Buaya yang Kehilangan Taringnya

Crocs vs Wakai


0

Critical Thinking

Alas kaki adalah suatu barang yang penting bagi setiap orang . dengan alas kaki kita dapat melakukan berbagai kegiatan dengan nyaman sekaligus menghindari dari kotornya kaki yang dapat membawa penyakit. Hal ini menjadi kesempatan besar bagi berbagai pengusaha untuk mengfokuskan perusahaannya dalam pembuatan alas kaki. Dengan banyaknya perusahaan alas kaki tentu memberikan persaingan yang ketat yang menuntut keunikan perusahaan dalam memberikan produk alas kaki sesuai keinginan dan kebutuhan konsumen. Tantangan ini dijawab oleh perusahaan alas kaki yang didirikan di Colorado Amerika Serikat yaitu “Crocs”. 

     Crocs pertama kali didesain untuk kegiatan outdoor dan berlayar karena alas kaki ini terbuat dari karet yang anti-slip dan pastinya tahan air sehingga mudah untuk dikeringkan karena berbahan dasar Croslite yang anti-bacteria. Kelebihan lain dari alas kaki Crocs adalah alas kaki ini sangat ringan, empuk dan nyaman, sepatu ini juga digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Dengan keunikan ini maka dengan cepat Crocs laku di berbagai belah dunia. Lalu di Indonesia sendiri produk Crocs tetap saja laku walau Crocs mematok harga yang tinggi untuk produknya yaitu 200-2 jutaan per pasang sandal.

     Berbeda dengan Crocs, ada lagi alas kaki unik lainnya yang memberikan desain selayaknya alas kaki dari Jepang yaitu Wakai. Wakai sendiri adalah produk alas yang diproduksi oleh PT Metroxx Global, sepatu ini memberika model jepang dengan base sapatu kanvas dan merupakan produk asli Indonesia. Lalu sebenarnya Jepang hanya menyentuh sebagian besar desain sepatu, sehingga Wakai pun mencantumkan embel-embel made of Japan untuk menarik konsumen. Alas kaki ini dibanderol dengan harga yang tidak jauh beda dengan Crocs yaitu 300­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­-2 juta per pasah sepatu.

     Baik Crocs maupun Wakai merupakan produk alas kaki yang memiliki ciri khas mereka masing-masing. Dengan ciri khas mereka yang unik jelas muncul berbagai gangguan kompetitor yang datang dengan penawaran mereka sendiri demi mengalahkan produk originalnya. Munculnya banyak kompetitor tidak membuat goyah Wakai dalam memasarkan produknya yayng tetap berada di atas dan tetap laku di pasar. berbeda lagi dengan keadaan Crocs yang justru goyah dengan munculnya banyak kompetitor khususnya kompetitor imitasi, hal ini terlihat dengan banyaknya gerai dan pabrik Crocs yang sekarang telah tutup. Lalu bagaimana itu bisa terjadi? Silakan simak video pada link di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=JJO7hDTOMuA

     Dalam video pada link di atas dijelaskan bahwa di skala dunia sendiri Crocs mengalami peningkatann penjualan signifikan sejak berdirinya Crocs di tahun 2002.

dalam data kita dapat melihat bahwa di dunia sendiri Crocs sebenarnya terus mengalami kenaikan yang stabil dalam hal penjualan sejak pertama kali berdiri.

     Namun walau penjualan terus naik tidak membuat net income juga ikut naik. mulai tahun 2008, net income Crocs justru mengalami kerugian walau beberapa kali menguntungkan di tahun 2010 namun tetap saja kembali merugi di tahun-tahun setelahnya.

 

    Lalu bagaimana keadaan Crocs di Indonesia? Untuk trend dan penjualan di Indonesia, Crocs sudah masuk pasar sejak tahun 2007-an dan selalu mendapatkan keuntungan hingga puncak trend dan penjaualnnya di tahun 2012. Dan berbeda dengan Wakai yang baru masuk pasar Indonesia pada tahun 2012. Dapat dilihat dari gambaran  statistik perjalanan trend Crocs dan Wakai sejak tahun 2010 di bawah ini.

Dari statistik di atas menggambarkan pada tahun 2012 Crocs mengalami tingkat trend tertinggi sekaligus sebagai titik balik Crocs yang selalu mengalami penurunan dalam trend di Indonesia. Lalu Wakai sendiri  baru muncul di pasar mulai tahun 2012 dan terus berada di atas tren Crocs walau sedikit ada penurunan. Hingga puncak penurunan trend Crocs adalah pada tahun 2019 Crocs menutup hampir semua storenya di Indonesia yang menandakan gagalnya Crocs menghadapi pasar di Indonesia saat ini. 

