Punya lahan luas, Indonesia kalah lagi dari Malaysia : Industri Minyak Sawit

Nasip Industri minyak kelapa sawit di Meskipun memiliki lahan minyak sawit yang jauh lebih luas dari malaysia, Indonesia tetap kalah dalam hal ekspor minyak sawit.


3
3 points
EKSPOR MINYAK SAWIT INDONESIA YANG KALAH DENGAN MALAYSIA
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ)  vs  IOI Corporation Berhad (IOI) Malaysia

Minyak sawit adalah salah satu minyak yang paling banyak dikonsumsi dan diproduksi di dunia. Minyak yang murah, mudah diproduksi dan sangat stabil ini digunakan untuk berbagai variasi makanan, kosmetik, produk kebersihan, dan juga bisa digunakan sebagai sumber biofuel atau biodiesel. Kebanyakan minyak sawit diproduksi di Asia, Afrika dan Amerika Selatan karena pohon kelapa sawit membutuhkan suhu hangat, sinar matahari, dan curah hujan tinggi untuk memaksimalkan produksinya.

Gambar 1

Minyak Kelapa Sawit Di Indonesia 

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia karena kemampuannya menghasilkan minyak nabati yang banyak dibutuhkan oleh sektor industri. Sifatnya yang tahan oksidasi dengan tekanan tinggi dan kemampuannya melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, serta daya melapis yang tinggi membuat minyak kelapa sawit dapat digunakan untuk beragam peruntukan, diantaranya yaitu untuk minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel).

Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk memasarkan minyak sawit dan inti sawit baik di dalam maupun luar negeri. Pasar potensial yang akan menyerap pemasaran minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) adalah industri fraksinasi/ranifasi (terutama industri minyak goreng), lemak khusus (cocoa butter substitute), margarine/shortening, oleochemical, dan sabun mandi. (1)

Produksi kelapa sawit merupakan bagian penting dari ekonomi Indonesia karena negara ini merupakan produsen dan konsumen sawit terbesar di dunia. Indonesia memasok kurang lebih separuh pasokan sawit dunia. Luas kebun sawit di Indonesia mencapai 6 juta hektar (dua kali luas negara Belgia). (2) 

Industri perkebunan dan pengolahan sawit adalah industri kunci bagi perekonomian Indonesia: ekspor minyak kelapa sawit adalah penghasil devisa yang penting dan industri ini memberikan kesempatan kerja bagi jutaan orang Indonesia. Dalam hal pertanian, minyak sawit merupakan industri terpenting di Indonesia yang menyumbang di antara 1,5 – 2,5 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB). Hampir 70% perkebunan kelapa sawit terletak di Sumatra, tempat industri ini dimulai sejak masa kolonial Belanda. Sebagian besar dari sisanya – sekitar 30% – berada di pulau Kalimantan.

 

Gambar 2

Dalam hal geografi, Riau adalah produsen minyak sawit terbesar di Indonesia, disusul oleh Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah total luas area perkebunan sawit di Indonesia pada saat ini mencapai sekitar 11.9 juta hektar; hampir tiga kali lipat dari luas area di tahun 2000 waktu sekitar 4 juta hektar lahan di Indonesia dipergunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Jumlah ini diduga akan bertambah menjadi 13 juta hektar pada tahun 2020. (3)

Ekspor Minyak Kelapa Sawit di Indonesia

Produksi minyak kelapa sawit (CPO) Indonesia pada 2016 hanya mencapai 31,5 juta ton, turun 3 persen dari tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan yang pertama kalinya sejak 2010. Tidak hanya produksi, ekspor CPO Indonesia pada 2016 juta turun 4,92 persen menjadi 25,1 juta ton dari tahun sebelumnya.

