NOVEL CORONA VIRUS DAN DAMPAKNYA TERHADAP NIKE

Mewabahnya kasus corona di China berdampak pada produksi Nike dimana China merupakan salah satu kunci dari strategi global Nike.


1
1 point

Siapa yang tidak kenal dengan Nike, perusahaan perlengkapan olahraga terbesar di dunia. Sepatu, pakaian, dan alat olahraga adalah contoh produk yang dijual oleh perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat ini. Hampir seluruh olahragawan terkenal di dunia disponsori oleh Nike. Oleh karena itu, tak heran jika semua masyarakat di dunia mengenal Nike. Didirikan tahun 1964 oleh Philip Knight dan Bill Bowerman, pasar Nike mulai merambah ke Asia tepatnya pada tahun 1972 Nike mulai produksi di Korea Selatan dan Taiwan. Berkat minat pasar yang meluas tahun 1980 Nike mulai mencoba membuat produksi di China dengan bermitra dengan perusahaan milik Negara. 

Mewabahnya kasus corona di China berdampak pada produksi Nike dimana China merupakan salah satu kunci dari strategi global Nike. Hampir 18% dari penjualan Nike pada kuartal terakhir 2019 berasal dari wilayah China. Adanya musibah ini membuat Nike menutup setengah dari jumlah toko mereka di China. CEO Nike, John Donahoe, menyebutkan bahwa mereka mengambil langkah tersebut karena memprioritaskan kesehatan dan keamanan tim dan partner mereka di China.

Banyak perusahaan yang kemudian bergabung dengan daftar merek global untuk membatasi operasi di China, meskipun mereka bergantung pada Negara itu untuk pertumbuhan pendapatan. Mengutip CNN, Kamis (6/2/2020) brand-brand terkenal seperti Nike, Adidas, Versace dan Michael Kors mulai panik. Perusahaan-perusahaan itu juga mengumumkan kepada investor pekan ini, mengenai dampak virus Corona jangka panjang yang mampu membuat pendapatan anjlok jika terus menyebar.

Sebaran Bisnis Nike

Perlu diketahui, Nike melakukan ekspansi bisnisnya secara global dengan melakukan kerjasama dengan mekanisme Joint Venture di seluruh dunia, jaringan bisnis Nike berada di North America, Europe, Middle East & Africa (EMEA), Greater China, Asia Pacific & Latin America (APLA). Berdasarkan Annual Report Nike 2019, pendapatan berdasarkan pasar global yaitu 43% di North America, sebanyak 28% di Europe, Middle East & Africa (EMEA), 17% di Greater China dan 14% di Asia Pacific & Latin America. Greater China/Tiongkok Raya merupakan peringkat 3 terbesar penjualan Nike secara global.

Annual Report Nike 2019

China merupakan negara dengan dengan jumlah pabrik Nike terbesar di dunia, dengan total 93 pabrik yang tersebar di wilayah Greater China/Tiongkok Raya dengan jumlah total pekerja sebanyak 145.428 pekerja dengan jumlah produk yang diproduksi apparel sebanyak 40 jenis, equipment sebanyak 23 jenis dan footwear sebanyak 30 jenis dan umur rata – rata pekerja 38 tahun.

Total pendapatan Nike secara global tahun 2019 adalah sebesar $39.117 millions, dimana Greater China/Tiongkok Raya mendapatkan porsi pendapatan terbesar ketiga sebesar $6,208 millions. Pendapatan tahun 2019 ini meningkat sebesar 24%, didorong oleh pendapatan yang lebih tinggi di hampir semua kunci kategori yang dipimpin oleh Sportswear, Jordan Brand dan Nike Basketball.

Annual Report Nike 2019

Sebagai perusahaan yang memiliki pangsa pasar yang cukup besar di negeri China sesuai dengan yang telah diinformasikan sebelumnya memiliki 93 pabrik yang tersebar di wilayah Greater China dengan jumlah total pekerja sebanyak 145.428 pekerja maka dipastikan dengan munculnya epidemi Virus Corona  dapat menyebabkan potensi kerugian yang cukup besar bagi kelangsungan bisnis Nike di negeri China.