Analytical Thinking

Dengan kondisi Crocs dan Wakai sekarang, sebenarnya mereka memiliki strategi marketing mereka masing-masing yang menggambarkan mengapa kejadian seperti sekarang dapat terjadi. Dan yang pertama kita bahas adalah bagaimana mereka memposisikan produk meraka di pasar dengan competitive position. Dari competitive position, baik Crocs maupun Wakai berada pada market leader strategies dimana mereka berperan sebagai pemimpin dalam pasar karena menjadi pelopor inovasi alas kaki dengan keunikannya masing-masing. 

     Sebagai market leader tentu bukan tanpa resiko berarti, justru ini menjadi ancaman karena pasti banyak pesaing imitasi yang akan melawan penjualan produk Crocs ataupu Wakai. Namun dengan keyakinan, Crocs percaya diri tetap bertahan dengan produk yang mereka tawarakan dan memberikan sedikit inovasi karena mereka yakin bahwa produk yang original jauh lebih baik dari imitasi yang beredar di pasaran. Alhasil dengan persepsi tersebut Crocs mengalami penurunan penjualan pesat karena pengguna setia merasa Crocs sedikit memberikan inovasi dan mulai membosankan. Dalam alasan lain juga karena banyak konsumen yang lebih memilih barang imitasi dengan harga yang murah karena mereka menganggap desain yang diberikan juga sama saja dengan produk originalnya. Berbeda lagi dengan Wakai yang terus memberikan inovasinya dalam menghadapi barang-barang imitasi yang beredar agar produk tetap terjaga orisinilnya dan konsumen tetap setia. Alhasil Wakai tetap stabil berada di pasaran bahkan terus membuka gerainya di berbagai kota karena demand yang terus menumpuk, sedangkan Crocs justru banyak menutup gerainya karena makin berkurangnya minat konsumen dalam membeli produk ini.

     Lalu kedua produk juga menentukan bagaimana produk mereka disebarluaskan yaitu dengan menentukan channel behavior. Baik Crocs maupun Wakai menggunakan vertical marketing system dimana mereka melakukan produksi, wholeseller, dan retailer dalam satu kesatuan ownership. Hal ini menggambarkan mereka ingin menjaga secara langsung kualitas dari produk yang mereka bangun dan tawarkan. Lalu mereka juga menerapkan secara khusus bagaimana cara mereka mendistribusikan produknya.

     Dalam hal ini baik Crocs maupun Wakai menerapkan selective distribution yaitu dengan hanya membuka store-store potensial saja di beberapa tempat yang menurut mereka cocok dan terbukti dengan permintaan yang tinggi di tempat tersebut. Sebagai contoh adalah baik Crocs maupun Wakai mulai banyak membuka gerai mereka di mall-mall Surabaya setelah banyaknya pesanan yang berasal dari Jawa Timur terutama Surabaya.

     Setelah membahas bagaimana strategi marketing, maka kita harus mengetahui dimana posisi produk dalam masa hidupnya di pasar. Produk pada sejatinya memiliki masa hidup atau lebih dikenal dengan product lifecycle dimana suatu produk memiliki masa mereka sendiri dan masa itu yang menetukan bagaimana perusahaan bertindak. 

     Dalam hal ini, Crocs mengalami masa maturity stage menuju decline stage dalam waktu yang relatif cepatn yaitu 17 tahun sejak pertama kali Crocs memperkenalkan produknya. Hal ini ditandai dengan lesunya penjualan, banyaknya barang-barang imitasi dan barang inovasi lain sebagai barang substitusi, juga banyaknya suppliers yang beredar di banyak pabrik. Namun sangat disayangkan, Crocs menyikapi hal ini dengan sikap yang kurang tepat karena dalam tahap maturity stage justru mereka sedikit bertindak dan sedikit merespon untuk memberikan inovasi-inovasi dalam hal produk hingga strategi pasarnya. Padahal seharusnya dibutuhkan kekuatan perusahaan dalam memodifikasi pasar, produk, dan marketing mixnya agar produk tetap digemari dan tidak ditinggalkan.

