Bisnis Donat Madu, yang tidak semanis madu

Donat Madu Cihajuang; si donat perjuangan


-1
-1 points

Donat (doughnut atau donut dalam bahasa Inggris) adalah panganan yang digoreng, dibuat dari adonan tepung terigu, gula, telur, dan mentega. Donat yang paling umum adalah donat berbentuk cincin dengan lubang di tengah dan donat berbentuk bundar dengan isian manis, seperti selai, jelly, krim, dan custard. Donat bisa dibentuk dengan menyatukan kedua sisi adonan berbentuk persegi panjang hingga membentuk cincin atau menggunakan pemotong otomatis yang sekaligus membuat lubang di tengah adonan donat. Lubang pada donat berbentuk cincin dulunya dimaksudkan agar donat cepat matang sewaktu digoreng. Adonan donat yang tersisa sewaktu membuat donat berbentuk cincin sering dijual sebagai doughnut hole atau dicampurkan lagi ke dalam adonan untuk membuat donat baru.

Adonan donat terdiri dari dua jenis, adonan yang dibangunkan dengan ragi seperti adonan roti, dan adonan kental seperti adonan kue. Donat dari adonan tepung yang memakai ragi biasanya kadar lemak 25% dari berat donat, sedangkan donat adonan cake mengandung kadar lemak 20%. Donat dari adonan cake digoreng selama 90 detik bolak-balik di dalam minyak bersuhu antara 190℃ hingga 198℃. Sedangkan donat dari adonan tepung yang dibangunkan oleh ragi memerlukan waktu penggorengan yang lebih lama (sekitar 150 detik) di dalam minyak bersuhu 182℃ hingga 190℃.

Setelah matang, permukaan donat bisa dihias dengan taburan gula icing atau gula halus bercampur bubuk kayu manis, dicelup glasir berupa campuran madu dan gula, disiram coklat cair dan ditaburi coklat butir beraneka warna di atasnya. Selai, jelly atau custard yang menjadi isi donat disuntikkan dengan alat spuit.

Donat Madu

Ridwan Iskandar bersama dengan istrinya Fanina Nisfulaily memulai bisnis Donat Madu pada bulan Mei tahun 2010 di Jl. Cihanjuang Nomor 158 A, Kota Cimahi Jawa Barat. Awalnya nama yang dipakai adalah Donat Madu Cihanjuang karena tempat pertama didirikan di Cihanjuang. Tapi, setelah dipatenkan berubah menjadi Donat Madu karena nama tempat tidak bisa dipatenkan. Ide awalnya yaitu mengembangkan bisnis kuliner yang lain. Mereka ingin menciptakan produk premium namun memiliki harga yang terjangkau. Inovasinya dengan menambah unsur lain di adonan donat biasa yaitu madu, bukan madu biasa dan memilih madu bermutu yaitu madu Sumbawa. Butuh waktu satu tahun untuk meracik donat dengan campuran madu.

Donat madu merupakan bisnis usaha donat waralaba yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia terbukti dengan adanya gerai di setiap kota yang sekarang  berjumlah 106 gerai di Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Makasar, Batam khususnya di Bandung sendiri yang menjadi awal gerai donat madu. Dengan konsep Open Kitchen yang artinya donat madu langsung diproduksi di tokonya sehingga pembeli bisa melihat sendiri bagaimana donat dibuat, donat yang dibuat pun fresh karena diproduksi dan di display pada hari yang sama. Rasa donat madu tak kalah lezat dari donat bermerek yang dijual di mal-mal. Teksturnya lembut dan ringan, rasa manisnya pas berasal dari madunya. Ada 27 varian topping, ada topping yang tidak dimiliki merek donat lain yaitu coklat taburan Italia. Inspirasi varian topping terkadang diperoleh sebagian dengan melakukan survey ke merek donat lainnya dan sedikit meniru serta mencari bahan langsung ke distributor. Untuk melihat seberapa tinggi kualitas donat madu dibanding merek lainnya yang dari segi harga lebih mahal. Selain donat dengan ukuran regular Donat Madu juga membuat donat yang berukuran mini juga bentuk kartun yang lucu tetapi ketika ada pesanan.

