The Apprentice UK S15E06 – Theme Park (2019)

Kali ini ke 11 orang kandidat diminta untuk membuat tema rollercoaster baru lengkap dengan simulasi 3Dnya selama 2 hari kerja. Apakah mereka bisa mengerjakannya?


4
4 points

The Apprentice UK S15E06 Theme Park Recap

Di episode ke – 6, The Apprentice UK Season 15 kali ini ke 11 orang kandidat diminta untuk membuat tema rollercoaster baru lengkap dengan simulasi 3Dnya selama 2 hari kerja. Kali ini tim dibagi menjadi dua, yaitu tim Unison yang dikepalai oleh Scarlet dan beranggotakan Thomas, Lottie, Dean, Marianne dan Lasha serta tim Empower yang dikepalai oleh Carina dan beranggotakan Jameline, Pamela, Ryan-Mark dan Lewis. Kedua proposal dari tema roller coaster tersebut kemudian akan dipanelkan kepada tim ahli dari amusement park, para konsumen dan juga tim dari Lord Sugar untuk dipilih konsep terbaik.

Masing-masing tim kemudian berdiskusi untuk mendapatkan konsep roller coaster terbaik. Team Unison mengeluarkan ide backwards nightmare, sementara tim Empower membuat ide roller coaster dengan konsep spaceship. Setelah mengalami proses diskusi dalam pembuatan konsep, kedua tim membagi tugas dalam tim masing-masing, dimana sebagian orang bertugas untuk mengerjakan Key Visual design marketing dan tim lainnya mengerjakan design roller coaster.

Dalam prosesnya selama dua hari selain diskusi banyak terjadi konflik di internal tim, terutama untuk tim Scarlett. Scarlett sendiri merupakan adalah manajer proyek yang cukup kuat bagi timnya dan cukup tangguh dengan tenggat waktu. Di dalam timnya, Scarlett membagi tugas, dimana Dean dan Marianne bertugas bersamanya untuk membuat design 3D beserta simulasinya. Rollercoaster yang mereka miliki memiliki USP atau Unique Selling Point dengan 15 putaran dengan akselerasi yang cepat, yang bisa memecahkan rekor dunia. Sedangkan anggota tim lainnya, yaitu Thomas – sub leader – pencetus ide konsep roller coaster 15 putaran ini, berkerjasama dengan Lottie dan Lasha untuk mendesign Key Visual marketingnya. Dalam proses di tim Unison, cukup terlihat jelas peran Thomas yang kerap kali memaksakan konsep dan ide yang dimilikinya, tetapi anggota tim yang lain, terutama Lottie kerap tidak mengabaikan Thomas dan memotong pembicaraan Thomas. Sehingga pertengkaran terus terjadi di antara keduanya. Sedangkan Lasha tidak terlalu banyak berkontribusi dengan ide dan cenderung berdiam diri dalam proses tersebut. Di satu sisi Scarlett dan Marianne bekerja dengan cukup baik untuk bagian simulasi, walaupun terlihat peran Dean agak kurang jelas dalam proses ini.

Lain halnya dengan tim Empower yang dipimpin oleh Carina. Tim ini terlihat membagi tugasnya dengan cukup baik, dimana Ryan – Mark yang merupakan sub leader bekerjasama dengan Lewis untuk membuat Key Visual design, sedangkan Carina, Jameline dan Pamela berkerjasama dalam proses pembuatan simulasi 3D. Di awal terlihat Ryan yang cukup memaksakan idenya di logo dan visual yang sebenarnya kurang relevan dengan konsep yang sudah disepakati, namun Lewis pun tidak terlalu membantah hal tersebut. 

