Sistem Ekonomi Korea Utara vs. Korea Selatan, serta Prospek Ekspansi Tolak Angin di Korea

Pengaruh komunis dari Rusia kepada Korea Utara, dan pengaruh liberalisme dari Amerika Serikat menghasilkan sistem ekonomi yang berbeda pada kedua negara tersebut.


24
4 shares, 24 points

Sistem Ekonomi Korea Utara

Korea Utara memiliki ekonomi komunis yang terindustrialisasi, autarkik, dan sangat terpusat. Dari lima negara sosialis yang tersisa di dunia, Korea Utara adalah satu dari dua negara (bersama-sama dengan Kuba) dengan ekonomi yang dimiliki negara dan direncanakan oleh pemerintah sepenuhnya.

Kebijakan isolasi Korea Utara berarti bahwa perdagangan internasional sangatlah dibatasi. Korut mengeluarkan undang-undang pada tahun 1984 yang memperbolehkan investasi asing melalui joint venture, akan tetapi gagal mengundang investasi yang berarti. Pada tahun 1991, Zona Ekonomi Khusus Rason didirikan, dengan tujuan menarik investasi asing dari Tiongkok dan Rusia. Perusahaan-perusahaan Tiongkok dan Rusia telah memperoleh hak untuk menggunakan pelabuhan di Rason. Investor Tiongkok telah merenovasi jalan dari Rason ke Tiongkok dan pekerja kereta api Rusia merenovasi jalur kereta api dari Rason ke Rusia.

Gaji rata-rata Korut adalah sekitar $47 per bulan. Meskipun terdapat masalah ekonomi yang substansial, kualitas hidup rakyat terus membaik dan upah pekerja terus meningkat. Pasar swasta berskala kecil, disebut janmadang, hadir di seluruh penjuru negara ini dan melayani penduduk dengan makanan dan komoditas tertentu dari impor yang ditukar dengan uang, dengan demikian membantu mencegah kelaparan.

Makanan, rumah, kesehatan, dan pendidikan diberikan secara gratis oleh negara, dan pembayaran pajak telah dihapuskan sejak 1 April 1974. Untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan industri, sejak tahun 1960-an, pemerintah Korea Utara telah memperkenalkan sistem-sistem manajemen seperti sistem kerja Taean. Pada abad ke-21, pertumbuhan PDB Korea Utara cukup lambat tetapi pasti, meskipun pada beberapa tahun terakhir, angka pertumbuhan meningkat hingga 3,7% pada 2008 karena pertumbuhan sektor pertanian sebesar 8,2%.

Pengertian Sistem Ekonomi Komunis

Sistem ekonomi komunis adalah menetapkan pemerintah pusat sebagai pembuat kendali dan keputusan ekonomi.  Sistem ini tidak bergantung pada hukum penawaran dan permintaan yang beroperasi dalam sistem ekonomi pasar. Ekonomi komunis juga mengabaikan kebiasaan yang memandu ekonomi tradisional.

Atas dasar ini, sumber daya produksi dan modal semuanya dikuasai oleh pemerintah. Beberapa Negara yang menganut sistem ekonomi komunis ini seperti Korea utara, Cina, Kuba dan Vietnam. Ternyata, sistem ekonomi komunis ini memiliki kelebihan dan berdampak terhadap masyarakatnya.

Kelebihan Sistem Ekonomi Komunis dan Dampaknya untuk Masyarakat dan Negara

Dapat Mengurangi Pengangguran

Diterapkanya sistem ekonomi komunis di beberapa Negara sahabat tadi, ternyata dapat meminimalisir pengangguran di negeri tersebut. Pemerintah sangat memegang kendali penuh terhadap semua factor produksi dan sumber daya. Sebagai contoh, di Negara Korea utara, karyawan BUMN itu adalah warga aslinya sendiri. Lapangan kerja untuk warga asli terbuka luas.

Tanggung Jawab perekonomian pada Pemerintah

Karena pemerintah yang memegang kendali khusus dan penuh, maka pemerintah bertanggung jawab dengan kondisi perekonomian tersebut. Pemerintahnya juga harus mampu berinovasi dengan kebijakan ekonominya agar menjadi stabil, berkembang dan maju untuk mencapai kesejahteraan warganya.