Tingginya persaingan kue donat memicu manajemen Donat Madu harus merancang dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik konsumen baru sehingga dapat meningkatkan penjualan dan memenangkan pasar. Dalam meningkatkan jumlah penjualan, pemilik Donat Madu harus merancang strategi yang tepat, mengingat Donat Madu adalah termasuk “pemain baru” dalam dunia kue donat. Manajemen Donat Madu dapat mempelajari strategi bisnis dari donat asal Amerika Serikat, yaitu Krispy Kreme Doughnut Inc. yang cukup sukses di Indonesia.

Krispy Kreme Doughnuts
Krispy Kreme Doughnuts adalah sebuah jaringan toko donat asal Amerika Serikat. Perusahaan pengelola utamanya adalah Krispy Kreme Doughnuts, Inc. (NYSE: KKD) yang berlokasi di California. Didirikan pada tahun 1937, Krispy Kreme menjual berbagai jenis donat, tetapi yang paling terkenal adalah donat berlapis gulanya yang biasanya disajikan hangat. Salah satu ciri khas toko-toko Krispy Kreme adalah kaca besar antara dapur dan areal pelanggan sehingga para pelanggan dapat melihat cara pembuatan dan penyajian donat.

Di Indonesia, hak waralabanya dipegang oleh Mitra Adi Perkasa dan pertama kali dibuka pada tahun 2006.


Analisis Strength, Weakness, Opportunity dan Threat (SWOT)

Tabel 1.1   Analisis SWOT

Dari perbandingan SWOT kedua brand tersebut terlihat jarakyang cukup signifikan, karena memang Krispy Kreme merupakan brand kelas dunia yang sudah lama berdiri, sedangkan Donat Madu adalah pendatang baru. Namun, Donat Madu dapat belajar dari Krispy Kreme.

Diversification

Menurut Gareth R. Jones dan Jennifer M. George dalam bukunya Contemporary Management, Ninth edition menyebutkan: 

  • Diversification adalah strategi tingkat perusahaan untuk memperluas operasi bisnis perusahaan ke dalam industri baru untuk menghasilkan jenis barang atau jasa baru yang berharga. 
  • Related diversification adalah memasuki bisnis atau industri baru untuk menciptakan keunggulan kompetitif di satu atau lebih divisi atau bisnis organisasi yang ada.

Sesuai dengan namanya, manajemen Donat Madu menambahkan unsur madu didalam pembuatan donatnya. Sehingga tekstur dan rasa donat menjadi berbeda dengan donat kebanyakan. Apalagi di era millennial seperti sekarang ini, dimana makanan sehat atau healthy food sangat diminati oleh para konsumen. Diversifikasi seperti ini juga dilakukan oleh Krispy Kreme Doughnut, Inc. pada saat mereka berjualan yaitu salah satu ciri khas toko-toko Krispy Kreme adalah kaca besar antara dapur dan areal pelanggan sehingga para pelanggan dapat melihat cara pembuatan dan penyajian donat, atau dengan kata lain “Donut Theatre". Diversifikasi seperti inilah yang dapat membuat Krispy Kreme menjadi perusahaan yang sukses seperti saat ini. Manajemen Donat Madu juga menerapkan hal ini yang mereka sebut dengan “Open Kitchen”

Customer Relationship Management

Menurut Gareth R. Jones dan Jennifer M. George dalam bukunya Contemporary Management, Ninth edition menyebutkan: Customer Relationship Management (CRM) adalah teknik yang menggunakan teknologi informasi (TI) untuk mengembangkan hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan untuk memaksimalkan nilai yang dapat diberikan suatu organisasi kepada mereka dari waktu ke waktu.

Pendekatan ini juga dilakukan Krispy Kreme di dalam manajemennya. Pada 1997, Krispy Kreme mulai mengeksplorasi manfaat TI ketika memutuskan hendak go public. Prioritas Krispy Kreme ketika itu adalah agar data - semacam data penjualan - bisa diakses dan dilihat dari setiap gerai Krispy Kreme. Bahkan, para end user sebenarnya menginginkan data penjualannya bisa dirinci lagi; misalnya, berapa besar penjualan dari drive through per jam, apa merchandise yang paling populer di suatu gerai dan bagaimana perbandingan penjualan tiap jenis donat. 

