PRIMAGAMA MENGHADAPI INDUSTRI 4.0

Industri bimbel konvensional mulai terdisrupsi atas kemajuan teknologi, kondisi ini tercermin dari mulai berkurangnya jumlah Cabang dan siswanya


0

Bimbingan Belajar (Bimbel) adalah kelas pelajaran tambahan yang diadakan di luar jam sekolah. Bimbel memang bisa diikuti siswa dari berbagai jenjang, tapi biasanya bimbel akan laris manis menjelang UN. Kursusnya diadakan beberapa kali seminggu, dan biasanya ada sekitar 20 murid untuk setiap kelas. Bimbel akan mengajarkan strategi melumpuhkan ujian dengan mudah. Bimbel pertama kali muncul di Indonesia pada 1970-an, saat itu, kegiatan belajar tambahan ini dikhususkan bagi siswa-siswi SMA yang ingin memasuki perguruan tinggi negeri. Saat ini bimbel juga menyediakan segala macam tujuan, seperti ingin masuk akademi militer (AKMIL), ingin masuk di sekolah kedinasan, bahkan terdapat beberapa bimbel yang menjaminuntuk sukses masuk universitas pilihan, asalkan siswa mau bayar jauh lebih mahal dari biaya bimbel lainnya.

Bimbel memang menjadi salah satu alternatif apabila siswa ingin meningkatkan kualitas belajarnya. Mungkin materi yang diajarkan oleh guru belum dapat mengerti sepenuhnya, sehingga untuk mendapatkan mendapat nilai yang baik saat ujian, siswa  akan memilih bimbingan belajar sebagai solusi. Dengan bimbel siswa akan mendapat pelajaran kedua bahkan mendapat trik-trik yang tidak diajarkan di sekolah. 

Saat ini bimbingan sekolah sudah sangat menjamur di Indonesia, hampir di semua pelosok negeri kita bisa menemukan tempat bimbingan belajar. Bimbingan belajar yang baik akan terlihat dari para pengajarnya yang kompeten, memiliki metode yang memudahkan siswanya dalam menelaah pelajaran, dan juga banyaknya cerita kesuksesan dari para siswanya. Berikut 6 Bimbel konvensional ternama yang beroperasi di Indonesia:

  1. Primagama

  2. Ganesha Operation

  3. Nurul Fikri

  4. Sony Sugema College

  5. Neutron

  6. Bintang Pelajar

Primagama adalah usaha jasa pendidikan luar sekolah yang bergerak dibidang bimbingan belajar, didirikan tahun 1982, tepatnya pada tanggal 10 Maret 1982 di Yogyakarta. Program Bimbingan Belajar Primagama memiliki pasar sangat luas (siswa 3,4,5,6 SD – 7,8,9 SMP, dan 10,11,12 SMA IPA/IPS) dengan target pendidikan adalah meningkatkan prestasi akademik di sekolah, Ujian Akhir Sekolah, Ujian Nasional , dan Sukses Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri/Favorit serta sekolah kedinasan (bagi SMA/SMK).

Primagama pada awalnya didirikan oleh Purdie Candra bersama teman-temanya, diawali dari niat baik Purdie Candra untuk membantu para siswa kelas 3 SMA yang ingin memasuki jenjang PTN telah mendorongnya untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan bernama Primagama.la tinggalkan kuliahnya di empat fakultas di UGM dan IKIP Yogyakarta. Lalu dengan modal terbatas ia dirikan lembaga bimbingan tes Primagama, sebuah peluang bisnis potensial yang kala itu tidak banyak dilirik orang.Pada masa awal, Primagama banyak megalami kesulitan dalam merintis lembaga bimbingan, hal ini dikarenakan masih banyaknya orang yang tak menyadari akan pentingnya pendidikan belajar di luar sekolah dan masih belum terkenalnya sistem lembaga belajar atau les. Perlahan namun pasti Primagama terus berkembang, dari semula hanya 1 outlet dengan hanya 2 murid, Pada tahun 2000 Primagama tercatat memiliki 157 Cabang, kemudianmemulai sistem waralabanya pada tahun 2001, dengan sistem ini jumlah cabang meningkat menjadi 260 Cabang pada tahun 2001.[1]

Seiring berkembangnya kemajuan teknologi internet berpengaruh pada sektor pendidikan hingga bimbingan belajar, salah satunya adalah perusahaan rintisan (startup) pendidikan atau bimbel online. Hal ini menjadi penanda dampak penetrasi digital terhadap industri Bimbel. Siswa dapat memahami pelajaran di sekolah melalui perangkat teknologi seperti laptop dan ponsel.