Ada Jaminan untuk Masyarakat

Perekonomian yang maju harus bertujuan untuk kemakmuran rakyat. Dengan sistem ekonomi komunis, maka factor produksi juga dikuasai oleh pemerintah, hingga pemerintah bisa membuat produk dan jasa yang tepat yang dibutuhkan warga negaranya.

Kemudahan dalam Pengendalian Harga dan Pemerataan

Sistem ekonomi komunis yang dikendalikan pemerintah, maka kondisi harga produk dan jasa juga akan dikendalikan dengan mudah. Pihak pebisnis dan pihak lainya tidak bisa menurunkan harga dengan sembarangan, mereka hanya bisa mendapatkan untung saja. Maka dari itu, Negara-negara yang menganut sistem ekonomi komunis ini memiliki harga yang akan cenderung stabil dan mudah dicapai permintaan ekonominya.

Inflasi Mudah Dikendalikan

Keadaan inflasi seperti di Negara kita, selalu menjadi hal yang menyebabkan merosotnya mata uang rupiah. Tapi di Negara dengan sistem ekonomi komunis, inflasi akan mudah dikendalikan serta relative stabil.

Kondisi Pasar dalam Negeri Akan Berjalan lancar

Pemerintah yang memiliki wewenang penuh, bisa membuat aturan pasar dalam negerinya secara leluasa. Pemerintah akan dapat memproduksi barang untuk dijual di negeri sendiri, sesuai dengan kebutuhan masyrakat dan tetap mendapatkan keuntungan. Impor di Negara-negara dengan sistem ekonomi komunis, dilakukan secara maksimal.

Kekurangan Sistem Ekonomi Komunis

Mobilisasi yang cepat seringkali berarti sistem ini mengurangi kebutuhan masyarakat lainnya. Misalnya, pemerintah memberi tahu para pekerja pekerjaan apa yang harus mereka penuhi untuk memproduksi sesuatu. Namun disisi- lain, barang-barang yang diproduksi tidak selalu berdasarkan permintaan konsumen. Pada akhirnya banyak orang mencari cara  untuk memenuhi kebutuhan mereka. salah satunya adalah pasar gelap.

Dengan begitu mereka dapat membeli dan menjual hal-hal yang tidak diproduksi oleh ekonomi komunis. Upaya para pemimpin untuk mengendalikan pasar ini akan melemahkan dukungan mereka.

Negara sering menghasilkan terlalu banyak dari suatu produk, namun tidak dengan produk lain yang sangat terkadang dibutuhkan. Sulit bagi perencana pusat untuk mendapatkan informasi terkini tentang kebutuhan konsumen. Juga, harga ditentukan oleh rencana pusat. Mereka tidak lagi mengukur atau mengendalikan permintaan. Sebagai gantinya, penjatahan sering menjadi kebutuhan dan solusi.

Ekonomi komunis menghambat inovasi. Mereka menghargai para pemimpin bisnis yang mengikuti arahan baku. Hal seperti ini tidak memungkinkan untuk mengambil risiko untuk membuat solusi dan inovasi baru.

Lima Karakteristik Ekonomi Komunis

Pemerintah menciptakan rencana ekonomi pusat. Rencana lima tahun menetapkan tujuan ekonomi dan sosial untuk setiap sektor dan wilayah negara. Rencana jangka pendek mengubah tujuan menjadi hal yang dapat ditindaklanjuti.

Pemerintah mengalokasikan semua sumber daya sesuai dengan rencana pemerintah pusat. Pemerintah mencoba menggunakan modal negara, tenaga kerja, dan sumber daya alam dengan cara seefisien mungkin. Menggunakan keterampilan dan kemampuan masing-masing penduduknya untuk kapasitas tertinggi mereka. Sistem ini berupaya menghilangkan pengangguran.

Rencana pusat menetapkan prioritas untuk produksi semua barang dan jasa. Itu termasuk kuota dan kontrol harga. Tujuannya adalah menyediakan cukup makanan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk memenuhi kebutuhan semua orang di negara tersebut dan juga menetapkan prioritas nasional. Termasuk mobilisasi untuk perang atau menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Pemerintah memiliki bisnis monopoli. Ini dalam industri yang dianggap penting untuk tujuan ekonomi komunis. Termasuk bisnis keuangan, utilitas, dan otomotif. Tidak ada persaingan domestik di sektor ini.

