Komersialisasi Kloning Manusia, Kontroversi Melawan Kehendak Tuhan?

Kloning menjadi perdebataan hingga saat ini. Di satu sisi menandakan keberhasilan tertinggi bagi ilmu pengetahuan manusia, namun di sisi lain banyak yang kontra.


0

Komersialisasi Kloning Manusia, Kontroversi Melawan Kehendak Tuhan?

Pada 22 Februari 1997, sebuah tim ilmuwan asal Inggris yang dipimpin Ian Wilmut di Institut Roslin dekat Edinburgh, Skotlandia mengumumkan keberadaan seekor domba betina yang diberi nama Dolly. Dolly menjadi istimewa karena dia merupakan mamalia pertama yang sepenuhnya merupakan hasil kloning. Keberhasilan ini merupakan pencapaian tertinggi pada saat itu dalam bidang ilmu pengetahuan. Kesuksesan Dolly kemudian membuat proses kloning terhadap mamalia besar lain seperti babi, rusa, kuda, dan kerbau dilakukan. Namun, upaya mengkloning seekor domba gunung tidak menghasilkan embrio yang layak, tetapi mengkloning seekor banteng memberikan hasil yang lebih baik.

Keberhasilan ini memunculkan pertanyaan pada kita, apakah teknologi ini dapat diterapkan pada manusia? Tuhan telah menciptakan makhluk hidup sesuai kehendaknya, ada yang lahir dengan tubuh yang sempurna dan ada pula yang lahir cacat. Dilatarbelakangi hal tersebut, dengan teknologi kloning maka manusia dapat menciptakan manusia lainnya dengan lebih sempurna. Hal ini menimbulkan kontroversi bila dilihat dari sisi etika karena teknologi kloning ini berpotensi mengubah tatanan hidup dan kodrat kita sebagai ciptaan Tuhan. Atas dasar tersebut tulisan ini akan membahas secara singkat tentang kontroversi teknologi kloning manusia dilihat dari perpektif etika.

Apakah itu Kloning?

Mengutip sumber dari Ruangguru.co.id, kloning merupakan suatu kegiatan dalam mengusahakan memproduksi atau menggandakan dari sejumlah individu, sehingga untuk hasilnya dilihat secara genetik sama persis (identik) berasal dari induk yang sama, memiliki susunan (jumlah dan gen) yang sama. Sedangkan Klon dapat diartikan sejumlah organisme hewan atau berupa tumbuhan yang terbentuk dari lewat hasil reproduksi aseksual yang mana berasal dari satu induk yang sama.

Jenis-jenis Kloning: 

  • Kloning DNA rekombinan. Kloning jenis ini berupa pemindahan sebagian rantai DNA yang dibutuhkan dari suatu organisme di salah satu element replikasi genetik, contohnya pemasukan DNA pada plasmid bakteri dalam mengklon satu gen. 
  • Kloning Reproduktif.Teknologi yang digunakan untuk menghasilkan hewan yang sama. Misalnya Dolly. 
  • Kloning Terapeutik. Adalah suatu digunakan untuk menghasilkan/memproduksi embrio manusia bertujuan sebagai bahan penelitian. tujuan utama dari proses ini bukan sebagai penciptaan manusia yang baru, akan tetapi untuk mendapatkan sel batanga yang nantinya bisa digunakan sebagai bahan pelajaran mengenai perkembangan manusia dan penyembuhan penyakit.

Kloning Manusia adalah sebuah embrio yang dihasilkan dari manipulasi bahan reproduksi manusia atau in vitro embryo, terdiri dari satu set kromosom diploid yang diperoleh dari sel manusia, foetus atau embrio (Pattinson dan Caulfield, 2004).

Manfaat Teknologi Kloning

Dibalik kontroversi dalam pengaplikasian teknologi kloning, ternyata terdapat beberapa kemungkinan manfaat yang bisa didapat seperti:

  • Menciptakan makhluk hidup sesuai yang diinginkan/unggul.Kloning dalam upaya mengembangkan dan memperbanyak bibit unggul sering kita lihat pada hewan ternak dan juga upaya menghasilkan susu yang mengandung nutrisi ekstra. Contoh hewan ternak yang dilakukan kloning ialah sapi. Dimana diambil nukleus sel sapi bibit unggul kemudian disuntikkan ke dalam nukleus zigot sapi yang dikehendaki. Akhirnya didapatkan klon dengan gen tambahan yang lebih unggul seperti yang diharapkan.
  • Tujuan diagnostik dan terapi. Kloning dapat berkontribusi untuk pengobatan suatu penyakit. Contohnya, pasangan suami istri yang diduga thalasemia mayor tidak dianjurkan punya anak karena ditakutkan gen tersebut akan diwariskan pada keturunannya. Sehingga, dengan adanya kloning pasangan dianjurkan melakukan terapi gen dengan dibuatkan klon pada tingkat blastomer. Apabila salah satu blastomer tersebut mengandung gen thalasemia mayor, maka dianjurkan untuk terapi gen tingkat blastomer selalu dikembangkan menjadi blastosit. Begitu seterusnya, sehingga dapat dihasilkan gen yang bebas dari thalasemia.
  • Mengatasi infertilitas. Kloning yang dilakukan pada manusia dapat menolong pasangan infertil. Namun, pasangan infertil yang dimaksud bukanlah pasangan yang tidak dapat memproduksi sel telur ataupun menghasilkan sperma. Melainkan, salah satu pasangan harus ada yang mampu menghasilkan sel reproduksi. Sehingga proses kloning ini dapat dilakukan dengan sejumlah sel somatik dari manapun diambil, yang akhirnya dapat menghasilkan keturunan yang mengandung gen dari suami atau istri pasangan bersangkutan.
  • Dapat digunakan untuk tujuan menggandakan hewan dan tumbuhan, menyelamatkan hewan yang telah punah dan atau akan punah. 
  • Di bidang kedokteran kloning bermanfaat untuk memproduksi kembali organ yang sudah tidak berfungsi dengan baik, misalnya jantung dan hati. 
  • Bidang ekonomi. Keberhasilan suatu kloning yang dilakukan, akan menyumbangkan devisa dalam meningkatkan perekonomian suatu negara.
  • Kloning manusia dapat membantu mengontrol populasi ketika terjadi kekurangan suatu gender setelah bencana alam.
  • Dalam hal kloning manusia benar-benar dilakukan maka hal tersebut merupakan suatu pencapaian tertinggi dalam ilmu pengetahuan. 

Potensi Masalah yang Timbul

Namun ternyata ada beberapa hal yang harus kita perhatikan akan adanya potensi masalah yang timbul dari kloning manusia, seperti sebagai berikut: 

  1. Melawan kodrat alam/ Tuhan. Mengutip penelitian oleh Fathurrohman (2018) dari sudut agama, penerapan kloning tidak disinggung secara eksplisit dan spesifik, hanya di antara para mujtahid tidak mempersoalkan kloning terhadap hewan. Tetapi menurut mereka apabila diterapkan pada manusia akan menimbulkan masalah, misalnya dalam proses kloning tanpa membutuhkan sperma laki-laki/suami, tanpa melalui perkawinan, masalah wali nikah dan lain-lain. Oleh karena itu, ada sebagian ahli hukum Islam yang memberi fatwa hukumnya haram, dan sebagian para ahli belum menyampaikan fatwanya, mungkin masih menunggu bagaimana kelanjutan proses kloning terhadap manusia dimasa yang akan datang.
  2. Rawan digunakan oleh sebagian orang untuk mencapai kepentingan sendiri/kelompok, kekuasaan, diktatorisme dan penjajahan. 
  3. Memungkinkan pasangan LGBT untuk mempunyai keturunan. Apabila dilakukan di Indonesia khususnya akan melanggar UU Perkawinan dan UU Kesehatan. 
  4. Manusia dijadikan komoditas yang melanggar UU No. 39 Tahun 1911 tentang Hak Asasi Manusia.
  5. Tidak menjamin bahwa hasil kloning manusia akan sesuai tujuan semula, misalnya hasil cacat, rentan penyakit seperti kanker dan sebagainya. 
  6. Belum terdapat data kloning terhadap manusia karena melanggar bioetika. Adapun kloning yang saat ini telah dilakukan terhadap hewan antara lain domba bernama Dolly, tikus, babi, kancil, serigala abu-abu dan monyet.  

Bioetika merupakan salah satu penelitian yang menganalisis tantangan yang akan timbul dari penggunaan inovasi dan teknologi pada biosains dan biomedis serta mengatur mana hal yang boleh dan dilarang. Dalam kasus kloning, bioetika dinilai menyangkut aspek religi, sosial dan etika. 

Solusi untuk Mengatasi Potensi Ketidaketisan Teknologi Kloning Manusia

Solusi untuk mengatasi potensi ketidaketisan dari teknologi kloning manusia adalah melakukan sosialisasi, penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD) ataupun Talk Show secara berkala dan berkelanjutan terkait teknologi kloning manusia bahwa teknologi terkait dapat memberikan beberapa manfaat, seperti solusi untuk pasangan penyandang infertilitas, transplantasi organ tubuh manusia, genetic research, menghasilkan makhluk hidup sesuai dengan keinginan, mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup manusia (sciencing.com). Sosialisasi ataupun penyuluhan tersebut dapat dilakukan oleh pihak peneliti, regulator, pemuka agama dan pihak-pihak lain yang terkait agar menyesuaikan persepsi mengenai batasan-batasan teknologi kloning manusia yang dapat diperbolehkan dan yang tidak selama tetap digunakan untuk kebaikan kehidupan manusia.

