EKSPOR OTOMOTIF INDONESIA KEOK DENGAN THAILAND : STUDI KASUS PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA VS TOYOTA MOTOR THAILAND.CO.LTD


1
1 point

KIndustri otomotif berperan penting di dalam perekonomian nasional. Selain menyediakan angkutan orang dan barang untuk transportasi, industri otomotif juga membuka lapangan kerja. Data Kementerian Perindustrian menunjukkan, sektor otomotif menyerap tenaga kerja hingga 1,3 juta orang. Ini mencakup industri perakitan,  komponen, showroom, bengkel, dan purna jual. Belum lagi bidang industri pendukung, misalnya pendanaan kredit dan asuransi kendaraan. ini  menjadikan industri  otomotif  masuk  dalam kelompok industri masa depan yang akan terus dikembangkan. Salah satu program strategis yang akan dilakukan pemerintah dalam menentukan arah pengembangan industri otomotif ke depan adalah mengimbangi kompetisi dan impor kendaraan, khususnya di ASEAN. Bahkan pemerintah menargetkan menjadikan Indonesia basis industri otomotif di kawasan ASEAN.

Saat ini industri otomotif Indonesia sudah mandiri dalam memenuhi kebutuhan domestik. Impor otomotif Indonesia pada tahun 2018 adalah sekitar 90.000 unit, terus menurun dari pencatatan tahun sebelumnya.   

Berdasarkan data GAIKINDO, ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) sepanjang 2018 tumbuh 14,44% menjadi 264.553 unit dibanding tahun sebelumnya. Pencapaian tersebut adalah yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.   

Kendaraan-kendaraan dari Indonesia tersebut telah diekspor ke 80 negara, yang mencakup ASEAN, Asia, Afrika, Jepang, serta beberapa negara Amerika. Tahun 2019 ini GAIKINDO akan mengupayakan angka ekspor dapat mencapai 300.000 unit.

                          Gambar : Asean car production, 2006-2016

namun pencapaian ini jika dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Thailand, produktivitas industri otomotif di Indonesia memang masih rendah. Indonesia produksi 1,2 juta mobil, Thailand 2,4 juta mobil. Di Thailand ada 20 perusahaan, sedangkan di indonesia ada 22 perusahaan.  Selain itu, industri komponen pendukung pun Indonesia masih kalah dari Thailand. “Industri komponen tier 1, industri yang terkait langsung ke merek, di Thailand 700 perusahaan di Indonesia 500 perusahaan. Jadi memang Indonesia masih ketinggalan di angka-angka tersebut. Terutama di industri komponen tier 2 dan 3, Indonesia cuma 1.000 perusahaan Thailand 1.700 perusahaan.

                   Gambar : Nilai ekspor Otomotif indonesia

 Dalam persaingan ekspor kendaraan, Indonesia juga relatif jauh tertinggal jika dibandingkan dengan Thailand. Dari total produksi 2.4 juta unit mobil di Negeri Gajah Putih tersebut, sebanyak 50% diekspor ke luar negeri. 

Bandingkan dengan Indonesia yang produksinya 1,2 juta unit, namun ekspornya hanya sekitar 200.000 unit. saat ini produksi otomotif diindonesia sebagian besar untuk kebutuhan dalam negeri, sehingga saat ini Indonesia hanya menjadi Basis konsumen otomotif terbesar di asia tenggara. memang indonesia penjualan mobil nya paling tinggi di asia tenggara namun untukkarena inilah indonesia sering disebut “jago kandang”.

PT TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA

PT Toyota-Astra Motor atau biasa disingkat dengan TAM yang didirikan pada 2 April 1971 merupakan Agen tunggal pemegang merk (ATPM) Toyota danLexus di Indonesia. TAM merupakan perusahaan joint venture antara Astra International Tbk dengan persentase saham 50% dan Toyota Motor Corporation Jepang dengan persentase saham 50%. Selama lebih dari 30 tahun, PT. Toyota-Astra Motor telah memainkan peranan penting dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.

