Ternyata ini penyebab ekspor baja Indonesia tidak bisa bersaing

Krakatu Steel Indonesia vs Hebei Bishi Steel China


1
1 point

Indonesia adalah salah satu negara ASEAN pengekspor Baja yang cukup diperhitungkan. 3 negara favorit ekspor produk non migas yaitu China, Amerika Serikat dan Jepang.  

Angka ekspor Baja Indonesia ini masih kalah jauh dengan ekspor Baja China ke Indonesia. Di Indonesia, China menguasai 90% pangsa pasar Baja. Ini berarti China memasok 16,2 juta ton dari kebutuhan Baja dalam negeri 18 juta ton pada tahun 2018.

Industri baja dalam negeri masih menghadapi banyak tekanan. Selain harus menghadapi serbuan produk baja impor yang harganya lebih murah, produsen baja lokal kesulitan dalam menjual produk mereka ke pasar ekspor.

Krakatau Steel sebagai Perusahaan baja terbesar di Asia Tenggara nampaknya tidak bisa berbuat banyak. Apalagi saat ini Krakatau Steel sedang menghadapi situasi di ujung tanduk kebangkrutan. 

Hal ini disinyalir karena baja yang diproduksi Krakatau Steel masih menggunakan Teknologi lama dan harganya kalah bersaing dengan produk buatan China. Seperti yang diungkapkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada saat menjadi pembicara seminar kewirausahaan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). “Kenapa baja murah karena, bayangkan Indonesia bikin baja harganya 600 dolar per ton. Tapi China bikin 400 dollar, kalau bikin 500 dollar, dia untung 100 dollar. Kita rugi 100. Jadi makin banyak, karena Krakatau steel teknologi lama.” (https://finance.detik.com/industri/d-4619902/krakatau-steel-rugi-jk-singgung-daya-saing-ri-kalah-dari-china).

Dari pemaparan data pada Grafik di atas jelaslah ekspor Baja Indonesia masih jauh dibandingkan impornya. Ini juga dipicu oleh ketidakmampuan Produksi dalam negeri untuk memenuhi tingkat Konsumsinya. Pada tahun 2017 SEAISI mencatat produksi baja Indonesia sebesar 5,19 juta ton. Artinya produksi baja nasional tidak sampai separuh dari konsumsinya.

Pun dengan produksi sebesar itu, tidak seluruhnya digunakan untuk keperluan dalam negeri. Karena berdasarkan data dari International Trade Center (ITC), Indonesia melakukan ekspor baja sebesar 3,2 juta ton tahun 2017. Dengan demikian, produksi baja yang diperuntukkan untuk keperluan dalam negeri hanya 1,96 juta ton saja. (Ingat produksi sebesar 5,19 juta ton).
Sementara itu, Indonesia juga tercatat melakukan impor baja sebesar 12,3 juta ton pada tahun 2017. Jika mengasumsikan seluruh impor digunakan untuk konsumsi dalam negeri, maka data tersebut menunjukkan bahwa baja impor masih sangat mendominasi pasar dalam negeri.

China merupakan negara asal baja impor terbesar. Terbaru pada tahun 2018, Indonesia mengimpor baja sebesar 2,83 juta ton dari China. (https://www.cnbcindonesia.com/market/20190802161110-17-89447/masih-belum-percaya-ri-diserang-baja-impor-ini-buktinya).

Data Penjualan termasuk Ekspor PT. Krakatau Steel Group

Krakatau Steel sebagai Perusahaan yang diklaim terbesar di Asia Tenggara masih tertinggal dibandingkan Hebei Bishi Steel China. Bahkan saat ini China diperkirakan telah menguasai pangsa pasar baja dunia sebesar 50% dan Hebei Bishi Steel adalah Perusahaan Baja terbesarnya

Menjadi dilema saat ini yaitu di era perdagangan bebas dan juga adanya barier ekspor berupa pengenaan biaya anti-dumping oleh pemerintah China terhadap barang-barang ekspor termasuk dari Indonesia. Ini akan semakin mempersulit ekspor baja Indonesia ke negeri tirai bamboo tersebut. Sebaliknya di pihak China terdapat berbagai beberapa kemudahan untuk mengekspor bajanya ke Indonesia. Kemudahan tersebut antara lain : perjanjian China-ASEAN Free Trade Area yang bertujuan meningkatkan daya saing ASEAN sebagai basis produksi dalam pasar dunia melalui penghapusan bea dan halangan non-bea dalam ASEAN, pemerintah Indonesia tidak dapat begitu saja menyetop Impor baja dari China. Selain itu, demi menarik Investasi Asing ke dalam negeri, pembangunan pabrik baja di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (terbesar di Asia) yang akan dilakukan oleh Hebei Bishi Steel Group dengan menggandeng mitra di Indonesia yaitu PT. Seafer Kawasan Industri, yang akan mulai beroperasi 2020, menjadi suatu keniscayaan yang akan semakin memperberat persaingan industri baja di Indonesia termasuk dengan Krakatau Steel.