Gambar 3

Di tahun 2019, Produksi minyak kelapa sawit Indonesia pada Agustus 2019 naik 9% dibandingkan bulan sebelumnya atau dari 4.317 juta ton menjadi 4.702 juta ton. Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat produksi bulan Agustus tersebut merupakan produksi tertinggi selama tahun 2019 juga 15,8% lebih tinggi dibandingkan Agustus 2018. Kenaikan produksi dilaporkan terjadi hampir di seluruh wilayah produsen kelapa sawit, terutama di Sumatera dan Kalimantan yang menyumbang 90% dari total produksi sawit Indonesia. Meskipun cuaca kering berkepanjangan terjadi di Sumatera dan Kalimantan pada bulan Agustus lalu, namun dampaknya baru akan dirasakan satu atau dua tahun mendatang. Sementara itu, ekspor minyak sawit Indonesia menurun mendekati 1% dari 2.917 juta ton menjadi 2.891 juta ton dibandingkan bulan Juli 2019. Penurunan ekspor CPO (-16,96%) diimbangi oleh kenaikan ekspor produk turunan sawit (+36,62%).(4)

Gambar 4

India dan eropa merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor minyak sawit. Namun demikian tingginya ekspor minyak sawit di india dan uni eropa tidak membuat ekspor minyak kelapa sawit di Indonesia mengalami perbaikan. Isu lain yang timbul justru Malaysia diyakini bakal menggantikan posisi Indonesia sebagai pemasok utama minyak sawit tahun ini. karena ada Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Komprehensif yang diteken kedua negara hampir 10 tahun lalu, menjadikan biaya impor minyak sawit yang semula dikenakan bea 50% hanya dikenai bea impor 45% jika pengiriman dari Malaysia. Kondisi ini membantu Malaysia untuk meningkatkan pangsa pasarnya dalam impor minyak sawit India menjadi 52% pada semester I 2019, dari angka sebelumnya 30% pada 2018. Berbeda dengan Indonesia, saat ini Indonesia telah meminta India memangkas bea impor terhadap pengiriman minyak sawit yang telah dimurnikan menjadi 45%. Hal ini sejalan dengan menurunnya pangsa pasar minyak sawit Indonesia di bawah Malaysia untuk pertama kalinya.(5)

Nasip Ekspor Minyak Sawit Indonesia

PT. Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ)

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) merupakan perusahaan induk dengan kegiatan utama bergerak di bidang produksi dan penjualan minyak kelapa sawit, inti sawit dan hasil pangan berkelanjutan lainnya. Pada tahun 2017 PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) memiliki aset dan kapitalisasi sebesar 8,5 triliun dan 2,75 triliun rupiah.(6) Dengan aset dan kapitalisasi tersebut PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) memiliki pendapatan terbesar di tahun 2017. Namun sayangnya terjadi penurunan pendapatan yang cukup signifikan di tahun 2018. 

Gambar 5

Penurunan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya harga minyak sawit dan tentunya penurunan hasil produksi dan penjualan minyak kelapa sawit (CPO) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. 

Harga produk hilir sawit Indonesia harus didiskon US$ 15-20 dari produk Malaysia hanya gara-gara kondisi infrastruktur yang buruk,” ungkap dia di sela perhelatan 12th Indonesian Palm Oil (IPOC) and 2017 Price Outlook di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/11).   Dia mengatakan, saat ini sebanyak 70% ekspor minyak sawit Indonesia dalam bentuk produk hilir (olahan). Porsi ekspor produk olahan yang terus meningkat telah terjadi sejak lima tahun yang lalu. “Agar produk hilir lebih kompetitif, maka pengembangan kawasan industri khusus sawit (palm oil economic zone) seperti Sei Mangkei sudah tepat. Ada dua lokasi lagi yang bisa jadi pilihan, yakni Maloy dan Bontang, ini akan melengkapi infrastruktur yang sudah ada di Dumai dan Belawan (7)

Berdasarkan hal tersebut, harga jual minyak kelapa sawit mentah atau  crude palm oil  (CPO) tampaknya masih jadi kendala bagi PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ). Hal tersebut juga dapat dilihat dari laporan operasional produksi tandan buah segar (TBS) perseroan pada sembilan bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 542.156 ton. Angka ini turun sekitar 7,19% dari produksi tahun lau yang sebesar 584.196 Ton. Selanjutnya, produksi CPO tercatat turun tipis sekitar 3,69% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari yang semula 186.914 ton sepanjang Januari - September 2018 menjadi 179.999 ton di periode yang sama tahun ini. Sementara itu, produksi inti sawit atawa palm kernel (PK) turun sekitar 5,32% yoy dari 40.822 ton menjadi 38.648 ton.

