Sepenggal Kisah Penerapan Manajemen

Jutaan orang tidak menyadari Ilmu Manajemen tidak hanya sebatas presentasi di kelas. Berikut sepenggal kisah kehidupan dalam pengaplikasian Ilmu Manajemen


1
1 point

1. Manajemen dalam Kehidupan Seorang Traveller Mommy

Saya adalah pecinta travelling sejak masih kuliah. Kegiatan jalan – jalan sudah menjadi hobi atau mungkin beralih menjadi kebiasaan buat saya. Dan saat ini saya adalah seorang ibu, namun hal tersebut tidak menyurutkan hobi saya sebagai traveller. Bahkan saya bertekad akan menularkan hobi traveling kepada anak – anak kelak. Saat masih dalam kandungan, hal tersebut sudah saya mulai dengan mengajak anak – anak keliling dunia yaitu amsterdam dan jepang. Ingat betul saat itu kandungan memasuki usia 8 minggu dan saya masih tetap nekad untuk pergi lintas negara. Sepertinya bayi saya tau bahwa saya begitu cinta menjadi seorang traveller, diapun tidak melakukan pemberontakan, no mual – mual, no capek, no pusing – pusing club, dll nya. 

Pemberian nama kepada bayi sayapun berdasarkan nama gunung yang pernah di daki oleh saya atau suami saya. Hahaha. Karel (Karunia Elbrus), salah satu gunung es di eropa yang pernah didaki oleh suami saya, dan Karin (Karunia Rinjani), salah satu gunung di Indonesia yang pernah kami daki bersama. haha πŸ™‚ Ini sekedar bukti bahwa bapak ibu nya adalah pecinta gunung, berharap anaknya pun akan sama. 

Saat sudah lahirpun, mereka kerap saya ajak jalan – jalan lintas kota, seperti ke surabaya, ke malang, bandung dan bali menggunakan pesawat ataupun mobil pribadi. 

Sebagai ibu dari bayi kembar yang super aktif, saya dituntut untuk menyiapkan berbagai cara agar anak saya duduk tenang sepanjang perjalanan. Dalam hal ini saya menerapkan Programmed Decision Making, dimana sebuah pengambilan keputusan berdasarkan rutinitas dan guidelines sebagai seorang traveller mommy.

Salah satunya adalah dengan menyiapkan mainan. Beberapa mainan yang selalu ada di tas kedua anak saya adalah buku dan mainan yang menghasilkan bunyi. Kemudian yang kedua sedia makanan sebelum lapar, Seperti juga Bapak dan Ibunya, kedua anak saya adalah pecinta makanan. Selain itu, saya juga menyiapkan carseat didalam mobil, agar dia tetap tenang dan aman selama perjalanan. Lagian carseat sangat memudahkan saya sebagai ibu dari 2 anak kembar, karena no pangku – pangku selama perjalanan. 

Namun, tidak semua travelling kami berjalan mulus. Pernah juga kami dihadapkan pada situasi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seperti, mobil mogok saat perjalanan bandung jakarta akibat radiator pecah. Otomatis kami harus kebengkel malam – malam dengan membawa 2 bayi usia 5 bulan yang mulai crangky karena ngantuk. Mau tidur tapi susah karena panas di ruang tunggu bengkel. Saat kondisi – kondisi seperti ini, saya dan suami harus pandai mengambil keputusan yang tidak terprogram (non-programme decision). Karena ini adalah hal baru yang terjadi pada kami sehingga keputusannya harus benar – benar bijak, suami dan saya berdiskusi bagaimana jalan keluarnya, berdiskusi dengan kepala dingin di tengah tangisan bayi kembar yang saling saut bersaut. 

2. Manajemen dalam Menentukan Career Path

Seiring berjalannya waktu alam menuntut kita untuk menerima kewajiban bahwa setiap orang harus mampu untuk bertahan hidup. Salah satunya dengan cara bekerja dan menghasilkan uang. Latar belakang itulah yang membuat saya merantau kerja di Jakarta yang kata orang banyak, disitulah tempat tepat untuk mencari lahan pekerjaan.Dengan bekal pendidikan komunikasi pemasaran dan kebetulan saya suka dengan kegiatan sales maka saya memutuskan untuk mencari kerja di bagian marketing.

Saya pernah membaca satu deret paragraf di sebuah novel, ya sebelumnya saya pecinta novel, yang menyebutkan bahwa hanya ada 3 bidang pekerjaan yang bisa buat orang jadi kaya

  1. Pertama adalah bidang perminyakan, yang ini saya ragu untuk melamar kerja di oil and gas karena pendidikan saya tidak sampai ke perhitungan barel
  2. Kedua adalah bidang narkoba, cepat untungnya dan kemungkinan besar cepat ditangkap juga, mengingat sekarang sedang marak-maraknya artis ibu kota digrebek, jadi ini opsi yang tidak mungkin
  3. Ketiga adalah bidang properti, hmmm menjual bangunan rumah atau apartment? Yap, ini pilihan paling masuk akal. Bekal komunikasi pemasaran sewaktu menempuh S1 mungkin bisa diaplikasikan di bidang kerja ini.

