Kredit Bank Terancam Pinjaman Online ?

Pinjaman Online perlahan mulai menyerang Pangsa Pasar Perbankan


0

1. Pinjaman Online (Peer to Peer Lending)

Perkembangan teknologi dan internet yang begitu pesat memiliki peran besar dalam menunjang segala aktivitas kehidupan manusia. Di tengah era revolusi industri 4.0 seperti saat ini, berbagai inovasi muncul dengan memanfaatkan kedua hal tersebut. Misalnya saja, kehadiran e-commerce atau online marketplace yang makin menembus batas-batas dan menggeser makna pasar yang seperti kita pahami sebelumnya. 

Lebih jauh lagi, semakin pesatnya perkembangan teknologi dan internet juga merambah industri keuangan Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya financial technology (fintech). Salah satu jenis layanan fintech yang mulai berkembang di Indonesia meliputi peminjaman (lending). Banyak lembaga peminjaman yang mengaplikasikan pinjaman online atau sering juga disebut peer to peer (P2P) lending. 

Perkembangan P2P Lending di Indonesia

Ada satu lembaga pihak ke dua yang berdiri di tengah untuk mempertemukan pihak investor (kreditur), dan pihak borrower (debitur). Fenomena pinjaman secara online tersebut muncul sebagai tren masa depan yang minim risiko yang mampu memenuhi keinginan manusia modern yang ingin segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan praktis. 

Pola konsumsi yang semakin bergeser dan beragam menjadikan para debitur di masa saat ini mendambakan pencairan dana pinjaman yang cepat dengan proses yang mudah dalam pengajuan pinjaman tersebut demi dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. 

Selain itu, debitur juga menginginkan adanya variasi dari produk pinjaman serta simulasi terkait pinjaman. Hal tersebut juga dapat disediakan oleh startup atau perusahaan yang menyediakan layanan pinjaman online. 

Perkembangan P2P Lending

2. Regulasi di Indonesia

Menurut Peraturan OJK 77/2016, P2P adalah Layanan pinjam meminjam uang secara langsung antara Kreditur/Lender (Pemberi Pinjaman) dan Debitur/Borrower (Penerima Pinjaman) berbasis teknologi informasi. OJK menyebut Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) yang merupakan P2P Lending.

Konsep P2P Lending (Pinjaman online)

Startup pinjaman online sebenarnya sudah berkembang sejak 2015. Pada saat itu, muncul beberapa nama seperti UangTeman yang mengusung model bisnis balance sheet lending (mengeluarkan pinjaman dari dana milik mereka sendiri), hingga Modalku dan Investree yang memilih model bisnis (P2P) lending (hanya menyalurkan dana dari pemberi pinjaman kepada peminjam). Kehadiran mereka kemudian diikuti oleh munculnya nama-nama lain dalam waktu yang sangat cepat.

Contoh Peer to Peer Lending di Indonesia adalah berikut:

  • Investree.id: Peer to Peer Lending menawarkan pembiayaan produktif invoice financing
  • Amartha: pembiayaan produktif kepada ibu – ibu di pedesaan
  • UangTeman: pinjaman online dana tunai cepat dan terpercaya
  • KreditPintar: pinjaman online dana cepat via aplikasi dengan jumlah kecil dan proses cepat
  • Akseleran: pembiayaan produktif kepada nasabah SME

Contoh Tampilan Website Uang Teman

Tampilan diatas merupakan contoh interface website Uang Teman, dapat terlihat bahwa kecepatan dalam melakukan proses peminjaman uang yang menjadi main selling point P2P Lending ini. Selain itu mereka juga menampilkan TKB 90 untuk memenuhi persyaratan wajib dari OJK. 

Sesuai dengan prinsip transparansi informasi untuk perlindungan Pengguna yang wajib dilaksanakan oleh Penyelenggara Layanan Pinjaman Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) dan diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) 77/1/2016, maka UangTeman mempublikasikan Tingkat Keberhasilan Penyelesaian Pinjaman dalam 90 hari (TKB90) sebagaimana tertera.

Semakin tinggi persentase TKB90 yang tertera, menandakan semakin baiknya penyelenggara dalam memfasilitasi penyelesaian pinjam meminjam antara pemberi dan penerima pinjaman. Nilai TKB 90 untuk Uang Teman adalah 94.96 %. TKB 90 ini juga dapat digunakan oleh investor sebagai penentu risiko untuk berinvestasi di suatu P2P Lending.

