VIRUS CORONA, PENJEGAL MISI EKSPANSI BESAR STARBUCKS DI CINA


6
6 points

Starbucks sebagai market leader dalam kategori gerai kopi memegang 40% pasar Amerika Serikat dengan total 14,875 gerai di seluruh penjuru Amerika Serikat  (Oktober 2019). Diawali dengan dibukanya gerai pertama pada tahun 1971 di Seattle, Starbucks menunjukan pertumbuhan yang pesat dari hari ke hari. Selain bisnis gerai kopi, Starbucks juga menyediakan produk-produk di bawah merek Teavana, Seattle’s Best Coffee, Evolution Fresh, Ethos, Starbucks Reserve, dan Princi. Selain itu Starbucks juga menjual lisensi atas beberapa merek dagangnya.

Sebagai coffee chain terbesar di dunia, Starbucks telah melakukan ekspansi bisnis ke segala penjuru dunia. Secara geografis Starbucks membagi wilayah operasinya menjadi 2, Amerika (mencakup Amerika Serikat, Kanada, dan Amerika Latin) serta Internasional (mencakup Cina, Jepang, Asia Pasifik, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika). Untuk terus melakukan ekspansi serta mempertahankan eksistensinya, pemilihan strategi untuk masuk di pasar suatu negara menjadi keputusan penting yang harus diambil. Secara umum terdapat 5 strategi yang bisa dipilih sebuah bisnis untuk masuk ke dalam pasar global, yaitu Contract manufacturing, Outsourcing, Offshoring, Joint ventures & alliances, Direct Investment

Strategi Foreign Direct Investment

Foreign Direct Investment dapat dilakukan oleh perorangan tetapi lebih umum dilakukan oleh perusahaan yang ingin membangun bisnis di negara asing. Adapun contoh Foreign Direct Investment diklasifikasikan menjadi Vertical Direct Invesment serta Horizontal Direct Investment.

  • Vertical Direct Invesment 

Investasi langsung vertikal adalah investasi di mana investor menambahkan kegiatan asing ke bisnis yang sudah ada, seperti dalam kasus pabrik mobil Amerika yang mendirikan dealer atau mengakuisisi bisnis pasokan suku cadang di negara asing.

  •  Horizontal Direct Investment

Investasi langsung horisontal mungkin merupakan bentuk paling umum. Dalam investasi horisontal, bisnis yang sudah ada di satu negara hanya mendirikan operasi bisnis yang sama di negara asing, seperti dalam kasus waralaba makanan cepat saji yang berbasis di Amerika Serikat membuka lokasi restoran di Cina. Investasi langsung horisontal juga disebut sebagai masuknya greenfield ke pasar asing.

Dari beberapa strategi yang ada Starbucks memilih 2 pendekatan yang masih digunakan sampai saat ini.

Horizontal  Direct investment

Starbucks memiliki kontrol penuh terhadap operasional dari gerai Starbucks tersebut. Kualitas produk, implementasi strategi, dan ekspansi bisnis akan lebih cepat dilakukan dengan model Direct Investment. Secara teori, Tujuan dari investasi asing langsung (FDI) adalah untuk mendapatkan kontrol yang efektif terhadap perusahaan. Dalam beberapa kasus, ini melibatkan perusahaan di satu negara yang membuka operasi bisnisnya sendiri di negara lain.

Licensing & Joint Ventures

Melalui strategi licensing  Starbucks memperbolehkan perusahaan pemegang lisensi untuk menggunakan nama perusahaan, produk, paten, merek, trademarks, bahan baku, serta proses produksi dengan biaya tertentu yang telah disepakati. Dengan strategi ini Starbucks sangat tergantung pada performa para pemegang lisensi dan partner joint ventures untuk bisa mengimplementasikan inovasi produk dan senantiasa menyesuaikan dengan rencana pertumbuhan Starbucks secara global. Menjadi tantangan besar bagi Starbucks untuk memastikan semua pemegang lisensi memiliki visi misi yang sejalan.

Para pemegang lisensi serta partner Joint Ventures juga bisa menghadapi keterbatasan modal yang berdampak pada kecepatan bisnis untuk melakukan ekspansi dan berkembang di pasar tertentu.

Di bawah ini adalah data jumlah gerai Starbucks, baik yang dioperasikan sendiri maupun melalui  lisensi per 29 September 2019.

