Martabak Palsu yang Semakin Merebak

Menyintas ditengah banyaknya imitasi


0

Rumusan Masalah

Siapa yang tidak mengetahui kue yang sangat digemari masyarakat ini? Berasal dari Bangka yang diciptakan oleh Suku Hakka dengan nama asli Hok Lo Pan yang berarti kue suku Hok Lo, kue ini dengan cepat berhasil mencuri hati masyarakat Indonesia. Bantalan yang empuk, rasa yang lezat dan gurih, kulit kue yang renyah membuat penasaran kebanyakan orang. Tentu saja setelah menyebar di berbagai daerah di Indonesia, banyak kalangan yang mencoba meniru resep dari kue lezat ini untuk dikomersilkan. Seiring dengan perkembangan waktu dan penyesuaian selera masyarakat di daerah tertentu seringkali terjadi modifikasi dalam resepnya. Topping yang digunakan juga semakin bervariasi, menambah nikmat setiap gigitan yang dirasakan.[1]

Di Indonesia, banyak sekali jujukan kuliner yang menyajikan kue ini. Selain itu, banyak brand martabak yang terkenal dibandingkan brand lainnya. Salah satunya ialah Martabak Holland. Sejak berdirinya pada tahun 2003, Martabak Holland menjadi salah satu brand martabak yang sangat digemari oleh masyarakat. Di Kota Surabaya, Martabak Holland seringkali menjadi idola warga serta menjadi rujukan turis-turis yang ingin menikmati martabak berkualitas.[2] Sudah menjadi rahasia umum bahwa brand ini menggunakan bahan-bahan yang berkualitas tinggi sehingga menghasilkan rasa yang tidak ada duanya.

Namun, Martabak Holland mulai mengalami penurunan dalam popularitasnya. Alasannya tidak lain karena banyak sekali penjual di pinggir jalan menggunakan nama Martabak Holland yang diplesetkan namun mirip seperti contoh Zolland, Yollanda, Rolland. Penjual-penjual ini juga menggunakan font yang mirip dengan font yang digunakan oleh Holland. Kualitas martabak yang diproduksi pun tidak kalah enak sehingga membuat konsumen tidak menyadari bahwa mereka membeli produk yang berbeda. Hal ini menyebabkan gerai Martabak Holland tutup di sebagian tempat.

Berbeda dengan Markobar, bisnis martabak yang sedang naik daun ini merupakan bisnis rintisan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak dari Presiden Joko Widodo dan berbasis besar di Solo, Jawa Tengah. Markobar mempunyai ciri khas dimana topping martabak yang disediakan hingga delapan macam topping yang berbeda. [3] Konsep yang diterapkan lebih menyerupai pizza sehingga konsumen dapat mengkonsumsinya seperti pizza. Markobar kini membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia yang jumlahnya mencapai 40 gerai. Banyak juga yang mencoba meniru model martabak seperti yang dilakukan Markobar ini, tapi alih-alih menurun penjualannya, Markobar semakin terkenal dan membuka lebih banyak cabang dengan omzet hingga 60 miliar per tahun.[4]

Martabak Holland yang dulu sangat digemari masyarakat kini mulai menutup gerainya, berbeda dengan Markobar yang bisnisnya semakin merajalela dan membuka cabang di berbagai daerah di Indonesia. Lantas apa yang membedakan kedua bisnis tersebut?

Analisis

A. Product Development Process

Dalam mengembangkan produk dibutuhkan analisis sebelum produk tersebut diproduksi secara massal dan akhirnya dikomersialkan di pasar. Dalam proses pengembangan produk ini ada beberapa tahap yaitu:

  1. Idea Generation

Awal untuk mengembangkan sebuah produk baru adalah Idea generation yang merupakan cara sistematis untuk mengembangkan ide-ide produk baru yang berguna dan dapat dikomersilkan di masyarakat. 


Dalam kasus ini Martabak Holland menciptakan ide baru yaitu menambah varian rasa yang semula hanyalah coklat dan keju saat awal bisnisnya menambah varian baru seperti oreo, ovomaltine, toblerone. Selain itu Martabak Holland juga menciptakan segmentasi baru yaitu martabak spesial yang menggunakan margarin atau martabak biasa yang menggunakan mentega.


Disisi lain, Markobar membuat gebrakan baru yaitu menggunakan delapan macam topping sehingga terlihat menarik dan mencampur konsep martabak dengan pizza. Konsep baru inilah yang menarik perhatian masyarakat sehingga produknya laku keras.


  1. Idea Screening

Idea screening digunakan untuk memilah ide mana yang bisa digunakan dan memperbesar kemungkinan produknya akan laku di masyarakat. Proses memilah ini dapat membedakan ide-ide yang bagus dan mana ide-ide yang buruk. Tahapan ini dapat menggunakan analisis SWOT suatu produk. Idea screening membantu perusahaan untuk fokus pada ide produk yang diharapkan memberikan keuntungan maksimal. Kedua perusahaan Markobar maupun Martabak Holland diharapkan melakukan tahapan ini sebelum lanjut pada tahapan berikutnya.


