Geliat Ekspor Gerbong dan Lokomotif PT Inka Ke Pasar Global

Penulis: Indria Wardhani


4
4 points

A. Latar Belakang

PT Industri Kereta Api (Persero) yang biasa disingkat PT Inka adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berdiri pada tanggal 18 Mei 1981. PT Inka berlokasi di jalan Yos Sudarso 71, Madiun, Jawa Timur, dan merupakan pengembangan dari Balai Yasa Lokomotif Uap Madiun yang dimiliki oleh PT Kereta Api Indonesia. PT Inka terus mengalami perkembangan, dimulai tahun 1981 memproduksi kereta penumpang kelas ekonomi dan gerbong barang kini menjadi industri manufaktur perkeretaapian yang modern. 

Produksi PT Inka tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri saja, tetapi sudah mulai ekspor kepasar global sejak tahun 1991. Kereta produksi PT Inka sangat diminati oleh negara lain karena terkenal produknya yang sangat kuat karena terbuat dari stainless steel dan baja. Sejak tahun 2013 s.d Juli 2018, nilai ekspor lokomotif dan gerbong Indonesia mencapai US 52,4 juta. 

Gambar 1. Pasar Ekspor PT Inka

                                                                      Sumber: katadata.com

Tranformasi bisnis yang paling menonjol dari PT Inka adalah keberhasilan PT Inka memenangkan tender pengadaan kereta penumpang untuk Bangladesh Railway sebanyak 250 gerbong kereta, dengan nilai kontrak sebesar USD100,89 juta atau sekitar Rp1,4 triliun di tahun 2017. Keberhasilan ini menjadi ujung tombak PT Inka untuk semakin melebarkan sayapnya ke pasar internasional. Selain itu, dalam pengadaan kereta api, PT Inka menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang mencapai 65 persen. 

Selain mengekspor gerbong kereta api ke Bangladesh, PT INKA (Persero) pada tahun 2018 juga mengekspor produk buatannya ke Filipina dengan kontrak penjualan senilai USD 52,8 juta. Produk PT Inka yang dipesan oleh negara Filipina yaitu 4 Kereta Rel Diesel (KRD), 3 lokomotif, dan 15 gerbong kereta penumpang. Produk kereta api tersebut telah dikirim ke Filipina secara bertahap mulai Juni hingga Desember 2019. 

Berdasarkan katadata.com, Indonesia merupakan salah satu negara dengan ekspor kereta terbesar di dunia. Ekspor kereta Indonesia pada 2016 mencapai US$ 65,98 juta atau setara Rp 924 miliar dengan kurs Rp 14 ribu/dolar Amerika Serikat. Jumlah tersebut setara dengan 4,3% pasar ekspor kereta dunia serta mengalahkan nilai ekspor kereta Belanda sebesar US$ 63 juta maupun Norwegia US$ 48,8 juta. Sedangkan negara dengan nilai ekspor kereta terbesar 2016 adalah Jepang, yakni mencapai US$ 400,7 juta atau sekitar 26% dari total pasar ekspor kereta dunia sebesar US$ 1,54 miliar atau setara Rp 21,56 triliun. Di urutan kedua, yaitu Spanyol dengan nilai ekspor mencapai US$ 194,4 juta.

Gambar 2: Sepuluh negara pengekspor kereta terbesar. 

                          Sumber: katadata.com

Dengan keberhasilan penetrasi pasar di Bangladesh dan beberapa negara lainnya menjadi bukti kuat bahwa BUMN kita mampu bersaing di pasar Internasional. Disisi lain negara Bangladesh merupakan pintu masuk yang strategis untuk penetrasi pasar ke negara kawasan Asia Selatan yang telah mempunyai infrastruktur perkeretaapian yang bagus, sehingga hal ini diyakini mampu untuk mendapatkan prospek ekspor yang berkelanjutan dalam jangka Panjang. 