Berdasarkan analisis JPMorgan mengatakan kelemahan penjualan Nike baru-baru ini telah membawa rasio harga-harga saham ke pertumbuhan yang biasa disebut rasio PEG, menjadi 1.5 kali dibawah rata-rata 1.8 kali yang berarti saham tersebut undervalued untuk kondisi saat ini. Dimana rasio harga terhadap laba Nike harus 37 kali bukan 32 kali yang merupakan level saat ini.


Dalam buku Contempary Management karya Gareth R Jones dan Jennifer M George, Manager Perusahaan Global harus dapat bersaing dengan perusahaan lain dengan sumber daya yang langka dan berharga. Manager dari perusahaan besar dan kecil, harus dapat bertahan dan sejahtera di abad ke-21, yang mana kebanyakan organisasi harus menjadi Organisasi Global yang dapat beroperasi dan bersaing tidak hanya domestik tetapi harus mendunia. Beroperasi pada Lingkungan Global adalah hal yang tidak pasti dan tidak terduga karena hal tersebut sangatlah kompleks dan dapat berubah sewaktu-waktu. 

Jika organisasi ingin beradaptasi dengan sukses terhadap lingkungan global yang berubah-ubah, Manager dalam perusahaan/ organisasi tersebut harus belajar dan mengerti tekanan-tekanan yang beroperasi di perusahaan tersebut dan apakah tekanan tersebut memberikan Opportunities dan Threats.

Kemampuan manager akan forces in the global environment dan kemampuan manager untuk menanggapi tekanan tersebut dengan baik, seperti contohnya Manager Nike, berkemampuan untuk membuat dan menjual perlengkapan olahraga yang mana semua pembeli di dunia ingin membelinya, hal tersebut merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada kinerja suatu organisasi.

Ada 2 hal yang dapat mempengaruhi Global Environment, yaitu ;

  1. Task Environment

  2. General Environment

Task Environment merupakan tekanan dan kondisi yang berasal dari Suppliers, Distributors, Customers, dan Competitors dimana tekanan dan kondisi tersebut mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mendapatkan input dan output. Task Environment memberikan efek langsung pada manager karena task environment memberi pengaruh pada manager di perusahaan sehari hari. Berbeda dengan General Environment, general environment berasal dari ekonomi, teknologi, kultur sosial, demografis, dan kekuatan hukum pada suasana global yang sering kali penting mempengaruhi task environment yang dapat menentukan kemampuan organisasi mendapatkan efek sumber daya yang mungkin manager tidak tahu. Sebagai contoh, virus corona yang membuat negara China bak kota mati. Banyak perusahaan dan organisasi yang menutup perusahaan mereka di China karena mendapatkan kerugian yang sangat besar akibat virus corona tersebut, salah satunya adalah perusahaan Nike. 

Akibat adanya virus corona di negeri China tersebut, Nike menutup toko mereka di China. Nike resmi mengumumkan untuk menutup tokonya pada 4 Februari lalu, bersamaan dengan tutupnya toko adidas. Keterkaitan hal tersebut terhadap task environment adalah Nike tetap memperhatikan keamanan dan kesehatan para pekerja mereka, yang mana tidak adanya supply dari perusahaan Nike tersebut.

Analisis lebih lanjut terkait dampak virus corona terhadap keberlangsungan bisnis Nike di kancah global  adalah sebagai berikut: 

- Task Environment

  1. Suppliers

Akibat adanya Virus corona di negeri china tersebut, Nike menutup toko mereka di China. Nike resmi mengumumkan untuk menutup tokonya pada 4 Februari lalu, bersamaan dengan tutupnya toko Adidas. Keterkaitan hal tersebut terhadap task environment adalah Nike tetap memperhatikan keamanan dan kesehatan para pekerja mereka, yang mana tidak adanya supply dari perusahaan Nike tersebut. 

