Artificial Intelligence: Shaky start to the Future of Humanity

Artificial Intelligence (AI) adalah bentuk dari inovasi Revolusi Industri 4.0.


2
2 points

Internet of Things (IoT), 5G, Big Data, 3D printer dan Artificial Intelligence (AI) adalah bentuk-bentuk dari inovasi revolusi industri 4.0 sudah banyak diimplementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari baik dari segi perekonomian dan juga gaya hidup secara signifikan. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Dari bentuk inovasi tersebut, salah satu yang akan dibahas adalah penerapan Artificial Intelligence (AI).

Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) adalah simulasi kecerdasan manusia dalam mesin sehingga dapat berfikir dan bertindak seperti manusia seperti belajar (memperoleh informasi), menalar (menggunakan aturan-aturan untuk mengambil kesimpulan) dan berpersepsi (menyusun dan menafsirkan informasi tersebut). Contoh yang sudah banyak diberitakan terkait penerapan AI tersebut seperti Robot, Self Driving Car, Senjata Otonom, Facial Recognition, dll. 

AI tentu saja dikembangkan karena memiliki manfaat seperti memudahkan proses siklus bekerja seperti Robot untuk mengerjakan hal-hal yang berbahaya jika dikerjakan oleh manusia, self driving car yang membantu manusia membawa kendaraan secara otomatis di jalan raya, facial recognition yang membantu proses identifikasi wajah manusia untuk authentication maupun security. Namun demikian, AI tersebut memiliki beberapa dampak negatif dalam perkembanganya, diataranya: 

  1. Robot & AI yang dapat mengurangi pemanfaatan SDM dan lapangan kerja. 

  2. Autonomous Weapon yang sangat berisiko jatuh kepada “aktor jahat”.

  3. Deepfakes (Facial Recognition) yang dipakai untuk membuat konten asusila memakai wajah orang lain. 

  4. Self Driving Car yang mengakibatkan banyak kecelakaan pada penggunanya. 

Pembahasan lebih lanjut terkait permasalahan dalam perkembangan Artificial Intelligence akan diuraikan lebih lanjut pada bagian di bawah ini.

Artificial Intelligence : Seberapa amankah kita dengan teknologi tersebut?

AI memiliki manfaat untuk perekonomian dengan memudahkan proses siklus bekerja. Implementasi AI, Deep Learning, Robot dapat menggantikan manusia untuk melakukan pekerjaannya.

Gambar 1. Penggunaan Robot di Industri

Laporan Technology, Media, and Telecommunications Predictions2020 yang dirilis Deloitte menyebutkan penggunaan robot-robot industri sudah mulai marak sejak 2016. Prediksinya, penggunaan robot industri ini akan meningkat 93% dalam lima tahun.

Dengan adanya AI (Data Analytics), dalam dunia Marketing, kita sebagai supplier dapat mempelajari customer dan mengerti  apa yg mendorong mereka untuk berinteraksi dengan produk kita dan menyusun strategi marketing yang bisa menarik perhatian Customer. Sehingga, kita benar-benar mengetahui “what customer needs.”

Beberapa penelitian berpendapat bahwa AI akan memiliki dampak ekonomi yg signifikan. Seperti dalam penelitian Accenture, mereka memperkirakan bahwa pada tahun 2035 AI dapat menggandakan tingkat pertumbuhan ekonomi global tahunan. Studi oleh McKinsey memperkirakan bahwa GDP dan net impact akan meningkat hingga 26% dan 16% pada tahun 2030 sebagai akibat dari pengembangan AI


Gambar 2. Pengaruh AI terhadap kondisi Perekonomian

Namun demikian, dengan berbagai manfaat yang ditunjukan oleh Artificial Intelligence dan Machine Learning dalam mempermudah kehidupan kita sehari-hari, terdapat beberapa hal yang dapat menimbulkan kekacauan dan bahkan bisa mengancam keamanan dunia.

