Ekspor Produk Halal di Negara Mayoritas Penduduk Muslim Terbesar di Dunia

Indonesia Merupakan Negara yang Mayoritas Penduduk Muslim Terbesar di Dunia Namun Masih Tertinggal Untuk Ekspor Produk Halal


0

Topik mengenai industri produk halal belakangan ini sedang hangat diperbincangkan, Hal ini diiringi dengan pemberlakuan pasal 4 UU NO 33 tahun 2014 tentang jaminan produk Halal yang dimana dalam pasalnya berbunyi  “Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal”. Dikutip dari situs Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, produk yang dimaksud adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat. Secara Definisi produk halal merupakan produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam. Pada penjelasan undang undang jaminan Produk Halal atau yang disingkat dengan UU JPH yang digagas tahun 2006 dan diinisiasi oleh DPR dijelaskan bahwa negara berkewajiban memberikan pelindungan dan jaminan tentang kehalalan produk yang dikonsumsi dan digunakan masyarakat. Jaminan mengenai produk Halal hendaknya dilakukan sesuai dengan asas pelindungan, keadilan, kepastian hukum, akuntabilitas dan transparansi, efektivitas dan efisiensi, serta profesionalitas. Dilansir dari penjelasan undang-undang JPH, Maka dari itu penyelenggaraan jaminan produk halal bertujuan untuk memberikan kenyamanan, keamanan, keselamatan, dan kepastian ketersediaan Produk Halal bagi masyarakat dalam mengonsumsi dan menggunakan produk, serta meningkatkan nilai tambah bagi pelaku usaha untuk memproduksi dan menjual produk Halal. Pada undang-undang disebutkan juga negara berkewajiban untuk memberikan jaminan dan perlindungan tentang halalnya sebuah produk yang digunakan oleh masyarakat. Selanjutnya, bagaimana proses suatu produk dapat dikategorikan merupakan produk bersetifikat halal yang berlaku di Indonesia? Tahap awal pemohon mengajukan permohonan sertifikat halal oleh pelaku usaha kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau yang disingkat BPJPH. Selanjutnya, BPJPH melakukan pemeriksaan produk dan kelengkapan dokumen setelah itu MUI melakukan penetapan kehalalan produk melalui sidang fatwa halal MUI dalam bentuk keputusan penetapan Halal produk yang ditandatangani oleh Majelis Ulama Indonesia.

BPJPH dapat menerbitkan sertifikat halal berdasarkan dari putusan penetapan Halal produk dari MUI. Pada tautan video dibawah ini dijelaskan tahapan dan proses mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Industri produk halal di Indonesia tentunya memiliki potensi yang sangat baik untuk dikembangkan . Berdasarkan  data, saat ini terdapat kurang lebih 1,8 miliar penduduk muslim di dunia atau dapat dikatakan sekitar 24% lebih jumlah populasi total penduduk dunia. Penduduk muslim juga tersebar di seluruh dunia dimana perkembangannya relatif cepat sehingga dapat diprediksikan jumlah penduduk muslim di dunia dapat meningkat sebesar 70% di tahun 2060. Namun demikian, produk halal tidak hanya dikonsumsi oleh penduduk umat muslim saja tetapi penduduk nonmuslim pun juga turut mengkonsumsi produk halal dikarenakan mereka mersa produk dan layanan yang halal lebih terjamin dan lebih ketat untuk sertifikasinya. Kita semua tahu bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dimana sekitar 12,7% total populasi penduduk muslim tinggal di Indonesia. Tentunya, berdasarkan dari data tersebut Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk industri produk halal. Namun demikian, walaupun Indonesia memiliki penduduk umat muslim terbesar di dunia Indonesia ternaya bukan negara pengeskpor. Dengan demikian, dapat dikatakan kontribusi Indonesia di pasar dunia masih kecil. Dilansir dari neraca perdagangan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada tahun 2018 masih terdapat angka minus untuk ekspor dan impor produk halal di Indonesia.