Sistem pembelajarannya pun bermacam-macam, salah satunya dengan menggunakan aplikasi belajar yang bisa diunduh secara gratis. Tentu bimbel online menawarkan bimbingan belajar online yang tak gratis.Di dalam aplikasi bimbel online tersebut memuat ribuan konten video belajar yang langsung dijelaskan oleh guru. Selain itu, terdapat pula kuis soal-soal untuk menguji kemampuan diri serta hasil akhir berupa rapor online. Berikut beberapa perusahaan bimbel online yang beroperasi di Indonesia

  1. Ruangguru

  2. Quipper

  3. Zenius

  4. Prime

  5. Rumah Belajar

  6. Bimbel Smarrt

  7. Aku Pintar

  8. Coursera

Kehadiran bimbel online menjadi tantangan bagi Primagama, bahkan secara perlahan mulai menggerus konsumennya. Hal ini tercermin dari jumlah Cabang Primagama yang mulai menurun sejak tahun 2015, berikut grafik jumlah Cabang Primagama di seluruh Indonesia

Sumber : primagama.co.id

Pada tahun 2017 tercatat:

  • Jumlah cabang: 461 tersebar di seluruh propinsi di Indonesia

  • Jumlah siswa aktif 90.000 setahun

  • Jumlah Dosen 8000

    Bandingkan dengan salah satu Bimbel Online Ruangguru, sebuah perusahaan startup teknologi asal Indonesia yang berfokus pada pendidikan dan beridiri sejak April 2014, saat ini telah memiliki 15 juta pengguna

    Sejak setahun terakhir layanan Ruangguru cukup “meledak” dari segi awareness di kalangan orang tua. Tanpa menyebut angka detail, Belva (CEO Ruangguru) mengklaim pertumbuhan secara keseluruhan bisa mencapai 20 kali lipat. Pengguna tembus lebih dari 15 juta pelajar dan 300 ribu guru bergabung di seluruh Indonesia.Menariknya, sekitar 70% penggunanya adalah pelajar yang belum pernah ikut les bimbingan belajar konvensional dan berasal dari kalangan menengah hingga ke bawah. Dari hasil survei internal, Ruangguru membandingkan pelajar dari sebelum dan setelah menggunakan aplikasi selama beberapa bulan, tanpa melihat latar belakang ekonomi keluarganya. Terlihat bahwa kenaikan nilai mereka rata-rata naik sampai 20 poin. Sebanyak 92% responden mengatakan nilai naik dalam tiga bulan setelah belajar lewat Ruangguru.“Indonesia punya 52 juta pelajar. Sekarang kami 15 juta, berarti masih banyak yang belum pakai Ruangguru. Intinya, bagaimana caranya kami bisa capai 52 juta itu secepat mungkin. Makanya kami gencar promosi di TV, merekrut brand ambassador, agar semakin banyak orang tua dan anak tahu kami.”Dari segi produk B2C makin variatif, seperti Ruangbelajar, Digital Bootcamp, Roboguru, Ruangles, Ruanglesonline, Ruangbaca dan sebagainya. Kualitas guru juga ditingkatkan, dengan merekrutnya lewat ajang pencarian. Alhasil, kini Ruangguru memiliki tenaga pengajar in-houseyang berprestasi, lulusan universitas top dan pemenang olimpiade [http://jktskyblog.com/miliki-15-juta-pengguna-ruangguru-siapkan-debut-ekspansi-ke-luar-negeri/]

Namun begitu bimbel konvensional dhi. Primagama masih memilik peluang untuk bisa bersaing dengan bimbel online dan beradaptasi dengan teknologi digital ataubiasa disebut industri 4.0. Dengan menggunakan SWOT Analysis dan Porters 5 Forces diharapkan dapat memberikan solusi bagi perkembangan bisnis Primagama