  • Robot dan AI dapat mengancam dunia kerja. Penggunaan AI dalam kebutuhan suatu perusahaan semakin marak digunakan, hal tersebut dipastikan bakal merubah pasar kerja. Teknologi dianggap akan meningkatkan efisiensi pekerjaan, terutama di negara berkembang, sehingga sekitar dua pertiga pekerjaan akan memanfaatkan otomatisasi.

Diperkirakan akibat otomatisasi akan ada 6 juta pekerjaan yang hilang. Kemampuan yang paling terdampak dari otomatisasi adalah pekerjaan fisik yang terprediksi, seperti buruh pabrik. Setidaknya 78 persen akan digantikan mesin

Gambar 3. Disrupsi Robot dan AI dalam Dunia Kerja

  • Autonomous weapons

Dibalik kebermanfaatannya, senjata otonom juga bisa diretas dan jatuh ke tangan “aktor jahat” bahkan tanpa kita sadari bisa menargetkan warga sipil yang tidak bersalah.  Sehingga, senjata-senjata ini dapat memungkinkan untuk dilakukannya proliferasi dan pembunuhan massal atau sebagai alternatif, mereka bisa menjadi senjata penindasan yang memungkinkan para diktator dan panglima perang menundukkan rakyat mereka.

Gambar 4. Proyeksi Pasar dengan adanya Perkembangan Senjata Otonom

Proyeksi Market Senjata Otonom 2018-2028. Meskipun trend dari Market tergolong meningkat tiap tahun, hal ini tetap tak bisa dipungkiri bahwasanya sudut pandang masyarakat dengan adanya pengembangan Senjata Otonom ini akan memiliki dampak negatif ke masyarakat sekitar, terlebih lagi karena adanya kode etik dan belum adanya regulasi terkait pengembangan senjata Otonom yang bisa disalahgunakan terutama dalam bidang ke-militer-an

  • Deepfakes (Facial Recognition). 

Teknologi ini merupakan suatu teknologi untuk memetakan fitur wajah seseorang secara matematis dan menyimpan datanya sebagai faceprint. Salah satu teknologi ini berguna untuk memverifikasi identitas seseorang berdasarkan kontur wajahnya.

Gambar 5. Cara Kerja Deep Fake

Gambar 6. Implementasi Deep Face Recognition yang tidak sesuai norma yg berlaku/tidak etis.

Sebagai Contoh penggunaan Deepfake telah melanggar norma yang berlaku, yaitu menggunakan wajah salah seorang dalam hal ini aktris Scarlett Johansson sebagai pameran dalam Video Porno. Sehingga, diperlukan aturan atau regulasi khusus terkait adanya pengembangan teknologi ini.

  • Maraknya kecelakaan yang disebabkan karena adanya Autonomous Cars (Self Driving Cars)

Gambar 7. Permasalahan dengan adanya Self Driving Car

Dengan kondisi seperti itu, kepercayaan masyarakat pun akan adanya teknologi self driving car kian menurun. Mereka cenderung tidak merasakan kenyamanan jika teknologi ini diterapkan kedepannya.

Ketidakselarasan Pemikiran AI dengan Manusia

Kecerdasan buatan atau AI semakin hari akan semakin terus berkembang, dan akan selalu berevolusi dengan inovasi-inovasi terbaru yang bertujuan untuk membantu meringankan atau mengerjakan pekerjaan manusia. Kecerdasan buatan atau AI memiliki kelebihan yang bersifat permanen. Selama sistem programnya tidak berubah, AI atau kecerdasan buatan akan selalu bersifat permanen dan tidak akan berubah. AI juga mudah untuk diduplikat, mentransfer ilmu pengetahuan dari manusia satu ke manusia lainnya membutuhkan proses yang lama dan suatu keahlian tidak akan dapat diduplikasi secara menyeluruh. Dalam kata lain, pengetahuan AI terletak pada suatu sistem komputer yang sudah terprogram, dan pengetahuan tersebut dapat disalin dan dipindahkan dengan mudah ke komputer yang lain. Biaya yang akan dikeluarkan untuk AI juga akan lebih murah (Operating Cost). Menyediakan layanan komputer juga akan lebih mudah dan efisien dibandingkan mendatangkan seseorang untuk melakukan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama. AI juga bersifat konsisten karena kecerdasan buatan merupakan bagian dari teknologi komputer. Keputusan yang dibuat oleh komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap aktifitas dari sistem tersebut. Kecerdasan buatan dapat melakukan kerja lebih cepat karena kecerdasan buatan diprogram untuk melakukan suatu kegiatan yang sudah ditentukan sebelumnya.

