Ekspor Alas Kaki Indonesia vs Vietnam


0

Menjadi lima besar produsen alas kaki dunia faktanya Indonesia masih kalah saing dari Vietnam. Industri alas kaki Indonesia tidak berkembang secepat Vietnam, dari sisi ekspor Indonesia masih tergolong kecil dibandingkanVietnam yang sudah dua dijit. Ekspor alas kaki Indonesia mulai tersaing oleh Vietnam setelah Vietnam menyepakati perjanjian dagang dengan Amerika dan Eropa. Amerika dan Eropa merupakan pasar potensial untuk ekspor alas kaki, Indonesia sendiri memasarkan 25%-29% produksi alas kaki ke Amerika, sedangkan Eropa menyumbang kontribusi ekspor mencapai 35%.

Direktur Eksekutif Asosiasi Peralas kakian Indonesia (Aprisindo), Sigit Murwito, mengatakan bahwa setelah adanya perjanjian dagang Vietnam tersebut, imbasnya adalah persaingan harga dengan negara lain termasuk Indonesia. Ekspor dari Indonesia kini lebih tinggi 11% untuk bea masuk ke AS dan Eropa dibanding Vietnam, dengan demikian Ekspor Indonesia di dua kawasan tersebut dari tahun ke tahun mandek bahkan cenderung menurun, sedangkan Vietnam terus berkembang naik.

Menurut Firman Bakri Anom dari Aprisindo, kinerja ekspor sedang melemah, alasan utama penurunan ini disebabkan karena turunnya permintaan dari Eropa, Amerika masih tumbuh 6%, hanya saja di Eropa turun 25%. Faktor penyebabnya karena negara pesaing seperti Vietnam sudah diuntungkan dengan kerja sama perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Vietnam telah melakukan perjanjian dagang dengan EU yang akan efektif berlaku pada 1 Januari 2020. Meski masih tiga bulan ke depan, para pembeli di Eropa yang biasa membeli dari Indonesia mengalihkan permintaan ke Vietnam, sebagai persiapan perdagangan bebas efektif 2020.

Dilihat dari segi penguasaan pasar, Vietnam menguasai 12% pasar alas kaki di Eropa, sementara Indonesia hanya sepertiganya. Hal itu disebabkan Vietnam telah menyepakati perjanjian perdagangan bebas (FTA) dengan UE sejak dua tahun lalu.

Di sisi lain, perundingan Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia-EU CEPA) baru saja berjalan tujuh putaran dan terancam tertunda karena krisis kelapa sawit. Industri alas kaki Tanah Air juga akan sangat terpukul apabila pemerintah benar-benar menerapkan retaliasi dagang dengan Uni Eropa (UE) akibat kisruh kelapa sawit.

Budiarto Tjandra dari Aprisindo mengatakan bahwa tanpa adanya CEPA maka bea masuk produk alas kaki RI ke pasar Eropa mencapai 11%, kalah bersaing dengan Vietnam, dengan demikian akan membuat ekspor alas kaki ke Eropa semakin sulit.

Direktur Eksekutif Asosiasi Peralas kakian Indonesia (Aprisindo), Sigit Murwito, mengatakan bahwa setelah adanya perjanjian dagang Vietnam tersebut, imbasnya adalah persaingan harga dengan negara lain termasuk Indonesia. Ekspor dari Indonesia kini lebih tinggi 11% untuk bea masuk ke AS dan Eropa dibanding Vietnam, dengan demikian Ekspor Indonesia di dua kawasan tersebut dari tahun ke tahun mandek bahkan cenderung menurun, sedangkan Vietnam terus berkembang naik.

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pda tahun 2018, Indonesia sangat tertinggal dalam ekspor alas kaki. Total ekspor alas kaki Indonesia adalah 5,11 USD atau setara dengan 71 triliun rupiah, sedangkan Vietnam lebih dari tiga kali lipatnya dengan nilai 16,26 USD atau setara dengan 229 triliun rupiah.