Ironis pula bahwa jangankan meningkatkan ekspor, memenuhi konsumsi dalam negeri di Indonesia sendiri saja Krakatau Steel belum mampu. Padahal Sumber Daya Bijih Besi sebagai bahan baku produksi Baja begitu melimpah di seluruh Pulau Besar di Nusantara. Saat ini juga Pemerintah Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur. Atas proyek tersebut, kebutuhan baja untuk proyek infrastruktur meningkat. Olehnya Industri Baja sering disebut sebagai The Mother of Industries.

China selaku Raksasa Baja dunia tetap konsisten membanjiri seluruh negara dengan produk-produknya tak terkecuali produk Baja. Pemerintah Tiongkok dikabarkan tengah mendorong perusahaan industri baja milik negara untuk dikonsolidasi, baik melalui proses merger maupun akuisisi. Konsolidasi itu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, menurut Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, badan perencanaan ekonomi makro TiongkokKini, Tiongkok sedang dalam perjalanan menciptakan produsen baja terbesar di dunia, setelah sebelumnya menggabungkan dua raksasa baja milik pemerintah sebagai cara meningkatkan efisiensi industrinya. (https://katadata.co.id/berita/2019/11/17/tiongkok-berambisi-bangun-industri-baja-raksasa-dorong-konsolidasi).



Menarik untuk mempelajari kondisi Hebei Bishi Steel hingga menjadi salah satu Raksasa Baja di China bahkan di dunia. Berikut disajikan perbedaan Produksiantara Krakatau Steel Indonesia (BUMN Indonesia) dan Hebei Bishi Steel China (BUMN China).

  • Harga

Sebagai contoh Krakatau Steel menjual harga seng baja Rp.35.000/lbr, sedangkan Hebei Bishi menawarkan harga Rp.28.000/lbr atau 20% lebih murah.


  • Kualitas produksi

Untuk Kualitas Produksi Krakatau lebih unggul, khususnya pada produk dengan merek unggulan seperti Truss, untuk Hebei Bishi eksport dengan tanpa brand dengan kualitas lebih rendah


  • Kapasitas produksi

Krakatau Steel mampu memproduksi 4,6 juta ton/tahun, sedangkan Hebei Bishi Steel dapat menghasilkan 30 juta ton/tahun


  • Marketing Strategy

Hebei Bishi menggunakan Consumer Oriented Marketing + Demand-driven Production and Operation

Sedangkan Krakatau Steel : Srategic Account (jenis industri) dan mensuplai pada BUMN-BUMN Karya

Pembahasan Teori

Dari rangkuman masalah di atas, dapat dibahas masalah yang dialami Perusahaan Krakatau Steel dikaitkan dengan Teori Bisnis dan Manajemen sebagai berikut :

  1. Formulating Business Level Strategies
Yaitu rencana untuk mendapatkan keunggulan kompetitif di pasar atau industri tertentu. Untuk memperoleh laba yang lebih tinggi, perusahaan harus memilih antara dua cara dasar untuk meningkatkan nilai produk organisasi: membedakan produk untuk meningkatkan nilainya kepada pelanggan atau menurunkan biaya pembuatan produk.Dengan Low Cost Strategy, perusahaan  mencoba untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dengan memfokuskan energi semua departemen atau fungsi organisasi untuk mendorong biaya perusahaan turun di bawah biaya saingan industrinya. Strategi ini, misalnya, akan mengharuskan manajer manufaktur mencari cara-cara baru untuk mengurangi biaya produksi, manajer R&D fokus pada pengembangan produk baru yang dapat diproduksi secara lebih kebetulan, dan manajer pemasaran menemukan cara untuk menurunkan biaya menarik pelanggan. (Gareth R. Jones dan Jennifer M. George dalam Contemporary Management)
Porter’s Business-Level Strategies
Number of 
Market Segments Served
Strategy
Many
Few
Low-cost
Focused Low Cost
Differentiation
Focused differentiation
Terlihat bahwa strategi yang dapat meraih segmentasi pasar yang besar yaitu Low Cost dan Differentiation. Hebei Bishi Steel menggunakan strategi Low Cost, suatu strategi yang sangat jitu mengingat produksi baja adalah salah satu industri dasar yang menghasilkan bahan industry otomotif, infrastruktur, persenjataan, dll. Kebutuhannya sangat massif dan konsumen cenderung akan memilih harga yang paling murah. Jadi masalah diferensiasi tidak terlalu diperlukan. Sedangkan Krakatau Steel belum terlalu focus pada masalah ini ( https://mediabumn.com/strategi-krakatau-steel-untuk/)