SWOT Analysis

Analisis SWOT adalah suatu bentuk analisis di dalam manajemen perusahaan atau di dalam organisasi yang secara sistematis dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan, baik itu tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.Analisa ini menempatkan situasi dan juga kondisi sebagai sebagai faktor masukan, lalu kemudian dikelompokkan menurut kontribusinya masing-masing. Satu hal yang perlu diingat baik-baik oleh para pengguna analisa ini, bahwa analisa SWOT ini semata-mata sebagai sebuah analisa yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi Berikut pengertian dan hasil SWOT analysis Bimbel Primagama:

Strenght (S)

Yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini.  Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju. Kekuatan Bimbel Primagama yaitu:

  • Tutor/pengajar yang berkualitas, merupakan guru-guru yang mengajar di sekolah favorit.

  • Metode belajar yang menarik dan mudah dipahami.

  • Program yang dibuat sesuai dengan kurikulum siswa, kurikulum yang terus bergerak dinamis membuat siswa harus menyesuaikan keadaan, dengan tutor/pengajar yang ada diharapkan bisa membantu siswa mengaplikasikan kurikulum yang terbaru yaitu dituntut aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

  • Memiliki Jaringan sebanyak 461 Cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Weaknesses (W)

Yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi. Kelemahan Bimbel Primagama antara lain:

  • Program belajar/produk kurang variatif jika dibandingkan dengan bimbel online.

  • Tarif lebih mahal dibanding dengan Bimbel online.

  • Program belajar/produk hampir sama dengan bimbel konvensional pesaing.

  • Kurangnya promosi, masih menggunakan brosur dan website, serta mengandalkan promosi pemasaran dari siswa ke siswa.

  • Jadwal bimbingan belajar kurang fleksible, perbedaan dengan jadwal sekolah membuat siswa tidak dapat mengikuti bimbingan belajar sesuai dengan jadwal primagama.

  • Kuota siswa terbatas tergantung jumlah kelas.

Opportunity (O)

Yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang akan depan atau masa yang akan datang. Kesempatan Bimbel Primagam yaitu:

  1. Kebijakan pemerintah tentang standar kelulusan siswa masih berupa Ujian Nasional (UN).

  2. Potensi Customer yang terus meningkat, seperti disampaikan diatas bahwa terdapat 52 juta siswa di Indonesia, dan saat ini Primagama hanya mengelola 90.000 siswa aktif setiap tahunnya.

Threats (T)

Yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

  1. Kemajuan teknologi/internet mengubah gaya/cara belajar siswa

  2. Bimbel online yang tengah tumbuh pesat.

  3. Banyaknya bimbel pesaing dan juga menggunakan skema waralaba, misal Ganesha Operation, Nurul Fikri, Sony Sugema College, dll.

PORTER’s 5 FORCES

Salah satu yang dapat dilihat dalam menentukan strategi manajemen dari sebuah perusahaan adalah dengan menggunakan Porter’s 5 Forces, yaitu sebuah alat untuk memahami posisi kekuatan perusahaan untuk menghadapi persaingan bisnis. Berikut merupakan Porter’s 5 Forces Analysis menurut Michael Porter:

Level of Rivalry in an Industry

Pada dasarnya pelaku bisnis akan berusaha untuk meraup profit sebesarnya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk keberlangsungan perusahaan. Maka yang perlu dilakukan bagi para pelaku bisnis adalah memperkuat posisi produk dan brand di tengah persaingan yang ada. Semakin kuat posisi produk dan brand dari suatu perusahaan dibandingan dengan produk dan brand kompetitor, maka semakin besar potensi bisnis yang bisa dikembangkan. Namun sebaliknya apabila persaingan semakin ketat dan competitor juga menargetkan pangsa pasar yang sama, loyalitas pelanggan yang rendah, produk dapat dengan cepat digantikan dan banyak kompetitor yang memiliki kemampuan yang sama dalam menghadapi persaingan maka bisnis akan mengalami potensi penurunan. 

Saat ini Primagama telah memiliki posisi yang kuat dalam industri Bimbel, Brand maupun produk masih berada cukup dikenal dan dipercaya oleh masyarakat, hal ini tidak terlepas dari status Primagama sebagai salah satu pendahulu dalam bisnis Bimbel (beridiri selama 37 tahun). Hal ini harus dimanfaatkan dan dipertahankan oleh primagama untuk dapat meningkatkan bisnisnya di industri bimbel.

