Nasib Berbeda Kakak dan Adik

Siapa sangka bahwa Puma dan Adidas dulunya adalah satu perusahaan yang sama? Yuk simak perjalanan kakak dan adik berikut dalam mendirikan 2 brand tersebut


0

PENDAHULUAN

Nike, Adidas, Puma, New Balance, Reebok, Under Armor, Asics, The North Face, DKS (Dick’s Sporting Goods), Skechers. Banyak sekali brand ataupun perusahaan sejenis sebelumnya yang Namanya sudah tidak asing. Di dalam artikel kali ini, penulis hanya akan membahas tentang dua brand dari beberapa yang ada, yaitu Puma dan Adidas. Siapa yang tidak kenal dengan brand Puma dan Adidas? Dua brand yang sudah mendunia ini tentu tidak asing bagi hampir sebagian besar masyakarakat Indonesia. Puma dan Adidas identic dengan brand penghasil alat-alat olahraga termasuk sepatu olahraga, pakaian olahraga hingga aksesoris olahraga. Kedua brand ini juga sering dijumpai menjadi sponsor berbagai event olahraga yang ada di seluruh dunia. Tak heran bahwa keduanya mampu menjadi brand yang bergerak di bidang olahraga nomer 2 terbesar (Adidas) dan nomer 3 terbesar (Puma) se dunia, dan saling berkompetisi untuk memperebutkan predikat brand nomer 1 di dunia yang dipegang oleh Nike. 

Puma dan Adidas dulunya merupakan satu perusahaan dengan nama “Gebruder Dassler Schuhfabrik” yang berdiri pada tahun 1924 dan hanya berfokus pada produksi sepatu olahraga. Perusahaan ini didirkan oleh kakak beradik yang bernama Rudolf Dassler dan Adolf Dassler. Produk perdana kakak adik tersbeut dipakai pertama kali dalam ajang olahraga Olimpiade Berlin pada tahun 1936. Mata dunia mulai terbuka dengan keberadaan perusahaan tersebut setelah Jesse Owens memenangkan medali emas pada Olimpiade Berlin tersebut dengan memakai produk besutan Dassler bersaudara.

Beberapa tahun kemudian, Rudolf Dassler dan Adolf Dassler memutuskan untuk masing-masing mendirikan perusahaan sendiri namun masih bergerak di bidang yang sama yakni bidang olahraga. Rudolf mendirikan Puma, sedangkan Adolf mendirikan Adidas.

Puma

Puma adalah salah satu brand yang bergerak di bidang olahraga dengan produk berupa sepatu atletik, pakaian olahraga dan aksesoris olahraga. Perusahaan yang sudah mendunia ini berbasis di Jerman dan didirikan oleh Rudolf Dassler yang merupakan kakak dari Adolf Dassler, pendiri perusahaan Adidas pada tanggal 1 Oktober 1948. 

Perusahaan Puma dikenal dalam dunia sepakbola karena perannya dalam mensponsori pemain-pemain terkenal sekaligus menjadikan mereka brand ambassador brand Puma. Pemain-pemain tersebut seperti Pele, Diego Maradona, Lothar Matthaus, Zlatan Ibrahimovic, Ramadael Falcao, Sergio Aguero, Cesc Fabregas, dan Gianluigi Buffon.

Adidas

Adidas adalah brand terbesar nomer 2 di dunia yang pada mulanya bergerak di bidang olahraga dengan produk berupa sepatu atletik, pakaian olahraga dan aksesoris olahrga. Adidas didirikan pada tahun 1948 oleh Adi (Adolf) Dassler ketika ia dan adiknya memutuskan untuk berpisah dan masing-masing mendirikan brand sendiri. Penamaan Adidas berasal dari nama sang pendiri, yakni ‘Adi’ yang berupa nama depannya dan ‘das’ yang berasal dari nama belakang Dassler. 

Pada tahun 1971, Muhammad Ali dan Joe Frazier, icon olahraga tinju pada saat itu menggunakan produk Adidas. Hal tersebut menyebabkan semakin meningkatnya popularitas Adidas. Pada Olimpiade Munich 1972, 1.164 dari 1.490 atlet internasional menggunakan produk Adidas. 

