Industri Pertahanan Kalah Nilai Dengan Negara Tetangga : PT Pindad vs ST Kinetics Ltd

oleh : Muhammad Iqbal Handewaputra


0

Impor vs Ekspor Industri pertahanan

Impor

Pada tahun 2020 anggaran pertahanan mencapai 127,4 triliun rupiah[1] dimana anggaran tersebut tentu saja diperuntukan untuk pemeliharaan dan peremajaan alat utama sistem pertahanan atau yang saat ini kita sering menyebutnya dengan alutsista. Angka tersebut tentu saja ada komponen menarik dimana saat ini tengah dihadapkan oleh defisitnya angka impor tentu saja Alutsista merupakan salah satu faktor terjadinya defisit dagang, terutama untuk kebutuhan alat pertahanan itu sendiri. Bila dibandingkan dengan data tahun 2018 dimana komponen impor tertinggi sebagai berikut :

menunjukan bahwa impor terbesar indonesia adalah penggunaan mesin dan pesawat mekanik, dan tentu saja alutsista masuk ke dalam golongan tersebut. Penyerapan anggaran pertahanan tentu saja memberikan implikasi tambahan pada defisitnya neraca dagang RI, untuk hal tersebut tentu saja ada hal yang harus diperhatikan terutama untuk mengembalikan defisit. Sebut saja industri pertahanan Industri pertahanan adalah Industri nasional (pemerintah maupun swasta) yang produknya baik secara sendiri maupun kelompok, termasuk jasa pemeliharan dan perbaikan, atas penilaian pemerintah dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertahanan negara.

Industri pertahanan, juga disebut industri militer, terdiri dari pemerintah dan industri komersial yang terlibat dalam penelitian, pengembangan, produksi, dan pelayanan peralatan dan fasilitas militer[2].  tatanan industri nasional yang secara khusus memiliki kemampuan ataupun potensi yang dapat maupun dikembangkan untuk menghasilkan produk berupa sistem senjata, peralatan dan perlengkapan, dukungan administrasi/logistik ataupun jasa-jasa bagi kepentingan penyelenggaraan pertahanan negara.

Ekspor

Industri strategis nasional Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang industri pertahanan telah meningkatkan kemampuan produksi alutsista, hingga bisa mencatatkan ekspor senilai USD 284,1 juta atau setara lebih dari Rp 4 triliun. Dari data didapatkan bahwa nilai transaksi ekspor yang dibukukan empat industri pertahanan yaitu PT PAL, PT Pindad, PT DI dan PT Luindin mencapai USD 284,1 Juta[3]. 

Angka penjualan sebesar 161 juta dolar dilakukan PT Dirgantara Indonesia. Adapun rincian produknya meliputi CN-235 sebanyak dua unit ke Senegal, tiga unit NC-212 ke Vietnam, dan dua unit NC-212 ke Thailand. Kemudian, melalui PT PAL sebesar 86,9 juta dolar ke Filipina dengan produk berupa dua unit kapal Strategic Sealift Vessel (SSV). Selain itu, ekspor PT Pindad dengan produk panser Anoa, kendaraan tempur, senjata dan amunisi untuk memenuhi kebutuhan sejumlah negara di Asia Tenggara, Afrika, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Nigeria, serta Timor Leste. Selain itu, PT Lundin juga melakukan ekspor ke Rusia dan Swedia dengan produk berupa kapal Sea Rider senilai 3,6 juta dolar.

Kebutuhan Alutsista Negara

Dengan Anggaran pertahanan sebesar 127,4 Triliun tersebut tentu saja akan dibagikan secara merata berdasarkan matra yang ada pada badan Tentara Nasional Indonesia sebagai berikut :

dapat dilihat pada tahun 2019 TNI merilis data APBN anggaran untuk melakukan modernisasi  dengan pembagian 4,59 Triliun untuk matra darat, 4,16 Triliun untuk matra laut, dan 2,11 Triliun untuk matra udara. Data ini menunjukan pengguanaan dana untuk modernisasi alutsista cukup tinggi.

