PT BABA RAFI INDONESIA: WARALABA YANG MENEMBUS PASAR INTERNASIONAL


6
1 share, 6 points

Sistem Ekonomi Negara Kuba

Kuba merupakan sebuah negara yang menganut sistem ekonomi sosialis. Pada tahun 2010 Kuba mulai mengubah sistem perekonomiannya. Apabila sebelumnya yang mengambil alih kepemilikan adalah dari pemerintah, sejak tahun 2010 aktor-aktor non pemerintah mulai mengambil alih kepemilikan perusahaan. Sebagai contoh dalam sektor pertanian, jumlah pegawai yang bekerja dibawah kepemilikan pribadi meningkat hampir 2 kali dalam kurun waktu 7 tahun (1). Kepemilikan oleh sektor privat di Kuba juga sangat berpengaruh terhadap lapangan pekerjaan bagi warga negara Kuba. Sektor privat di Kuba sendiri telah membentuk sebanyak 434.000 lapangan pekerjaan baru bagi warga negara Kuba (2). Namun meskipun begitu, mayoritas kepemilikan masih dikendalikan oleh negara.

Tabel jumlah distribusi pegawai

Nilai Business Freedom adalah merupakan nilai yang dimiliki suatu negara yang dapat dijadikan indikator untuk mengetahui efisiensi dari regulasi pemerintah apabila ingin membuka bisnis di negara tersebut (3). DDari angka tersebut dapat kita simpulkan bahwa untuk melakukan bisnis di Kuba masih belum terlalu mudah. Hal ini disebabkan oleh ketatnya regulasi dari negara tersebut yang berkaitan dengan bisnis yang berjalan di negara tersebut. 

Kuba adalah negara yang masih menganut sistem ekonomi sosialisme yang mana sebagian besar perekonomian masih dikendalikan oleh pemerintah. Hal ini dapat terlihat dari pekerjaan-pekerjaan yang tersedia di Kuba sebagian besar masih berada dibawah pemerintah. Pada tahun 2012, 80% dari tenaga kerja di Kuba dipekerjakan oleh negara. Namun, seiring pergeseran kebijakan ekonomi Kuba yang mulai memperhatikan sektor-sektor privat, terjadi peningkatan jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan oleh sektor privat. Dalam kurun waktu 3 tahun, jumlah tenaga kerja yang bekerja pada sektor privat bertambah sekitar 350.000 orang(4). Dikarenakan Kuba masih menganut sistem ekonomi sosialis, maka harga-harga yang beredar masih dikendalikan oleh pemerintah. Pemerintah Kuba sendiri menilai bahwa harga-harga tersebut harus dikendalikan karena dampak dari kebijakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Trump yang semakin memperketat embargo perdagangan terhadap Kuba. Harga-harga yang dikendalikan oleh pemerintah Kuba diantaranya berupa bahan-bahan pokok seperti ayam, telur, beras, dan bahan-bahan pokok lainnya (5). 

Aktor terpenting dalam perekonomian di Kuba adalah negara. Dalam sistem ekonomi socialism, terdapat konsep “pasar sosialis” yang menggabungkan antara sektor privat dan kebijakan-kebijakan dari negara untuk mencapai keuntungan. Kuba sendiri menerapkan sistem tersebut yaitu mulai mendorong sektor-sektor privat untuk melakukan bisnis. Kuba sendiri dapat dikatakan melakukan implementasi dari konsep tersebut yang mana mulai mendorong sektor-sektor privat meskipun mayoritas usahanya masih dipegang oleh negara (6).

Sistem Ekonomi Negara Thailand

Negara Thailand adalah negara dengan sistem pemerintahan konstitusi monarki dan demokrasi parlementer. Negara ini bergantung pada penjualan ekspor sebesar ⅔ dari total PDB (Produk Domestik Bruto). Dalam kepemilikan usaha, Thailand lebih terbuka kepada perusahaan swasta seperti Channel 7,Muang Thai Life Assurance, Thai AirAsia, Tao Kae Noi, dan Thai AirAsia[7]. Keterbukaan ini membuat Thailand termasuk kedalam sistem ekonomi campuran tetapi lebih condong kepada kapitalis.Iklim kompetisi di Negara Thailand cukup bebas dimana kompetisi bebas terjadi dengan sedikit campur tangan oleh pemerintah Thailand. Kompetisi bebas tersebut sangat dipengaruhi oleh supply and demand. Demand merupakan jumlah dari barang ataupun jasa yang konsumen inginkan sedangkan supply adalah barang yang disediakan oleh perusahaan [8]. Karena harga ditentukan oleh faktor supply and demand, terdapat equilibrium price yang merupakan harga titik temu antara kemampuan pembeli membayar dan keinginan harga jual perusahaan [9].