Dalam rangka meningkatkan produktivitas industri perkereta api dalam negeri, PT Inka berencana membangun pabrik kereta api baru di atas lahan seluas 83 hektare di Banyuwangi, Jawa Timur. Rencananya pembangunan pabrik itu memakan waktu hingga 3 tahun dengan total nilai investasi sekitar Rp1.63 triliun. Perluasan pabrik tersebut meliputi pembangunan workshop dan fasilitas senilai Rp1.34 triliun, serta perencanaan dan pengadaan lahan sebesar Rp0,29 triliun. Dengan dibangunnya pabrik baru tersebut diharapkan dapat memberikan multiplier effect terhadap perekonomian, salah satunya penyerapan tenaga kerja lokal yang bertambah. 

Keberhasilan PT Inka untuk masuk ke pasar global tentunya bukan hal yang mudah, mengingat pesaing utama PT Inka di bisnis ekpor gerbong adalah dari India dan China yang sudah lama menjadi pemain ekspor dan sepenuhnya didukung oleh Bank Exim Pemerintah masing-masing, Keberhasilan PT Inka ini tentunya tidak lepas dari peran Pemerintah melalui penugasan khusus kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk mendorong ekpsor produk lokal dan UMKM di Indonesia. Keberadaan LPEI sangat membantu PT Inka dalam memperoleh fasilitas pembiayaan dan menawarkan produk yang kompetitif, mengingat pasar Bangladesh dan Sri Lanka dalam kacamata perbankan nasional merupakan pasar dengan risiko negara yang cukup tinggi. 

B. Deskripsi Permasalahan. 

Setelah keberhasilan memenangkan tender di negara Bangladesh dan beberapa negara yang masih dalam proses tender, PT Inka berencana menjajaki pasar di negara kawasan Asean, Afrika, dan Eropa. Rencana PT Inka tersebut tentunya bukan hal yang mudah. Berdasarkan dokumen Risk Mitigation PT Inka, tiga kendala terbesar PT Inka untuk mengembangkan ekspor di pasar global antara lain:

  1. Kendala terkait pembiayaan yang murah sehingga mampu menghasilkan produk dengan harga yang kompetitif. Untuk memproduksi 438 gerbong, PT Inka memerlukan pendanaan sekitar Rp 1,69 trilliun. Pendanaan tersebut tentunya sangat berat jika dibandingkan dengan revenue PT inka yang hanya sebesar Rp3,8 trilliun di tahun 2018. 
  2. Kendala kedua adalah pemasaran (penguasaan pasar). Industri kereta api global telah dikuasai oleh perusahaan-perusahaan yang berasal dari negara maju. Berdasarkan data dari tito.id, industri kereta api global dikuasai oleh beberapa perusahaan kereta api dari negara maju, antara lain:Union Pacific Railroad (perusahaan Amerika Serikat) dengan nilai market value sebesar US 75,4 milliar, diikuti oleh Canadian National Railway (Kanada) dengan market value sebesar US51.6 milliar, serta penguasa pasar ketiga yaitu Central Japan Railway (Jeang) dengan market value sebesar US36,2 milliar.

                          Gambar 3. Penguasa industri kereta api di pasar global.

                                Sumber: https://tirto.id

3. Kendala ketiga terkait teknologi perkereta apian. Produksi PT Inka selama ini berfokus kepada kereta berbahan stainless steel dan aluminium, dengan kecepatan menengah di atas 120 kilometer per jam dengan narrow gauge, kereta berkecepatan menengah di atas 150 kilometer per jam dengan standar gauge, serta kereta berkecepatan tinggi. Dilihat dari sudut pandang teknologi, hal ini jauh tertinggal jika dibandingkan dengan kereta yang diproduksi oleh perusahaan kereta api dari negara maju. 