Berangkat dari kebutuhan modernisasi alutsista tentu saja negara melalui kementerian pertahanan dan TNI akan melakukan replacement dimana alutsista eksisting akan diganti dengan yang termutakhir, yang tentu saja memerlukan investasi dalam alat militer tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut terdapat dua solusi yaitu dengan melakukan impor, atau dapat melakukan mengembangkan industri pertahanan. Namun karena keterbatasan teknologi saat ini impor merupakan opsi yang paling dapat dilakukan. Saat ini di regional ASEAN, Indonesia merupakan importir kedua terbesar kedua setelah Vietnam, berikut info grafiknya :

Jika dilihat dari nilai impor yaitu sebesar 9,3 triliun rupiah yang bila dibandingkan dengan anggaran yaitu sebesar 127,4 maka persentase terhadap total anggaran hanya untuk senjata adalah 7,3%. Persenjataan yang dimaksud tersebut lebih  adalah rudal dan misil sebagai kebutuhan pertahanan.

Berdasarkan data diatas dapat dikatakan bahwa pentingnya untuk mengembangkan industri pertahanan agar dapat melakukan swasembada persenjataan dalam hal ini pemerintah melalui kementerian sekretariat negara sudah sangat jelas mengeluarkan kebijakan pengadaan alutsista harus membangun kemandirian Industri pertahanan dalam negeri. Dalam kebijakan tersebut presiden sudah menyatakan bahwa "Kita harus memastikan bahwa SDM industri pertahanan kita betul-betul diperkuat dan jangan lagi orientasinya adalah penyerapan anggaran, mampu membelanjakan anggaran sebanyak-banyaknya, apalagi orientasinya sekadar proyek. Sudah setop yang seperti itu," kata Presiden[4]. Tentu saja hal tersebut tamparan keras kepada pelaku industri pertahanan, juga kementerian pertahanan atau TNI sendiri dimana harus mulai menggunakan sumberdaya dalam negeri untuk memenuhi kebutuhannya.

Selain belum maksimalnya SDM pada industri pertahanan, terdapat juga ancaman lainnya yaitu adanya konflik kepentingan dalam pengadaan alutsista tersebut, sebut saja adanya broker dalam pembelian alutsista yang tentu saja dianggap tidak transparan. Pentingnya transparansi pengadaan alutsista tentu saja memiliki urgensi yang tinggi dimana untuk meminimalisir konflik kepentingan yang terdapat di kubu TNI ataupun Kementerian Pertahanan. Secara tegas presiden mengatakan "pengadaan Alutsista, semuanya ini agar ada transparansi yang betul-betul terbuka,"[5] yang dimaksudkan untuk membeli persenjataan sesuai dengan kebutuhan. 

Industri pertahanan sendiri juga masih sangat minim teknologi, pada dasarnya industri pertahanan adalah industri yang paling memanfaatkan teknologi termaju, bahkan sebelum teknologi yang digunakan sipil dirilis, sehingga sangat membutuhkan sumber daya yang maksimal. Menurut ketua persatuan industri pertahanan swasta nasional “Engineer yang capable untuk high technology di dalam negeri masih terbatas, research and development (R&D) scope-nya juga masih kecil untuk bisa menjangkau kebutuhan teknologi yang utuh. Apalagi untuk R&D ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,”[6]. Memang tidak bisa dipungkiri jika industri pertahanan bukanlah bisnis kaki lima sehingga banyak sekali hal yang harus diperhatikan. Tentu saja permasalahan yang dihadapi oleh kementerian pertahanan bersama dengan industri pertahanan dalam pengembangan alutsista membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

PT Pindad (Indonesia)

adalah perusahaan industri dan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan produk militer dan komersial di Indonesia dan mempekerjakan sekitar 3000 karyawan. Pindad merupakanan salah satu perusahaan milik negara Indonesia yang berspesialisasi dalam produk militer dan komersial. Pindad menyediakan persenjataan dan amunisi (Alat Utama Sistem Senjata atau Alutsista) untuk Tentara Nasional Indonesia dan badan-badan lain terutama untuk mendukung pertahanan dan keamanan Republik Indonesia. Selain industri pertahanan, Pindad juga memproduksi beberapa produk industri untuk bidang lain seperti transportasi dan bahan peledak komersial. kegiatan Pindad yang termasuk desain cover, pengembangan, rekayasa dan fabrikasi serta pemeliharaan.

