Microchip Implant:

Teknologi Masa Depan Untuk Mendeteksi Kesetiaan Pasangan?


0

Ilmu pengetahuan dan teknologi telah berkembang dengan sangat pesat. Kehadiran teknologi menawarkan berbagai kemudahan dalam beraktivitas. Salah satu teknologi yang memudahkan pekerjaan manusia adalah sistem pemosisi global ( Global Positioning System) atau lebih dikenal dengan GPS.

GPS  merupakan sistem untuk mengetahui dan menentukan letak di permukaan bumi dengan penyelarasan sinyal satelit. Sistem ini terdapat dalam GPS Tracker, yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan manusia dan kendaraan.

Selain GPS, Microchip merupakan salah satu teknologi yang tak kalah menariknya. Dasar dari teknologi Microchip sebenarnya adalah pengembangan diode germanium dan transistor, dua komponen ini lah yang mendasari terbentuknya Microchip sebagai komponen yang memiliki kinerja kompleks dengan berisi tidak hanya hardware tetapi juga berisi program atau firmware.

Microchip Implant adalah alat yang dapat ditanamkan ke dalam tubuh manusia atau hewan. Ukuran microchip ini sangat kecil, oleh karena itu mereka dapat dengan mudah ditanamkan tanpa perlu operasi yang rumit. Microchip Implant dapat digunakan untuk melacak atau merekam detail medis individu, keamanan dan informasi penting lainnya

Microchip sering dipasang dalam tubuh hewan, contohnya ikan arwana. Dimana Microchip ini berisi kode tertentu, dari kode tersebut diketahui identitas dari ikan arwana tersebut. Microchip yang ditanam memiliki ukuran sebesar biji beras yang dipasang sejak ikan masih kecil. Karena ukuran Microchip kecil, maka Microchip tidak mengganggu gerak dan penampilan dari ikan arwana tersebut. Namun, microchip tidak hanya dipasangkan pada benda atau hewan, implan ke dalam tubuh manusia saat ini sudah terdengar kabarnya.

Dilansir dari www.liputan6.com Swedia menjadi salah satu negara yang memulai microchip implan pada warganya. Meski uji coba sudah dilangsungkan sejak dua tahun terakhir, negara ini akhirnya memutuskan untuk melakukan implan langsung kepada warganya dalam skala cukup besar.

Tercatat, seperti dilansir NPR pada awal tahun 2019 sudah ada 3.000 warga Swedia yang bersedia untuk ditanampkan microchip implan. Dengan microchip di dalam tubuh, mereka tidak perlu lagi repot membawa bermacam kartu akses karena semua informasi dan data akun mereka sudah terekam dalam microchip tersebut.

“Menyenangkan mencoba hal baru dan melihat bagaimana penggunaannya untuk memudahkan hidup di masa depan,” ucap Ulrika Celsing, salah satu warga Swedia yang mengimplan microchip.

Wanita berusia 28 tahun itu menambahkan, sekarang ia tak perlu lagi membawa kartu gym dan bisa memakai microchip untuk keperluan booking tiket kereta.

Di Swedia, microchip untuk manusia pertama kali dipakai pada 2015. Sekarang, tangan seseorang yang ditanam microchip bisa dipindai untuk mengurus booking tiket kereta secara online yang didaftarkan lewat chip.

Microchip juga dapat digunakan untuk melacak atau merekam detail medis individu, keamanan dan informasi penting lainnya. Microchip Implants ini juga dikenal sebagai chip ID atau chip ID injeksi.

Terbuat dari apa?

Microchip adalah chip kecil (pemancar-komputer) yang memiliki selubung polietilen khusus yang membungkusnya, yang membuat kulit dan jaringan subkutan menempel padanya, menyebabkan selubung jaringan di sekitar chip dan mencegah chip dari bermigrasi. Tidak mengandung bahan kimia atau baterai. Chip tidak aktif sampai diaktifkan oleh energi frekuensi radio kecil dari pemindai eksklusif. Chip tidak pernah habis dan memiliki harapan hidup 20 tahun.

Bagaimana chip ditanamkan?

Chip ini cukup kecil untuk muat di dalam pengantar “jarum intravena” khusus. Dimasukkan menggunakan inserter tipe jarum suntik, yang dilengkapi dengan chip yang telah dipasang sebelumnya dan steril. Ini disuntikkan seperti injeksi biasa ke daerah di bawah kulit di bagian berdaging dari aspek dalam lengan atas. Sedikit menyengat dirasakan oleh penerima selama penyisipan. Tidak diperlukan agen anestesi. Hanya perlu beberapa detik untuk menanamkan (menyisipkan).