Setelah selesai dengan bagian masing-masing, setiap tim berkumpul dan kembali mendiskusikan ide mereka baik untuk Key Visual dan juga materi simulasi 3D. Terlihat bahwa tim Empower yang dipimpin oleh Carina, tidak terlalu menyetujui Key Visual dengan tema Insomnia yang dibuat oleh Ryan dan Lewis, begitupun sebaliknya Ryan dan Lewis tidak terlalu suka dengan hasil simulasi 3D yang dibuat tim Carina. Namun pada akhirnya mereka berusaha untuk mencari solusi dengan mendapatkan umpan balik dari konsumen dan menerima apa yang sudah dipersiapkan oleh masing-masing bagian.

Hal berbeda terjadi di tim Unison yang dipimpin oleh Scarlet, masing-masing bagian cukup menyetujui dan menerima ide baik untuk Key Visual dan juga hasil simulasi 3D. Materi tersebut pun akhirnya dipresentasikan kepada para panelis sebelum akhirnya para kandidat tersebut dikumpulkan kembali untuk bertemu dengan Lord Sugar dan Tim the Apprentice lainnya.

Setelah materi selesai dipresentasikan kembali ke Lord Sugar dan timnya, masing-masing anggota tim baik dari Unison maupun Empower pun diminta untuk memberikan umpan balik akan hasil yang sudah mereka kerjakan dan tentang tim. Disinilah banyak cukup terjadi selisih paham baik dari segi konsep, eksekusi hingga saling menyalahkan anggota tim. Ketika hasil diumumkan dan tim Empower – Carina memenangi kompetisi ini, tim Unison – Scarlet pun kembali dikumpulkan dalam ruangan. Di dalam ruangan kembali terlihat Thomas dan Lottie yang saling membela diri dan menyalahkan satu sama lain, Scarlet yang merasa Dean kurang memiliki peran yang cukup aktif, hingga Lottie yang menunjuk Lasha sebagi anggota tim yang paling pasif. Hasil dari kompetisi 11 kandidat The Apprentice UK seri inipun akhirnya membuat Lasha harus dipecat karena kepasifannya.

https://images.app.goo.gl/AQVABznvbJkDMq4m7


Dilema dan Konflik Tim Empower 

Dari awal sudah terlihat jelas tim Empower yang dipimpin oleh Scarlet terlihar kurang solid. Beberapa konflik dan dilemma yang terjadi dalam tim seperti:

  1. Scarlet sebagai pemimpin tim, merupakan tipikal yang cukup tegas dan lugas dalam memimpin dan membagi tanggung jawab di timnya. 
  2. Thomas yang sedari awal memaksakan dirinya untuk menjadi PM (Project Manager), yang sebenarnya ditentang oleh anggota timnya karena melihat kesalahan yang dibuat Thomas di tugas – tugas sebelumnya. Pada akhirnya Scarlet yang menjadi PM dan disetujui oleh anggota tim lainnya dan Thomas berperan menjadi sub leader.
  3. Thomas juga cukup aktif dan vocal untuk menyuarakan ide dan pendapatnya, bahkan cenderung memaksakan. Hingga akhirnya lebih sering tidak digubris dan ditolak oleh anggota timnya, terutama Lottie yang cukup vocal.
  4. Lottie memiliki karakter yang unik karena cukup tangguh dan tegas, namun cenderung tidak mau mendengarkan pendapat anggota tim lainnya, terutama Thomas yang dianggap kurang bisa dipercaya karena kesalahan yang dibuat sebelumnya. Walaupun Lottie merupakan tipikal yang cukup bertanggung jawab untuk tugas yang diberikan kepadanya, namun Lottie cenderung individualis dan berkepribadian keras.
  5. Marianne bisa dianggap cukup baik menjalankan peranannya di tim. Sedangkan Dean kurang cukup berkontribusi, namun menjalankan tugasnya jauh lebih baik dibandingkan dengan Lasha yang sangat pasif baik dalam menyuarakan pendapatnya ataupun dalam melakukan tugasnya.