                Gambar : Pekerja menyelesaikan pembuatan mobil Kijang Innova pabrik Karawang 1 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jawa Barat, pabrik ini memproduksi Kijang Innova serta Fortuner mencapai 130.000 unit pertahun. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

 Sejak tanggal 15 juli 2003, TAM direstrukturisasi menjadi 2 perusahaan, yaitu:

  • PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia disingkat TMMIN yang merupakan perakit produk Toyota dan eksportir kendaraan dan suku cadang Toyota. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 5 % dan TMC menjadi 95%

  • PT. Toyota-Astra Motor sebagai agen penjualan, importir dan distributor produk Toyota di Indonesia. Komposisi kepemilikan saham di perusahaan ini adalah Astra International 50 % sedangkan TMC 50%

Jenis Unit Produksi dan Ekspor

Terdapat sembilan kendaraan utuh bermerek Toyota yang diekspor oleh Toyota Astra Motor ke mancanegara oleh Toyota Astra Motor yaitu Fortuner, Kijang Innova, Vios, Yaris, Sienta, Avanza, Rush, Agya, dan Townace/Townlite. Adapun model Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner yang diproduksi di fasilitas manufaktur Toyota Karawang Plant 1, menyumbang volume terbesar.

Toyota Motor Thailand Co,Ltd

Toyota Motor Thailand Co., Ltd. (TMT) adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Toyota Motor Corporation di Thailand, didirikan pada tahun 1962. Pada tahun 1979, Toyota mulai membuat bagian-bagian tubuh yang ditekan di Thailand. Pada tahun 1989, TMT mulai memproduksi mesin secara lokal. TMT mengontrol pembuatan mobil Toyota di Thailand dan mereka memasok mobil ke berbagai dealer resmi di seluruh Thailand. Pasar ekspor utama TMT adalah kawasan ASEAN dan Oseania, tetapi TMT juga mengekspor mobil ke berbagai belahan dunia, terutama model Toyota Hilux Vigo. Pada April 2016, ada 150 dealer resmi Toyota dengan 455 ruang pamer yang disetujui oleh TMT,saat ini kapasitas produksi untuk Toyota Motor Thailand di ambil alih oleh Siam Toyota Manufacturing Co.Ltd yang merupakan gabungan kepemilikan dari Siam Cement Group dan Toyota Motor Corporation

                          Gambar : Pabrik Toyota Motor Thailand Co.Ltd

 Jenis Unit Produksi dan Eksor

Toyota Motor Thailand memproduksi berbagai jenis kendaraan seperti SUV, HiLux, Pick Up dan sedan. khusus untuk SUV jenis Fortuner dan Toyota Hi Lux popularitasnya tidak pernah redup di Thailand

Rumusan Masalah

Kendati dalam hal konsumsi mobil di dalam negeri Indonesia hampir bisa mengejar Thailand – tahun 2018 lalu penjualan mobil di Indonesia tercatat sebanyak 1,16 juta unit dan di Thailand 1,05 juta unit – namun, tidak dalam urusan ekspor. Volume ekspor Indonesia masih seperempatnya Negeri Gajah Putih tersebut.

Fakta tersebut terungkap dari data Federation of Thai Industries yang dilansir laman Marketwatch dan Marklines, Disebut di rentang waktu Januari – Mei lalu total ekspor mobil secara utuh (CBU) Thailand tercatat sebanyak 462.286 unit.

Sedangkan ekspor industri Indonesia di saat yang sama hanya 115.510 unit. Ragam jenis mobil salah satu contohnya yang diekspor Toyota Motor Thailand pun lebih beragam, mulai dari SUV, sedan, pikap, microbus, hingga MPV. sedangkan Indonesia melalui PT Toyota Astra Motor hanya fokus pada produksi jenis Mobil MVP untuk ekspor, yang walau laku keras di Pasar Indonesia namun namun kurang di minati pasar di negara tujuan ekspor, rata-rata masyarakat negara tujuan Eksor lebih menyukai Mobil tipe SUV dan Sedan.

Tahun 2018 lalu selama setahun penuh volume ekspor Thailand lebih dahsyat, yakni 1,2 juta unit. Sedangkan, di kurun waktu yang sama, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ekspor Indonesia (CBU) hanya 264.553 unit . Memang, angka ekspor ini naik 14,4% dibanding tahun 2017, tetapi dalam konteks perbandingan ekspor dengan Thailand, Indonesia masih jauh tertinggal. Begitu dengan hal jumlah produksi.

Soal masih kalahnya ekspor Indonesia dengan Thailand, Gakindo menyebut karena industri di Indonesia juga tidak leluasa untuk melakukan ekspor. Sebab, untuk ekspor terutama menyangkut model-model mobil yang akan dibuat diekspor industri di Indonesia juga harus mendapat persetujuan Principal, atau perusahaan induk pemilik merek.