Potensi Masalah Penggunaan Microchip Implant

Para peneliti telah memeriksa microchip implant pada manusia di bidang medis, penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi manfaat dan risiko dalam memasukkan perangkat chip di bidang medis. Sebagai contoh, hal ini dapat bermanfaat bagi pasien yang tidak patuh akan rekam medisnya tetapi terdapat risiko besar untuk potensi penyalahgunaan perangkat tersebut. 

1. Risiko Kanker

Mengutip studi hewan dan toksikologi yang dilakukan dari tahun 1996 hingga 2006, sebagai bahan percobaan yakni tikus dan anjing yang diinjeksi dengan microchip mengalami pengembangan tumor kanker pada bagian yang disuntik Hal ini diindikasi sebagai eviden dari risiko implan pada manusia. Pada tahun 2007 terdapat report yang menyatakan bahwa perangkat serupa menyebabkan cancer pada hewan laboratorium yang berdampak buruk pada penjualan perangkat dan saham perusahaan tersebut. The VeriChip Corporation yang melakukan percobaan implant identification microchips pada pasien diabetes dan alzheimer pada tahun 2007 pun dihentikan karena risiko kanker.

2. Risiko Pelanggaran Privasi dan Keamanan

Terdapat risiko pelanggaran privasi dimana seseorang yang memiliki microchip implan ditubuhnya tidak memiliki kendali privasi, karena mereka tidak dapat melepaskan implan tersebut atas kemauan sendiri. Dalam self-reported yang diterbitkan oleh advokat anti-RFID, Katherine Albrecht menyatakan bahwa RFID merupakan spy chip”. The Council on Ethical and Judicial Affairs (CEJA) of the American Medical Association juga mempublikasikan report pada tahun 2007 yang menduga bahwa chip yang ditanamkan dengan RFID dapat mengganggu privasi karena tidak ada jaminan bahwa informasi yang terkandung dalam chip dapat dilindungi dengan baik. Pendukung perlindungan privasi juga menyuarakan concern mereka terkait penyalahgunaan chip. Apabila microchip ini diadopsi oleh pemerintah sebagai program identifikasi warga sipil maka akan menyebabkan pelanggaran human freedom, serta potensi pencurian data/identitas oleh hackers.

Sebagai berikut adalah data breaches yang terjadi selama beberapa tahun belakangan dan kebanyakan kasus dengan motode hacking.

Berdasarkan records diatas data breaches yang tejadi cukup banyak, hal ini dapat diperspektifkan apabila microchip implant diimplementasikan maka probabilitas cybercrime yang terjadi akan lebih tinggi karena manusia yang ditanamkan microchip tidak memiliki kendali privasi dan belum adanya jaminan bahwa informasi dalam chip tersebut dilindungi.

Solusi atas Permasalahan

Michrochip implant memiliki potensi risiko seperti yang telah dijelaskan di atas, sebenarnya untuk risiko kesehatan, belum pernah diujikan kepada manusia. Percobaan yang dilakukan selama ini kepada hewan, dan hal tersebut menimbulkan penyakit kanker. Hal yang perlu dilakukan adalah melakukan riset lebih lanjut agar apabila michrochip implant ini memang diterapkan pada manusia, terlebih dahulu bebas dari risiko memunculkan penyakit kanker. Setelah riset dan dirasa sudah sangat aman bagi manusia, barulah microchip implant ini dapat diterapkan.

Permasalahan privacy dan keamanan adalah dua hal berbeda yang tidak boleh dianggap kecil. Risiko tersebut akan sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna microchip. Regulasi dari pemerintah mengenai batasan batasan sampai sejauh mana perusahaan pengelola data yang terdapat pada microchip harus diatur secara tegas dengan sanksi yang tegas. Dalam Bisnis hal ini dikatakan sebagai keep company secret yaitu data-data penting dalam suatu perusahaan tidak boleh sampai bocor, apalagi sampai disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal kerahasiaan data sebenarnya diatur dalam etik bisnis perusahaan yang bisa ditingkatkan dengan adanya whistle blowing, yaitu adanya pihak yang akan melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila terjadi ketidak-etisan dalam proses bisnis, whistle blower sendiri dijamin keselamatannya.

CSR Perusahaan Pengelola Microchip Implant

Perusahaan yang menjual dan memberi layanan terkait microchip implant bisa melakukan tahap dalam tanggung jawab sosial perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan stakeholders. Ketika berbicara tentang CSR kita cenderung akan memikirkan tentang suatu hal yang besar dan mengeluarkan biaya mahal. Pada dasarnya, dengan melakukan hal kecil yang memberi manfaat seperti memberi petunjuk pemakaian dan cara merawat microchip implant sudah dapat dikatakan hal tersebut adalah CSR. Selanjutnya memberikan after sales service, memberi rasa nyaman dan aman pada pelanggan yang telah percaya menggunakan microchip tersebut. Hal tersebut melindungi hak dan investasi yang telah dilakukan pelanggan.