Jumlah Company Owned Stores

Sumber: https://investor.starbucks.com/financial-data/annual-reports/default.aspx

Jumlah Licensed Stores


Sumber: https://investor.starbucks.com/financial-data/annual-reports/default.aspx

Komposisi pendapatan Starbucks di tahun 2019


Sumber: https://investor.starbucks.com/financial-data/annual-reports/default.aspx

BISNIS STARBUCKS DI CINA

Perjalanan Starbucks di Cina dimulai di tahun 1999, dibukanya gerai pertama di Cina dan hingga kini telah mengoperasikan 4,123 gerai di lebih dari 150 kota di Cina. Jumlah tersebut menjadikan Cina sebagai pasar kedua terbesar bagi Starbucks setelah Amerika Serikat. Walaupun hanya mengambil porsi 25% dari total jumlah gerai di Amerika Serikat, Starbucks di Cina menunjukan pertumbuhan yang dramatis dengan pertumbuhan 700% dalam kurun waktu 10 tahun.

Starbucks menggunakan strategi Joint Venture dengan mencari Local Partner (mitra lokal). Menemukan mitra lokal yang tepat menjadi kunci kesuksesan strategi ekspansi Starbucks di Cina, karena melalui mitra tersebut, pihak Starbucks dapat lebih mudah bernegosiasi dengan berbagai aturan dan isu-isu lokal. Mitra yang dapat membagi nilai, budaya, dan tujuan tentang pengembangan masyarakat. Terutama melalui mitra akan dapat membimbing perusahaan untuk memulai proses perdagangan dalam sebuah lokasi asing.

Di Cina, tidak ada pasar yang bersifat homogen, hal ini dipengaruhi oleh latar belakang bahwa penduduk Cina memiliki perbedaan minat dan nilai konsumti. Misalnya, Cina Utara sangat berbeda dengan Cina Timur, dan Cina kota-kota pesisir tidak sama dengan cina pedalaman. Pasar Cina memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi.

Menyadari kompleksitas tersebut, Starbucks menjalin kemitraan dengan tiga mitra daerah sebagai bagian dari strategi ekspansinya. Untuk menargetkan konsumen Cina Utara, Starbucks memasuki joint venture dengan perusahaan kopi Beijing Mei Da. Di Cina Timur, Starbucks bermitra dengan Uni-President yang berbasis di Taiwan. Untuk Cina Selatan, Starbucks bekerjasama dengan Hong Kong Maxim Caterers. Setiap pasangan mitra membawa kekuatan yang berbeda-beda dan keahlian lokal yang membantu Starbucks memperoleh wawasan mengenai minat, selera, dan preferensi konsumen Cina local.

Bekerja dengan mitra yang tepat menjadi cara yang efektif untuk menjangkau pelanggan lokal dan memperluas pasar. Selain itu Metode kemitraan yang diterapkan oleh Starbucks memberikan banyak sumbangan positif bagi Cina, diantaranya adalah mendorong kemampuan serta motivasi dan inovasi sumber daya manusia di Cina serta mendorong pertumbuhan perekonomian jangka panjang Cina.

DAMPAK VIRUS CORONA TERHADAP STARBUCKS DI CINA

Signifikansi pasar Cina terhadap keuntungan serta pertumbuhan bisnis, Starbucks dihadapkan pada risiko yang melekat pada pasar Cina seperti:

  • ketegangan hubungan ekonomi dan politik dengan Amerika Serikat yang menyebabkan kenaikan tarif, regulasi yang lebih ketat, serta potensi adanya boikot

  • Masuknya kompetitor baru di Cina

  • Perubahan kondisi ekonomi di Cina (tingkat inflasi, kenaikan upah, dan biaya distribusi)

  • Reformasi peraturan yang dilakukan pemerintah terkait dengan keamanan pangan, tarif, pajak, yang berpotensi meningkatnya biaya terkait pemenuhan compliance secara signifikan

  • Hal-hal terkait keamanan makanan termasuk kepatuhan terhadap regulasi keamanan makanan serta memastikan keamanan serta kualitas produk

  • Kemampuan mengintegrasikan bisnis di Cina Timur

Virus Corona di awal tahun 2020 menjadi gangguan bisnis yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan yang menggantungkan nasibnya pada pasar Cina. Cina tidak memprediksi bahwa dampak wabah virus Corona akan sangat besar hanya dalam kurun waktu dua bulan, bahkan meluas ke sedikitnya 25 negara. Jika dibandingkan saat Cina diserang dampak virus SARS pada tahun 2003-2004, dampak dari wabah virus Corona yang berawal di kota Wuhan, provinsi Hubei pada Desember 2019 jauh lebih signifikan.

Situasi di Kota Wuhan semakin mengkhawatirkan, sehingga akhirnya Presiden Xi Jinping memutuskan menutup akses kota Wuhan dan beberapa kota tetangga untuk mencegah wabah virus Corona semakin menyebar. Kondisi di Cina menimbulkan reaksi perusahaan asing yang beroperasi di Cina. Beberapa perusahaan asing mengumumkan penutupan kantor cabang mereka di Cina dan meliburkan para karyawan. Tidak terkecuali Starbucks.