Pemerintah membuat undang-undang, peraturan, dan arahan untuk menegakkan rencana pusat. Bisnis mengikuti produksi dan target perekrutan rencana. Mereka tidak bisa merespons sendiri terhadap kekuatan pasar bebas.

Sistem Ekonomi Korea Selatan

Korea Selatan memiliki ekonomi pasar dan menempat urutan ke15 berdasarkan PDB. Salah satu dari 4 Macan Asia Timur, Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang memukau, eksporna terbesar ke-8 di dunia. Sementar nilai impornya terbesar ke-11. 

Ekspor utama RRC 21.5%, Amerika Serikat 10.9%, Jepang 6,6%, dan hongkong 4,6% dalam produk elektronik, otomotif dan telekomunikasi. Sedangkan impornya berupa plastik, minyak, baja, dan bahan kimia organik dari RRC 17,7%, Jepang 14%, Amerika Serikat 8,9%, Arab Saudi 7,8%, Uni Emirat Arab 4,4% 

Korea selatan 

Korea utara

Business ownership

Dipimpin oleh konglomerat besar disebut dengan chaebol

Pemerintah menciptakan ekonomi terpusat. 

Profit 

Keuntungan dari penjualan dikelola oleh atasan perusahaan

Semua keuntungan dari penjualan akan digunakan untuk pemerataan dan kemakmuran rakyat. 

Competition

Banyak persaingan antar perusahaan

Tidak ada persaingan antar perusahaan.

Product availibility

Urutan ke-19 di dunia dalam indeks kemudahan berbisnis

Pemerintah melakukan praktik bisnis ekonomi.

Price 

Harga ditentukan oleh pemilik usaha

Harga ditentukan oleh pemerintah.

Employment option

Kebebasan dalam memilih pekerjaan 

Pemerintah memegang kendali penuh terhadap semua faktor produksi sehingga dapat meminimalisir pengangguran.

PT. Sido Muncul (Tolak Angin)

Sido Muncul merupakan perusahaan yang memiliki kompetensi yang cukup baik. Mengantisipasi perubahan selera konsumen Sido Muncul kini memiliki serangkaian produk dengan jumlah keseluruhan tidak kurang dari 150 produk, seratus produk diantaranya generik. Sedangkan yang branded diantaranya Kuku Bima, Tolak angin, STMJ, Anak Sehat dan sebagainya. 

Sido Muncul bermula dari sebuah industri rumahan pada tahun 1940, yang dikelola Ny Rahmat Sulistio di Yogyakarta dengan hanya dibantu tiga karyawan, selanjutnya seiring dengan perkembangan jaman. Pada tahun 1951 didirikan perusahaan sederhana dengan nama Sido Muncul yang berarti “Impian yang terwujud” di Semarang. Dengan produk pertama dan andalan adalah jamu Tolak Angin produk Ny. Rahmat mulai mendapat tempat di hati masyarakat.

Sejak tahun 1930 hingga sekarang, resep Tolak Angin Sido Muncul yang diformulasikan oleh Ibu Rachmat Sulistyo  (Ny. Siem Thiam Hie) masih tetap sama. Tahun 1940, Tolak Angin Sido Muncul dijual dalam bentuk jamu Godokan di wilayah Yogyakarta. Sebelas tahun berlalu, pabrik Sido Muncul didirikan di Semarang dan jamu Tolak Angin mulai di produksi masal dalam bentuk serbuk pada tahun 1951. Tahun 1992 jamu serbuk Tolak Angin dikembangkan menjadi jamu Tolak Angin dalam bentuk cair seperti yang kita kenal sekarang ini.

Tolak Angin SidoMuncul adalah Obat Herbal Terstandar yang dapat mencegah dan mengatasi masuk angin dengan gejala – gejala seperti mual, perut kembung, pusing, demam dan dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan bahan-bahan organik pilihan seperti : jahe, madu, daun mint, kayu ules, adas, dan daun cengkeh yang diproses di pabrik modern berstandar GMP (Good Manufacturing Practices) dengan quality control yang ketat sehingga terciptalah Tolak Angin seperti sekarang ini.