  1. Distributors

Virus Corona menjadikan negara china seperti negara mati. Semua akses impor dan ekspor dari negara china mengalami penghentian total, salah satunya mengekspor ke negara Indonesia sejak kebijakan pemutusan sementara penerbangan dari dan ke China diberlakukan. Artinya, sudah nyaris seminggu, barang impor e-commerce tertahan di bandara-bandara di China. Nike, salah satu perusahaan yang memiliki pabrik di China, hal ini sangat berpengaruh terhadap barang-barang yang telah diproduksi oleh Nike tidak dapat didistribusikan dengan baik ke negara-negara lain. 

3. Customers

Dari sudut pandang customer dapat kita bagi menjadi 2 yakni:

  • Customer dalam negeri (China)

Semakin banyaknya korban yang terjangkit dan meninggal karena virus corona tentunya akan mempengaruhi perilaku belanja dan seluruh aktivitas sosial masyarakat secara umum di China. Mengingat produk yang dipasarkan oleh Nike adalah produk olahraga tentunya penjualan produk tersebut akan mengalami penurunan yang drastis selain dari faktor penutupan gerai secara besar-besaran namun juga karena kriteria produk yang dijual Nike bukan merupakan bahan pokok, sehingga dalam kondisi yang dapat dibilang genting seperti sekarang konsumen akan cenderung memprioritaskan untuk membeli kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan obat-obatan. 

  • Customer Luar Negeri

Dengan adanya pemberitaan media atas virus corona tersebut akan menimbulkan perubahan persepsi publik terhadap semua produk buatan china baik yang diproduksi sebelum maupun sesudah virus corona menyebar. Secara umum konsumen akan mempertimbangkan origin pembuatan suatu barang dalam hal ini produk Nike, apabila produk tersebut buatan china maka tak ayal keinginan untuk membeli akan berkurang karena ada ketakutan tersendiri dalam benak konsumen maka secara agregat hal ini akan mempengaruhi penjualan atau perilaku membeli di pasar terhadap produk made in China

4. Competitors

  • Brand loyalty

Seperti yang kita ketahui bersama Nike merupakan satu diantara dua brand raksasa yang menjual produk olahraga maka tidak dapat diragukan lagi persepsi masyarakat atau brand loyalty masyarakat terhadap produk ini namun yang menjadi masalah terbesar sekarang ini adalah bukan image dari brand nike sendiri melainkan persepsi atas produk buatan China yang notabene sudah mengalami penurunan nilai karena adanya virus corona

  • Government Regulations

Pembatasan import produk china dari beberapa negara akan sangat berpengaruh pada seluruh industri yang menjalankan lini bisnis di bidang ekspor dimana seperti yang kita  ketahui bahwa china merupakan negara dengan ekspor terbesar di Dunia dan hampir seluruh Perusahaan multinasional melakukan proses produksi di negara tersebut seperti halnya Nike. Dengan adanya pembatasan dan bahkan embargo impor produk dari china secara langsung dapat mempengaruhi performa seluruh perusahaan tersebut. Pembatasan dan larangan berkunjung ke negara ini dari sejumlah negara ini tentunya juga akan mempengaruhi konsumsi masyarakat secara umum karena anjloknya tingkat kunjungan wisatawan akan mempengaruhi sektor pariwisata dan belanja.

-   General Environment

  1. Economic

Kondisi ekonomi china nampaknya mengalami penurunan yang cukup signifikan akibat virus corona yang mulai muncul akhir tahun Desember 2019. Hal ini seperti yang diumumkan oleh lembaga Pemeringkat Dunia Standard & Poors yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China dari 5.7% menjadi 5% pada tahun 2020 dimana nilai tersebut mengalami penurunan dibanding pertumbuhan ekonomi tahun Tahun yang lalu yakni sebesar 6.1%. Kondisi lesunya ekonomi china juga dapat dilihat dari Pasar Modal seperti dilansir dari CNBC News memberitakan bahwa pada tanggal 3 Februari 2020  8.13% sementara shenzen Composite Index mengalami penurunan 8.3% pada saat pembukaan pasar.