Simulasi Pinjaman Uang Teman
Gambar diatas merupakan contoh simulasi pinjaman pada aplikasi Uang Teman. Terlihat bahwa maksimal Plafond Pinjaman yang dapat diberikan oleh aplikasi Uang Teman ini adalah sebesar Rp 3.000.000 dengan jangka waktu maksimal 30 Hari. Pinjaman yang diajukan juga hanya membutuhkan syarat – syarat yang mudah yaitu :

  • Warga Negara Indonesia
  • Usia 21 hingga 55 Tahun
  • Punya pekerjaan atau penghasilan

Jika dilihat dari plafond pinjaman dan syarat – syarat yang diajukan untuk dapat memperoleh pinjaman dari Uang Teman terlihat bahwa memang P2P Lending memang sangat mengedapankan kecepatan dan kemudahan yang lebih baik dari perbankan pada umumnya.

3. Bank Terancam ?

Dengan munculnya pinjaman online yang makin menjamur di Indonesia banyak menimbulkan pertanyaan, salah satunya adalah pangsa pasar perbankan yang mungkin saja beralih ke pinjaman online. Terlebih, banyak pemberi pinjaman asal luar negeri yang mulai mencari pasar ke Indonesia.

P2P Lending menawarkan kemudahan dan kecepatan yang memang jauh lebih baik daripada perbankan pada umumnya sehingga pasti setidaknya akan membuat pangsa pasar perbankan akan tergerus.

Contoh Kasus di Indoneia : Bank BRI Memiliki beberapa Fasilitas pinjaman yang menyasar segmen mikro, yaitu KUR Mikro dan Kupedes. KUR Mikro merupakan pinjaman bersubisi dengan plafond yang dapat dilayani sd Rp 25 Juta sedangkan Kupedes merupakan pinjaman komersial yang dapat dilayani sd Rp 200 Juta. 

KUR BRI

Dapat terlihat jelas, dengan contoh kasus diatas Bank BRI akan head to head dengan P2P lending ini di segmen mikro, karena P2P Lending memilki keterbatasan plafond yang dapat dilayani. Secara lebih spesifik pinjaman yang akan terkena dampak adalah pinjaman KUR Mikro karena memilki jumlah plafond yang mirip dengan P2P Lending

4. SWOT Analysis Pinjaman Bank vs Pinjaman Online 

PINJAMAN BANK PINJAMAN ONLINE
S Aman, Bunga Lebih Murah, Plafond Lebih Besar Cepat, Syarat – Syarat Mudah
W Proses pinjaman lebih lama, butuh jaminan, persyaratan lebih sulit Berisiko Tinggi, Bunga lebih Mahal, Plafond Pinjaman terbatas
O Pangsa Pasar UMKM di Indonesia yang belum dilayani perbankan masih sangat besar Pengusaha – pengusaha UMKM baru yang sudah lebih paham teknologi namun belum dapat memenuhi persaratan bank
T Fintech, P2P Lending P2P Lending Sejenis

5. Perbandingan dengan Luar Negeri

Melihat perbandingan di luar negeri, Misalnya, di US ada yang namanya LendingClub, sebuah startup yang menjadi platform peer-to-peer lending. Jika ada kebutuhan personal loan, tidak perlu lagi meng-gadai kan BPKB yang berujung dengan kredit macet karena bunga yang mencekik. LendingClub menyediakan bunga yang lebih rendah, proses yang cepat, dan lebih aman bagi pihak yang meminjam maupun yang meminjamkan.

Contoh lain, ada juga fintech yang bernama Tesorio, yaitu startup yang membantu pengusaha dan vendor / supplier mengelola working capital mereka. Tesorio membuat suatu algoritma yang bisa menghitung rate yang sifatnya win-win: Supplier seorang pengusaha dibayar cepat, dan pengusaha yang menyewa jasa vendor bisa dapat harga lebih murah.

Berdasarkan perbandingan di luar negeri pun dapat terlihat bahwa memang Fintch ini sudah mulai memasuki pasar perbankan dimana kebutuhan pembiayaan usaha sekarang tidak hanya dilayani oleh bank saja.