Besarnya industri otomotif ini tak lepas dari dukungan pemerintah Thailand. Negeri gajah itu banyak memberikan insentif perpajakan selain insentif pengurangan bea masuk impor barang modal dan komponen. Negara itu juga memberikan insentif pengurangan pajak penghasilan selain insentif pengurangan bea masuk impor barang modal dan komponen.  Pemerintah Thailand juga mendukung kegiatan riset dan pengembangan dengan memberikan insentif pajak penghasilan selama tiga tahun. Thailand juga memberikan insentif perpajakan yang dikaitkan dengan lokasi pabrik dari pusat kota Bangkok. Semakin jauh dari Bangkok, insentif yang diberikan juga semakin besar. Insentif terbaru yang diberikan, yaitu pengecualian dari pajak penghasilan bagi produsen yang memproduksi kendaraan bermotor ramah lingkungan (Eco Car). Dikutip dari website Badan Investasi Thailand, insentif terhadap pembuatan Eco Car sejatinya sudah dimulai sejak 2007. Pemerintah Thailand menawarkan insentif investasi untuk manufaktur Eco Car dengan membebaskan pajak penghasilan badan selama delapan tahun. Keringanan itu diberikan kepada proyek yang memiliki nilai investasi minimal US$ 144 juta. Pada tahun itu, Toyota membuka pabrik perakitan ketiga di Thailand dengan kapasitas produksi awal 100.000 unit per tahun. dengan tambahan kap

Analisa Perbandingan antara PT Toyota Manufacturing Indonesia VS Toyota Motor Thailand, Co. Ltd

dari Rumusan permasalahan di atas baik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia dan Toyota Motor Thailand,Co.Ltd memiliki masing-masing keunggulan dalam produksi namun yang membedakanya bagaiamana strategi produksi dan penetrasi pasar dan dukungan dari pemerintah yang membedakan nya

Managing Organization Structure and Culture

PT Toyota Motor Manufactrung Indonesia

PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia telah memiliki pabrik produksi seperti stamping, casting, engine dan assembly di area industri Sunter, Jakarta. Untuk meningkatkan kualitas produk dan kemampuan produksi, pada tahun 1998 diresmikan pabrik di Karawang yang menggunakan teknologi terbaru di Indonesia

Gambar : Lokasi Produksi dari PT Toyota Astra Motor

PT Toyota Astra Motor lewat anak perusahaan nya PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah melakukan ekspor kendaraan utuh sebanyak 1,1 juta unit dalam 30 tahun terakhir. Toyota Indonesia juga mencatat ekspor dalam bentuk kendaraan terurai sebanyak 833.500 unit, 1,47 juta mesin utuh serta lebih dari 648 juta potong komponen dengan total nilai mencapai 19 miliar dolar AS (sekitar Rp 250 triliun).

Video : Pabrik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Namun dari pencapaian tersebut Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo),  ekspor mobil dari Indonesia sepanjang Januari-Mei 2018 tercatat sebanyak 95.820 unit atau hanya selisih 93 unit (0,1%) dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu 95.727 unit. hal ini di karenkan bahwa jumlah kendaraan yang tidak diekspor ke Vietnam sampai dengan Maret 2018 sekitar 5.400 unit, dan membuat nilai ekspor perusahaan tergerus sekitar US$140 juta.

Gambar : Pencapaian Eksport Toyota Unit Complete Built-Up(CBU)

Pada tahun lalu, pasar Vietnam menyerap sekitar 10,44% terhadap total ekspor Toyota Indonesia, di luar model Avanza, Rush, dan Wigo. Toyota yang tahun lalu mendominasi ekspor, sepanjang lima bulan pertama tahun ini menderita penurunan pengapalan 9.077 unit atau -18,44% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu 49.216 unit menjadi hanya 40.139 unit.hal ini tentu menghambat nilai Ekspor dari Toyota Astra Motor itu sendiri

Pada Juli 2016, Toyota Motor  Thailand  mempekerjakan 16.477 orang di pabrik Thailand. Toyota Motor Thailand mengoperasikan tiga pabrik di dua provinsi. Pabrik di Samrong, Provinsi Samut Prakan memproduksi truk pickup dan kendaraan komersial. Dua pabrik di Provinsi Chachoengsao di Ban Pho dan Gateway membuat mobil penumpang. Ketiga pabrik memiliki kapasitas tahunan maksimum gabungan 760.000 unit


Toyota Motor Thailand akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik Ban Pho di Chachoengsao hingga 40% untuk mengakomodasi semakin tingginya permintaan mobil-mobil buatan Toyota di dalam negeri maupun di pasar mancanegara. Menurut laporan Bangkok Post, tak kurang dari 3 miliar baht diinvestasikan untuk mengembangkan Ban Pho yang sekarang ini memproduksi pickup Hilux dan SUV Fortuner. 