Terdapat 6 sektor halal di Indonesia yang mempunyai berpotensi untuk dapat di ekspor adalah makanan, fashion, wisata, kosmetik, farmasi dan bahan mentah. Indonesia merupakan Negara yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk ekspor produk halal, sayangnya belum dimanfaatkan secara optimal. 

Negara pengekspor Makanan Halal (2012)


Source: Global Trade

Dari data diatas dapat dilihat bahwa Indonesia masih sangat tertinggal jauh dengan negara Brazil dalam hal eksport makanan halal. Negara-negara pengekspor makanan halal utama bukanlah negara-negara Muslim melainkan negara-negara yang mayoritasnya penduduk non muslim, seperti Brasil dan India dimana saat ini memiliki peringkat sebagai eksportir makanan halal No.1 dan 2 terkemuka di dunia, dengan pangsa pasar 10,7% dan 9,0% disusul negara-negara pengekspor makanan lainnya adalah Amerika Serikat dengan pangsa 4,9%, Cina 4,6%, Thailand 4,4%, Australia 4,4%, Prancis 4,2%, dan Rusia 3,9%. Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang sangat mendukung dalam rangka mempromosikan makanan halal ke dunia berada di peringkat No. 21 dan 23 eksportir makanan halal dengan sekitar hanya 1% pangsa pasar dunia. Ekspor utamanya meliputi minyak kelapa sawit, yang merupakan 60% dari ekspor makanan halal Indonesia 70% dari ekspor makanan halal Malaysia. Bahan makanan lain yang diekspor oleh Indonesia termasuk: kakao, kopi, dan tuna kaleng sementara sebagian besar produksi makanan Malaysia untuk ekspor dipasok ke perusahaan makanan multinasional seperti Nestle, yang telah mendirikan basis produksi makanan dan minuman halal di Malaysia. Saat ini, Nestle di Malaysia memproduksi 300 item produk bersertifikasi halal untuk distribusi. Apabila Indonesia dapat berkaca kepada negara brazil Ekspor makanan halal Brasil tumbuh sekitar 10 persen pada tahun 2018, Brazil merupakan perusahaan sertifikasi halal terbesar di dunia. Diperkirakan penjualan makanan halal Brasil, termasuk ayam, daging sapi, madu, dan keju, naik menjadi hampir $ 5 miliar pada periode tersebut meskipun di negara tersebut sedang mengalami kondisi industri yang kurang menguntungkan. Brasil adalah pengekspor daging utama dunia, termasuk daging halal atau diperbolehkan dan dianggap cocok untuk dikonsumsi oleh hampir 2 miliar Muslim di seluruh dunia. Negara Brasil menduduki peringkat teratas dalam daftar negara yang mengekspor makanan ke Organisasi Kerjasama Islam, yang mencakup 57 negara mayoritas Muslim, dengan nilai $ 15,9 miliar. Selain Brazil, Setelah pengekspor daging halal teratas ke Organisasi Negara-negara Islam adalah Australia, India, Prancis, Cina, Sudan dan Sudan Selatan, Belanda, Spanyol, Somalia dan Turki sebagaimana dirinci pada November 2017 oleh Al Jazeera, yang dikutip dari Salaam Gateway, Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai dan Reuters.


Dilansir dari Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indonesia dinilai belum menyanggupi secara maksimal faktor ideologis dalam hal menjalin kerja sama dagang dengan sesama negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI). Sehingga, apabila ditarik benang merahnya terdapat beberapa isu terkait produk halal yang menghambat ekspor Indonesia diantaranya adalah:

  • Bea masuk yang tinggi
  • Perbedaan regulasi, standard sistem sertifikasi halal di berbagai negara
  • Perbedaan sertifikasi atau tanda halal antar negara yang terlibat dalam perdagangan produk halal
  • Perbedaan mahzab yang dianut di tiap negara yang bergabung pada negara negara organisasi kerjasama Islam (OKI)