Potensial for New Entrants

Analisa kekuatan lain yang harus dipertimbangkan adalah seberapa tingkat sulit atau mudahnya untuk competitor atau calon competitor untuk masuk ke industri dengan produk dan karakteristik sejenis. Jika suatu industri dapat memberikan profit yang cukup tinggi dan tidak terlalu banyak hambatan untuk masuk dalam industri tersebut, maka akan membuat pemain-pemain baru bermunculan. Beberapa hambatan yang mungkin terjadi bagi para pemain baru misalnya: tingginya modal awal yang dibutuhkan, kebutuhan teknologi yang canggih, merk dagang, sekala ekonomi dari pasar yang dituju, loyalitas pelanggan terhadap produk dan barang yang sudah ada, serta regulasi dari pemerintah. Kekuatan terhadap kompetitor baru memang kuat, hal ini tercermin dari kondisi pesatnya pertumbuhan Bimbel Online di Indonesia. Seperti disampaikan sebelumnya diatas terdapat 8 Bimbel online ternama yang beroperasi di Indonesia, belum ditambah bimbel online lainnya yang tidak disebutkan diatas yang jumlahnya mencapai puluhan. Bagi Primagama kondisi tersebut menjadi ancaman terhadap bisnisnya, bahkan berisiko atas keberlangsungan bisnisnya di industri bimbel.

Power of Large Suppliers

Adanya supplier atau pemasok yang cukup beragam. Imbasnya dari kekuatan supplier ini bisa dilihat dari lebih banyaknya profit yang bisa diraih bagi suatu bisnis apabila pemasok yang ada terdiri dari beberapa pihak. Semakin banyak pemasok maka bargaining power dari pelaku bisnis akan lebih tinggi, karena apabila salah satu pemasok menetapkan harga bahan baku yang cukup tinggi, maka pelaku bisnis memiliki opsi untuk memilih pemasok lain yang bisa memberikan harga bahan baku yang lebih murah. Otomatis dengan banyaknya supplier atau pemasok, maka pelaku bisnis bisa memilih pemasok dengan harga termurah supaya profit yang didapatkan bisa lebih besar. Supplier dalam bisnis Bimbel adalah tenaga pengajar, dengan banyaknya tenaga pengajar yang tersedia memudahkan Primagama untuk terus berkembang dan meningkatkan bisnisnya. Hanya saja yang menjadi tantangan adalah bagiamana Primagama dapat meperoleh tenaga pengajar yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan digitalisasi.

Threat of Substitute Products 

Analisa lain yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis adalah adanya produk pengganti baik dari kompetisi langsung ataupun tidak langsung yang dianggap oleh konsumen bisa menggantikan penggunaan produk yang sekarang. Biasanya hal ini bisa terjadi apabila produk pengganti memiliki harga yang lebih murah atau kualitas yang lebih baik. Semakin banyak produk pengganti yang beredar di pasaran maka akan berpotensi untuk mengurangi profit yang perusahaan terima. Bimbel online menjadi ancaman yang sangat serius bagi Primagama, dan kekuatan dari produk ini harus diantisipasi dengan baik oleh Primagama.

Power of Large Customers 

Analisa ini melihat pada kekuatan konsumen dalam melakukan daya tawar. Daya tawar uyang dimaksud disini adalah ketika konsumen dapat menuntut untuk harga yang lebih bersaing atau lebih murah dan juuga kualitas produk yang lebih baik. Imbas dari daya tawar konsumen ini lebih ke profit perusahaan yang bisa lebih menurun dikarenakan karena di sisi lain perusahaan juga tetap harus mengeluarkan biaya operasional untuk menghasilkan produk sesuai ekspektasi konsumen. Jumlah customer dalam bisnis Bimbel terus meningkat 

sumber : Ristekdikti

Masalah yang di hadapi oleh Primagama

Sistem IT

Perusahaan tidak mengembangkan sistem IT secara baik untuk menghadapi industri 4.0. baik dari sisi pengembangan produk maupun promosi

Produk

Program belajar/produk yang diberikan kurang bervariasi jika dibandingkan dengan bimbel online, hal ini disebabkan karena metode bimbel masih menggunakan metode face to face antara tutor/pengajar dengan siswa.