Best Practice

1. Social Responsibility

Dewasa ini, terjadi pergeseran paradigma bisnis dari yang sebelumnya berorientasi pada laba kemudian menjadi berorientasi pada bisnis yang bertanggung jawab. Kinerja bisnis sebuah perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari kinerja manajemen saja tetapi  juga berkaitan dengan komitmen moral, pelayanan, jaminan kualitas, dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat atas produk atau jasa yang ditawarkan. Etika bisnis dan social responsibility yang terus dipelihara dan dikembangkan akan meningkatkan profit dan membangun reputasi perusahaan di masyarakat. Oleh karena itu, dalam rangka memasyarakatkan produk dengan teknologi baru diperlukan pendekatan etika bisnis dan social responsibility seperti yang dilakukan oleh VivoKey Technologies.


VivoKey menyediakan platform untuk identitas digital, otentikasi, dan aplikasi pembayaran kriptografi yang diamankan dengan perangkat NFC implan di bawah kulit. Dalam memasarkan produknya, Vivokey menerapkan beberapa konsep bisnis diantaranya:

1. Memberikan informasi yang lengkap mengenai produk

Pada halaman website resmi distributor produk VivoKey, https://dangerousthings.com/, dijelaskan deskripsi produk secara lengkap mulai dari tipe, spesifikasi, peringatan, isi kit, hal-hal penting yang harus diketahui, dan juga lokasi pemasangan produk yang tersebar di beberapa negara di dunia. Di halaman tersebut juga diiklankan secara jujur bahwa produk yang ditawarkan telah menjalani beberapa pemeriksaan kualitas selama pembuatan, dan telah melalui serangkaian tes dengan berbagai laboratorium swasta namun belum disertifikasi oleh lembaga pemerintah manapun untuk ditanamkan atau digunakan di dalam tubuh manusia sehingga setiap risiko yang terjadi menjadi tanggung jawab pembeli. Pada kotak kit juga dicantumkan informasi bahwa produk dalam keadaan steril dan juga informasi petunjuk penggunaan. Instalasi produk ke bagian tubuh juga diarahkan untuk menggunakan tenaga medis profesional yang direkomendasikan. Penjelasan yang lebih detil mengenai produk juga telah disajikan pada halaman FAQ (Frequently Ask Question). Hal ini memenuhi aspek tanggung jawab kepada pelanggan terutama dari sektor produksi.

2. Memantau Keluhan atau Kesehatan Konsumen

Keluhan konsumen merupakan aset membuat sebuah perusahaan melakukan inovasi terhadap produk yang diciptakan. Keluhan konsumen dapat berupa ketidakpuasan terhadap produk, pelayanan, ataupun sistem yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, misalnya permintaan pin untuk persetujuan akses data. Sebagai perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan, perusahaan akan melakukan beberapa kali pengujian (test process) sebelum produk diserahkan kepada konsumen. Perusahaan juga memberikan garansi jaminan uang kembali selama 30 hari dengan menerapkan kebijakan pengembalian barang (return policy) serta memberikan garansi seumur hidup sebagai bagian dari pelayanan. Seluruh aspek yang dijelaskan merupakan bagian dari social responsibility.

Regulasi Pemerintah untuk Melindungi Hak Pengguna

1. Perlindungan Data Pribadi

Microchip implant merupakan suatu teknologi yang relatif baru dan belum dikembangkan dalam skala yang luas serta belum ada kerangka hukum yang secara jelas mengatur penerapan teknologi tersebut. Akibatnya, timbul kekhawatiran di berbagai kalangan seperti dari Kongres Serikat Buruh Inggris dan badan utama yang mewakili bisnis Inggris, CBI, menyuarakan keprihatinan mengenai praktik menanamkan microchip pada karyawan oleh sebuah perusahaan yang berpotensi menimbulkan penyalahgunaan data pribadi. 

Namun risiko keamanan dari teknologi masa depan ini dapat diantisipasi dengan regulasi pemerintah dan memperkuat lembaga perlindungan konsumen, seperti UE telah memperkenalkan Undang-undang General Data Protection Regulation (GDPR) atau Regulasi Perlindungan Data Umum diharapkan mampu memberikan perlindungan privasi kepada karyawan bersama dengan perjanjian lain yang ada untuk melindungi hak-hak pekerja di tempat kerja maupun hak privasi pengguna lain. Pemberlakuan undang-undang perlindungan data ditujukan untuk memastikan agar perusahaan secara sukarela untuk menyetujui pengumpulan, pemrosesan, dan pemeliharaan data pribadi yang bersifat sensitif sebagaimana mestinya serta membuat batasan-batasan yang jelas dalam mengawasi kinerja karyawan agar potensi dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemantauan seperti kecemasan, ketakutan, dan bahkan stres dapat dieliminasi. 