Tingkat keingintahuan manusia sangat tinggi, oleh karena itu kecerdasan alami memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan terus menerus. Sedangkan pada kecerdasan buatan untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun. Kecerdasan alami juga melakukan suatu pekerjaan berdasarkan pengalaman. Pemikiran  manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas. Terlepas dari tingkat efisien yang dihasilkan dari AI, dapat dibuktikan bahwa dengan kecerdasan buatan, segala sesuatu diprogram untuk melakukan suatu pekerjaan tidak peduli apakah pekerjaan tersebut baik atau buruk. Sedangkan, ketika kita berbicara kecerdasan alami(manusia), mereka cenderung berfikir terlebih dahulu apakah sesuatu yg akan ia lakukan memiliki dampak negatif atau tidak dalam hal etika. Karena ketika kita berbicara etika, kecerdasan buatan tidak memiliki attitude atau etika dalam bertindak, ia hanya melakukan suatu program yg telah diprogramkan oleh user berbeda dengan kecerdasan manusia yang masih memiliki attitude dan etika yg baik dalam merespon suatu hal.

Bagaimana Solusi untuk mengatasi dampak negatif AI?

Artificial Intelligence baik untuk dimanfaatkan jika dikelola dengan baik. Perusahaan yang memanfaatkan AI dituntut perlu melakukan Inovasi bisnis model dalam hal operation and value creation. Hasil wawancara dengan 3000 eksekutif bisnis mengungkapkan bahwa 84% berfikir bahwa inovasi dalam bisnis model akan meningkatkan efektivitas implementasi teknologi AI sehingga mereka dapat mempertahankan bisnis dan mendapatkan keunggulan yang kompetitif. Dalam hal ini, terdapat 5 strategy yang bisa dilakukan yaitu:

1. Execute Pilot project to gain momentum

Diperlukan adanya pilot project dalam implementasi AI, dalam hal ini menitikberatkan pada sebuah organisasi khususnya karyawan yang diharuskan untuk terbiasa dalam penggunaan teknologi AI. karena pada dasarnya banyak sekali perusahaan yang menganggap bahwa mereka telah gagal dalam mencapai tujuan teknis perusahaan mereka. sehingga, perusahaan harus berfokus pada proyek-proyek kecil atau pilot project yang layak secara teknis mudah dicapai. oleh karena itu, dalam merancang sautu tim untuk proyek tersebut, para pakar AI harus berbaur dengan para user seperti Manager SDM, pakar pemasaran atau media sosial untuk mendapatkan berbagai macam pengetahuan dari berbagai sudut pandang tentang masalah yang sedang ditangani.

2. Build an In-House AI Team

Andrew Ng merekomendasikan untuk dapat membangun tim AI secara In-house agar dapat meng-efesiensikan proyek tersebut. banyak dari berbagai macam perusahaan atau startups yang sering kali tidak mampu mempekerjakan sejumlah besar para peneliti dan ilmuwan AI, sehingga diperlukan pertimbangan dari strategi-strategi yang alternatif. seperti halnya outsource AI ke perusahaan lain atau membentuk usaha dengan perusahaan AI agar mendapat keahlian yang diperlukan. 

