannya tetep diarahkan oleh Jeff sebagai pemimpin proyek. Kemudian Martha Stewart menanyakan siapa yang tidak berkontribusi ke pengerjaan proyek, Marcela dan Bethenny menyampaikan bahwa Dawn memberikan kontribusi negatif kepada team, namun David kemudian memberikan masukan bahwa Dawn hanya perlu diberikan ruang untuk menjadi kreatif, bukan malah disetir dalam pengerjaannya. Dawn melakukan pembelaan diri bahwa dirinya memang perlu diberikan ruang untuk bekerja kreatif dan dirinya telah melakukan yang terbaik. 

Manajemen The Apprentice menanyakan kepada Jeff apakah jika permasalahan dengan Dawn terselesaikan maka team Matchstick akan mendapatkan kemenangan, Jeff menjawab bahwa Dawn yang menyebabkan semua permasalahan. Jim membela Dawn bahwa Jeff tidak akan melindungi anggota team melainkan hanya melindungi berjalannya proyek sedangkan Jeff dianggap tidak dapat menangani proyek ini.

Menurut Martha Stewart kekalahan team Matchstick adalah tanggung jawab pemimpin proyek yaitu Jeff, kemudian Jeff diminta untuk menunjuk 2 orang yang berkontribusi dalam kekalahan team, Jeff menunjuk Dawn dan Jim. Kemudian Martha Stewart dan manajemen memutuskan bahwa permasalahan ini sebenarnya sederhana, yaitu team Matchstick tidak menjalankan arahan dari Martha Stewart yaitu “Connecting with your audience/customer” dan menilai bahwa Jeff tidak mampu memimpin team. Martha Stewart sempat memberi masukan kepada Jeff, bahwa keberhasilan bisnisnya adalah menjaga hubungan baik kepada pelanggan maupun kepada seluruh anggota teamnya setiap hari sehingga menjadi team yang solid, sebelum akhirnya menyatakan Jeff dieliminasi dari acara The Apprentice.


Analisa Team Matchstick

Group Task

Sang pemimpin proyek, Jeff Rudell, mengatur team secara top-down untuk dapat menyelesaikan tugas dengan baik tepat waktu. Namun komunikasi team terdapat konflik yaitu Jeff, dengan Dawn dan Jim. Selain itu dalam proses pengerjaannya team Matchstick tidak melakukan komunikasi dengan konsumen dari buku tersebut yaitu anak-anak, melainkan Jeff membacakan konsep cerita hanya kepada anggota teamnya dan juga meminta feedback dari mereka, namun ujungnya Jeff selaku pemimpin proyek tetap memilih keputusannya dibandingkan menerima feedback dari team.

Team Matchstick tidak menjalankan arahan dari Martha Stewart yaitu “Connecting with your audience/customer”, mereka terlalu asyik dengan pola pikir mereka tanpa mendengarkan arahan atau tujuan dari pemberi tugas.

Team juga terlihat saling menyalahkan, mereka tidak bertindak sebagai team yang utuh. Sangat jelas bahwa keberhasilan dalam usaha bersama adalah menjaga hubungan baik kepada pelanggan maupun kepada seluruh anggota teamnya setiap hari sehingga menjadi team yang solid.


Leadership

Jeff Rudell, pemimpin proyek yang menerapkan skema top-down sehingga tidak mendengarkan dan melakukan contact dengan anggota teamnya yang berakibat teamnya tidak dapat memenuhi produk yang dibutuhkan pelanggannya.

Jeff cenderung melakukan pemaksaan dalam menggerakkan kelompoknya. Disini kewajiban dari bawahan adalah untuk mengikuti dan menjalankan perintah. Saran dari bawahan dianggap tidak berarti dibandingkan pendapatnya sehingga kreativitas dari bawahan sangatlah minim karena tidak diberikan kesempatan mengajukan pendapat. Mereka diharuskan patuh dan setia secara mutlak kepada pemimpinnya. Kendali penuh ada pada pemimpin (bersifat satu arah).

Kondisi tersebut akan menimbulkan permusuhan, keluhan dan rawan terjadi perpindahan karena bawahan tidak merasa nyaman.


Group Norms

Adanya aturan yang kita kenal dengan istilah etika merupakan salah satu faktor penting yang harus diikuti oleh anggota kelompok guna mencapai keberhasilan kelompok tersebut dalam mencapai apa yang menjadi tujuannya.

Menurut Gareth R Jones dalam bukunya “Contemporary Management”, Group Norms adalah pedoman/aturan/kesepakatan untuk perilaku yang diikuti oleh sebagian besar anggota kelompok. Dalam pelaksanaan norma tersebut tidak semua anggota bisa menyesuaikan diri dengan aturan tersebut, hal ini lah yang dikenal dengan istilah Conformity dan Deviance.


Communication Network

Komunikasi di team Matchstick terjadi tanpa hambatan dari pemimpin proyek dengan anggota team maupun antar anggota team. Seluruh anggota team adalah eksekutif yang dapat diberikan tanggung jawab slef-managed. Seluruh ide dapat dikontribusikan langsung kepada team, permasalahan terjadi ketika feedback dari anggota tidak dianggap oleh pemimpin dan team tetap harus menggunakan keputusannya sehingga team tidak tanggap dalam menjalankan petunjuk manajemen dan memenuhi kebutuhan pelanggan. 


Solusi : Matchstick team supaya menyala lebih terang dalam kompetisi

  • Team as performance enhancer. Dengan melakukan contact dengan anggota teamnya maka Jeff selaku pemimpin proyek seharusnya bisa memaksimalkan fungsi team sebagai media meningkatkan kinerja individu sehingga produk yang dihasilkan menjadi lebih baik. Seorang pemimpin harus ikut berbaur dan berada ditengah-tengah anggotanya, mempunyai empati, selalu memperhatikan kebutuhan kelompoknya dan mempertimbangkan kesanggupan kelompok dalam mengerjakan tugas. Pemimpin juga mau menerima masukan dan saran dari bawahannya, sehingga bawahan akan merasa percaya diri dan nyaman sehingga bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyelesaikan tugasnya.
  • Team and responsiveness to customers. Team matchstick seharusnya melakukan contact secara langsung dengan customernya yaitu anak-anak kelas 1 SD untuk mendapatkan feedback dari mereka atas produk yang akan diluncurkan oleh team.

  • Good communication. Dengan komunikasi yang baik dan intensif antara pemimpin dengan anggota team akan mempermudah team mengatasi kendala yang timbul dan mencapai target team.



Sumber :

Jones, Gareth R, Jennifer M George. 2018. Contemporary Management. New York: McGraw-Hill Education 

https://en.wikipedia.org/wiki/The_Apprentice:_Martha_Stewart

https://rizqiyahratna.wordpress.com/2015/04/01/tipe-tipe-kepemimpinan-beserta-kelebihan-dan-kekurangannya/


Artikel ini ditulis oleh : 

  • Dewi Amelia

  • Mirza Zulkarnain

  • Rieza Sidrafil Febianti

  • Unggul Satriya Anugrah



Like it? Share with your friends!

8
8 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
10
Genius
Love Love
9
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
10
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format