  1. Concept Development and Testing

Tahapan ini melibatkan dua hal yaitu concept development dan concept testing. Setelah mendapat kesimpulan tentang produk mana yang akan dikembangkan, perusahaan melakukan pengembangan konsep produk. Dalam kasus di atas Markobar dapat memilih topping apa saja yang cocok dengan selera masyarakat sekarang.


  1. Marketing Strategy Development

Tahapan ini melibatkan 3 bagian yaitu menetapkan target pasar, menguraikan harga dan pengeluaran, dan strategi bauran pemasaran. Target pasar kedua perusahaan ialah masyarakat pecinta kuliner. Namun, Martabak Holland lebih fokus pada konsumen yang berkeluarga sehingga menciptakan produk yang lebih cocok apabila dinikmati di rumah konsumen masing-masing. Sedangkan Markobar memiliki target pasar cenderung pada kalangan muda sehingga menyediakan tempat untuk bercengkrama dan model pizza yang dapat dinikmati orang banyak dan berfungsi sebagai cemilan selagi berbincang.


  1. Business Analysis

Business analysis melibatkan proyeksi pendapatan yang akan diterima selama tahun pertama penjualan sehingga kedua perusahaan dapat menentukan menggunakan bahan baku yang dapat mengurangi biaya produksi dan lain lain. Selain itu tahapan ini juga dapat berguna untuk mengidentifikasi apakah pasar layak dimasuki atau tidak. Martabak Holland kurang optimal dalam melakukan tahapan ini sehingga produknya gampang ditiru dan konsumen beralih pada produk imitasi yang mempunyai harga relatif lebih murah.


  1. Product Development

Seiring berjalannya waktu produk yang semula hanya konsep direalisasikan dan dianalisa oleh kalangan internal. Martabak Holland kurang memperhatikan tahapan ini sehingga kurang adanya pengembangan produk yang signifikan dan bahan baku pembuatan toppingnya mudah didapat oleh produsen martabak lain sehingga produknya mudah untuk diimitasi dengan harga jauh dibawah harga yang dipatyok oleh Martabak Holland.


  1. Test Marketing

Test Marketing adalah salah satu tahapan penting untuk mengetahui produk tersebut dapat dikomersilkan secara luas atau tidak melalui sistem pemasaran yang realistis. Juga bertujuan apakah produk sudah berjalan seirama dengan perkembangan pasar. Martabak Holland dan Markobar memberikan percobaan produk kepada masyarakat untuk mengetahui reaksi masyarakat terhadap produk. 


  1. Commercialization

Setelah melakukan tahap tahap diatas perusahaan akan memperkenalkan produk pada pasar dan menjual produknya dalam skala besar.



B. Michael Porter Competitive Strategy

  1. Overall Cost Leadership

Perusahaan seperti Martabak Holland yang lebih dulu memasuki pasar dan mempunyai brand advantage daripada Markobar akan cenderung untuk menjual dengan harga diatas rata-rata dibandingkan dengan Markobar untuk memperbesar profit margin. Namun, strategi ini ternyata kurang efektif karena banyaknya produsen martabak lain yang mengurangi biaya produksi jauh dibawah Martabak Holland dengan kualitas yang hampir sama. 


Berbeda dengan Markobar yang menggunakan kualitas produk yang maksimal dan namun dengan harga yang relatif mudah dijangkau oleh kalangan muda dengan cara patungan. Sehingga biaya akan terlihat lebih murah. Strategi ini terlihat efektif karena nilai yang disampaikan oleh Markobar juga menyediakan cemilan makan untuk bercengkrama. 


  1. Differentiation

Diferensiasi produk berperan penting untuk menonjolkan kekhasan produk yang dijual. Keunikan produk juga dapat menarik konsumen. Markobar memiliki keunggulan di bidang ini karena menghasilkan produk yang sangat berbeda dengan menggabungkan konsep pizza dengan martabak dan digunakan sebagai cemilan. Selain itu Markobar memberikan delapan topping berbeda sehingga konsumen dapat memilih topping yang sesuai dengan selera mereka. Diferensiasi produk ini sulit dicontoh oleh pesaing lain karena Markobar menyediakan topping yang berkualitas dan konsep yang berbeda sehingga pesaing akan susah untuk memasuki pasar.


  1. Focus

Perusahaan akan berusaha memberi pelayan yang baik kepada konsumen untuk mendapatkan kesetiaan konsumen. Ini juga dapat berbentuk komitmen konsumen dalam mempelajari pasar sehingga dapat melakukan segmentasi secara akurat. Dengan demikian produk akan dikhususkan pada klasifikasi konsumen tertentu dan dapat lebih laku di pasaran dibanding produk pesaing. Selain itu segmentasi konsumen juga dapat mendongkrak penjualan. Seperti contoh Markobar mensegmentasikan produknya bagi kalangan muda dan keluarga sehingga dua kalangan tersebut dapat membeli produknya tanpa mengurangi kualitas kedua segmentasi produk tersebut.