Langkah pertama adalah melamar melalui akun Linkedn dan Jobstreet untuk posisi Marketing Excutive. Langkah kedua adalah menunggu hasil dari semalam suntuk memperindah CV. Langkah ketiga adalah berdoa.

Tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh kesempatan berkarir di dunia marketing, ada 2 perusahaan mau menerima CV saya dan mengundang saya untuk interview. Dalam kondisi ini, saya menerapkan SWOT analysis as a part of planning sebagai pertimbangan perusahaan mana yang kelak akan saya jadikan  tumpuan untuk menyambung hidup ini.

Perusahaan 1 – PT Putra Pak Ci
S : Berpengalaman & terpercaya di bidang usahanya, nama besar perusahaan, iklan dimana mana
W : Minim konsep, jumlah SDM yang sedikit tiap proyeknya, pelit event
O : Proyek-proyek yang belum dibangun lokasinya strategis, infrastruktur pemerintah sejalan dengan proyek-proyek selanjutnya
T : Isu pembangunan lambat, kompetitor mulai banyak bermunculan

Perusahaan 2 – PT. Krans Indonesia
S : Nama besar owner, peletakan lokasi project yang sangat bagus, konsep project untuk keluarga
W : Kurang berpengalaman, pembayaran tidak fleksibel, branding kurang
O : Didukung unit usaha lain yang hampir mencakup semua industri, ekspansi besar-besaran ke beberapa kota besar
T : Isu project terhenti sudah menyebar, dekat dengan hunian perumahan dengan harga miring

Dari hasil analisa SWOT, maka pilihan saya jatuh kepada PT. Putra Pak Ci. Pengalaman dan nama besar perusahaan jelas jadi pilihan utama karena dari situlah kepercayaan dan rasa aman customer muncul. Kenapa bukan perusahaan Krans? Karena faktor pembayaran kurang fleksibel, isu proyek mangkrak dan kurang pengalaman menjadi pemikiran realistis untuk menentukan mana yang harus diambil. Dan sampai hari ini karir saya cukup melejit dalam perusahaan PT. Putra Pak Ci, saya dipercayakan sebagai team leader oleh cucu dari Pak Ci (tahun ini sudah regenerasi dari putra kemudian diserahkan ke cucu)

Kanan : Saya; Kiri : Cucunya Pak Ci

3. Manajemen dalam Merencanakan Liburan

Berpergian bersama dalam setahun sekali sudah menjadi suatu rutinitas bagi saya dan teman-teman. Hal ini kami lakukan sebagai bagian dari refreshing sejenak dari pekerjaan kantor. Biasanya kami merencanakan hal ini bisa dari 6 bulan sebelumnya guna untuk mendapatkan tiket pesawat yang lebih murah, atau bahkan berburu tiket promo πŸ˜…. Pada tahun-tahun sebelumnya kami sudah bepergian ke Solo, Jogja, Karimun Jawa, umumnya masih sekitaran pulau Jawa. 

Proses perencanaan ini awal mulanya kami lakukan pada saat arisan untuk menentukan destinasi apa yang akan menjadi tujuan liburan kami. Nah biasanya ada saja sedikit pertikaian di antara kami dalam penentuan-penentuan bagian dalam liburan ini. Biasanya menentukan mau menggunakan transportasi apa, penginapan dimana, itinerary-nya seperti apa. Untuk menghindari hal-hal seperti ini, kami menggunakan Group Tasks : Pooled Task Interdependence. Tujuan liburan untuk bersenang-senang dan refreshing, apa jadinya sebelum liburan kami sudah bertikai dalam menentukan ini-itu, sehingga dengan menggunakan Pooled Task Interdependence ini kami membagi setiap orang atau group member dengan tanggung jawab yang berbeda-beda demi kelancaran liburan kami. Contohnya si Surti bertanggung jawab untuk menentukan dan mengurus segala yang berkaitan penginapan, Yanti bertugas untuk berburu tiket pesawat dan transportasi dengan harga yang miring, Gabski membuat itinerary dan menentukan spot dan objek apa yang akan kami kunjungi,  saya sebagai bendahara yang bertugas untuk "menarik setoran" setiap group member kemudian mendistribusikan ke pos masing-masing kebutuhan, serta yang terakhir Memey bertugas untuk dokumentasi sekaligus tata rias dan tata busana kami.

Dari penerapan Pooled Task Interdependence ini tentunya kami menghasilkan Group Performance yang maksimal yaitu suatu momen liburan yang sangat menyenangkan setiap tahunnya. Tahun ini kami menghabiskan waktu kami di Sumba, berikut momen yang kami abadikan hasil dari Group Task yang luar biasa.

Momen Bahagia Terpancar dari Raut Wajah Kami

Kanan – Kiri : Surti, Yanti, Gabski, Saya, Memey


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format