Perusahaan swasta diperbolehkan beroperasi di Negara ini selama perusahaan melakukan kewajibannya membayar pajak. Pajak yang diterapkan merupakan pajak yang dikenakan dari hasil bersih sebesar 25% [10]. Setelah perusahaan membayar pajak pada negara, keuntungan dapat kembali kepada perusahaan. Ketersediaan produk barang dan jasa di negara Thailand sangat beragam. Masyarakat dapat memilih dengan bebas produk yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan. Ragam produk yang tersedia di Thailand dipengaruhi oleh persaingan antar perusahaan yang menuntut perusahaan lebih kreatif. Persaingan antara perusahaan ini juga mengakibatkan harga yang mengikuti kaidah supply and demand.

Negara Thailand memiliki nilai business freedom sebesar 86%, ini menandakan bahwa untuk memiliki usaha di Thailand cukup mudah. Index dari tahun ketahun menunjukkan adanya peningkatan persentasi sehingga dapat menjadi dasar bagi perusahaan untuk mempertimbangkan membuka usaha di Thailand. Masyarakat diberi banyak sekali pilihan pekerjaan dengan gaji yang beragam. Mereka juga diperbolehkan untuk memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dirinya tanpa paksaan. Perkembangan teknologi digital meningkatkan kreatifitas dan kemampuan produksi yang akhirnya menstimulasi persaingan lebih ketat dalam memproduksi produk dan jasa. Persaingan ketat antar perusahaan untuk mendapatkan pelanggan mengakibatkan banyak pilihan pekerjaan.

Tabel perbandingan sistem ekonomi Kuba dan Thailand

Kuba

Thailand

Business Ownership

Perusahaan swasta baru dapat berdiri sejak 2010 di Kuba dan masih sangat terbatas. 

Terdapat banyak perusahaan yang dimiliki oleh pihak swasta seperti Channel 7, Muang Thai Life Assurance, Thai AirAsia, Tao Kae Noi.

Competition

Pemerintah memiliki kontrol yang sangat besar terhadap kompetisi

Kompetisi dipengaruhi oleh pasar dan kebijakan pemerintah

Profits

Keuntungan dari hasil usaha pada perusahaan milik negara kembali kepada negara. Sedangkan sebagian kecil perusahaan swasta keuntungan kembali ke perusahaan setelah membayar pajak.

Untuk perusahaan swasta setelah membayar pajak (rata rata sebesar 25% dari net profit), keuntungan kembali kepada perusahaan

Product availability and price

Harga dan ketersedian masih ditentukan oleh pemerintah.

Harga dan ketersediaan dipengaruhi dari kualitas yang ditawarkan dan menyesuaikan supply dan demand. Pemerintah juga dapat mengintervensi harga barang.

Employment options

Pilihan pekerjaan sangat terbatas dan masyarakat kebanyakan bekerja pada negara. Setelah Kuba memudahkan perusahaan swasta berkembang, penghasilan pekerja meningkat.

Pilihan pekerjaan sangat banyak dan bervariasi.

PT. Baba Rafi Indonesia

PT. Baba Rafi Indonesia merupakan sebuah bisnis waralaba terbesar di Indonesia yang didirikan oleh Hendy Setiono pada tahun 2003 di Surabaya dengan merek dagang bernama "Kebab Turki Baba Rafi", nama Baba Rafi berasal dari kata "BABA" yang berarti Ayah dan "RAFI' adalah anaknya. Pada awalnya CEO PT. Baba Rafi mencoba peruntukannya berbisnis di bidang kuliner dengan memodifikasi kebab agar sesuai dengan lidah orang Indonesia. Memulai bisnis kebab ini hanya dengan bermodalkan satu gerobak dan mendapatkan antusias yang begitu besar dari masyarakat Surabaya khususnya Kebab Turki Baba Rafi kembali membuka outlet kedua ditahun yang sama. Dua tahun memiliki omset yang cukup besar dan antusias masyarakat yang terus meningkat, Kebab Turki Baba Rafimemulai menggunakan sistem franchise. Empat tahun berselang lebih dari 300 outlet sudah tersebar di beberapa wilayah Indonesia, perkembangan Kebab Turki Baba Rafi yang sangat cepat membuat CEO dari Baba Rafi Indonesia memutuskan untuk memindahkan kantornya di Jakarta, sudah tujuh belas tahun berada di industri ini penyebaran outlet Kebab Turki Baba Rafi sudah mencapai 1.200 yang tersebar di penjuru Indonesia dan beberaoa outlet di Luar Negeri.

Bukan hanya berfokus pada produk "Kebab Turki Baba Rafi" saja, PT. Baba Rafi Indonesia melahirkan beberapa produk dengan berbagai jenis yang berbeda yang dapat diminati berbagai jenis segmen yang berbeda.