Saat ini Ban Pho bisa memproduksi 18.000 - 20.000 unit per bulan atau lebih dari 200.000 unit per tahun. 

Toyota juga akan mengucurkan dana untuk meningkatkan kecepatan perakitan mobil di pabrik Samrong di Samut Prakan, untuk meningkatkan produksi. Peningkatan kecepatan ini harus dilakukan karena tidak ada ruang lagi untuk perluasan pabrik.

Managers as Planner and Strategist

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia

Dari konsep ini diketahui bahwa perusahaan harus mempunya rencana strategis untuk mencapai tujuan dari perusahaan. baik itu rencana jangka panjang maupun jangka pendek. saat ini PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia masih berfokus pada produksi kendaraan jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) seperti Toyota Avanza,Sienta dan Calya yang memang kendaraan jenis ini sangat di minati oleh pasar Indonesia. namun sayangnya kendaraan jenis ini kurang menjadi primadonadi pasaran Ekspor negara tujuan, seperti seperti di Australia contohnya, masyarakat di Australia lebih meminati Mobil jenis SUV dan Sedan sebagai pilihan utama nya di banding Mobil jenis MVP. Ekspor mobil Toyota Indonesia saat ini lebih menyasar ke wilayah timur tengah dikarenakan Faktor religi mayoritas negara muslim. hal ini cukup membantu untuk keran Ekspor Toyota dari Indonesia karena untuk Ekspor Thailand ke wilayah timur tengah nilai nya tidak terlalu signifikan. berdasarkan dari The four key dimensions of business Strategi utama dalam memasarkan(Marketing) produk adalah dengan memilih strategi yang tepat dan efektif dengan menjaga coast produksi untuk mencapai hasil yang maksimal. hal ini sebenarnya sudah di lakukan oleh PT TMMIN dengan baik namun ada Faktor kendala dari luar yang tidak bisa membuat Ekspor PT TMMIN dapat berjalan maksimal. Untuk mengekspor memang bukan perkara mudah, karena produk yang diproduksi di Indonesia umumnya segmen low MPV, sedangkan tren pasar global permintaannya justru pada sedan dan SUV .

              Sejak ekspor dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) perdana ke luar negeri mulai 1987, kini  PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) berhasil capai lebih dari 1 .  Kinerja ini melalui perjalanan panjang, Toyota memulai ekspor pertama lewat Kijang generasi ketiga (atau Kijang Super). Kuota ekspornya kecil, hanya 50 unit per bulan. Saat itu, negara tujuan ekspor juga baru satu, yakni tetangga Brunei Darussalam. Setelah ekspor perdana pada 1987, setahun berikutnya Toyota Indonesia mengirimkan mesin 5K ke Jepang.

Mesin 5K tersebut diproduksi di Pabrik Sunter 1. Ekspor mesin berlanjut pada 1996 ke Taiwan dan Filipina berupa tipe mesin 7K. Tren ekspor Toyota Indonesia makin meningkat pada 2004. Di tahun ini, Toyota Kijang yang naik kelas melalui Innova diekspor ke Thailand. Di tahun yang sama, Toyota Avanza juga diekspor ke Thailand.

Pada 2005, Toyota Indonesia mulai melakukan ekspor Kijang Innova ke negara-negara di Kawasan Teluk Jazirah Arab (anggota Gulf Cooperation Council, GCC). Ekspor selanjutnya berupa mesin berbahan bakar alkohol (etanol) ke Argentina (2010), mesin TR ke Kazakhtan (2013), Agya ke Filipina (2014), Vios ke GCC (2014), Avanza ke GCC (2014), Sienta ke negara-negara Asia termasuk Sienta berstandar Euro 6 ke Singapura (2016). Total hingga saat ini Toyota Astra Motor  telah mengkespor ke lebih dari 80 negara di Kawasan Asia, Timur Tengah, Amerika Latin, Afrika, dan Osenia.