Ethical, Legal, and Political Barriers

Berdasarkan teori business management topic mengenai business in changing world. Perusahaan yang memutuskan untuk memasuki pasar internasional harus bersaing hubungan yang berpotensi kompleks di antara berbagai undang-undang di negaranya sendiri, hukum nasional, dan hukum negara tempat perdagangannya. berbagai perdagangan pembatasan yang diberlakukan pada perdagangan internasional; mengubah iklim politik; dan perbedaan pada nilai-nilai etis yang berlaku. Sama halnya dengan kondisi industri produk halal yang ada di Indonesia tentunya berbeda dengan negara lain seperti Brazil. Standard sertifikasi yang berlaku di Indonesia ada baiknya dapat melakukan benchmark kepada negara - negara yang ekspor produk halalnya meningkat cukup signfikan dari tahun ke tahun seperti contohnya adalah Brazil dan dari negara lainnya yang tergabung dengan OKI.

Promotion Strategy: Push Strategy & Pull Strategy

Dalam mengembangkan bauran promosi, Organisasi dapat menerapkan push & pull strategy. Sederhananya, Push strategy adalah untuk mendorong produk pada pelanggan, Sementara pull strategy merupakan kegiatan menarik pelanggan ke arah suatu produk. Strategi push adalah cara cepat untuk memindahkan pelanggan dari kesadaran ke pembelian, sementara pull strategy adalah tentang menciptakan hubungan yang berkelanjutan dengan sebuah brand. Keduanya melayani tujuan dalam menggerakkan pelanggan di sepanjang perjalanan dari kesadaran ke pembelian, namun pull strategy terkadang dirasakan lebih berhasil untuk membangun sebuah citra merek. Push strategy dapat diterapkan dengan mempermudah tahapan proses regulasi dan aturan yang berlaku di Indonesia untuk pengajuan sertifikasi halal dengan waktu yang relatif singkat namun tetap mengedepankan qualitas seperti yang di implmentasikan di negara Brazil. Sementara itu, Pull strategy dapat diterapkan pada kasus ini adalah dengan cara melakukan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai produk bersetifikat halal MUI merupakan produk yang memang sangat aman dan kualitasnya terjaga. Karena yang kita tahu,di negara mayoritas muslim seperti Indonesia banyak produk berlabel sertifikat halal namun dari sisi edukasinya itu sendiri masih dirasa kurang. Sebagai konsumen dengan melihat ada sertifikat halal berarti hanya merupakan penanda bahwa produk tersebut boleh dikonsumsu oleh umat islam namun, di negara Brazil produk yang bersitifikat halal memiliki nilai yang lebih dan mempunyai value dimana produk tersebut kualitasnya terjaga dan sangat aman dikonsumsi oleh muslin ataupun non muslim sehingga, tercipta citra merek/ brand yang dicari oleh banyak konsumen.

Building Block Competitive Advantage


Sebuah perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang berkelanjutan ketika dapat mempertahankan tingkat laba yang lebih tinggi dari rata-rata industri selama beberapa tahun. Ini menjadi mungkin ketika perusahaan menekankan empat blok bangunan generik dari keunggulan kompetitif. Diantaranya adalah Effisiensi, kualitas, innovasi, dan kecepatan respon terhadap customer. Jika dikaitkan pada teori ini , negara brazil dalam melakukan ekspor produk halal mempunyai keunggulan kompetitif berkelanjutan selama periode yang panjang, strategi generik disebut 'generik' karena organisasi mana pun dapat mengadopsinya terlepas dari produknya. Efisiensi memungkinkan organisasi untuk menurunkan biaya; itu memungkinkan keduanya menurunkan biaya dan membebankan harga yang lebih tinggi; contohnya adalah untuk melakukan sertifikasi makanan produk halal di brazil tidak memerlukan proses yang panjang sehingga lebih efisien. responsif terhadap pelanggan memungkinkan untuk membebankan harga yang lebih tinggi dan inovasi yang unggul dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi atau biaya unit yang lebih rendah. Bersama-sama, keempat blok pembangun keunggulan kompetitif dapat membantu organisasi menciptakan nilai lebih dari para pesaingnya. Dengan demikian, organisasi dapat menikmati keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.