Tidak cukup dengan saru produk yang dikembangkan, PT. Baba Rafi Indonesia terus melakukan inovasi-inovasi dengan meluncurkan produk-produk yang dapat diterima oleh pelanggan, memulai dengan produk kontainer kebab, kue cake kekinian, kopi shop foresthree, makanan rumahan ngikan dan tambak udang vaname. Tidak sendiri dalam memasarkan produknya CEO PT. Baba Rafi Indonesia bekerjasama dengan pelaku industri hiburan di tanah air, branding yang cukup menarik dan pemasaran menggunakan media sosial dari masing-masing partner membawa produk-produk tersebut diketahui oleh masyarakat. Adapun pencapaian karir PT. Baba Rafi Indonesia sudah tidak diragukan lagi dibuktikan dengan adanya beberapa penghargaan yang diraih diantaranya, Indonesia Young Franchise Entrepreneur Award 2009, APEA Asia Pasific Entrepreneurship Award 2008-Most Promosing Entrepreneurship, The Indonesian small Medium Business Entrepreneur Award (ISMBEA 2006), Asia's Best Entrepreneur Under 25 versi Business Week, REBI- Perusahaan Kebab Nasional pertama dengan sistem Franchise dan Jumlah Gerai Terbanyak di Indonesia, dan Junior Chamber International (JCI) & United Nation-Social Rensposible Company.

Berdasarkan faktor-faktor dari dua negara yang telah dibandingkan, Thailand merupakan negara yang sesuai  karena sistem perekonomian yang dianut oleh Thailand yaitu sistem ekonomi campuran yang lebih memudahkan untuk mengembangkan bisnis di negara tersebut. Dalam sistem ekonomi campuran, sistem tersebut mendorong bisnis-bisnis kecil untuk berkembang, sementara dalam sistem ekonomi yang dianut Kuba, masih memberatkan usaha-usaha kecil karena masih terdapat batasan-batasan bagi usaha kecil yang ditetapkan oleh pemerintah Kuba. Sistem ekonomi yang dianut thailand lebih memudahkan perusahaan PT> Baba Rafi Indonesia untuk memasuki pasar negara tersebut hanya dengan membayar pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat. Berbeda halnya dengan negara Kuba yang menganut sistem ekonomi sosialisme yang mana perekonomiannya masih dikendalikan oleh negara dan sulit untuk perusahaan-perusahaan kecil masuk pasar negara tersebut. Tidak adanya campur tangan pemerintah Thailand dalam menentukan harga jual membuat para pelaku bisnis dapat menentukan harga jual dari produk yang dipasarkan, ditambah kebebasan masyarakat Thailand dalam memilih pekerjaan yang diinginkan memudahkan PT. Baba Rafi Indonesia dalam merekrut karyawan yang berasal dari negara tersebut.

Selain faktor diatas PT. Baba Rafi Indonesia memilih Thailand karena melihat pasar makanan dinegara tersebut cukup banyak diminati dan masyarakat yang relatif konsumtif, yang dibuktikan dengan banyaknya wisata kuliner di Thailand yang menjadi destinasi wisata di negara tersebut. Berkembangnya PT. Baba Rafi indonesia di beberapa negara di asia seperti Sri Lanka, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, dan Banghladesh. Dengan memiliki taste yang sama, PT> Baba Rafi Indonesia dapat berkembang di negara Thailand. 

Referensi :

[1] Ricardo Torres, “Economic Transformation in Cuba: a review” Third World Quaterly Routledge, 2 Juni 2016, Hal 6
[2] OnCuba News, “The private sector generates 32% of employment in Cuba” (https://oncubanews.com/en/cuba/economy/the-private-sector-generates-32-of-employment-in-cuba/ diakses pada 10 februari 2020, 2019)
[3] 2019 Index of Economy Freedom, “Business Freedom” (https://www.heritage.org/index/business-freedom diakses pada 10 Februari 2020)
[4] Internations Go, (https://www.internations.org/go/moving-to-cuba/working diakses pada 11 Februari 2020,2018)
[5] Jose Nino, “Cuba’s New Shortages Likely the Result of Price Controls” (https://www.theadvocates.org/2019/06/cubas-new-shortages-likely-the-result-of-price-controls/ diakses pada 11 Februari 2020, 2019)
[6] Carmelo Mesa-Lago, Cuba’s Economic Change in Comparative Persepective, “Institutional Changes of Cuba’s
Economic-Social Reforms: State and Market Roles, Progress, Hurdles, Comparisons, Monitoring and Effects”
[7]List of companies of Thailand (https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_of_Thailand diakses 11 Februari 2020)
[8] O.C. Ferrel dan Geoffrey A. Hirt dan Linda Ferell, Business Foundations A Changing Word (McGraw Hill), hal 12
[9] O.C. Ferrel dan Geoffrey A. Hirt dan Linda Ferell, Business Foundations A Changing Word (McGraw Hill), hal 13
[10] Corporate Tax Rates Business in Thailand  (https://www.siam-legal.com/Business-in-Thailand/thailand-corporate-tax.php diakses 11 Februari 2020)

The X Men:

  • Adhika Isthianto Utomo
  • Dwitya Pradipto Darmawan
  • N. Azizia Gia Mutiarasari
  • Intan Farida Khasanah

Like it? Share with your friends!

6
1 share, 6 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
4
Genius
Love Love
3
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
3
Win
thexman

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format