Analisa Tim dan Grup yang Efektif – Tim Empower

Jikal ditinjau lebih jauh, tipe task interdependence yang diterapkan disini lebih ke pooled task interdependence dimana sedari awal tim sudah dibagi untuk berkontribusi mengerjakan tugas masing-masing untuk mencapai hasil yang sudah disepakati. Scarlet, selain sebagai pemimpin dari tim Empower, juga memimpin untuk pembagian tugas di bagian simulasi 3D dan Thomas yang berfungsi sebagai sub leader juga berusaha untuk memimpin untuk Key Visual. Namun bisa dilihat pembagian tugas yang dilakukan oleh Scarlet sebagai pemimpin tim kurang efektif karena pembagian timnya hanya sebatas pada sub tim, sehingga peran dari masing-masing individu dalam tim kurang jelas dan pada akhirnya mengakibatkan setiap individu berusaha untuk perform sendiri-sendiri. Dalam proses yang terjadi terlihat bahwa Lottie juga memainkan peran sebagai sub leader karena Thomas dianggap agak memaksakan ide-idenya dan Lottie menginginkan supaya tujuan tim bisa tercapai dengan baik.

Norma dalam grup di tim inipun terlihat belum terlalu efektif, cenderung ke low conformity / high deviance. Dimana seharusnya dari awal pemimpin sudah harus membagi dengan jelas peran dan tugas individu supaya masing-masing individu bisa terlihat perform dan tujuan tim bisa tercapai. Namun yang terjadi norma individual terbentuk dan banyak ketidakselarasan terjadi. Terlihat dari tim Scarlet yang kurang jelas fungsi dan peran dari Dean dan Marianne. Disini terihat peran Dean yang lebih pasif dibandingkan dengan Scarlet dan Marianne. Terlihat juga disini gaya kepemimpinan Scarlet yang lebih berorientasi pada hasil dibanding proses dan peran timnya. Di sisi sub tim Thomas, Lottie dan Lasha pun terlihat bahwa Thomas dan Lottie yang tidak saling menghargai, cenderung saling menyerang dan menyalahkan satu sama lain. Masing – masing dari Lottie dan Thomas merasa dirinya yang paling benar, sedangkan Lasha yang tidak terlalu terlihat perannya karena terlalu pasif dan cenderung tidak dianggap keberadaannya.


Analisa Keefektifan Komunikasi – Tim Empower

Dalam analisa terhadap komunikasi yang dilakukan, terjadi beberapa kesalahan akan persepsi yang dilakukan, contoh saja saat Scarlet merasa sudah menginfokan bahwa proyek yang mereka lakukan adalah proyek yang bisa memecahkan rekor dunia, sedangkan Lottie merasa tidak menerima informasi yang diberikan Scarlet tersebut. Hal ini menyebabkan pada design marketing tidak dilakukan implementasi atas info tersebut. Bias dan stereotype pun juga terjadi saat melakukan pemilihan pemimpin, dimana Thomas dianggap kurang mampu menjadi pemimpin yang baik karena kesalahan yang pernah dilakukan di proyek sebelumnya.

Jenis komunikasi yang dilakukan oleh tim Empower sebagian besar adalah face-to-face communication saat mereka melakukan pemilihan pemimpin, pembagian tim serta diskusi mengenai konsep. Setelah pembagian tim, komunikasi sebagian dilakukan melalui jaringan elektronik. Walaupun seharusnya jenis komunikasi langsung lebih bisa mendapat informasi yang lebih jelas dan terperinci, akan tetap komunikasi yang dilakukan oleh tim Empower masih kurang efektif karena penyampaian informasi yang kurang mendetail dan lebih banyak terjadi masing-masing berusaha berbicara dan menyuarakan pendapat sehingga akhirnya informasi yang didapat juga hanya sebagian saja. Komunikasi yang dilakukan di telepon pun juga sama karena masing-masing tidak mendengarkan satu sama lain hingga terjadi kekurangan penangkapan informasi.