Lesunya Ekonomi China ini jika dikaitkan dengan bisnis yang dijalankan oleh NIKE memiliki korelasi dimana pertumbuhan ekonomi dapat mempengaruhi perilaku konsumen terutama belanja modal, semakin baik pertumbuhan ekonomi suatu kawasan maka akan berpengaruh pada semakin besar pula belanja modal atau dalam hal ini perilaku membeli masyarakat secara umum dan hal tersebut akan mempengaruhi penjualan NIKE.

2. Technological

Dalam hal perkembangan teknologi terkait virus corona sampai dengan saat ini belum ditemukan anti virus yang dapat mengendalikan virus tersebut dengan cepat, dan masih dalam tahap pengujian/testing. Nike dalam hal ini sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perlengkapan olahraga tentu tidak dapat berbuat banyak dalam penemuan anti virus corona namun dalam hal ini NIKE dapat mengambil andil dalam Corporate Social Responsible (CSR) dengan cara bekerjasama dengan pemerintah dan perusahaan besar lain dalam pendanaan pembuatan antivirus.

Menyadari besarnya dampak virus corona terhadap perekonomiannya, pemerintah Cina telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk membantu bisnis-bisnis yang terdampak virus corona.

People’s Bank of China sudah menyatakan akan menggelontorkan 300 miliar yuan pinjaman lunak yang akan disalurkan ke bank-bank untuk membantu pendanaan bisnis-bisnis yang terganggu akibat virus corona. Dilansir dari CNBC, Bank of China sebelumnya mengumumkan bahwa perusahaan farmasi Hubei telah mengajukan dan menerima pinjaman 150 juta yuan hanya dalam kurun waktu dua hari. Bank of China sudah merancang pinjaman cepat senilai 2,17 miliar yuan untuk perusahaan-perusahaan yang terdampak.

Sejumlah perusahaan fintech juga memberikan pinjaman lunak. MYBank, unit kredit online Ant Financial milik Alibaba, mengumumkan akan menyediakan pinjaman lunak 12 bulan, dengan 3 bulan bebas bunga untuk para peminjam dari provinsi Hubei yang merupakan pusat dari virus Corona.

Oleh sebab itu, penarikan investasi besar-besaran dari Cina dengan kondisi saat ini adalah tidak begitu tepat apabila dilihat dari sisi persepsi ekonomi. Para pebisnis sebaiknya melakukan analisis yang lebih mendalam terlebih dahulu teradap untung rugi nya apabila menutup bisnis atau menarik investasi mereka dari Cina.

Solusi Nike Menghadapi Virus Corona

Ada beberapa alternatif pilihan kebijakan yang dapat diambil oleh Nike dalam mengantisipasi bisnis Nike sebagai akibat virus corona tersebut yaitu antara lain sebagai berikut:

1. Penutupan sementara seluruh gerai dan pabrik NIKE yang berada di daerah endemi virus corona.

Mengingat sudah lumpuhnya aktivitas ekonomi di beberapa negara bagian di China maka perlu dilakukan penutupan sementara terhadap seluruh gerai dan Pabrik Nike yang menjadi tempat Endemi Virus Corona. Penutupan ini sementara ini dapat dilakukan dengan kurun  waktu tertentu sampai dengan ditemukannya anti virus corona ataupun sampai dengan terkendalinya situasi dan kondisi pada daerah pusat penyebaran virus corona.