Dan pada tahun 2007 Tolak Angin SidoMuncul mendapat sertifikat Obat Herbal Terstandar dari BPOM RI dan menjadi satu-satunya obat masuk angin yang mendapatkan sertifikat Obat Herbal Terstandar sampai saat ini yang berarti bahan baku dan mutu produknya terstandarisasi.


Studi Kasus (Kebudayaan Mengkonsumsi Minuman Alkohol di Korea Selatan serta Penyebabnya)

Korea Selatan merupakan salah satu negara dengan jam kerja terlama di dunia. Salah satu keluhan terbesar dari rakyat Korea Selatan adalah tingginya tekanan dari atasan untuk menunjukkan performa yang lebih baik. Dengan adanya tekanan tinggi tersebut, banyak pekerja Korea Selatan mencari pelarian setelah jam kerja berakhir. Salah satunya adalah dengan cara mengkonsumsi minuman beralkohol.

Tradisi mengkonsumsi minuman beralkohol sudah menjadi kebudayaan Korea Selatan sejak dahulu kala. Dalam dunia kerja di era modern ini, tradisi mengkonsumsi minuman beralkohol ini menjadi rutinitas setelah kerja, bahkan hampir setiap hari. Bercengkrama dengan kolega kerja di bar menjadi ajang untuk pemilik bisnis dan pegawai kantor untuk membangun hubungan relasi, membahas pekerjaan, dan mengurangi stress di saat yang sama. Hal ini membuat adanya peer pressure kepada para pegawai kantor yang sejatinya ingin beristirahat saja setelah bekerja seharian.


Berdasarkan hasil studi (Al-Jazeera 2016), setiap warga negara Amerika Serikat rata-rata mengkonsumsi 3 sloki minuman keras beralkohol (>40%) setiap minggunya. Warga negara Rusia secara rata-rata mengkonsumsi 6 sloki dengan persentase alkohol dan durasi yang sama. Di Korea Selatan, jumlah tersebut menjadi 14 sloki, jumlah yang berbahaya dan dapat berakibat fatal. Setiap malam, Korea Selatan menghabiskan 7 juta botol Soju (minuman beralkohol tradisional Korea), ditambah dengan variasi minuman beralkohol lainnya. Song Soo Chun, seorang ahli kesehatan masyarakat di Korea Selatan menyatakan bahwa masalah terbesar terletak pada tidak adanya undang-undang atau peraturan yang melarang warga Korea Selatan dalam mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan yang tentunya dapat mengakibatkan berbagai penyakit, terutama pada ginjal. Tidak ada aturan pemerintah yang membatasi volume minuman beralkohol yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. Pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa setidaknya ada 1,5 juta warga Korea Selatan yang merupakan pecandu minuman beralkohol, dua kali rata-rata dunia.

Kebudayaan mengkonsumsi minuman beralkohol yang sudah mendarah daging di Korea Selatan telah menyebabkan banyak sekali masalah, terutama pada kesehatan warga dan juga kerugian negara yang diakibatkannya. Berdasarkan data dari Al-Jazeera tahun 2016, Pemerintah Korea Selatan khususnya polisi dan pihak rumah sakit/medis, menghabiskan dana sekitar 20 Milyar USD untuk mengatasi permasalahan ini. Tingginya kasus mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan menghasilkan dampak negatif juga pada kesehatan masyarakat (hangover). Menurut Wikipedia, beberapa dampak negatif yang diakibatkan antara lain pusing, mual, meriang, dan permasalahan pada lambung atau usus. Dengan beberapa gejala yang telah disebutkan, Tolak Angin dapat mengatasi hampir seluruh penyakit tersebut untuk jangka pendek. 