Produk PT Pindad sendiri tergolong cukup melengkapi kebutuhan dari TNI sendiri dimana kualitasnya tergolong sangat baik, bahkan salah satu produknya yaitu senapan serbu SS1 dan SS2 mendapat penghargaan dan selalu menjadi andalan TNI dalam beberapa kompetisi militer tingkat regional. Selain senjata, Pindad juga memproduksi kendaraan tempur, alat berat, dan juga alat pertanian.

Namun variasi produk dari Pindad masih belum dikatakan dapat memenuhi kebutuhan TNI sendiri karena variasi yang dibutuhkan untuk pertahanan sangat banyak, sehingga membutuhkan alutsista lain yang tentu saja harus membeli dari pihak luar atau impor karena belum tersedianya industri pertahanan di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Divisional Structure : Product

Karena semakin berkembangnya PT Pindad juga akan semakin banyak masalah yang terkait dengan diversifikasi produksi meningkat dari waktu ke waktu, untuk mengatur kegiatanya dan untuk mengatasi masalah yang terkait dengan struktur fungsional. PT Pindad sebagai organisasi besar memilih struktur divisi dan membuat serangkaian unit bisnis untuk menghasilkan jenis produk tertentu untuk jenis pelanggan tertentu. Setiap divisi adalah kumpulan fungsi atau departemen yang bekerja sama untuk menghasilkan produk. Tujuan di balik struktur divisi adalah untuk menciptakan unit yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola dalam organisasi[7].

Berdasarkan struktur organisasi diatas, PT Pindad menggunakan struktur produk, manajer menempatkan setiap lini produk atau bisnis yang berbeda di dalam divisi mandiri dan memberikan tanggung jawab kepada divisi untuk menyusun strategi tingkat bisnis yang sesuai untuk memungkinkan divisi bersaing secara efektif di industri atau pasarnya.

Setiap divisi akan menjadi mandiri karena pada bagian produksi dan bisnis berada didalam divisi yang sama— yang diperlukan untuk memproduksi atau menyediakan barang atau jasa secara efisien dan efektif. Fungsi pengelompokan menjadi divisi yang berfokus pada produk tertentu memiliki beberapa keuntungan bagi manajer di semua tingkatan dalam organisasi. Pertama, struktur produk memungkinkan manajer fungsional untuk berspesialisasi hanya dalam satu bidang produk, sehingga mereka dapat membangun keahlian dan menyempurnakan keterampilan mereka di bidang khusus ini. Kedua, manajer masing-masing divisi dapat menjadi ahli dalam industri mereka; Keahlian ini membantu mereka memilih dan mengembangkan strategi tingkat bisnis untuk membedakan produk mereka atau menurunkan biaya sambil memenuhi kebutuhan pelanggan. Ketiga, struktur produk membebaskan manajer perusahaan dari kebutuhan untuk mengawasi langsung operasi sehari-hari setiap divisi; garis lintang ini memungkinkan manajer perusahaan menciptakan strategi tingkat perusahaan terbaik untuk memaksimalkan pertumbuhan organisasi di masa depan dan kemampuan untuk menciptakan nilai tambah.


Political Strategies for Exercising Power

Secara politis, memahami dan menggunakan strategi untuk meningkatkan kekuatan perusahaan; PT Pindad juga akan menggunakan kekuatan mereka untuk dapat memperoleh pasar dengan kekuatan politik. Strategi politik ini umumnya berfokus pada bagaimana PT Pindad dapat menggunakan kekuatan secara mencolok. PT Pindad percaya melakukan hal itu adalah demi kepentingan terbaik mereka sendiri, atau karena mereka percaya posisi atau keputusan yang diadvokasi oleh para komisaris yang sah atau sesuai. Penggunaan kekuatan yang mencolok mungkin terdengar licik, tetapi biasanya menggunakan strategi ini untuk membawa dan mencapai tujuan organisasi. Strategi politik untuk menjalankan kekuasaan untuk mendapatkan dukungan dan persetujuan orang lain termasuk mengandalkan membawa ahli luar seperti yang dilakukan PT Pindad yang didalam tubuhnya sendiri terdapat orang-orang militer yang bekerja, bahkan komisaris PT Pindad sendiri merupakan Panglima TNI-AD. 