Penutupan gerai ini dilakukan karena selain sudah tidak adanya aktivitas ekonomi di daerah seperti kota Wuhan juga karena untuk membatasi peredaran peredaran produk yang berasal dari wilayah tersebut ke wilayah lain yang memiliki risiko membawa virus corona. Penutupan sementara tersebut juga harus diberitakan di media massa agar menimbulkan kepercayaan konsumen bahwa Nike memiliki perhatian khusus dan tindakan preventif atas kejadian luar biasa merebaknya virus corona.

2. Pengalihan sebagian produksi Nike ke negara lain 

Pengalihan Produksi ini dapat dilakukan ke negara-negara sekitar dengan kondisi sosial ekonomi yang lebih kondusif. Negara-negara tersebut antara lain adalah Indonesia dan Vietnam yang sebelumnya telah memiliki banyak pusat produksi berbagai produk NIKE, sehingga Nike tidak perlu membangun kembali pabrik di Negara tersebut karena sumber daya telah tersedia. Pengalihan produksi ini ditujukan untuk memenuhi pasar ekspor Nike dari China ke negara-negara yang telah memberlakukan embargo atas semua produk dari China, dengan pengalihan produksi tersebut diharapkan dapat mempertahankan penjualan produk nike secara global.

3. Fokus Pemasaran pada negara bagian di China yang tidak terkena virus corona

Pada saat kondisi seperti ini tentunya penjualan produk Nike akan mengalami penurunan yang sangat signifikan namun bukan berarti tidak ada permintaan sama sekali di Pasar. Pada wilayah-wilayah yang tidak terpapar oleh virus corona tentunya masih memiliki permintaan atas produk olahraga Nike. Atas permintaan tersebut dapat memfokuskan pemasarannya pada daerah-daerah tersebut sehingga masih terdapat aktivitas konsumsi masyarakat atas produk Nike. Hal ini tentunya tidak akan sangat signifikan terhadap penjualan Nike secara keseluruhan namun paling tidak masih ada konsumsi di pasar.

4. Membuat campaign terkait keamanan produk nike yang diproduksi di China

Pembuatan campaign atas produk Nike buatan china dapat dilakukan setelah masa infeksi ini berakhir atau setelah antivirus ini ditemukan. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga brand image dari Nike terhadap semua konsumen loyalnya. Sebelum melakukan campaign terkait keamanan produk buatan china Nike harus memastikan produk yang dibuat benar-benar aman dengan membuat riset yang dapat dibuktikan secara klinis oleh institusi kesehatan bersertifikat. Campaign harus dilakukan dengan besar-besaran dengan menggandeng berbagai athlete dunia agar menimbulkan kepercayaan pada konsumen.


Disusun oleh :

The A Team

Fitriyanto

Tanty Juana Sari

Garin Ario Tetuko

Retno Ajeng Zulia Octavia

Muhamad Haikal

Referensi :

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200206153254-277-472298/imbas-corona-nike-dan-adidas-tutup-toko-di-china

https://internasional.kontan.co.id/news/virus-corona-meredupkan-bisnis-merek-merek-global-gugup-dan-panik?page=all

https://id.wikipedia.org/wiki/Nike,_Inc

https://www.chinadaily.com.cn/a/201907/29/WS5d3e5073a310d83056401766.html

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4891165/entah-sampai-kapan-impor-barang-online-dari-china-masih-tertahan

https://katadata.co.id/berita/2020/02/07/dampak-virus-corona-sp-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-tiongkok

https://www.cnbcindonesia.com/market/20200203124701-17-134744/corona-mematikan-rp-5800-t-hilang-dari-bursa-saham-china

https://bisnis.tempo.co/read/1303174/dihantam-virus-corona-imf-yakin-ekonomi-cina-tahan-banting/full&view=ok

https://ekonomi.bisnis.com/read/20200212/9/1200397/xi-jinping-kepada-jokowi-china-akan-penuhi-tujuan-ekonomi-dan-kalahkan-virus-corona


Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
1
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win
Garin Tetuko

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format