2. E-Commerce Systems

E-commerce adalah perdagangan yang terjadi antara perusahaan, dan antara perusahaan dan pelanggan individu, menggunakanTI dan Internet. Perdagangan bisnis ke bisnis (B2B) adalah perdagangan yang terjadi antara perusahaan yang menggunakan TI dan Internet untuk menghubungkan dan mengkoordinasikan rantai nilai berbagai perusahaan. Tujuan perdagangan B2B adalah untuk meningkatkan keuntungan membuat dan menjual barang dan jasa. Perdagangan B2B meningkatkan profitabilitas karena memungkinkan perusahaan mengurangi biaya operasi dan dapat meningkatkan kualitas produk.

Aplikasi perangkat lunak B2B utama adalah pasar B2B, yang merupakan platform perdagangan berbasis Interned yang telah didirikan di banyak industri untuk menghubungkan pembeli dan penjual. Perdagangan bisnis ke pelanggan adalah perdagangan yang terjadi antara perusahaan dan pelanggan individu menggunakan TI dan Internet.

Hebei Bishi Steel telah menggunakan E-Commerce Systems Internasional yaitu Alibaba.com sebagai saluran penjualannya. Sedangkan Krakatau Steel tidak ditemukan. 


Tangkapan Layar B2B Commerce (Suppliers) Hebei Bishi di Alibaba.com


Tangkapan Layar B2C Commerce (Products) Hebei Bishi di Alibaba.com

3. Improving Responsiveness to Customers

Semua perusahaan menghasilkan keluaran-barang atau jasa-yang dikonsumsi oleh pelanggan, yang, dalam membeli produk-produk ini, menyediakan sumber daya moneter yang dibutuhkan sebagian besar perusahaan untuk bertahan hidup. Karena pelanggan sangat penting untuk kelangsungan hidup organisasi, manajer harus mengidentifikasi pelanggan mereka dengan benar dan mengejar strategi yang menghasilkan produk yang paling memenuhi kebutuhan mereka. Salah satu Corporate Culture yaitudalam bidang Marketing Hebei Bishi Steel berorientasi pelanggan (customer oriented).Dengan didukung oleh grup usahanya yaitu HBIS Group Sales Corporation(Customer service center of HBIS)(HBIS SALES), HBIS memiliki Customer Service Center sehingga benar-banar me-maintain para pelanggan ataupun calon pelanggan. http://www.hbisco.com/site/en/steelbusiness/index.html). Hal ini belum dilakukan oleh Krakatau Steel.

Menghadapi persaingan keras yang dihadapi Krakatau Steel saat ini, maka solusi yang coba ditawarkan adalah :

  1. Penggantian alat alat produksi buatan Jerman yg saat ini digunakan oleh Krakatau Steel dikarenakan sudah usang & utilitasnya sangat jauh berkurang. Diganti dengan alat alat berteknologi maju & modern yg lebih efisien, sehingga produksi lebih banyak dibuat dengan otomasi. Dengan demikian akan mengurangi biaya produksi.
  2. Untuk menguasai pasar baja baik di dalam negeri maupun di luar negeri, perlu dilakukan langkah langkah stratejik yg konkrit, dari sisi internal KS dalam bidang pemasaran, penguasaan pasar dalam negri ditingkatkan barulah menguasai pasar luar negeri. Untuk penjualan wholesale telah dilakukan MOU dengan BUMN Karya, bagaimana dengan market retail ? perlu dilakukan pemasaran dengan menguasai jaringan distribusi direct ke konsumen (contoh toko-toko baja), bisa juga dengan membuat saluran distribusi seperti toko toko baja milik krakatau steel dengan kerjasama dengan tukang tukang bangunan. Sehingga dimungkinkan toko toko baja KS menjadi kontraktor kontraktor untuk perumahan, perkantoran, dll, karena di lini retail margin terbesar. 
  3. Untuk pemasaran internasional perlu dibenahi proses produksi dengan biaya seefisien mungkin, ini sangat mungkin karena Indonesia memilik SDA bijih besi yg melimpah. Bila telah dicapai biaya produksi seefisien mungkin maka yg perlu dilakukan kemudian adalah menggunakan penjualan salah satunya secara on line apalagi yang mendunia bisa melalui Amazone, Alibaba, dll, seperti yang telah dilakukan oleh Hebei Bishi Steel.


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format