Permasalahan

Kesuksesan dan persaingan kedua perusahaan yang bergerak di bidang olahraga tersbeut terus berjalan. Ekspansi dan penjualan mereka pun pada akhirnya sampai juga di Indonesia. Kecenderungan masyarakat Indonesia yang menyukai sebuah brand yang terkenal dan lebih mementingkan gengsi dan ego seakan menjadi sebuah pisau bermata dua. Di satu sisi, kecenderungan yang demikian mampu mendongkrak penjualan perusahaan Puma maupun Adidas karena nama yang dimiliki oleh kedua brand tersebut sudah sangat terkenal. Di sisi lain, harga yang ditawarkan oleh produk besutan Puma dan Adidas tidak mampu dijangkau oleh semua kalangan masyarakat Indonesia yang menyebabkan banyak munculnya barang-barang tiruan atau barang KW yang dibuat semirip mungkin dengan brand asli nya. 

Dapat kita lihat di toko fisik (ofline) maupun toko online bahwa banyak penjual ataupun pebisnis yang memperdagangkan barang-barang dengan merk atau brand Puma dan Adidas namun ada tulisan KW. Bahkan di beberapa kota besar, toko-toko fisik tidak segan atau malu untuk secara terang-terangan menuliskan bahwa barang yang ia jual adalah barang KW dan bukan original.

Data yang diambil dari Google Trends tersebut menunjukkan bahwa sejak tahun 2004 hingga hingga tahun 2011, trend Puma dan Adidas cenderung sama walaupun trend Adidas lebih tinggi dibandingkan dengan Puma. Setelah tahun 2011, trend Puma cenderung menurun sedangkan trend Adidas cenderung meningkat. Hal tersebut semakin membuat gap diantara dua brand tersebut semakin lebar dan jauh.

Walaupun penggunaan Google Trends bukanlah tolak ukur segalanya, namun trend yang terjadi dimana orang-orang menggunakan keyword Adidas lebih banyak dibandingkan keyword Puma dapat menjadi salah satu indicator tentang keberhasilan kedua brand tersebut dalam menggaet pasar konsumen Indonesia. 

Keberhasilan kedua brand tersebut dalam menggaet konsumen tentu tak dapat dilepaskan dari keberadaan barang-barang tiruan atau KW yang berusaha sebisa mungkin untuk meniru produk-produk Puma dan Adidas namun dengan harga yang lebih murah meraih.

Marketing Channel

Puma dan Adidas tentu menggunakan sebuah perantara atau channel untuk membawa produk mereka ke pasar dan dapat diterima oleh konsumen. Saluran Distribusi atau Marketing Channel dapat didefinisikan sebagai seperangkat organisasi yang saling bergantung yang membantu menyediakan produk atau layanan untuk digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen atau pengguna bisnis.

Dalam konteks penggunaan marketing channel, baik Puma maupun Adidas sama-sama menggunakan Multichannel Distribution System. Multichannel Distribution System adalah sistem distribusi di mana perusahaan tunggal membuat dua atau lebih saluran pemasaran untuk menjangkau satu atau lebih segmen pelanggan.

Dalam konteks ini, Puma dan Adidas selaku perusahaan induk dan juga produser peralatan olahraga juga menjadi penyalur langsung atau penjual langsung kepada konsumen. Penjualan langsung yang dilakukan oleh Puma dan Adidas dilakukan melalui website yang mereka kelola hampir di setiap negara maupun melalui official store yang mereka dirikan. Produk yang dijual dan dikelola langsung pihak Puma dan Adidas biasanya adalah produk yang lebih bersifat rare dan premium sehingga tentu harga yang ditawarkan diatas harga produk mereka lainnya yang tidak rare. Segmen konsumen untuk bagian ini adalah konsumen yang memang memahami brand Puma dan Adidas serta memiliki kemauan untuk mengkoleksi produk Puma dan Adidas. 

Penjualan melalui retailer dilakukan oleh Puma dan Adidas dengan menitipkan atau menjual produk mereka melalui pihak ketiga. Contoh di negara Indonesia adalah melalui Sportstation yang mana Sportstation merupakan toko atau pihak ketiga yang memasarkan produk buatan Puma dan Adidas. Selain memasarkan produk buatan Puma dan Adidas, Sportstation juga memasarkan produk buatan brand lain seperti Nike, New Balnce, Reebok dll.

Fenomena yang terjadi beberapa tahun belakangan ini adalah semakin banyaknya official store Puma yang tutup maupun mengecil luasnya di beberapa gerai mal di Indonesia. Hal yang sebaliknya justru terjadi dengan official store Adidas yang semakin menjamur dan tumbuh dimana mana serta memperluas official storenya di beberapa daerah di Indonesia.

Fenomena yang sama juga terjadi dengan produk Puma dan Adidas yang didistribusikan di toko pihak ketiga, Sportstation. Jika melihat jumlah produk yang di pajang di Sportstation, akan terlihat bahwa produk besutan Puma semakin berkurang dari hari ke hari. Baik berkurang dari sisi ukuran maupun berkurang dari sisi jenis produk yang ditawarkan. Adidas menunjukkan hal yang sebaliknya. Semakin banyak jenis produk yang di pajang di Sportstation yang berlambang brand dengan ciri khas 3 strip tersebut.