Masalah Etika adalah permasalahan dan situasi yang bisa dikenali atau kesempatan yang mengharuskan seseorang untuk memilih diantara beberapa tindakan yang termasuk kategori benar atau salah, etis atau tidak etis (terjemahan bebas dari buku Business Foundations penulis O.C.Ferrell dan Linda Ferrell).

Terkait teknologi kloning manusia yang kami angkat, jika kita lihat dari kacamata sains tentu hal yang tidak salah, akan tetapi bila teknologi ini dikembangkan akan sangat menodai sisi kemanusian. Manusia pada kodratnya tercipta dari pertemuan sperma dengan sel telur, hukum ini tentu tidak berlaku pada teknologi kloning manusia. Demikian juga dari sudut pandang sosiologi, teknologi kloning manusia akan merusak tatanan sosiologis yang sudah ada, ikatan-ikatan dalam bentuk keluarga, persukuan dll akan rusak oleh teknologi ini.

Dalam menyelesaikan permasalahan etika dalam bisnis, kami menggunakan konsep dari O.C Ferrell, Geoffrey A. Hirt, dan linda Ferrell dalam buku Business Foundations bahwa ada tiga faktor yang mempengaruhi sisi etika dalam bisnis yaitu : 

  • Standar dan nilai individu
  • Pengaruh manajer dan rekan kerja
  • Kesempatan untuk melakukan pelanggaran etika. 

Dalam bisnis setiap karyawan harus punya nilai yang sama, bagaimana mereka melihat sesuatu itu benar atau salah, etis atau tidak etis. Terkait teknologi kloning manusia, setiap individu dalam perusahaan harus mempunyai pemahaman yang sama bahwa teknologi ini tidak etis untuk dikembangkan lebih lanjut dengan beberapa pertimbangan baik dari sisi agama, kesehatan maupun sosial. Demikian juga di level manajer harus bisa memberikan contoh, karena apa yang dilakukan dan disampaikan oleh pimpinan tentu akan dicontoh dan diikutioleh anak buah atau karyawannya. Di dalam perusahaan harus tercipta suasana dimana setiap individu harus berlaku sesuai dengan kode etik dan aturan yang telah ditetapkan, harus ada suatu sistem yang terdiri dari tata nilai yang jika dilanggar akan memberikan konsekuensi tertentu.

Bagaimana Best Practices terhadap Teknologi Kloning Manusia saat Ini?

Merujuk pada artikel yang ditulis oleh Adele Langlois (2017), sisi legal human cloning masih berada pada sisi perdebatan. Banyak negara telah melarang kloning therapeutic serta reproduktif. Pada sebagian besar kasus, kebijakan hukumnya lebih merujuk pada somatic cell nuclear transfer dibandingkan kloning, sehingga hukum yang berlaku tidak meng-cover teknologi terbaru (Lo et al., 2010). Negara-negara telah mulai menyusun formula regulasi maupun kebijakan nasional terkait kloning manusia, namun hingga sekarang masih belum ada panduan yang jelas pada tingkat internasional. 

Faktanya adalah kloning manusia secara utuh terlarang berdasarkan EU Charter of Fundamental Rights IP/03/22.

Dalam 6th Framework Programme for Research of the European Union (6th FPRD 2003-2006), Komisi terkait tidak akan membiayai:

–     Segala kegiatan penilitian yang bertujuan pada kloning reproduktif manusia

–     Segala kegiatan penelitian yang bertujuan membuat perubahan tetap genetis manusia

–     Segala kegiatan penelitian bertujuan untuk menciptakan embrio manusia

Daftar Referensi:

http://www.blueskybioservices.com/2020/02/04/daftar-hewan-yang-berhasil-dikloning-oleh-ilmuwan/

https://ec.europa.eu/commission/presscorner/detail/en/IP_03_22

https://ruangguru.co.id

https://sciencing.com/pros-cons-cloning-5453902.html

Adele Langlois, 2017. The Global Governance of Human Cloning: The Case of UNESCO. Palgrave Communications.

H. Tata Faturrohman, 2000. Kloning menurut Pandangan Islam. Jurnal Unisba.

Lo B. et al, 2010. Cloning mice and men: Prohibiting the use of iPS cells for human reproductive cloning. Cell Stem Cell; 6 (1): 16–20.

Shaun D. Pattinson dan Timothy Caulfield, 2004. Variations and Voids: the Regulation of Human Cloning Around the World. BMC Medical Ethics Volume 5, Article Number: 9.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
disconinjas

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format