Gambar 6

Penurunan yang terjadi pada sisi pendapatan lebih besar dibanding pada penurunan dari segi volume produksi. Mengutip laporan keuangan perseroan di kuartal III 2019, pendapatan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) turun sekitar 16,85% secara dari yang semula US$ 110,73 juta di kuartal III 2018 menjadi US$ 92,06 juta di kuartal III 2019. Maklum saja, lini usaha penjualan CPO dan PK memang merupakan andalan utama perseroan dalam meraih pendapatan. Pada kuartal III 2019 misalnya, penjualan CPO dan PK tercatat sebesar US$ 91,71 juta atau setara dengan sekitar 98,65% dari total pendapatan. (8)

Hal ini jelas bertolak belakang dengan hasil ekspor minyak kelapa sawit dari Malaysia. Disisi lain perusahaan Malaysia IOI Group memperoleh keuntungan dibidang usaha yang sama yaitu minyak kelapa sawit.

Gambar 7

IOI merupakan perusahaan Malaysia yang juga turut bergerak dibidang minyak sawit. IOI Corporation Berhad (IOI) memiliki 96 perkebunan kelapa sawit yang membentang di Malaysia dan Indonesia dengan landbank seluas 217.937 hektar, dimana 176.156 hektar telah ditanami kelapa sawit. Sekitar 64% dari kepemilikan perkebunan kelapa sawit kami berada di Malaysia Timur, 25% di Semenanjung Malaysia dan sisanya 11% di Indonesia. (9)

Gambar 8

Menurut statistik minyak sawit terbaru dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), persediaan minyak sawit Malaysia naik pada bulan September ke level tertinggi dalam delapan bulan, melampaui ekspektasi pasar karena tingkat produksi lebih tinggi daripada ekspor, meskipun ada lonjakan permintaan di luar negeri. MPOB juga melaporkan produksi September naik 14,4% dari Agustus ke level terkuat dalam 10 bulan pada 1,85 juta ton. Itu juga level tertinggi September sejak 2015. "Meskipun harga minyak sawit tidak akan setinggi tahun lalu, kami masih dapat mencapai hasil yang terhormat dan memuaskan pada TA19, didukung oleh pertumbuhan produksi TBS dan kontribusi laba oleokimia," kata Lee. (10)

Selain biaya bea, harga minyak sawit, dan target produksi  yang menjadi kendala, salah salah satu faktor lain Indonesia kalah unggul dari Malaysia dalam industri kelapa sawit ialah pada status kepemilikan lahan. Dari data yang ditunjukkan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, total lahan kelapa sawit Indonesia pada 2016 seluas 11,67 juta ha, dimana sebanyak 4,76 juta ha dikelola oleh masyarakat, sementara perkebunan kelapa sawit yang dikelola perusahaan besar swasta sejumlah 6,15 juta ha dan perkebunan negara mencapai 756 ribu ha.

Luasnya perkebunan kelapa sawit yang dimiliki masyarakat tercatat berpengaruh pada rata-rata tingkat produktivitas minyak sawit yang dihasilkan secara nasional. Akibat masih banyaknya perkebunan sawit rakyat yang memiliki produktivitas masih rendah dibanding perkebunan sawit swasta.

Gambar 9


Berdasarkan hitungan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan, pada tahun 2017, bila pengelolaan budidaya perkebunan kelapa sawit dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan Good Agricultural Practicess (GAP), maka produtivitasnya bisa saja tinggi. Saat ini rata-rata produktivitas kebun sawit milik petani masih sekitar 2,5 sampai 3 ton CPO/ha/tahun, masih kalah jauh dibandingkan tingkat produktivitas perkebunan kelapa sawit yang dikelola pihak swasta dengan rata-rata mencapai 4-6 ton CPO/ha/tahun. Sementara produktivitas perkebunan kelapa sawit di Malaysia telah mencapai sekitar diatas 4 ton CPO/ha/tahun, bahkan untuk lokasi tertentu denga pengelolaan yang baik bisa mencapai 10 ton CPO/ha/tahun. Kondisi inilah yang pada akhirnya perkebunan kelapa sawit asal Indonesia masih belum unggul dibandingkan perkebunan kelapa sawit asal Negeri Jiran. (11) 


Analisis Konsep 

1.Managing Conflict, Politics, & Negotiation

Dari konsep tersebut dapat diketahui bahwa seorang manager harus memiliki taktik yang digunakan untuk mempengaruhi dan mendapatkan dukungan dari orang lain sambil mengatasi masalah yang ada. Dalam hal ini seorang pimpinan perusahaan berengaruh sangat besar dalam hal strategi politik. Seorang pimpinan perusahaan dapat meyakini seorang Investor untuk dapat berinvestasi di perusahaan yang ia pimpin. berbeda dengan IOI Corporation yang pintar memanfaatkan peluang, dalam kasus ini masalah yang dihadapi adalah infrastruktur yang tidak mendukung sehingga mempengaruhi lama waktu proses pekerjaan.  Dengan adanya investor yang masuk dapat menambah keuangan perusahaan sehingga dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang kurang memadai. 