Secara strategis penempatan petinggi militer pada jajaran dewan komisaris yang dilakukan PT Pindad merupakan hal paling strategis, karena dianggap untuk mendukung industri strategis nasional yaitu pertahanan. Penempatan tersebut tentu saja akan mengarah ke hal yang lebih positif, karena PT Pindad akan bergerak sesuai dengan kebutuhan pertahanan nasional yang dikomandoi oleh Jendral-jendral TNI atau polri yang tentu saja memiliki kekuasaan pada tingkat negara terutama pertahanan dan keamanan. Secara  visi PT Pindad untuk menjadi produsen peralatan pertahanan dan keamanan terkemuka di Asia pada tahun 2023, melalui upaya inovasi produk dan kemitraan strategik. Dan Misi melaksanakan usaha terpadu di bidang peralatan pertahanan dan keamanan serta peralatan industrial untuk mendukung pembangunan nasional dan secara khusus untuk mendukung pertahanan dan keamanan negara. 

Menjadikan setiap orang pemenang tidak hanya merupakan cara efektif untuk menggunakan kekuatan, tetapi, ketika digunakan secara konsisten dan terus terang, dapat meningkatkan kekuatan dan pengaruh  dari ahli yang dipekerjakan. Semua pemangku kepentingan akan melihatnya sebagai kepentingan terbaik mereka untuk mendukung PT Pindad dan inisiatifnya. Ketika yang menjadikan semua orang sebagai pemenang memiliki nilai-nilai etika yang kuat, semua orang benar-benar seorang pemenang, sebagaimana diprofilkan dalam fitur “Etika dalam Tindakan” yang menyertai terutama pada industri pertahanan[8].

The Effects of Advancing IT 

Ketika teknologi informasi semakin maju, kelangsungan hidup organisasi menuntut pasar untuk dengan cepat mengadopsi dan menerapkannya. Salah satu alasan untuk ini adalah bagaimana IT mempengaruhi panjang siklus hidup produk[9], yang merupakan cara permintaan untuk suatu produk berubah dalam pola yang dapat diprediksi dari waktu ke waktu. Pada tahap ini PT Pindad mencoba menerapkan kebutuhan IT yang berbasis pada industri pertahanan, salah satunya Cyber Security. Melalui kemitraan PT Pindad mencoba mengembangkan pangsa pasar tersebut dengan menyediakan solusi teknologi cyber.

Memajukan bidang IT adalah salah satu strategi untuk terus dapat mengikuti perkembangan zaman dimana saat ini keamanan siber merupakan isu penting dalam pengembangan industri pertahanan. IT dalam hal ini merupakan perangkat pendukung dari infrastruktur pertahanan yang sudah eksisting, sehingga digunakan di banyak aspek termasuk pertahanan. Produk mutakhir IT dari PT pindad merupakan Threat Intelligence yang masuk dalam kategori kecerdasan buatan untuk dapat melakukan pemindaian kebocoran atau penerobos keamanan siber.

Produk Solusi IT ini merupakan jawaban PT Pindad dalam menyikapi perkembangan IT, walaupun dinilai sangat dasar dalam pengemabangan produk berbasis IT. Produk keamanan siber sebenarnya masih belum menjawab kebutuhan militer saat ini khususnya Indonesia. Sebenarnya ada kebutuhan IT yang lebih penting dalam Industri pertahanan yaitu adalah Military Intelligence Tools yang berdasarkan Big Data Analytic yang seharusnya dimiliki, karena masih terdapat keterbatasan infrastruktur IT pada tubuh TNI-Polri sehingga pengmebanganya belum dapat maksimal.