4. Kendala lainnya terkait fasilitas riset dan development, serta lokasi produksi. PT Inka belum memiliki fasilitas riset dan produksi kereta yang terpadu seperti China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC). 

c. Pembahasan

Salah satu kompetitor PT Inka dalam ekspor lokomotif dan gerbong adalah China Railway Rolling Stock Corporation (CRCC). CRCC merupakan perusahaan kereta api yang berlokasi di negara China. CRRC merupakan pemasok peralatan transit kereta api terbesar di dunia dengan lini produk terlengkap dan teknologi terkemuka. Bisnis utamanya meliputi R&D, desain, pembuatan, perbaikan, penjualan, penyewaan, dan layanan teknis untuk rolling stock, kendaraan angkutan kereta api perkotaan, mesin rekayasa, semua jenis peralatan listrik, peralatan elektronik dan suku cadang, produk listrik dan peralatan perlindungan lingkungan, konsultasi jasa, investasi dan manajemen industri, manajemen aset, impor dan ekspor.

Berdasarkan web CRCC, pendapatan CRRC pada 2015 adalah USD 37,8 miliar, peringkat 266 pada Daftar Fortune Global 500. Investasi R&D CRRC sebesar EUR1,408 miliar, berada di peringkat 96 ke 2.500 Investor R&D Top Dunia.CRRC akan meningkatkan sistem inovasi teknologi, dan terus meningkatkan kapasitas inovasi teknologi. CRCC telah membangun platform teknologi peralatan angkutan rel dan basis manufaktur terkemuka di dunia. 

Dari sisi teknologi, CRCC mampu memproduksi kereta api berkecepatan tinggi, lokomotif berdaya tinggi, truk kereta api, kendaraan angkutan perkotaan dan produk khas lainnya, yang telah sepenuhnya mencapai tingkat mahir dunia, dapat beradaptasi dengan berbagai lingkungan geografis yang kompleks dan memenuhi beragam kebutuhan pasar. Kereta berkecepatan tinggi yang diproduksi oleh CRRC telah menjadi kartu bisnis penting untuk menunjukkan prestasi pembangunan China kepada dunia.Di masa depan, dengan misi menghubungkan dunia melalui mobilitas yang lebih baik dan tujuan inovasi, reformasi dan internasionalisasi, CRRC akan dengan penuh semangat mengimplementasikan strategi untuk internasionalisasi, diversifikasi dan pengembangan kolaboratif, dan berusaha untuk menjadi penyedia terkemuka dunia di dunia untuk high-end solusi sistem peralatan dengan peralatan transit kereta api sebagai operasi inti dan multinasional.Selain itu, CRRC berkomitmen untuk memasok produk dan layanan yang menawarkan hemat energi, ramah lingkungan, efisiensi biaya, kecerdasan, kecepatan, dan kenyamanan.

D. Analisis Konsep

Berdasarkan hasil analisis penulis, agar PT Inka mampu bersaing dengan kompetitor di pasar global, PT Inka perlu menerapkan konsep berikut:

  1. Penerapan Value Chain management: functional strategies for competitive advantage.

Keunggulan kompetitif atau keunggulan bersaing (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Menurut Jones dan Gareth dalam bukunya Contemporary Management, terdapat empat cara untuk meningkatkan keunggulan kompetitif, yaitu: meningkatkan tanggung jawab terhadap konsumen, meningkatkan efisiensi, meningkatkan kualitas, dan meningkatkan inovasi. 

Gambar 4. Empat cara untuk meningkatkan keunggulan kompetitif

CRCC mampu menjadi menjadi salah satu penguasa perusahaan global dikarenakan perusahaan memiliki competitive advantage. Berdasarkan web CRCC, untuk menjaga kelangsungan konsumen, CRCC memberikan asuransi untuk terkait kerusakan produk dan teknologi, serta memberikan bantuan konsultan kepada pelanggan dalam jangka waktu tertentu. Selain itu, CRCC memiliki anggaran research dan development yang besar untuk meningkatkan kualitas produk dan terus berinovasi di bidang teknologi. Research dan development merupakan jantung perusahaan mengingat perkembangan teknologi dalam dunia perekerat apian sangat cepat. Salah satu contoh pembangunan LRT Jabodebek. LRT Jabodebek merupakan satu-satunya kereta di Indonesia yang pengoperasiannya tanpa masinis atau menggunakan system. Dalam hal ini PT Inka yang memproduksi gerbong LRT bekerja sama dengan beberapa perusahaan kereta api global salah satunya CRCC. 