Dari segi pertumbuhan, ekspor alas kaki Indonesia juga mengalami penurunan dari tahun 2017 ke 2018, padahal nyatanya target pertumbuhan ekspor alas kaki 2018 adalah 10%, namun hanya dapat direalisasikan kurang dari setengahnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Peralas kakian Indonesia (Aprisindo), Sigit Murwito berharap pemerintah mulai memerhatikan isu Undang-undang Ketenagakerjaan yang kondusif, perpajakan yang bersahabat, biaya logistik dan sistem perpajakan yang baik, dengan perbaikan tersebut disinyalir akan membantu pertumbuhan ekspor alas kaki tahun ini. Jika melihat tren dari faktor eksternal, kondisi dua negara ini, Amerika dan Eropa, sangat berpengaruh untuk realisasi ekspor Indonesia.

Industri alas kaki Tanah Air juga akan sangat terpukul apabila pemerintah benar-benar menerapkan retaliasi dagang dengan Uni Eropa (UE) akibat kisruh kelapa sawit. Hanya saja perundingan ini terus diundur-undur, padahal tanpa penyelesaian perundingan ini ekspor alas kaki Indonesia tidak akan menemukan titik terang.

Hal di atas dapat dikaitkan dengan decision making dalam ilmu manajemen, dalam buku Contemporary Management Jones & George chapter 7, decision making terbagi atas dua, yaitu programmed and nonprogrammed decision making. Ulasan di atas masuk ke dalam nonprogrammed decision making, yang mana pengambilan keputusannya dibutuhkan untuk sesuatu yang bersifat bukan rutinitas, tidak ada peraturan dikarenakan biasanya digunakan dalam situasi yang tidak bisa diprediksi.

Dalam enam langkah pengambilan keputusan di atas terdapat mengenali kebutuhan atas keputusan itu sendiri pada tahapan pertamanya. Dari isu ekspor alas kaki ini, dapat dilihat bahwa Indonesia belum paham betul kebutuhan atas pengambilan keputusan untuk segera membahas perundingan perjanjian dagang tersebut. Jika Indonesia paham betul akan kebutuhan dan urgensinya, Indonesia tentu akan tidak menunda-nunda sampai dua tahun seperti saat ini. Berbeda dengan Vietnam yang telah menyelesaikan perjanjian dagang tersebut, dan hal ini terbukti sangat efektif, ekspor alas kaki Vietnam terus berkembang dari tahun ke tahunnya.

Dalam bab 8 (The Manager as Planner and Strategist) buku Jonas and George, terdapat tiga langkah dalam perencanaan, yaitu:

  1. mementukan misi dan tujuan organisasi
  2. memformulasikan strategi
  3. menerapkan strategi

Indonesia telah melakukan langkah pertama, menetapkan tujuan dalam hal ini target pertumbuhan ekspor sepatu dari 2017 ke 2018 sebesar 10%, hanya saja dalam langkan memformulasikan strategi, di mana perlu dilakukan analisa terhadap situasi saat ini untuk merancang strategi, Indonesia kurang gesit dalam mengambil langkah. Indonesia kurang jeli membaca situasi, di mana apabila Indonesia tidak segera menyelesaikan perjanjian dagang tersebut, Indonesia akan semakin kehilangan pasar untuk ekspor alas kaki. Bea masuk yang cukup tinggi sebesar 11% menjadi sandungan yang cukup berat bagi Indonesia, di mana Vietnam telah sadar akan konsekuensi ini dan telah menyelesaikan perjanjian dagang dengan Eropa tersebut sehingga ekspor alas kaki Vietnam tidak terganggu seperti Indonesia, bahkan meningkat.