ST Kinetics (Singapore)

Merupakan perusahaan yang bergerak pada industri pertahanan yang berlokasi Singapura, merupakan anak usaha dari ST Engineering yang khusus menangani sistem pertanahan dan kendaraan khusus. Produk ST Kinetics tergolong tidak beda jauh dengan dengan PT Pindad, yaitu senjata, amunisi, kendaraan taktis, dan kebutuhan sipil lainya. Yang membedakan adalah teknologi yang digunakan oleh ST Kinetics sudah sangat maju mengikuti kebutuhan persenjataan negara-negara dengan militer hebat seperti Amerika Serikat, Britania Raya, dan Negara Eropa yang memiliki teknologi maju di bidang militernya.

ST Kinetics memiliki diferensiasi produk yang jauh lebih banyak dari pindad sehingga secara teknologi tentu saja pindad tidak bisa dibandingkan karena masih terbatas. Untuk laba dari ST Kinetics sendiri mencatat sekitar 1,48 miliar dolar singapura atau sekitar 15 triliun rupiah , bila dibandingkan dengan pendapatan pindad yang hanya membukukan 2 triliun rupiah. Melihat hal tersebut berikut perbandingan organisasi ST Kinetics dengan PT Pindad.

Divisional Structure : Market

Untuk memuaskan kebutuhan pelanggan yang beragam, ST Kinetics mengadopsi struktur pasar, yang mengelompokkan divisi menurut jenis pelanggan tertentu yang mereka layani. Struktur pasar memungkinkan ST Kinetics merespons kebutuhan pelanggan mereka dan memungkinkan mereka bertindak secara fleksibel dalam mengambil keputusan sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan pelanggan[10]. 

Untuk bergerak sesuai dengan visi misinya, ST Kinetics menciptakan tiga divisi pasar yang disederhanakan yang masing-masing fokus pada responsif terhadap satu jenis pelanggan tertentu: segmen pertahanan atau militer, segmen bisnis komersial, bisnis robotik untuk segmen perusahaan teknologi. 

Building Alliance

ST Kinetics mengembangkan hubungan yang saling menguntungkan dengan orang-orang baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Para pihak dalam aliansi saling mendukung satu sama lain karena hal itu adalah demi kepentingan terbaik mereka[11], dan semua pihak mendapat manfaat dari aliansi. Aliansi yang dibangun ST Kinetics memberi kekuatan untuk memberikan dukungan kepada seluruh. Mitra untuk aliansi memberikan dukungan karena mereka tahu pengembangan produk karena bila tidak ada dukungan dari aliansi dalam negeri dimana ST Kinetics bekerjasama dengan lembaga riset pengetahuan dan militer Singapore itu sendiri, sehingga seluruh produk yang dihasilkan merupakan menyesuaikan kebutuhan teknologi sekarang yang umumnya digunakan pada negara-negara maju. Selain membangun aliansi dengan pihak dalam negeri, ST Kinetics juga bekerjasama dengan principal luar negeri Howitzer, Colt, dan General Dynamics dalam rangka mengembangkan produk-produknya agar dapat bersaing setara dengan produk aliansi tersebut. Pertukaran teknologi dan pembelian lisensi pun juga digunakan untuk kepentingan penjualan dari pengembangan aliansi tersebut, namun ST Kinetics sendiri memiliki pangsa pasar yang relatif tidak luas karena produknya merupakan produk teknologi tinggi yang tentu saja harga tidak bisa disamakan oleh produk PT Pindad.

Accessing and Storing Data 

ST Kinetics juga memiliki produk IT yang jauh lebih canggih dari PT Pindad, karena pada dasarnya solusi IT yang dikembangkan oleh ST Kinetic adalah Analytical yang bersifat early warning, terutama untuk layanan homeland security yang sudah terintegrasi dengan seluruh device. Produk IT dari ST Kinetics digunakan oleh otoritas keamanan singapura yang telah terpasang di seluruh bagian negara Singapura sehingga perangkat lunak yang terintegrasi menggunakan teknologi 4.0 yaitu Internet of Things dimana seluruh jaringan Singapura sudah terhubung dan dapat dijadikan alat pengawasan warganya, berhubung yang kita kenal singapura dengan pengawasan warga sipil yang cukup ketat sehingga produk ST Kinetics juga turut diminati oleh negara-negara maju seperti Hongkong, Korea Selatan, dan Macau.