                    Gambar : Eksport Production Volume Toyota Astra Motor berdasarkan Jenis Mobil
 

Toyota Motor Thailand Co.Ltd

Toyota membukukan penjualan di Thailand tertinggi pada 2012 di 516.086 kendaraan, naik 78 persen dari 2011. Penjualan turun 13,7 persen menjadi 445.464 pada 2013 dan menyusut 26,6 persen menjadi 327.027 pada 2014. Pada 2015, TMT melaporkan penjualan 266.005 kendaraan, turun 18,7 persen. Penjualan untuk lima bulan pertama 2016 berjumlah 87.715 kendaraan, turun 13,4 persen dari periode yang sama tahun 2015. Perusahaan memproyeksikan penjualan sepanjang tahun 2016 turun 9,8 persen dari 2015 menjadi 240.000 kendaraan, tahun keempat berturut-turut dari penurunan penjualan.

                Gambar : SUV menjadi andalan untuk Ekspor Mobil Toyota Thailand

Thailand memang masih mendominasi industri otomotif di kawasan ASEAN. Prestasi terbaru Negeri Gajah Putih itu adalah mencapai volume ekspor ke-1 juta unit Toyota ke seluruh penjuru dunia. Upaya Indonesia mengejar ketertinggalan di ASEAN nampaknya perlu usaha ekstra keras. Toyota Motor Thailand Company Ltd pada awal bulan ini, dalam situs resminya, mengatakan seluruh produk Toyota di ekspor ke 109 negara, termasuk Indonesia. Perayaan prestasi dilakukan di Provinsi Chonburi, tempat pertama kali produk Toyota masuk ke Thailand dengan impor utuh (CBU) dari Jepang. Sedang Hilux menjadi ekspor perdana pada Agustus 2004 silam . Hingga kini, pick up andalan itu telah terkirim 580.000 unit ke-11 negara di luar Jepang. Produk lain menyusul Camry, Corolla, Soluna, Vios, dan Yaris. hal ini menjadi rencana strategis yang dilakukan oleh Toyota Motor Thailand, Co.Ltd dalam ekspansi pasar global dengan memproduksi tidak hanya sesuai selera pasar dalam negeri namun juga selera Global sehingga nilai Ekspor yang dibukukan oleh TMT paling tinggi  se  Asia Tenggara mengalahkan Indonesia.

Managing Conflict, Politics, & Negotiation

Dari konsep tersebut dapat diketahui bahwa seorang manager harus memiliki taktik yang digunakan untuk mempengaruhi dan mendapatkan dukungan pihak lain baik internal maupun eksternal. dalam hal ini peran pemerintah sangat penting dalam mendukung Volume Produksi dan Ekspor nasional Toyota Motor thailand. Co.Ltd dapat mencapai Volume ekspor yng besar sebanyak 55% hasil produksi Mobil di Ekspor ke berbagagai negara tidak lain karena dukungan pemerintah thailand itu sendiri. Negeri gajah itu banyak memberikan insentif perpajakan selain insentif pengurangan bea masuk impor barang modal dan komponen. Negara itu juga memberikan insentif pengurangan pajak penghasilan selain insentif pengurangan bea masuk impor barang modal dan komponen industri. untuk situasi di Indonesia Pihak Toyota Motor Manufacturing Indonesia  juga tidak leluasa untuk melakukan ekspor. Sebab, untuk ekspor terutama menyangkut model-model mobil yang akan dibuat diekspor industri di Indonesia juga harus mendapat persetujuan Principal dari Toyota Motor Corporation sebagai perusahaan induk pemilik merek. insentif yang diberikan pemerintah Indonesiajuga dirasa kurang untuk memacu Volume Produksi dan Ekspor selama ini,maka dari itu segenap jajaran PT TMMIN harus mampu membuat taktik dan perencanaan untuk melakukan negosiasi kepada pemerintah maupun pihak prinsipil itu sendiri.

Solusi

Solusi untuk PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) agar dapat mengalahkan Toyota Motor Thailand.Co.Ltd

Secara kapasitas produksi, Indonesia punya kemampuan untuk meningkatkan ekspor. Ini karena kapasitas produksi yang terpakai produksi mobil Indonesia baru 50%.