CEO Starbucks dalam sebuah wawancara dengan CNBC menyatakan bahwa isu virus Corona adalah isu sementara dan Starbucks akan senantiasa mengedepankan keselamatan rekan bisnis mereka termasuk di dalamnya karyawan.

Merebaknya virus Corona di Cina menjadi penghambat tercapainya misi besar Starbucks untuk mencapai 6.000 gerai di tahun 2022. Hal ini diperparah dengan belum dapat diprediksinya kapan penyebaran virus Corona bisa dikurangi bahkan dihentikan. Sampai saat ini jumlah pasien positif terkena virus Corona masih meningkat dan jumlah korban jiwa pun terus bertambah. 

Di bawah ini adalah peta penyebaran virus Corona per 13 Februari 2020

Sumber: https://edition.cnn.com/2020/01/29/health/coronavirus-map-real-time-tracking-trnd/index.html

Jika dikaitkan dengan teori PESTEL (Analisis dapat digunakan untuk mempertimbangkan faktor – faktor permasalahan eksternal, yaitu Political, Economic, Social, Technology, Legal, dan Environment) beberapa masalah yang timbul dari merebaknya virus Corona terhadap bisnis Starbucks adalah:

  •  Aspek Politik

Kebijakan pemerintah di beberapa negara yang melarang sementara seluruh penerbangan dari dan menuju ke Cina berdampak pada proses pengadaan khusus nya bahan baku utama dalam produk Starbucks itu sendiri. 

  • Aspek Ekonomi

Bisnis Starbucks di Cina berkontribusi sebesar 10% terhadap keseluruhan pendapatan Starbucks di triwulan pertama 2020. Besarnya peran Cina terhadap keseluruhan bisnis Starbucks menjadi pukulan tersendiri bagi Starbucks dengan merebaknya virus Corona. Starbucks menutup setengah dari seluruh gerainya di Cina seiring dengan terus berkembangnya virus Corona. Dilaporkan pula starbucks telah menutup semua gerai dan menutup pengiriman ke provinsi Hubei, dimana Virus Corona merebak.

Bisnis Starbucks di Cina berkontribusi secara signifikan terhadap laporan keuangan konsol serta pendapatan bersih internasional dan menjadi pasar dengan pertumbuhan paling cepat. Starbucks melakukan akuisisi atas bisnis di Cina Timur (yang sebelumnya berbentuk joint venture) dan menjadikan pasar Cina 100% dimiliki oleh Starbucks. Ekspansi di Cina menjadi bagian dari rencana jangka panjang Starbucks di mana manajemen menargetkan jumlah gerai Starbucks di Cina menyentuh angka 6.000 gerai.

  • Aspek Sosial

Di Cina dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan tingkat pertumbuhan populasi yang tinggi adalah salah satu alasan besar bagi Starbucks memulai bisnisnya. Analisa Strength Weakness Opportunities Threats (SWOT) yang dilakukan oleh Starbucks tentunya telah dilakukan dengan baik, akan tetapi bencana yang tidak dapat diprediksi akan selalu menjadi faktor penting yang perlu diantisipasi dalam setiap bidang usaha. Dengan meningkatnya angka kematian akibat virus Corona, secara tidak langsung mengurangi tingkat populasi di Cina itu sendiri, serta berdampak pada penurunan kunjungan dan profit pada starbucks di Cina.

  • Aspek Lingkungan

Salah satu aspek lingkungan dalam perkembangan bisnis Starbucks adalah pemilihan lokasi gerai yang dilakukan di area dengan tingkat pengunjung yang tinggi seperti di area perkantoran dan area wisata. Dengan adanya virus corona yang sedang merebak di Cina, mengakibatkan seluruh faktor pendukung dalam proses bisnis perusahan tersebut menjadi terhambat dan berkurang.

  • Aspek Legal

Dengan adanya virus Corona dimungkinkan terjadinya pelanggaran kontrak yang disebabkan gagalnya perusahaan menyediakan produk atau jasa sesuai dengan yang telah disepakati. Namun umumnya pada setiap kontrak kerja sama terdapat satu klausul yang menjelaskan bagaimana hak dan kewajiban bisnis di tengah force majeure. Namun definisi force majeure sangatlah luas dan bisa memiliki banyak interpretasi dan jika dalam kontrak tidak dijelaskan secara spesifik apa saja yang masuk dalam kategori force majeure maka pihak lain berhak untuk meminta kompensasi atas tidak dipenuhinya kewajiban perusahaan sesuai dengan yang tertera di dalam kontrak.

BAGAIMANA STARBUCKS HARUS MENYIKAPI ISU VIRUS CORONA?