2.The Manager as a Planner and Strategist

Dari konsep tersebut dapat diketahui bahwa perencanaan merupakan faktor yang sangat penting untuk mencapai goals perusahaan. Pimpinan perusahaan harus dapat memprediksi peluang dan ancaman di masa depan dan mengembangkan rencana dan strategi yang akan menghasilkan organisasi berkinerja tinggi. Terlebih lagi, ketidak adaan rencana seringkali menghasilkan keragu-raguan, langkah-langkah salah, dan perubahan arah yang keliru yang dapat merusak organisasi atau bahkan menyebabkan bencana. Dalam kasus ini adanya penurunan harga minyak sawit dunia seharusnya dapat diprediksi dengan baik oleh pimpinan perusahaan. Jika hal tersebut tidak dapat terprediksi, pimpinan perusahaan akan menemukan solusi dari pemasalahan tersebut dengan adanya perencanaan yang baik. Tidak tercapainya target produksi tahun 2018 juga menjadi salah satu cerminan minimnya perencanaan yang baik oleh PT. Austindo Nusantara Jaya. berbeda dengan IOI Corporation capaian hasil produksi yang meningkat dapat menjadi salah satu cerminan baiknya tugas pimpinan sebagai seorang planner.


3.Value Chain Management : Functional Strategis for Competitive Advantage 

Value Chain Management merupakan serangkaian strategi yang dapat digunakan oleh seorang pimpinan perusahaan untuk memperkuat keunggulan kompetitifnya. Dalam hal ini seorang pimpinan perusahaan dapat mengembangkan strategi yang dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, inovasi, dan atau respon terhadap suatu masalah. Dalam kasus ini seorang pimpinan perusahaan seharusnya dapat menjalankan rencana strategis perusahaan sesuai dengan rencana kerja yang sudah ditetapkan. Jika ditengah perjalanan terjadi suatu hal yang tidak diinginkan seorang pimpinan perusahaan dituntut untuk bisa berinovasi dengan tujuan agar dapat memperbaiki kondisi perusahaan tersebut. Pengembangan rencana strategis yang didukung dengan inovasi yang baik dapat menjadikan perusahaan tersebut terus berkembang dan mampu bersaing dengan perusahaan global lainnya.  pada kasus ini rendahnya kualitas minyak sawit yang disebabkan karena minyak sawit indonesia di kelola masyarakat seharusnya dapat ditangani dengan adanya inovasi baru dari pimpinan perusahaan, berbanding terbalik dengan IO Corporation dimana perusahaan tersebut sudah dapat menjamin kualitas minyak sawitnya dengan adanya inovasi yaitu pengelolaan minyak sawit yang dikelola oleh perusahaan swasta dan di buat sedemikia rupa agar hasil minyak sawit bisa lebih optimal.


Kesimpulan 

Berdasarkan data diatas dapat diketahui bahwa ekspor minyak kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan sehingga dapat dikatakan kalah dengan ekspor dari Malaysia. Sebagai salah satu contoh PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) mengalami penurunan pendapatan sedangkan IOI Group Malaysia akhir – akhir ini mengalami kenaikan pendapatan yang cukup signifikan. Salah satu hal penyebabnya adalah karena adanya perbedaan regulasi antar negara. Selain itu minimnya kualitas minyak kelapa sawit hasil produk indonesia, tidak tercapainya target produksi, dan infrastruktur yang kurang memadai menajadi salah satu faktor pendukung mengapa ekspor minyak kelapa sawit di Indonesia khususnya PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJ) kalah dari Malaysia. Peran pimpinan perusahaan sangat penting dalam hal ini. Bagaimana seorang pimpinan perusahaan dapat mengatasi masalah yang terjadi di perusahaan yang ia pimpin. Dalam kasus ini dibutuhkan pemimpin perusahaan yang memiliki kemampua baik dalam hal : dapat membaca stategi politik perusahaan, planner yang baik, dan dapat mengembangkan strategi perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan tersebut. 