Manajemen Krispy Kreme kemudian juga membangun sistem intranet yang disebut Krispy Kreme Information Exchange. Sistem intranet ini dibuat untuk menyediakan informasi dan semua dokumentasi (termasuk di dalamnya instruksi teknis bagaimana mesin pembuat mesin donat atau sistem bekerja). Mereka juga mulai menyiapkan sistem data warehousing untuk menyimpan data penjualan dan data keuangan. Pengembangan sistem TI ini dilakukan secara hemat dan bertahap. Antara lain, budget TI setiap tahun dimulai dari nol dan konsultan mahal dihindari. Adapun langkah pengembangan bertahap dimaksudkan agar para pengguna bisa memberikan masukan selama proses desain sistemnya. Diyakini, pendekatan secara bertahap ini telah menghemat biaya ketika Krispy Kreme mengembangkan proyek online ordering.

CRM ini belum diaplikasikan di manajemen Donat Madu karena dirasa keperluannya belum mendesak, dan skala perusahaan juga belum besar, sehingga manajemen Donat Madu masih menggunakan pendekatan konvensional yaitu dengan mempekerjakan controller untuk gerai-gerainya.


Saran dan Solusi

1.   Seperti yang sudah dijelaskan pada analisis SWOT, bahwa antara Krispy Kreme Doughnut dan Donat Madu Cihanjuang terlihat sangat timpang, itu dikarenakan Krispy Kreme merupakan perusahaan dengan skala International yang sudah memulai bisnisnya 20 tahun lebih, sehingga Strength yang dimilikinya sudah kuat, Weakness yang muncul kebanyakan dari keinginan untuk mengikuti trend konsumen, Opportunity sudah mencakup skala internasional, dan Threat dari pesaing baru atau bahkan dari pesaing lokal negara tersebut. Sedangkan Donat Madu adalah pendatang baru yang mencoba peruntungan dengan menjual donat berbahan madu.

Namun, strategi yang dilakukan Donat Madu dirasa cukup efektif, jika melihat tabel 1.1 SWOT, manajemen Donat Madu mencoba menjawab permintaan konsumen dengan membuat makanan sehat yaitu dengan mengganti gula dengan madu. Namun manajemen Donat Madu harus mempertimbangkan varian rasa dan tampilan yang menarik, selain supaya konsumen tidak cepat bosan, juga untuk bersaing dengan makanan lain yang sejenis.

2. Manajemen Donat Madu sudah seharusnya mulai mempertimbangkan menggunakan Customer Relationship Management (CRM) seperti yang dilakukan oleh Krispy Kreme. Memang untuk saat ini hal tersebut belum diperlukan karena skala Donat Madu belum terlalu besar, akan tetapi hal tersebut dapat dicicil dari sekarang, supaya biaya untuk pengembangan CRM tidak besar di satu tahun, dan agar dapat terus dievaluasi seiring berjalannya waktu.

Jika manajemen Donat Madu menerapkan CRM ini maka manajemen Donat Madu dapat menggunakannya untuk memantau, mengendalikan, dan menghubungkan setiap kegiatan fungsional yang terlibat dalam pemasaran penjualan dan pengiriman produk ke pelanggan, seperti memantau pengiriman produk melalui saluran distribusi, memantau kegiatan penjualan tenaga penjual, menetapkan harga produk, dan mengoordinasikan layanan purna jual. Sistem CRM memiliki tiga komponen yang saling berhubungan: penjualan dan penjualan, layanan dan dukungan purna jual, dan pemasaran.

3.   Komunikasi yang baik juga dapat membantu meningkatkan responsiveness terhadap pelanggan. Ketika anggota organisasi yang paling dekat dengan pelanggan, seperti tenaga penjualan, jasa pengantaran dan kasir, diberdayakan untuk mengomunikasikan kebutuhan dan keinginan pelanggan kepada manajer, manajer dapat merespons kebutuhan ini dengan lebih baik. Menurut Gareth R. Jones dan Jennifer M. George dalam bukunya Contemporary Management, Ninth edition menyebutkan: Komunikasi adalah berbagi informasi antara dua atau lebih individu atau kelompok untuk mencapai pemahaman bersama.

Dan manajer, pada gilirannya, harus berkomunikasi dengan anggota organisasi lain untuk menentukan cara terbaik untuk menanggapi perubahan preferensi pelanggan.


Penulis: Galih Adzanimurti


Daftar Pustaka


Like it? Share with your friends!

-1
-1 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format