  1. Middle of the Road

Michael Porter menyarankan agar perusahaan tidak terjebak pada tengah-tengah jalan yang berarti perusahaan tidak memiliki fokus yang terpusat dalam menjual produknya. Seperti contoh, bisnis martabak seperti kedua perusahaan diatas juga menjual cakue sehingga konsumen tidak melihat konsistensi perusahaan dalam menjual suatu produk. Fenomena ini dikenal dengan “Stuck In the Middle”.



C. Other Considerations Affecting Price Decision


Martabak Holland

Markobar

Overall marketing strategy, objective, and mix

Martabak Holland yang terkenal pada tahun 2003 karena telah memasuki pasar lebih dulu mempunyai keunggulan brand sehingga perusahaan tersebut mematok harga yang dtinggi atau relatif diatas rata-rata. Harga yang dipatok berkisar dari Rp 25.000,- hingga Rp 78.000,-. 

Hal ini juga dikarenakan Martabak Holland menggunakan bahan baku yang berkualitas untuk memastikan konsistensi produk.

Markobar yang sedang naik daun mematok harga yang sangat tinggi yaityu berkisar di angka Rp 40.000,- hingga Rp 120.000,-. Hal ini dikarenakan kualitas bahan baku yang digunakan.



Namun, Markobar mengedepankan keunggulannya yaitu diferensiasi produk yang lebih unggul  dibandingkan martabak lain.

Selain itu, target konsumen markobar adalah kalangan muda yang notabene datang berkelompok sehingga dapat membagi harga martabak per konsumen.

Organisational Consideration

Kedua produk perusahaan mempunyai penentuan harga yang sama yaitu dipengaruhi langsung oleh bahan baku pembuatan martabak. Namun, Markobar mempunyai variabel biaya baru yaitu biaya sewa tempat yang dapat meningkatkan harga produk.

Market Demand

Martabak Holland berada dalam pasar yang sedang jenuh akan martabak biasa. Sehingga apabila ada pesaing yang membuat martabak dengan kualitas yang sama dan harga yang relatif murah maka secara otomatis Martabak Holland akan tergusur.

Markobar menjual produk pada pasar yang didominasi oleh kalangan muda. Inovasi gabungan martabak dan pizza dengan delapan topping berbeda yang diberikan juga menarik sehingga konsumen penasaran akan produk tersebut kemudian membelinya. Sehingga demandnya relatif tinggi.

The Economy and Other External Factors

Kedua produk ini dipengaruhi oleh kondisi ekonomi Indonesia yang sedang menggalakkan Industri 4.0 sehingga perusahaan yang menggunakan teknologi tradisional dalam pembuatan dan pemasarannya akan menambah biaya produksi dan secara otomatis akan tersingkir.


Dari Analisis diatas dapat diperoleh bahwa Martabak Holland mematok harga yang realatif mahal tanpa mempetimbangkan beberapa faktor yaitu kemudahan dalam membuat produknya dan memperoleh bahan baku (memperbesar kemungkinan produk untuk ditiru), inovasi produk yang diberikan kurang signifikan, dan harga yang relatif mahal. Hal ini menyebabkan konsumen sangat mudah berpindah hati pada produsen martabak yang lebih murah dan tak kalah enak.

Solusi

Martabak Holland telah menjadi jujukan masyarakat Indonesia yang ingin menikmati martabak berkualitas sejak awal kemunculannya pada tahun 2003. Namun, karena faktor diatas Martabak Holland menurun popularitasnya dan beralih pada penjual martabak yang menggunakan nama dan font yang mirip dengan Martabak Holland dengan kualitas yang tidak berbeda jauh dan harga yang lebih murah. Lantas apa yang harus dilakukan? Solusi yang kami tawarkan antara lain:

  1. Memberikan inovasi lebih pada produk dan meningkatkan keunggulan dengan diferensiasi produk, dengan ini maka konsumen akan semakin tertarik dengan produk yang ditawarkan. Di sisi lain, pesaing-pesaing akan sulit untuk mengimitasi produk yang dijual karena adanya diferensiasi produk.

  2. Menetapkan harga yang mudah dijangkau. Hal ini dapat dilakukan dengan menghitung biaya produksi dengan akurat dan tidak melibatkan brand advantage terlalu banyak dalam penentuan harga.

  3. Melakukan segmentasi produk dan konsumen dengan akurat. Hal ini dapat membantu Martabak Holland dalam memasarkan produknya. Selain itu, Martabak Holland dapat menambah segmentasi produk yang dikhususkan bagi kalangan muda yang dapat mendongrak penjualan.

  4. Melakukan product development yang baik sebelum meluncurkan produk di masyarakat.

Jejak Kaki


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format