Tipe jaringan komunikasi yang dilakukan juga seharusnya tergantung dengan pembagian posisi dan peran dari masing-masing anggota tim untuk mencapai tujuan tim. Tapi yang terjadi di tim ini, Lottie lebih banyak memimpin dalam pemberian informasi progress dari tim design key visual marketing dan mengabaikan pendapat Thomas, begitupun dengan Thomas yang cenderung memaksakan idenya dengan suara keras sehingga informasi yang berusaha di komunikasikan tidak dapat diterima dengan jelas. Secara struktural dan sesuai pembagian di sub tim, seharusnya Thomas yang memegang peranan untuk meng-update Scarlet untuk apa yang terjadi di timnya. Tapi dalam hal ini terkesan siapapun yang tidak berada dalam posisi struktur dapat memberikan informasi langsung ke Scarlet. Hal ini membuat jaringan komunikasi di tim Empower lebih terlihat seperti circle network.


Improvisasi Tim dan Grup yang Efektif untuk Tim Empower

Rekomendasi 


Berkaca dari team Unison yang mengalami kekalahan, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan pelajaran untuk menciptakan sebuah tim yang sukses. Pertama, Seorang pemimpin seharusnya mampu untuk memotivasi anggotanya agar dapat bekerja sama secara efektif. Didalam sebuah tim, tidak mungkin seluruh anggotanya memiliki sifat atau kemampuan yang sama. Setiap anggota team pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Seorang pemimpin harus mampu untuk mendelegasikan tugas yang sesuai dengan kemampuan anggotanya. Dengan demikian, anggota tim akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan. Kedua, Seorang pemimpin harus dapat menunjukkan wibawanya didalam menyelesaikan setiap konflik didalam teamwork. Pemimpin harus mampu untuk mengambil keputusan yang terbaik ketika terjadi konflik diantara anggotanya. Konflik antar anggota tidak mungkin dihindari. Namun demikian, Pemimpin team harus cakap didalam memutuskan jalan tengah yang terbaik sekaligus meredakan konflik anggota tim. Sebaliknya, pemimpin yang tidak dapat mengambil keputusan atau mudah dipengaruhi orang akan sulit untuk menyelesaikan konflik yang terjadi. Konflik yang tidak diselesaikan sudah pasti akan menciptakan permasalahan baru yang akan merugikan setiap anggota team. Ketiga, Pemimpin harus memahami bagaimana cara berinteraksi dengan anggotanya. Didalam perjalanan sebuah tim, ada kalanya salah satu anggota team mungkin sulit berhalangan hadir karena musibah atau mungkin mengalami hal-hal yang tak terduga sehingga team harus merubah rencana kerja yang telah disepakati. Dalam hal ini, Pemimpin harus dapat mencari solusi yang efektif sehingga didalam setiap permasalahan yang terjadi, tim tetap mampu untuk bekerja secara efektif. Seorang pemimpin harus dapat memiliki kemampuan komunikasi yang baik sehingga setiap anggota team selalu memahami perubahan – perubahan apa saja yang perlu dilakukan.



Keempat, Seorang pemimpin harus dapat memberikan penghargaan terhadap anggotanya yang berhasil menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. Penghargaan tidak harus selalu berupa barang atau uang, sebuah kalimat pujian terkadang sangat efektif untuk menciptakan semangat para anggotanya




Kontributor :

Andrea Rio Iskandar

Felicia Stefanie

Giri Mulyadi

Rohmat Agung Jaya Kumara


Daftar Pustaka

  1. Jones, R Gareth and George, Jennifer M. 2016. Contemporary Management. New York: Mc Graw Hill Education.
  2. Ferrel, O.C; Hirt, Georffrey A; Ferrell, Linda. 2019. Business Foundations A Changing World. New York: Mc Graw Hill Education.
  3. https://www.dailymotion.com/video/x7nnsv8

Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
3
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
1
OMG
Win Win
3
Win
I AM BATMAN

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format