Kelemahan PT Inka adalah belum memiliki competitive advantage seperti CRCC. Supaya pasar ekspor PT Inka terus berkembang, PT Inka harus memeiliki research dan development untuk menjaga kualitas dan meningkatkan kualitas produk. 

2. Human Resource Management.

Dari sisi sumberdaya manusia, PT Inka perlu diudukung dengan SDM yang handal. Untuk mendapatkan SDM yang handal dimulai dari seleksi dan recruitment. PT Inka dapat berkerja sama dengan universitas-universitas untuk mendapatkan SDH yang handal. 

Gambar 5. Komponen dari sistem management sumber daya manusia.

Sumber: Jones and George, Contemporary Management.

Sedangkan untuk meningkatkan kompetisi pegawa PT Inka, dapat diberikan training yang bererjasama dengan Lembaga-lembaga internasional. PT Inka juga dapat melakukan sinergi dengan competitor, missal dengan mengirimkan pegawai untuk training/magang di perusahaan kereta api di negara maju, missal di CRCC.

3. Menggunakan tekologi informasi untuk meningkatkan kinerja.

Sebagian besar komponen untuk pembuatan gerbong kereta dan lokomotif berasal dari ekspor. Hal ini dikarenakan PT Inka tidak memiliki teknologi untuk membuat komponene tersebut. Mengingat pangsa pasar yang besar, PT Inka perlu belajar dari CRCC utnuk membangun platform teknologi terkait perkeretapian serta mampu memproduksi gerbong dan lokomotif dengan biaya yang murah. 

E. Problem Solving

Terkait permasalahan PT Inka untuk mengembangkan pasar ekspor, PT Inka dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Terkait pembiayaan murah, PT Inka dapat menggunakan fasilitas dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). LPEI menyediakan pembiayaan dengan rate di bawah komersial. Namun demikian perlu dipahami bahwa kapasitas pembiayaan LPEI juga terbatas dan kedepan tidak hanya PT Inka yang menggunakan fasilitas tersebut. Selama kapasitas LPEI masih bisa digunakan, PT Inka dapat menggunakan fasilitas tersebut, namun PT Inka juga harus mulai mencari informasi terkait pembiayaan dengan bunga murah baik di domestic maupun internasional. PT Inka dapat menjajaki lender internasional yang bekerja sama dengan pemerintah sehingga PT Inka bias mendapatkan pembiayaan yang murah. 
  2. Terkait permasalahan teknologi, research, dan development, mengingat permasalahan ini cukup komplek serta melibatkan banyak aspek dari sisi anggaran, SDM, pangsa pasar, dan kapasitas PT Inka, tentunya permasalahan ini tidak bisa diatasi dalam waktu dekat. Namun demikian, penulis menyarankan beberapa hal yeng perlu dilakukan oleh PT Inka, diantaranya: 
  • melakukan beberapa kerjasama dengan perusahaan perusahaan kompetitor. PT Inka dapat melakukan sinergi dengan beberapa kompetitior (salah satunya CRCC). Kerjasama dilakukan tidak hanya terkait pembuatan gerbong dan lokomotif, tetapi juga dibidang teknologi dan sumber daya manusia.
  • Mengingat research dan development merupakan jantung perusahaan, PT Inka mulai menambah  anggaran untuk research dan development. Terkait besarannya tentunya disesuaikan dengan keuangan PT Inka. PT Inka daopat mulai berkerja sama dengan universitas-universitas untuk pengembangan reserach dan development.
  • Terkait masalah pabrik yang terintegrasi seperti CRCC, PT Inka berencana untuk membangun pabrik kereta di kota Banyuwangi Jawa Timur. 

Daftar Isi

  1. https://tirto.id/ironi-negara-produsen-kereta-bMwy
  2. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/01/23/indonesia-masuk-daftar-negara-eksportir-kereta-terbesar-dunia
  3. Jones, George, Contemporary Management
  4. https://www.crrcgc.cc/en

Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
ardhany2

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format