Walaupun jumlah produk Puma yang semakin berkurang dan jumlah produk Adidas yang semakin bertambah tidak bisa jadi satu-satunya acuan tentang perkembangan kedua brand tersebut, namun hal tersebut dapat menjadi salah satu indicator.

Indikator yang tampak tersebut tentu tak dapat dilepaskan dari keberadaan barang imitasi yang beredar di pasaran. Marketing channel yang digunakan oleh produk imitasi biasanya melalui pihak ketiga. Pihak ketiga yang menjual barang imitasi biasanya adalah toko yang kurang terkenal ataupun kurang “besar” sehingga seharusnya dapat dengan mudah dikenali bahwa toko tersebut menjual produk imitasi. 

Online Marketing

Online marketing dapat didefiniskan sebagai pemasaran melalui internet menggunakan situs web perusahaan, iklan dan promosi online, email, video online, dan blog. Dari definisi tersebut, ada lima media yang termasuk didalam online marketing. 

  1. Situs web perusahaan

Puma dan Adidas sudah sama-sama memiliki website yang tidak hanya digunakan untuk penjualan online, namun juga untuk memberikan informasi tentang diskon yang sedang terjadi.

  1. Iklan dan promosi online

Puma dan Adidas melalukan promosi online dengan mengiklankan produknya di berbagai tempat di internet seperti melalui iklan Youtube maupun iklan yang ada di website-website lain yang bersifat pop up.

  1. Email

Puma dan Adidas melalukan pemasaran melalui email yang hanya dapat dilakukan jika konsumen mendaftarkan atau melakukan subscription untuk menghargai privasi konsumen dan agar tidak terjadi pelanggaran etika.

  1. Video online

Puma dan Adidas sudah berusahsa untuk melakukan pemasaran melalui video online. Salah satu strategi pemasaran melalui video online yang paling fenomal adalah kejadian dimana pihak Puma membayar mahal Pele untuk mengikat tali sepatu sebelum kick off piala dunia. Hal tersebut langsung membuat Puma kebanjiran order karena momen tersebut adalah momen dimana untuk pertma kalinya, Piala Dunia disiarkan di TV dan Pele adalah mega bintang masa itu. Adidas juga sudah melakukan pemasaran melalui video online.

  1. Blog

Puma belum memiliki blog yang terus diupdate sedangkan Adidas memiliki blog yang up to date dan terintegrasi dengan website nya sehingga lebih memudahkan konsumen dalam mencari dan menemukan blog Adidas.

Barang imitasi tentu tidak akan melakukan proses online marketing untuk menjual produknya. Hal tersebut seharusnya menjadi sebuah keunggulan bagi Puma dan Adidas.


Competitive Advantage

Keuntungan lebih dari pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai lebih kepada konsumen adalah definisi dari competitive advantage. Brand besar sudah seharusnya memiliki keunggulan kompetitive dibandingkan pesaingnya apalagi jika pesaing tersebut adalah barang imitasi atau palsu. 

Puma dan Adidas tentu amsing-masing memiliki competitive advantage. Puma dengan ciri khasnya berupa lambing panther dan ada tulisan Puma dan Adidas dengan ciri khasnya berupa tiga strip pada setiap produknya. Selain itu, Puma dan Adidas juga melakukan competitive advantage dengan merilis beberapa artikel yang berisi cara membedakan produk mereka dengan produk imitasi. Adidas sudah berhasil dengan cara tersebut namun Puma kurang berhasil.


Kesimpulan 

Puma dan Adidas sudah sama-sama berusaha menerapkan strategi pemasaran untuk memasarkan produknya dan melawan produk imitasi namun Adidas lebih berhasil dibandingkan Puma. Hal tersebut dapat terjadi karena Adidas yang lebih menyeluruh dan konsisten dalam memerangi produk imitasi disbanding Puma.


Saran

  1. Puma seharusnya memperluas marketing channel.
  2. Puma sebaiknya gencar menggunakan internet untuk promosi dan memaintance blog yang dimiliki sekaligus mengintegrasikan dengan website nya.
  3. Puma sudah sewajarnya membuat competitive advantage yang lebih menonjol

Sumber

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018). Principles of Marketing. 17th ed. Pearson

https://m.merdeka.com/puma/profil/

https://www.beritaunik.net/olahraga/asal-usul-sejarah-adidas.html

https://trends.google.com/trends/explore?date=all&geo=US&q=puma,adidas




Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format