Kebijakan pemerintah mengenai pembatasan akses ke wilayah penyebar virus corona ini secara tidak langsung membantu Starbucks dalam memastikan bisnis berjalan seperti biasa di negara-negara yang belum terdampak virus Corona. Barrier yang dibuat oleh berbagai negara terhadap lalu lintas produk dari Cina merupakan usaha untuk memastikan ekonomi di dalam negeri tetap tumbuh walaupun memiliki hubungan erat dengan bisnis di Cina.

Starbucks Cina berkontribusi terhadap 10% pendapatan global Starbucks dan pendapatan ini dipastikan akan menurun dengan adanya virus Corona di awal tahun 2020. Hendaknya manajemen tidak berfokus pada penurunan profit di Cina melainkan berfokus pada bagaimana strategi untuk meningkatkan profit di negara-negara yang tidak terdampak virus Corona untuk menutupi kerugian di Cina dan tetap mencapai target profit di akhir tahun 2020.

Komunikasi yang jelas dan terarah menjadi hal yang sangat diperlukan bisnis dalam menanggulangi dampak virus Corona terhadap kelangsungan bisnis, terutama di Cina. Manajemen Starbucks harus senantiasa melakukan pengkinian informasi terkait dengan penyebaran wabah virus Corona. Langkah yang tepat dan di waktu yang tepat harus diambil  untuk memastikan dampak seminim mungkin terhadap bisnis berdasarkan fakta di lapangan yang dapat dipercaya.

Jika dianggap perlu dan memungkinkan, Starbucks juga dapat mengatur lokasi dan jam kerja untuk memastikan semua karyawan serta rekan bisnis terlindung dari kemungkinan terpapar virus Corona. Khususnya tim manajemen yang bekerja di kantor dan bukan di gerai kopi, manajemen bisa memutuskan untuk memperbolehkan karyawan bekerja dari rumah atau tempat lain yang dianggap aman. Hal ini akan membantu mengurangi penyebaran virus Corona  yang sangat mudah menular di tempat ramai. Kebijakan ini juga didukung dengan perkembangan teknologi yang sangat mutakhir dan memungkinkan bisnis berjalan seperti biasa tanpa karyawan harus datang ke kantor.

Dari sudut pandang lain, dengan kondisi perdagangan Internasional yang semakin terbuka dan tidak terbatas, dimungkinkan adanya strategi distribusi dan pengadaan yang melibatkan beberapa negara dan tidak menitikberatkan bisnis di suatu wilayah tertentu. Risiko melemahnya pasar yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor akan selalu melekat pada bisnis internasional. Dengan adanya pemerataan bisnis diharapkan jika terjadi isu di suatu negara, maka unit bisnis negara lain dapat menggantikan peran negara yang sedang dilanda masalah untuk melakukan penyediaan ataupun menjadi sumber pendapatan.

Pada akhirnya seluruh bisnis harus memiliki manajemen risiko yang baik, virus maupun segala bentuk disrupsi bisnis bisa muncul kapan dan di mana saja. Bisnis terutama bisnis yang beroperasi secara Internasional akan selalu dihadapkan pada kemungkinan terjadinya hal diluar dugaan yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Bisnis hendaknya memiliki fleksibilitas yang baik untuk senantiasa memaksimalkan profit di tengah dunia bisnis yang volatil, tidak pasti, kompleks, dan ambigu.

Disusun Oleh :

Peak Performers

James Evan  Tumbuan

Sely Nikita Cyntya Dewi

Tri Wibowo Adi Putra

Sonny Yudhistira

John Sarjono

Sumber:

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4167528/starbucks-tutup-2-ribu-cabangnya-di-china-dampak-virus-corona

https://www.cnbc.com/2020/01/29/starbucks-ceo-kevin-johnson-on-coronavirus-and-store-closures-in-china.html

https://www.ayobandung.com/read/2020/02/03/78365/pemerintah-berlakukan-larangan-terbang-indonesia-china-mulai-5-februari

https://banten.antaranews.com/berita/84461/virus-corona-sikapi-virus-corona-starbucks-tutup-toko-tunda-jasa-pengiriman

https://investor.starbucks.com/financial-data/annual-reports/default.aspx

https://edition.cnn.com/2020/01/29/health/coronavirus-map-real-time-tracking-trnd/index.html

https://edition.cnn.com/2020/01/28/business/starbucks-earnings-china-closures/index.html

https://www.cnbc.com/2020/01/27/coronavirus-shuts-restaurants-in-china-sending-luckin-starbucks-shares-lower.html

https://www.starbucks.com.cn/en/about/history/

https://www.entrepreneur.com/article/345759


Like it? Share with your friends!

6
6 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format