Dapat ditarik kesimpulan dari artikel diatas adalah terdapat beberapa faktor penghambat Indonesia dalam melakukan ekspor produk halal seperti isu regulasi, perbedaan standar sertfikasi , perbedaan mahzab yang dipakai, dan Bea masuk yang tinggi. Salah satu solusinya pemerintah dapat mengkaji ulang mengenai regulasi yang ada di Indonesia untuk ekspor produk-produk halal dengan cara melakukan benchmarking dengan negara-negara pengekspor produk halal seperti Brazil. Selain itu, agar diakuinya regulasi Indonesia untuk produk halal dapat dikaji ulang mengenai kerjasama dengan negara-negara organisasi kerja sama Islam (OKI) agar kerjasama tersebut dapat mempermudah Indonesia dalam mendorong ekspor produk halal dari Indonesia yang saling menguntungkan. Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi pasar terbesar untuk industri halal. Namun demikian, saat ini Indonesia dirasa masih cukup jauh tertinggal dari negara lain dalam penyediaan produk halal. Dari tulisan ini setidaknya ada beberapa rekomendasi untuk mencapai hal tersebut yaitu mengkaji ulang regulasi, mengkaji ulang isi kerjasama dengan OKI, menggunakan konsep bauran pemasaran push & pull strategy, dan membangun keunggulan komparatif dari segi kualitas, effisiensi, innovasi, responsive cepat terhadap konsumen. Dengan demikian penulis berharap suatu saat Indonesia dapat mengejar ketertinggalannya dan menjadi pemimpin dalam industri halal dunia.

References:

Business Foundations, A Changing World 11th Edition, by O. C. Ferrell , Geoffrey A. Hirt, Linda Ferrell

https://republika.co.id/berita/pxjlc3415/ekspor-produk-halal-terbelit-regulasi

https://www.cnbcindonesia.com/news/20191008153009-4-105295/kenapa-produk-yang-beredar-di-ri-wajib-halal

https://republika.co.id/berita/pvmyql370/indonesia-didorong-ekspor-produk-halal

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/12/13/200900426/kalah-dari-malaysia-pangsa-ekspor-produk-halal-indonesia-baru-10-persen

https://www.gatra.com/detail/news/441692/economy/ekspor-indonesia-ke-oki-terganjal-tarif-dan-standar-halal

https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20191213114326-29-122812/bukan-ri-ternyata-brasil-jawara-ekspor-produk-halal

https://www.kompasiana.com/aqildhio/5ceb7f353ba7f70514047ac5/indonesia-menjadi-pemimpin-industri-halal-dunia

https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49261085

Tingkatkan Daya Saing, Pemerintah Dorong Ekspor Produk Halal https://www.youtube.com/watch?v=jWJq3rZXB-c

Kompas Bisnis- Wajib Sertifikasi Halal Per 17 Oktober https://www.youtube.com/watch?v=WWxisjN5e3U

https://www.reuters.com/article/us-brazil-halal/brazils-2018-halal-food-exports-may-hit-5-billion-certification-firm-idUSKCN1P92MM

Indonesia Siap Jadi Global Halal Hub https://www.youtube.com/watch?v=-Q-afhAiDUA

https://sinergi.radarmalang.id/thailand-korea-brazil-garap-halal-lifestyle-indonesia-ketinggalan-radar-surabaya/

http://www.thaihalalfoods.com/AR/situation.php?id=6

https://www.newsweek.com/where-halal-food-come-brazil-worlds-top-meat-exporter-will-scandal-change-1077247

https://www.williamjoseph.com/understanding-push-pull-strategies/


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format