Secara sistem ekonomi, Korea Selatan memiliki prospek peluang bisnis yang jauh lebih baik dibandingkan dengan Korea Utara. Hal ini dapat terlihat jelas dari sistem ekonomi yang digunakan, dimana Korea Selatan menggunakan sistem ekonomi campuran dan Korea Utara masih menggunakan sistem ekonomi komunis. Sistem ekonomi campuran milik Korea Selatan membuat banyak sekali investor asing yang masuk ke negara tersebut untuk melakukan bisnis disana. Keterbukaan Korea Selatan terhadap investor asing merupakan salah satu kontribusi besar dalam perkembangan dan pembangunan negara. Apabila dibandingkan dengan Korea Utara dengan sistem ekonomi komunisnya, Korea Utara dapat dikatakan sebagai “zona merah” untuk melakukan kerja sama bisnis. Ketertutupannya dengan dunia luar membuat investor asing hampir tidak mungkin masuk ke dalam ekonomi Korea Utara. Ditambah lagi dengan ketidakstabilan negaranya, hal tersebut tentunya membuat para investor berpikir dua kali untuk menanam modal di “zona merah” tersebut.

Kebudayaan Korea Selatan memang hampir selalu melekat dengan alkohol. Minuman beralkohol telah menjadi menu yang diturunkan turun-temurun melintasi generasi keluarga, membuatnya sebagai salah satu ciri khas dari kebudayaan Korea Selatan. Dengan melihat kebudayaan warga negara Korea Selatan dalam mengkonsumsi minuman beralkohol sebagai kegiatan rutin mereka, dapat dipastikan bahwa permasalahan penyakit yang diakibatkan olehnya akan selalu ada. Ditambah dengan keterbukaan sistem ekonomi yang ada di Korea Selatan, Tolak Angin akan menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat baik apabila dipasarkan di Korea Selatan.

Hal yang akan dikembangkan oleh PT Sido Muncul adalah standar mutu dan keamanan produk. Komitmen PT. Sido Muncul dalam menjaga standar mutu pada semua produknya telah terbukti dari penghargaan yang diterima oleh BPOM pada tahun 2018. Penghargaan ini diberikan karena PT. Sido Muncul berhasil menjaga keamanan produk melalui inovasi, dan juga uji khasiat yang dilakukan secara berkala. Dengan prestasi nasional ini, PT. Sido Muncul mempunyai nilai jual tersendiri dan dinilai layak untuk mengembangkan bisnis ke global, khususnya Korea Selatan. PT. Sido Muncul saat ini sudah menjual produk Tolak Angin ke Singapura, Hong Kong, Australia, Arab Saudi, Eropa, Amerika Serikat, Timur Tengah, dan Afrika. Dengan studi kasus yang telah dijabarkan di sub-bab sebelumnya, Tolak Angin diperkirakan akan menjadi produk yang prospek penjualannya di Korea Selatan cukup menjanjikan.

Reference:

https://id.wikipedia.org/wiki/Korea_Utara

https://cpssoft.com/blog/keuangan/sistem-ekonomi-komunis/

https://www.youtube.com/watch?v=jNfJExx4UfM

https://en.wikipedia.org/wiki/Hangover#Signs_and_symptoms

https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_South_Korea

https://en.wikipedia.org/wiki/Economy_of_North_Korea

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Ekonomi_Korea_Selatan

https://m.detik.com/news/adv-nhl-detikcom/d-3891424/penuhi-standar-mutu--keamanan-produk-sido-muncul-terima-bpom-award

http://bbs.binus.ac.id/ibm/2018/05/sekilas-tentang-tolak-angin/

https://www.slideshare.net/mobile/destywidianty/bisnis-internasional-korea-selatan

https://swa.co.id/swa/trends/marketing/kisah-tolak-angin-menembus-pasar-global

http://bingar-strategipemasaran.blogspot.co.id/

http://thaapragari.blogspot.co.id/2017/04/lingkungan-pemasaran.html

https://www.merdeka.com/peristiwa/bpom-jamin-jamu-tolak-angin-aman-dikonsumsi.html

http://industri.bisnis.com/read/20150519/257/434533/pacu-ekspor-sido-muncul-siapkan-kemasan-sesuai-negara-tujuan

http://sidomuncul.id/tolakangin

https://www.npr.org/sections/parallels/2018/04/27/606358775/in-south-korea-summit-with-north-korea-is-greeted-with-hope-and-skepticism


Team AK-47 (Angkatan 76 - Kelas D):

Dimas Triadi Wicaksono

Karien Naila Sa'adah K 

Muna Mufiidah

Sakti Gringsing S






Like it? Share with your friends!

24
4 shares, 24 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
33
Genius
Love Love
8
Love
OMG OMG
31
OMG
Win Win
25
Win
TeamAK47

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format