PT Pindad Managerial Improvement

Dengan melihat perbedaan pendekatan manajemen yang terdapat pada PT Pindad dan ST Kinetics bagaikan bumi dan langit, kosa kata ini merujuk dikarenakan pengembangan teknologi yang diterapkan di kedua entitas tersebut sangat jauh secara manajemennya. Kita melihat bagaimana entitas yang satu merupakan advance armament dan yang satu lagi hanya cukup dikategorikan sebagai medium armament. Selain pengembangan secara manajemen, perlunya juga pengembangan teknologi secara mebangun aliansi dari dalam negeri. Karena selama ini PT Pindad hanya membangun aliansi dengan pihak militer.

Building Alliance with local university - Implementing Defence Science

Pengembangan keilmuan teknologi pertahanan dianggap masih tidak memiliki sesuatu yang menjadi gebrakan, sehingga akademisi dianggap tidak dapat menjawab tantangan teknologi khususnya teknologi pertahanan. Seperti yang dikutip Data KKIP memang mencatat jumlah tenaga kerja usia 20-30 tahun di industri pertahanan nasional sangat minim. Tercatat, tenaga kerja usia 25-30 di industri pertahanan BUMN hanya ada 910 orang (10,6 persen) dan 1.269 orang (15.5 persen) di perusahaan swasta[12]. Yang terjadi saat ini adalah Apa yang telah dilupakan pindad yaitu adanya banyaknya universitas yang terdapat di Indonesia merupakan potensi besar yang terlalu bodoh untuk dilewatkan. PT Pindad selalu lupa bahwa Kantor pusat yang berlokasi di Kota Bandung terdapat Institut Teknologi Bandung (ITB) yang merupakan pondasi keilmuan di bidang teknologi. Tentu saja hal bodoh yang dilewatkan tersebut merupakan potensi besar dimana seharusnya pengembangan persenjataan bisa dilakukan atau dapat dilakukan di kampus atau balai penelitian milik Pindad, selama ini Pindad hanya bekerjasama dengan universitas non eksak atau teknik sehingga pengembangan teknologi hanya berdasarkan pembelian lisensi senjata dari luar negeri seperti FN(Belgia), dan Baretta(Italy) yang tentu saja pengemabgnanya tidak akan sehebat dengan hasil riset dari universitas ternama, terutama di Indonesia.

Membangun aliansi dengan universitas lokal pernah dikatakan hampir tidak mungkin, dikarenakan Pindad dianggap perusahaan militer sehingga akan terdapat gap yang cukup meresahkan antara sipil, namun konflik gap antara sipil dan militer ini harus dapat cair untuk kebaikan bersama. Seharusnya Pindad dan ITB sendiri dapat membayangkan apa jadinya bila pengemabangan persenjataan digabungkan dengan pengembangan teknologi yang tentu saja dikembangkan oleh pihak universitas dan militer akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. 

Market Based Organization Structure - Sales Growth

Mengingat pangsa pasar dari produk-produk Pindad sendiri masih berupa negara dunia ketiga atau biasanya negara berkembang, dimana anggaran militer tidak sebesar Indonesia bahkan jauh dibawah Indonesia. Tentu saja pangsa pasar yang jelas ini menjadi potensi tersendiri untuk Pindad. Salah satu potensinya adalah Angola, Timor Leste, Filipina, hingga Kawasan Timur Tengah[13]. Seiring dengan perluasan pasar tersebut, unit bisnis Pindad seharusnya dapat bergerak lebih cepat agar dapat mencaplok pasar lebih luas. Saat ini sudah banyak pemain alutsista dengan teknologi yang lebih maju namun kapasitas produksinya tidak banyak. Potensi pasar Afrika adalah rebellion regional dimana masih banyak negara rawan konflik, bila potensi tersebut tidak dimanfaatkan Pindad hanya menjadi penonton saja, padahal konflik tersebut pastinya akan mengangkat penjualan dari produk-produk senjata dan amunisi.