Undang-undang perlindungan data memastikan bahwa pengusaha dalam organisasi yang memilih microchipping akan secara sukarela menyetujui pengumpulan, pemrosesan, dan pemeliharaan data pribadi yang bersifat sensitif yang diperlukan oleh microchip untuk mencapai fungsi yang diinginkan (Graveling, Winski, & Dixon, 2018).

Implementasi GDPR Eropa dan adanya peraturan tenaga kerja yang lebih kuat diyakini menjadi faktor yang membuat Swedia berani menjadi pengadopsi awal teknologi microchip implant yang sudah dipasang pada 4.000 sukarelawan. Meskipun regulasi tersebut juga membuka kemungkinan untuk dilakukannya pemantauan terselubung seperti dalam hal kasus-kasus luar, regulasi yang dibangun oleh pemerintah tersebut dipercaya tetap menciptakan suasana kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. 

2. Perlindungan Hak Asasi Manusia

Implementasi teknologi implantasi microchip juga berpeluang menimbulkan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang mengganggu kehidupan pribadi seseorang dalam bentuk diskriminasi tidak jelas akibat status sosial ataupun akibat Conflict of Interest.  Oleh karena itu Eropa mengeluarkan peraturan European Convention of Human Rights (ECHR) untuk melindungi hak dan kebebasan seseorang dan keluarganya. Peraturan ini mengarahkan pengusaha untuk memberi tahu karyawan mengenai tindakan-tindakan tertentu yang akan dipantau dan tindakan perusahaan tersebut harus sesuai persyaratan yang sudah diatur dalam regulasi tersebut.

3. Perlindungan dari Upaya Pemaksaan

Seiring dengan perkembangan teknologi memungkinkan sebuah perusahaan akan mewajibkan implantasi microchip pada tubuh karyawannya dengan alasan kemudahan dalam berbagai aspek kemudian karyawan tidak memiliki keleluasaan untuk memasang dan melepaskannya. Oleh karena itu, beberapa negara telah mengantisipasi upaya pemaksaan pada manusia diantaranya:

  1. California mengeluarkan RUU Senat 362 pada tahun 2007, yang membuat tindakan memaksa seseorang untuk implantasi microchip pada tubuhnya adalah tindakan ilegal dan memberikan penilaian hukuman sipil terhadap pelanggar RUU tersebut.

  2. Pada tahun 2008, Oklahoma mengeluarkan 63 OK Stat § 63-1-1430 (SB 47 2008), yang melarang implantasi microchip paksa pada manusia.

  3. Senat Georgia mengesahkan RUU Senat 235 yang melarang tindakan implantasi microchip paksa pada manusia dan itu akan membuat pelanggaran ringan bagi siapa pun yang melakukan termasuk majikan.

  4. House of Delegates Virginia juga mengeluarkan undang-undang yang melarang perusahaan memaksa karyawan mereka untuk ditanamkan dengan microchip.

Referensi:

  1. https://www.liputan6.com/tekno/read/3923487/3000-warga-swedia-implan-microchip-di-tangan

  2. https://www.techopedia.com/definition/15184/microchip-implant

  3. https://cebudailynews.inquirer.net/201037/microchip-in-our-body

  4. https://www.thomasnet.com/insights/the-future-of-microchip-implants-in-humans

  5. https://www.forbes.com/sites/chrisjoannou/2017/11/06/are-microchip-implants-the-future-of-ticketing/#50bb75fe426d

  6. https://en.wikipedia.org/wiki/Microchip_implant_(human)

  7. https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_data_breaches

  8. Clinten, Bill, “Ribuan Warga Swedia Tanam Microchip di Tubuh”, https://tekno.kompas.com/read/2018/10/26/11020037/ribuan-warga-swedia-tanam-microchip-di-tubuh?page=all

  9. Farrahrlst, “Chip Implan pada Manusia”, https://infodigimarket.com/chip-implan-pada-manusia/

  10. Firfiray, Shainaz, “Microchip implants are threatening workers’ rights”, http://theconversation.com/microchip-implants-are-threatening-workers-rights-107221

  11. Schwartz, Oscar , “The rise of microchipping: are we ready for technology to get under the skin?”, https://www.theguardian.com/technology/2019/nov/08/the-rise-of-microchipping-are-we-ready-for-technology-to-get-under-the-skin

  12. “Microchip implant (human)”, https://en.wikipedia.org/wiki/Microchip_implant_(human)

  13. https://dangerousthings.com/product/vivokey-spark/

  14. Ferrell, O.C, Hirt, G. dan Ferrel, L. (2020). Business: A Changing World. 12th Edition, McGraw-Hill, New York.(FHF)

Penulis:

Niluh Ayu Novy Sajjana Wedhana 

Bangkit Pratama

Diori Novade

Rifki Adrianda

 

 

 






Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format