Pricing yang tidak bersaing

Primagama biasanya memiliki beberapa metode pembayaran. Bisa mulai dari per kedatangan, per bulan, hingga per semester. Mereka juga menawarkan biaya untuk bimbel intensif yang rentang biayanya sekitar Rp1 juta hingga Rp10 juta.

sedangkan Bimbel online biasanya menerapkan biaya per program dari materi yang ditawarkan. Secara keseluruhan, harganya pun lebih murah sekitar Rp160 ribu – Rp500 ribu

Kepemimpinan

Pendiri Primagama dhi. Purdie Chandra mengalami kasus hukum yang pada akhirnya berdampak pada risiko reputasi perusahaan.

Setelah menjalani hukuman akibat mengemplang pajak, Purdi tetap membawa nama Primagama. Padahal lembaga yang dia pimpin itu sudah dinyatakan pailit pada 2013 atas putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta.

Purdi diduga memberikan pernyataan palsu di hadapan notaris. Ia menyatakan Primagama sebagai lembaga pendidikan yang masih beroperasi.

Padahal, setelah keputusan pailit, semua asetnya telah dilelang secara terbuka. Pemenang lelang adalah PT Prima Edu Internasional. Di hadapan notaris, Purdi menyatakan aset masih dimilikinya. “Karena merasa ditipu, lembaga itu melaporkan,” kata Frans.

Purdi kini mendekam di sel tahanan Polda DI Yogyakarta. Polisi menyita barang bukti berupa surat pernyataan palsu yang dibuat oleh Purdi. Ia dijerat dengan Pasal 266 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 5 tahun. 

Purdi, yang juga anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1999-2004, pernah dinyatakan pengadilan terbukti mengemplang pajak pada 2004-2005. Duit pajak yang dikemplang mencapai Rp 1,208 miliar. Ia divonis penjara 3 bulan 15 hari dan harus bayar Rp 1,208 miliar pada 26 Agustus 2014

STRATEGI BISNIS

Di dalam dunia bisnis, Strategi dapat didefinisikan sebagai proses penentuan arah dan tujuan jangka panjang organisasi melalui upaya pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya organisasi secara efektif dan efisien sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dan pemangku kepentingan (stakeholder). Organisasi atau perusahaan-perusahaan yang sukses dan produktif pada umumnya memiliki strategi perusahaan sebagai pemandunya. Setiap unit bisnis dalam organisasi juga memiliki strategi unit bisnis yang digunakan oleh pemimpinnya untuk menentukan bagaimana mereka akan bersaing di market/pasar masing-masing. Selanjutnya, setiap tim atau departemen yang berada di dalam unit bisnis juga memiliki strateginya sendiri untuk memastikan bahwa kegiatan sehari-harinya dapat membantu menggerakan unit bisnis dan organisasinya ke arah yang benar dan sesuai dengan yang diharapkan.

Pada umumnya, strategi bisnis pada sebuah perusahaan bisnis dapat terbagi atas 3 Tingkatan utama yaitu Strategi di Tingkat Korporasi (Corporate Level Strategy), Strategi di Tingkat Unit Bisnis (Business Unit Level Strategy) dan Strategi di Tingkat Fungsional (Functional Level Strategy). Strategi Korporasi berfokus pada menentukan bisnis mana yang harus dijalankan oleh perusahaan. Strategi Bisnis mengembangkan keunggulan kompetitif dalam segmen bisnis sedangkan Strategi Fungsional beroperasi pada tingkat pemasaran, produksi dan keuangan untuk memastikan bahwa memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki strategi untuk mendukung bisnis perusahaannya

Strategi Level Korporat

Tingkat Strategi yang pertama dalam dunia bisnis adalah Strategi di Tingkat Korporasi atau Corporate Level Strategy, Strategi korporasi menangani seluruh ruang lingkup strategis perusahaan terutama dalam menentukan tujuan dan sasaran suatu perusahaan. Strategi ini diperlukan untuk menentukan bisnis apa yang harus atau ingin dimiliki oleh perusahaan seperti jenis produk yang akan diproduksi dan dimana produk tersebut harus dipasarkan. Corporate Level Strategy juga menentukan arah yang akan dituju oleh perusahaan dan peran setiap unit bisnis dalam perusahaan untuk mencapai arah tersebut

Primagama harus mengubah visi dan misinya untuk menghadapi industri 4.0, yaitu

Visi :

Pendamping belajar berbasis teknologi yang melayani negeri.