Mengubah struktur organisasi berdasarkan market tentu saja tidak mudah, namun struktur tersebut merupakan cara paling efektif dalam memperluas pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan penjualan. Dengan mengembangkan organisasi berdasarkan pasar, tentunya Pindad dapat menggarap regional-regional lain. Pertama sebut saja regional ASEAN dimana sudah banyak negara yang menjadi prospek menjadi potensial buyer dari produk Pindad tersebut. Setelah regional ASEAN, Pindad dapat melakukan ekspansi di regional Afrika, dimana disebut merupakan pasar perdagangan senjata dengan perut rana tercepat dimana masih banyak konflik-konflik. Bahkan di salah satu film yang berdasarkan kisah nyata menyebutkan bahwa perdagangan senjata di kawasan tersebut sama seperti menjual kacang alias betapa mudahnya menjual senjata kepada negara-negara regional Afrika. Setelah Afrika ada juga pasar baru yang kini sedang dianggap berkonflik yaitu oceania dan asia tengah.


Pengembangan arah organisasi berdasarkan pasar tentunya hanya bisa dilakukan untuk perusahaan multinasional namun tidak memungkiri Pindad dapat berkembang lebih besar lagi, mungkins saat ini Pindad masih berkutat pada proses produksi dan pembelian bahan baku yang dianggap masih sulit karena 70 persen bahan baku yang memasok Pindad sendiri masih impor [14]. Namun bila penjualan tinggi tentu saja akan menutup biaya produksi tersebut sehingga kedepannya produksi dapat digenjot seiring dengan tinggi angka penjualan dari PT Pindad.


Using “Big Data” - Future National Security Solution

Untuk membantu pengembangan di bidang IT, saat ini sudah memasuki revolusi industri 4.0 dimana hampir seluruh kegiatan menggunakan gadget based atau perangkat. Kita tahu saat ini tengah gencar penggunaan perangkat komputer dalam kegiatan sehari-hari sehingga ada kemungkin seluruh kegiatan yang bersinggungan dengan pertahanan dan keamanan negara dapat segera dideteksi secara cepat dan realtime dimana untuk memenuhi kebutuhan pertahanan dan keamanan

Solusi big data untuk pertahanan dan keaman ditujukan melacak pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat tanpa melihat lebih dalam berkas masyarakat. Solusi  ini melihat "Big Datar" untuk menemukan informasi tentang masyarakat yang tidak secara resmi tercantum dalam file dan mungkin tidak pernah disebutkan kepada kepolisian atau perangkat daerah. Perangkat lunak ini memindai Internet untuk mendapatkan informasi tentang seluruh masyarakat dan mengumpulkan informasi dari situs media sosial seperti Facebook dan Twitter, blog, komentar tentang berita, dan input informasi lainnya ke Internet oleh Masyarakat yang tentu saja untuk kebutuhan intelligence atau telik sandi.

Terinspirasi dari film Fast and Furious mengenai software yang digunakan untuk melacak seseorang, namun solusi IT tersebut tidak akan sejauh itu. Tentunya penggunaan produk solusi IT untuk kegiatan telik sandi akan sangat berharga, terutama untuk kebutuhan pertahanan dan keamanan seluruh negara.

Sumber :

  1. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/10/05/berapa-anggaran-pertahanan-2020
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_pertahanan
  3. https://kumparan.com/kumparanbisnis/ekspor-industri-pertahanan-indonesia-capai-rp-4-triliun-1543209940009121424
  4. https://setneg.go.id/baca/index/kebijakan_pengadaan_alutsista_harus_membangun_kemandirian_industri_pertahanan_dalam_negeri
  5. https://www.suara.com/news/2016/07/20/174535/jokowi-larang-pengadaan-alusista-tni-lewat-calo
  6. https://ekonomi.bisnis.com/read/20190422/257/914163/industri-pertahanan-dalam-negeri-minim-teknologi-tinggi
  7. p 282. Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.
  8. p 510. Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.
  9. p 531Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.
  10. p 284. Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.
  11. p 512. Jones, G.R., dan George, J.M. (2020). Contemporary Management. 11th Edition, McGraw-Hill, New York.
  12. https://tirto.id/sdm-muda-dan-sarjana-minim-industri-pertahanan-sulit-berkembang-dcKJ
  13. https://www.boombastis.com/negara-kesengsem-senjata-indonesia/100232
  14. https://kumparan.com/kumparanbisnis/pindad-70-bahan-baku-alutsista-ri-masih-impor




Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format