3. Provide Broad AI Training

sebagian besar Perusahaan tidak memiliki cukup para peneliti dan para pakar yang ahli dalam AI, dan perusahaan merasa kesulitan untuk melakukan proyek yang memiliki ketergantungan terhadap ilmu AI. oleh karena itu, Andrew Ng menyarankan untuk dapat melakukan sebuah training atau pelatihan khusus ke SDM atau stakeholder yang terkait dalam upaya pemanfaatan teknologi digital untuk menyongsong penggunaan AI di suatu Perusahaan. umumnya, konten digital suatu hal yang mudah dan relatif terjangkau sehingga memungkinkan untuk mendapatkan pengalaman yg lebih personal dan dapat diterapkan di Perusahaan kecil dan menengah. konten-konten tersebut bertujuan untuk pendidikan yang artinya penggunaan AI dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi saat ini dan mendorong inovasi model bisnis AI yang berkelanjutan.

4. Develop an AI strategy

salah satu kunci dari strategi AI adalah untuk menciptakan siklus AI yang seharusnya memiliki value berlebih seperti gambar di bawah ini. Misalnya Google yang memiliki data yang sangat besar sehingga mereka membangun search engine yang akurat sebagai produk AI nya. Produk ini memungkinkan Google untuk mendapatkan lebih banyak pengguna yang kemudia akan membuat lebih banyak data yg masuk ke Google. salah satu faktor kunci kesuksesasn dalam pengembangan AI adalah memiliki kualitas data yang baik dan memadai. Banyak Perusahaan yang terlalu sering mencoba untuk emngarahkan AI tanpa data yang tepat, seperti halnya membangun istana di atas pasir isap. mengakuisisi dan infrastruktur data sangatlah penting dalam mengubah model bisnis. Pendekatan seperti metode lean start-up memungkinkan untuk mendorong Prusahaan agar mengembangkan Produk yang layak minimum yang mereka dapatkan dari pelanggan, mengumpulkan data untuk menguji desan dan fitur mana yang paling layak untuk dilakukan pengembangan.


 Gambar 8. Siklus dalam pengembangan AI

5. Develop Internal and External Communications

Mengembangkan komunikasi internal maupun eksternal yang baik pada para stakeholder agar mengetahui tentang bagaimana AI dapat mengubah model bisnis dan konsekuensi yang akan ditimbulkan dengan adanya perkembangan teknologi ini. melindungi privasi data pelanggan dan karyawan merupakan suatu hal yang challenging dalam sebuah Perusahaan dan memastikan bahwa tindakan dan keputusan mereka dalam mematuhi hukum, peraturan, dan etika dalam bertindak merupakan suatu tantangan yang besar dalam lingkup ini. inovasi model bisnis yang dikembangkan melalui penggunaan AI akan meningkatkan moral value bagi para pemegang saham. sehingga, memberikan peluang untuk meningkatkan nilai bagi pelanggan. Inovasi sering kali muncul dari komunikasi dengan Customer untuk menyampaikan idenya dan memberikan masukan atas hal-hal apa saja yang tidak mereka sukai. sehingga, dengan adanya komunikasi dua arah ini lah yang dapat mengarah apda inovasi bisnis model yang efektif dan tepat sasaran karena bahwasanya teknologi AI merupakan hal yang dinamis dan cepat sekali mengalami perubahan. sehingga, Perusahaan perlu untuk menginformasikan dan mendidik semua stakeholder tentang bagaimana cara menggunakan AI yang sesuai aturan norma yang berlaku.

Gambar 9. Perkembangan Bisnis Model dengan AI

Selain itu, peran Pemerintah sebagai regulator di setiap negara, sangat penting dalam mengontrol proses perkembangan Artificial Intelligence. Pemerintah harus menetapkan sistem dan prosedur dalam pengembangan AI. Selain itu perlu penegakan hukum bagi pengembang AI yang menyalahgunakan AI untuk hal-hal yang melanggar standard hukum dan etik yang berlaku disetiap negara. Seperti dalam hal aplikasi deepfakes yang dipakai untuk memodifikasi wajah bintang porno dengna wajah orang lain. Pemerintah seharus nya dapat bertindak tegas untuk menindak pengembang aplikasi tersebut dan mencegah peredaran software nya.


Like it? Share with your friends!

2
2 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
KurniantoJoy

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format