6. Adaptasi Perbankan

Menghadapi ancaman dari P2P Lending Bank Harus segera melakukan inisiatif perubahan. Bank tidak boleh terus berada di zona nyaman dengan merasa bahwa kelangsungan bisnis bank akan selalu terjaga.

Sesuai dengan teori pada Lewin's Force Field of Change, bahwa semakin kita resistant terhadap perubahan maka akan menghasilkan performance yang rendah, apabila kita tidak resistant terhadap perubahan maka akan dapat menghasilkan output performance yang lebih tinggi pula. 

Lewin's Force Field Theory of Change

Beberapa adaptasi yang dapat dilakukan oleh perbankan adalah :

  1. Inovasi Bisnis Proses terutama untuk pelayanan pinjaman. Bank dikenal di masyarakat dengan mindset jika ingin meminjam nanti proses nya lama dan dengan syarat – syarat yang sulit. Bank harus berusaha memperbaiki masalah ini, dengan cara memotong bisnis proses sehingga pelayanan pinjaman akan dilakukan dengan lebih cepat dan syarat – syarat yang lebih mudah.
  2. Melakukan Kolaborasi dengan P2P Lending. P2P Lending yang sudah memiliki rating baik dari OJK tidak ada salahnya dicoba untuk dilakukan kerjasama secara business to business (B2B).
  3. Berkompetisi dengan sehat. Hal ini berarti Bank perlu terus meningkatkan kelebihan – kelebihan yang tidak dapat  dimiliki oleh P2P Lending. Contoh Pinjaman Bunga Murah, KUR memiliki bunga 7% efektif per tahun. Suku bunga ini adalah suku bunga pinjaman termurah untuk usaha. Sangat jauh apabila dibandingkan dengan P2P Lending yang memiliki bunga sangat tinggi.

Dengan melakukan adapatasi, Bank akan dapat semakin meningkatkan level kinerja nya. Pada titik tertentu, Bank membutuhkan sebuah konflik dalam hal ini kompetisi dengan pesaing P2P Lending yang akan membuat internal Bank terus memikirkan cara bagaiamana supaya pangsa pasar perbankan tidak direbut oleh kompetitor. 

Conflict & Level of Performance Chart

Pada teori conflict & level performace chart diatas menunjukkan dengan level konflik yang optimal akan menunjukkan kinerja yang semakin tinggi pula. Oleh sebab itu, Inovasi – inovasi internal harus terus dipicu untuk dapat membuat kinerja bank lebih baik lagi.

Perbankan masih memiliki target market yang sangat luas, mengingat masih sangat banyak pelaku UMKM yang belum mendapatkan fasilitas pembiayaan. P2P lending pun memilki keterbatasan dalam melakukan pembiayaan kepada masyarakat, sehingga bank masih dapat bergerak di pasar yang berbeda dengan pasar yang dikerjakan oleh P2P Lending.

7. Bijak dalam Meminjam

Kehadiran fintech P2P Lending di Indonesia sangat bagus karena memberikan akses keuangan yang lebih lebar kepada masyarakat. Masyarakat yang selama ini tidak bisa meminjam ke bank, sekarang bisa meminjam di fintech P2P lending.

Jumlah 6 juta penerima pinjaman P2P Lending bukan jumlah debitur yang kecil dalam waktu kurang dari 2.5 tahun. Jumlah ini diyakini akan terus tumbuh cepat seiring makin banyak perusahaan P2P baru yang terdaftar resmi di OJK.

Namun, sebagai industri yang masih sangat muda, P2P menghadapi banyak tantangan. Tugas pelaku industri P2P adalah mengikuti peraturan ojk dan mengedukasi masyarakat agar hanya menggunakan fintech P2P lending legal yang terdaftar di ojk.

Baik Mengambil Pinjaman di Bank maupun ke Online, semua memliki risiko nya masing – masing. Kita sebagai masyarakat harus bijak dalam meminjam, karena hutang adalah hutang, yang harus dibayar. Jangan meminjam untuk gali lubang tutup lubang, hal itu akan membuat kita terjerat dalam hutang.

Pihak Perbankan harus terus berinovasi atau melakukan kolaborasi dengan P2P Lending. Kolaborasi yang dilakukan antara Bank dan P2P Lending akan memperkuat kedua belah pihak dan memperluas inklusi keuangan, serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi makro yang mendorong Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format