     Berbeda lagi dengan Wakai yang masih dalam tahap growth stage menuju maturity stage yang digambarkan dengan penjualan yang terus meningkat,pengetahuan konsumen mengenai produk, penggunaan strategi penurunan harga untuk menarik konsumen namun juga memiliki tanda maturity stage yaitu sudah memeiliki banyak pesaing yang memberikan alternatif barang distributif melalui barang imitasi hingga barang lain yang serupa. Tapi dengan tantangan ini Wakai dapat menghadapinya dengan terus memberikan banyak inovasi produk seperti peluncuran sepatu yang mendudkung pelestarian lingkungan dengan menggunakan material yang ramah lingkungan seperti kanvas yang berasal dari katun. Tentu hal ini menjadi nilai lebih yang dimiliki oleh perusahaan Wakai sebagai contoh strategi produk sekaligus strategi pemasaran yang baru demi menarik lebih banyak konsumen lagi.

     Setelah mengetahui dimana posisi kedua produk, lalu kedua produk diketahui juga telah mengikuti tahapan competitive position strategies, strategi yang diikuti baik Crocs maupun Wakai adalah menggunakan strategi differentiation. 

Strategi ini terlihat langsung dengan bagaimana Crocs memiliki ciri khas bentuk tersendiri dalam menyajikan produk uniknya itu bahkan sempat viral bahwa Crocs merupakan desain sendal atau sepatu yang merusak fashion. Sedangkan Wakai konsisten dengan memberikan warna baru pada fashion kekinian yang berfokus pada sepatu berciri khas kejepang-jepangan dengan tren sepatu kanvas yang sedang viral di tahun-tahun belakangan ini. Lalu keduanya juga menawarkan sepatu dengan keringanan dan kenyamanan pada penggunanya juga keawetan dalam penggunaannya juga salah satu keunikan yang kedua produk ini tawarkan. Namun dengan keunikan mereka masing-masing justru menjadikan bumerang bagi mereka karena harus berurusan dengan banyak pesaing-pesaing yang mengimitasi produk mereka dengan memberikan penawaran harga yang di bawah dari harga produk original dari Crocs dan Wakai itu sendiri.

Summary

Setelah menganalisis bagaimana posisi produk Crocs dibandingkan dengan produk Wakai, kita dapat menyimpulkan berbagai hal. Hal pertama adalah Crocs merupakan market leader yang menandakan bahwa Crocs sangat rawan terhadap pesaing baru terutama pesaing yang mengimitasi desain produk meraka. Lalu hal kedua adalah cara pemasaran Crocs dengan melakukan differentiation juga menggambarkan bahwa Crocs berusaha membedakan produknya dengan produk alas kaki lainnya. Hal lain adalah Crocs menerapkan selective distribution. 

     Dari beberapa hal di atas ternyata Crocs sudah menggunakan strategi yang sesuai. Namun reaksi Crocs terhadap pesaing yang terus bermunculan terutama pesaing yang mengimitasi justru tidak ditanggapi secara serius oleh Crocs. Hal ini terlihat jelas dengan lesunya inovasi yang ditawarkan Crocs dalam menghadapi  para kompetitor yang menyebabkan Crocs perlahan-lahan tergusur oleh produk lain yang terus menawarkan inovasi ke dalam produknya. Selain kalah inovasi, Crocs juga kalah dalam mengikuti perkembangan fashion. Hal-hal dasar tersebut yang selalu diremehkan oleh prusahaan Crocs yang terlalu nyaman pada posisinya padahal mereka berada pada maturity stage dimana tahap ini memerlukan banyak ide baru untuk mengembangkan produk dan pasar agar tidak terjatuh pada decline stage.

Problem Solving

Dalam menghadapi para pesaing seharusnya Crocs lebih siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Salah satunya adalah bagaimana mereka melakukan inovasi atau mengeluarkan ide-ide yang baru. Salah satu cara mengeluarkan ide yang baru adalah dengan melakukan tahapan new product development process, tahapan ini adalah cara bagaimana produk baru diciptakan hingga produk dikomersialkan di pasar.

     Tahapan pertama adalah idea generation, dalam tahap ini perusahaan Crocs harus mengumpulkan ide mulai dari internal perusahaan hingga eksternal perusahaan. dari internal maka Crocs dapat mengumpulkan ide melalui hasi penelitian dari divisi R&D, staff, maupun dari program intrapreneural. Dari sisi eksternal maka dapat mencari ide dari para kompetitor, distributor, hingga berbagai desain dari perusahaan lain. Selain itu Crocs juga dapat mempertimbangkan ide kerjasama dengan bebagai perusahaan fashion lainnya sebagai bentuk bahwa Crocs juga mengikuti perkembangan fashion yang terjadi di dunia.