Strength

  • Upah pekerja murah
  • Industri sudah banyak

·Sudah memiliki pasar

Weakness

  • Keterbatasan bahan baku

·Keterbatasan penguasaan teknologi

Opportunity

  • Permintaan yang tinggi

·Sudah dikenal sebagai produsen

Threats

  • Regulasi negara pengimpor

·Negara pengekspor lainnya

Dalam memformulasikan strategi diperlukan analisis SWOT, seperti dugaan yang dikemukakan di awal, ancaman yang muncul adalah regulasi negara pengimpor yang sebenarnya bisa diatasi dengan melakukan perjanjian seperti yang telah disebutkan di atas, seperti yang dilakukan oleh Vietnam.

Dalam bab 10 (Managing Organizational Structure and Culture) pada buku Jonas and George, terdapat empat faktor untuk menentukan rancangan pada struktur organisasi, yaitu:

  1. Lingkungan organisasi
  2. strategy
  3. Sumber daya manusia
  4. Teknologi

Lingkungan Organisasi

Secara umum semakin cepat lingkungan eksterbal berubah, semakin besar pula peluang ketidakpastian yang ada di dalamnya. Hal ini berlaku dalam dunia perdangangan, aturan dagang tiap negara terus berubah-ubah, sebagai negara pengekspor seharusnya jeli dan segera bertindak atas perubahan yang ada. Vietnam tergolong unggul dalam hal ini dibandingkan Indonesia, maka dari itulah saat ini Vietnam mengungguli Indonesia

Strategi

Seperti yang telah diuraikan di atas, Indonesia kurang gesit dan jeli dalam memformulasikan strategi terhadap tantangan yang ada, di mana Vietnam telah melihat hal tersebut sehingga Indonesia dapat disalip oleh Vietnam

Sumber Daya Manusia

Pada dasarnya, Indonesia unggul dalam faktor sumber daya manusia ini, adanya jumlah pekerja yang cukup dan upah yang tidak tinggi akan sangat menguntungkan bagi sisi manufaktur.

Teknologi

Walaupun unggul dari sisi sumber daya manusia, tapi sayangnya kualitas sumber daya manusia Indonesia kurang dikelola dengan baik, kurangnya pelatihan pada para pekerja akan menyebabkan kurangnya kualitas pekerja yang ada, serta pemahaman akan teknologi yang baru guna menunjang produksi alas kaki yang lebih baik pula.

Kembali ke akar masalah kalahnya ekspor alas kaki Indonesia dibanding Vietnam yang merupakan kurangnya kesadaran dari pihak berwenang Indonesia untuk menyelesaikan perjanjian dagang tersebut. Apabila Indonesia tidak segera menyelesaikannya, ekspor alas kaki Indonesia akan terus terpuruk. Indonesia harus melihat Vietnam dan mempelajari langkah cepat yang Vietnam ambil.

Hal ini dimulai dari perbaikan dari internal pihak berwenang Indonesia yang menjadi perwakilan Indonesia untuk menyelesaikan perjanjian dagang ini. Internal Indonesia harus bebenah diri, bekerja secara optimal dalam melihat situasi perdangan dunia saat ini, bergerak cepat untuk menanggulangi situasi yang ada, dan mengurangi birokrasi yang terlalu berbelit-belit.

DAFTAR PUSTAKA

https://ekonomi.bisnis.com/read/20180103/12/723103/ekspor-sepatu-ri-tersaingi-vietnam

https://www.cnbcindonesia.com/news/20191004131623-4-104448/sial-pasar-ekspor-sepatu-ri-di-eropa-dicuri-vietnam

https://inakoran.com/vietnam-geser-indonesia-sebagai-pamasok-sepatu-dunia/p15316

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190405194018-8-64991/ekspor-sepatu-indonesia-semakin-buntu

https://www.vietnam-briefing.com/news/introduction-vietnams-export-import-industries.html/

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190404185141-4-64739/perang-dagang-vs-uni-eropa-akan-pukul-industri-alas-kaki-ri

https://media.neliti.com/media/publications/204352-none.pdf


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format