Misi :

  1. Memiliki inovasi digital yang berkelanjutan dalam memberikan pelayanan

  2. Bersama sekolah, orang tua, dan internet menjadi pendamping belajar

  3. Memberikan solusi digital metode belajar yang efektif & tepat sasaran

  4. Menjadi tempat berkarya & mengabdi bagi insan Primagama dalam industri 4.0

    Strategi Level Bisnis

    Strategi di Tingkat Unit Bisnis adalah strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan dari setiap unit bisnis seperti unit bisnis layanan, produk, divisi ataupun anak perusahaan. Strategi ini dijalankan oleh masing-masing unit bisnis namun harus bersinergi dan mendukung strategi korporasi yang telah ditetapkan oleh perusahaan induk. Strategi di Tingkat unit Bisnis ini sangat penting untuk dilakukan karena dapat melihat unit bisnis mana yang unggul dan unit bisnis mana yang perlu ditingkatkan lagi.

    Memiliki Strategi di tingkat Unit Bisnis ini memungkinkan perusahaan mempertimbangkan biaya dan manfaat dari setiap unit bisnis dan memutuskan posisi yang tepat untuk pengalokasian sumber daya perusahaan bahkan dapat digunakan untuk memutuskan kapan waktunya untuk melakukan divestasi atau menjual unit bisnis yang tidak berkontribusi positif sehingga manajemen puncak perusahaan dapat fokus pada unit bisnis yang paling penting untuk pencapaian strategi korporasi

Ada beberapa hal yang harus dilakukan Primagama pada Strategi di Tingkat Unit Bisnis ini yaitu:

  1. Mengalokasikan biaya yang cukup besar untuk membentuk dan mengembangkan Divisi IT

  2. Membentuk Unit Bisnis baru yang berfokus di industri bimbel online untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Unit bisnis baru tersebut dapat diperoleh dengan cara melakukan akuisisi atau kerjasamsa operasi dengan bimbel online yang sudah ada di Indonesia.

  3. Tetap mengembangkan bisnis bimbel konvensional karena masih memiliki pangsa pasar tersendiri

Strategi level fungsional 

Strategi di Tingkat Fungsional adalah strategi yang dirumuskan secara spesifik pada area fungsional tertentu untuk mendukung strategi unit bisnis. Area fungsional ini meliputi departemen-departemen yang terdapat di unit bisnis seperti pemasaran, produksi, keuangan, sumber daya manusia, IT serta penelitian dan pengembangan. Strategi Fungsional ini biasanya dihasilkan dan dievaluasi oleh kepala departemen seperti kepala pemasaran, kepala keuangan, kepala produksi dan operasi. Individu-individu ini dapat membantu memastikan bahwa departemen menjalankan elemen strategis yang ditetapkan serta memastikan komponen-komponen di fungsional ini membantu mendukung strategi di tingkat unit bisnis maupun strategi di tingkat korporasi.

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menetapkan strategi di tingkat fungsional, yaitu :

  1. Melakukan rekruitmen pegawai yang memiliki kompetensi dibidang tekonologi dan pengalaman bimbel online ataupun perusahaan starup.

  2. Menambah dan mengembangkan produk dengan mencontoh dari bimbel online yang ada antara lain Ruangbelajar, Digital Bootcamp, Roboguru, Ruangles, Ruanglesonline, Ruangbaca dan sebagainya.

  3. Melakukan kajian tetang penerapan tarif yang lebih murah untuk meningkatkan jumlah siswa

Daftar Pustaka

http://primagama.co.id

http://jktskyblog.com/miliki-15-juta-pengguna-ruangguru-siapkan-debut-ekspansi-ke-luar-negeri/

https://nasional.tempo.co/read/835753/keluar-bui-eks-bos-primagama-ditangkap-lagi-karena-menipu/full&view=ok


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
Rohmatagung

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format