Indonesia harus meningkatkan hubungan baik dengan prinsipal, demi peningkatan ekspor kendaraan. Pasalnya saat ini ekspor kendaraan dari Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan Thailand.

Hal-hal yang perlu dilakukan oleh PT Toyota Astra Motor agar dapat mengalahkan Ekspor dari Toyota Motor Thailand adalah :

  1. Meningkatkan hubungan yang lebih baik dengan pihak prinsipal,Kepentingan ekspor ini tidak lepas dari prinsipal yang ada di Indonesia. dalam hal ini PT Toyota Astra Motor harus dapat lebih merangkul Toyota Motor Corporation sebagai pemegang merk Toyota yang punya pasar di luar negeri, jika ada produk yang sudah sesuai dengan pasar luar negeri, sebenarnya tinggal dukungan prinsipal sangat penting untuk ekspor

  2. PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dapat meningkatkan daya saing bisa dilakukan dengan mempertahankan kualitas sesuai standar global Toyota. Mampu menciptakan produk sesuai dengan keinginan konsumen di lokasi negara tujuan ekspor. Dari segi harga dan ongkos produksi juga wajib bisa bersaing dengan negara lain, dan terpenting jadwal pengiriman produk harus sesuai jadwal, salah satu caranya adalah denga meningkatkan kualitas SDM PT Toyota Astra Motor.

  3. Harus adanya dukungan penuh dari pemerintah sebagai regulator untuk ikut bersama meningkatkan daya saing. Misalnya dengan ketersediaan infrastruktur dan kebijakan yang mampu membuat biaya produksi lebih turun dan Pemerintah perlu memberikan insentif terutama kenyamanan berinvestasi bagi para investor.

  4. Penambahan model Varian mobil diperlukan agar Toyota Astra Motor bisa bersaing dengan Thailand. MPV menjadi andalan saat ini di Indonesia, tetapi pasar global tentu tidak hanya membutuhkan MPV. saat ini model mobil yang di ekspor Thailand beragam, mulai dari sedan, MPV, hingga yang paling banyak adalah mobil pikap. sehingga produksi mobil bisa mengikuti permintaan pasar global tidak hanya dalam negeri saja.

  5. mencari alternatif negara lain untuk pasar ekspor, Saat ini misalnya, negara tujuan eskpor dari Indonesia, Thailand berkisar Timur Tengah dan Amerika Latin.artinya medan tempurnya masih sama sehingga di butuhkan alternatif pasar di negara lain untuk menambah jumlah Ekspor

  6. PT TMMIN harus menangkap peluang untuk menjadikan indonesia sebagai basis produksi Mobil Hybrid di asia tenggara, sehingga nantinya produksi Mobil jenis hybrid bisa menjadi andalan Ekspor. 

Apabila 6 point tersebut  dapat dilakukan secara bersinergi, bukan tidak mungkin dalam 2 atau 3 tahun mendatang PT Toyota Astra Motor akan dapat mengalahkan Toyota Motor Thailand. Co.Ltd dalam jumlah produksi dan ekspor Mobil di pasar Global.

Di tulis oleh : Andree Carnegie Lee


DAFTAR PUSTAKA :

http://rivankurniawan.com/2019/01/20/prospek-industri-otomotif-indonesia-tahun-2019/ https://oto.detik.com/mobil/d-3819578/urusan-ekspor-mobil-kenapa-ri-kalah-telak-dari-thailand 

https://faisalbasri.com/2016/03/14/perkembangan-industri-otomotif/ https://otomotif.kompas.com/read/2018/09/06/072200915/perjalanan-ekspor-toyota-indonesia

https://www.otosia.com/berita/toyota-akan-tingkatkan-produksi-di-thailand.html https://www.gaikindo.or.id/dalam-30-tahun-toyota-indonesia-ekspor-11-juta-mobil-ke-80-negara/ 

http://www.toyotaindonesiamanufacturing.co.id/fact-and-figure/export?lang=id https://nasional.kompas.com/read/2010/07/04/13153332/ekspor.toyota.thailand.tembus.1.juta.unit 

https://www.productiveflourishing.com/the-four-key-dimensions-of-business/ https://money.kompas.com/read/2014/06/02/1353145/Upaya.Toyota.Indonesia.Pertahankan.Ekspor.dari.Thailand


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
I'M POSSIBLE

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format