Solusi :

  1. Adanya kesepakatan kerjasama atar negara yang memudahkan bea ekspor minyak kelapa sawit;
  2. Pimpinan perusahaan dapat mengajak investor untuk berinvestasi sehingga dapat menghasilkan pemasukan baru untuk perusahaan tersebut, hasil pemasukan baru dapat digunakan untuk memperbaiki infrastruktur yang menjadi salah satu kendala di perusahaan tersebut;
  3. Adanya perencanaan perusahaan yang matang, dengan adanya perencanaan perusahaan yang matang dapat memastikan setiap proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan berjalan dengan lain. Hasilnya tentu akan berdampak pada target produksi yang tercapai;
  4. Evisiensi anggaran untuk keperluan yang dirasa tidak terlalu penting dan menggunakan global outsourching untuk menghemat pengeluaran biaya perusahaan;
  5. Melakukan beberapa inovasi pad perusahaan tersebut, adanya strategi planning yang baik dan didukung inovasi dapat menjadikan perusahaan tersebut dapat bersaing.


Daftar Pustaka :

  1. https://www.bps.go.id/publication
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Produksi_minyak_sawit_di_Indonesia
  3. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/minyak-sawit/item166
  4. https://www.wartaekonomi.co.id/read252777/mengulik-produksi-konsumsi-dan-ekspor-minyak-sawit-indonesia.html
  5. https://money.kompas.com/read/2019/07/31/183700726/malaysia-geser-indonesia-jadi-pemasok-utama-minyak-sawit-ke-india
  6. https://www.indopremier.com/newsDetail.php?jdl=Harga_CPO_hambat_kinerja_Austindo_Nusantara_(ANJT)_di_kuartal_III&news_id=363486&group_news=RESEARCHNEWS&taging_subtype=ANJT&name=&search=y_general&q=Austindo%20Nusantara%20Jaya,%20&halaman=1
  7. https://www.infosawit.com/news/8540/beragam-alasan-kelapa-sawit-malaysia-lebih-baik-dari-indonesia
  8. https://www.indopremier.com/newsDetail.php?jdl=Harga_CPO_hambat_kinerja_Austindo_Nusantara_(ANJT)_di_kuartal_III&news_id=363486&group_news=RESEARCHNEWS&taging_subtype=ANJT&name=&search=y_general&q=Austindo%20Nusantara%20Jaya,%20&halaman=1
  9. https://www.ioigroup.com/Content/BUSINESS/B_Plantation 
  10. https://www.theedgemarkets.com/article/ioi-corp-expects-higher-cpo-exports-and-biodiesel-output-boost-fy19-performance
  11. https://www.infosawit.com/news/8540/beragam-alasan-kelapa-sawit-malaysia-lebih-baik-dari-indonesia 



Gambar :

  1. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/minyak-sawit/item166
  2. https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/komoditas/minyak-sawit/item166
  3. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/04/28/berapa-produksi-dan-ekspor-minyak-sawit-indonesia
  4. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/08/08/inilah-10-negara-tujuan-utama-ekspor-cpo-pada-2019
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_perusahaan_kelapa_sawit_Indonesia
  6. https://www.anj-group.com/en/home
  7. https://www.theedgemarkets.com/article/ioi-corp-expects-higher-cpo-exports-and-biodiesel-output-boost-fy19-performance
  8. https://www.ioigroup.com/Content/BUSINESS/B_Plantation 
  9. https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47663602


Qoradenisa

MM UGM - 39 E

Sudah baca artikelnya ? sekarang kasih pendapat kamu.

  1. 1 Penghasil minyak sawit terbesar ?

    1. Indonesia
    2. Malayasia
    Correct!
    Wrong!
  2. 2 Negara tujuan ekspor minyak sawit berdasar artikel diatas ?

    1. India
    2. Jepang
    Correct!
    Wrong!
  3. 3 Penyebab Ekspor indonesia kalah dari malaysia ?

    1. ada di artikel baca aja
    2. entahlah
    Correct!
    Wrong!

Created on
  1. Quiz result

    You scored
    Correct!
    Share Your Result

Like it? Share with your friends!

3
3 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
3
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
Qoradenisa

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format