     Tahapan kedua adalah idea screening, tahap ini bertujuan untuk menyeleksi ide dengan mengidentifikasi ide yang baik dan membuang ide-ide yang dirasa sangat lemah diterapkan. Untuk menentukan mana ide yang dipertimbangkan dan mana ide yang ditolak tentu dapat dilakukan dengan melihat mana ide rasional dilakukan, ide yang dapat memenangkan persaingan, dan ide mana yang benar-benar dapat berjalan dengan baik mempertimbangkan kesempatan dan kekurangannnya.

     Tahapan ketiga adalah concept development and testing, tahapan ini adalah bagaimana kita menerjemahkan ide sebelumnya menjadi suatu produk yang dapat terlihat oleh konsumen. Dalam mengembangkan ide produk menjadi suatu yang nyata tentu harus melalui tahap pengonsepan agar produk tidak hanya dapat dilihat tapi juga memiliki nilai yang dapat dirasakan oleh konsumen secara langsung. Tahapan ini berkesinambungan dengan tahap marketing strategy development, karena pada tahap ini perusahaan harus menentukan target pasar yang mereka sesuaikan dengan nilai produk yang ingin mereka sampaikan kepada konsumen. Selai itu dalam tahap ini juga bagaimana perusahaan merincikan strategi pemasarannya dengan marketing mix.

     Tahapan keempat adalah business analysis, tahap ini adalah perusahaan menganilis apakah penjualan, kos, dan profit dari project telah memuaskan perusahaan dan sesuai dengan apa yang diinginkan atau tidak. Setelah melakukan analisis maka akan masuk dalam tahap product development sebagai langkah perbaikan dari hasil analisis. Pengembangan produk adalah langkah nyata mewujudkan ide awal setelah dilakukan analisis bisnis sebelumnya.

     Tahapan kelima adalah test marketing, dalam tahap ini jelas perusahaan harus melakukan tes pasar. Dalam tes pasar ini perusahaan akan mencoba mengujicobakan produk baru Crocs kepada calon konsumen.dari tes pasar ini perusahaan akan mendapat review produk dan mendapat bahan evaluasi untuk mengembangkan produk dan memperbaiki strategi pemasaran seblum pada akhirnya mencapai tahap commercialization atau tahap peluncuran produk secara resmi. Tentu tahap komersial akan menentukan kapan, dimana, dan bagaimana produk diluncurkan akan sesuai dengan yang kita harapkan cdan juga timing dimana konsumen dapat fokus pada produk baru Crocs itu sendiri.

     Setelah mengikuti beberapa tahapan seperti di atas, diharapkan Crocs dapat mulai bergerak cepat dalam memnghadapi pergerakan pasar yang cepat. Dan dengan tahapan inovasi tersebut Crocs dapat memulai kembali mengkomersialkan produknya sehingga mendapat penerimaan kembali oleh pasar dan konsumen tentunya. Dan pada akhirnya Crocs dapat kembali menjadi perusahaan yang diperhitungkan di pasar dunia.

Sumber

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17th ed. Harlow, UK: Pearson Education Ltd. (KA)

Amelie. Siska. 2014. Crocs Nyaris Bangkrut Karena Produknya Membosankan. https://m.liputan6.com/bisnis/read/790441/crocs-nyaris-bangkrut-karena-produknya-membosankan

Nadya. Novi. 2018. Sepatu Crocs Tutup Semua Pabrik Bagaimana Kelanjutannya. https://m.liputan6.com/fashion-beauty/read/3615560/sepatu-crocs-tutup-semua-pabrik-bagaimana-kelanjutannya

http://green-in-me.weebly.com/crocs—pengaruh-produk-terhadap-fashion.html

Andriyani. Dewi. 2019. Komitmen Wakai Kembangkan Produk dan Jaga Lingkungan. https://m.bisnis.com/amp/read/20190421/104/913699/komitmen-wakai-kembangkan-produk-dan-jaga-lingkungan

Tashandra. Nabilla. 2018. Banyak Dipalsukan Wakai Kembangkan Model Sepatu Baru. https://amp.kompas.com/lifestyle/read/2018/07/09/120940520/banyak-dipalsukan-wakai-kembangkan-model-sepatu-baru

https://www.youtube.com/watch?v=JJO7hDTOMuA

Bagaimana perjalanan Crocs dari awal muncul hingga sekarang

(pelengkap critical thinking)


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
RezaNoorF

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format