Pesawat Tanpa Awak yang Menggemparkan Dunia

Drone merupakan hasil buah pikir perkembangan teknologi saat ini. Namun, teknologi tersebut memiliki dilema tersendirinya.


0
1 share

Teknologi memang tidak dapat diprediksi. Perkembangan teknologi yang terus berkembang mampu merubah pola pertumbuhan bisnis yang mulanya secara linear sekarang bergeser menjadi eksponensial. Pertumbuhan yang awalnya tampak lambat, pada akhirnya mampu memberikan lonjakan pertumbuhan yang mengejutkan kita semua. UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan salah satu produk buah pikir dari teknologi. Mungkin istilah “drone” lebih familiar di telinga kita dibandingkan dengan istilah UAV. Drone atau yang biasa disebut sebagai kendaraan udara tak berawak terus mengalami perkembangan berkat inovasi teknologi. Hal tersebut menyebabkan semakin lengkapnya fungsi drone seperti penambahan inframerah, GPS, kamera yang mutakhir, hingga peralatan tempur untuk kebutuhan militer disematkan pada drone.

Manfaat yang dihasilkan pun sampai saat ini terus meluas berkat penyematan teknologi yang terus dikembangkan. Awal mulanya drone hanya berfungsi untuk menangkap gambar dari udara, namun kini fungsinya terus meluas sehingga mampu membantu meringankan beban pekerjaan manusia. Bahkan sektor-sektor pertanian dan peternakan tidak luput untuk bisa merasakan manfaat dari drone. Penyiraman herbisida dan pestisida pada lahan pertanian yang luas dengan menggunakan drone dipercaya mampu meningkatkan efisiensi dan pemerataan sebaran dari penyemprotan yang dilakukan.

Selanjutnya di bidang peternakan, para peternak bisa menggunakan drone untuk menggembalakan hewan ternaknya. Para peternak bisa dengan mudah mengawasi hewan ternaknya dari rumah. Luasan lahan umbaran yang bisa mencapai ribuan hektar sekarang bisa terawasi dengan baik berkat kecanggihan drone dalam mengudara. Hal tersebut sangat membantu peternak dalam mencegah hewan ternaknya mengumbara terlalu jauh atau peternak dapat memantau apakah ada predator di areal umbaran dimana sapinya diternakkan.

Kawasan pegunungan yang terjal atau perbukitan yang curam sekarang dapat dengan mudah dijelajahi dan dipantau topografinya menggunakan drone dengan wilayah jangkauan yang luas. Lokasi-lokasi yang mustahil atau sulit untuk manusia raih sekarang bisa dengan mudah untuk diketahui orientasi wilayahnya. Dengan bantuan drone, hal tersebut bisa dilakukan dengan cepat dan murah tanpa adanya resiko kecelakaan kerja bagi pekerja pemetaan wilayah.

Drone juga menopang menopang secara signifikan perkembangan industri perfilman dunia. Sebut saja Hollywood yang sudah menerapkan teknik pengambilan gambar dengan menggunakan drone. Bukan main-main, drone yang bernama XM2 Cine ini digadang-gadang memiliki harga $70.000 tersebut memiliki berat 30 kilogram. Film-film kelas dunia sebut saja Pirates of The Carribean, Aquaman, dan Star Wars menggunakan XM2 Cine untuk mengambil gambar-gambar dalam cuplikan film tersebut.

Namun bak sebuah mata pisau, drone ini bisa bermanfaat atau merusak tergantung dari orang yang menggunakannya. Banyak kejadian yang merugikan terjadi akibat penyalahgunaan drone. Sebut saja pengiriman narkotika dengan menggunakan drone untuk mengelabui petugas. Beberapa kali drone juga dituduh menjadi biang kerok dari kasus pelanggaran privasi individu, bahkan spionase setingkat negara pun dapat terjadi dengan menggunakan drone yang canggih tersebut. Pengembangan drone ini pun tidak hanya diakusisi oleh para pengusaha swasta saja. Saat ini, militer juga gencar untuk mengadopsi drone untuk meningkatkan kekuatan militer suatu negara. 


Pada tahun 2017 lalu, tepatnya di San Diego, seorang petugas perbatasan berusia 25 tahun menangkap seorang pria yang diketahui menunggu sebuah paket narkotika dari Meksiko yang diterbangkan menggunakan sebuah drone. Drone tersebut ditemukan 1.8 kilometer didalam wilayah Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, ada setidaknya 5.8 kilogram narkotika yang diterbangkan menggunakan drone. Nilai narkotika tersebut dipercaya mencapai $46.000 jika berhasil diedarkan diwilayah Amerika Serikat. 


Pada awal tahun 2020 lalu tepatnya tanggal 1 Januari, ada sebuah kejadian yang mencengangkan masyarakat dunia. Semua masyarakat dunia dikejutkan dengan berita mengenai penyerangan militer Amerika Serikat yang diamini oleh Presiden Trump untuk membinasakan orang nomer satu dalam militer Iran. Mayor Jenderal Qasem Soleimani tewas seketika setelah mendarat dari bandar udara di Iraq akibat dari terjangan rudal pesawat tanpa awak Amerika Serikat. Pengawalan ajudan yang melekat pada mobil sang jenderal tersebut menjadi tidak berarti ketika ada sebuah drone yang menyerang dari ketinggian dan menghujani mobil Soleimani dengan rudal. Ini merupakan satu bukti mengerikan dari adanya drone, seorang Jenderal utama dari sebuah negara tewas seketika dengan mudah dalam sebuah serangan drone Amerika Serikat. MQ-9 Reaper merupakan drone mutakhir buatan Amerika yang berhasil membunuh nyawa seorang Jenderal Iran. Drone tersebut dapat terbang sejauh 1800 km jauhnya dengan kecepatan maksimal 370 km/jam dan dikendalikan oleh dua orang yaitu pilot dan operator sensor dari jarak jauh. 

Kombinasi penyematan kamera canggih serta kemampuannya untuk terbang dan bermanuver pada drone membuat drone mempunyai resiko untuk melanggar hak-hak privasi orang lain. Hal tersebut terjadi pada William Merideth (47) yang menembak jatuh drone milik tetangganya sendiri dikarenakan Merideth mencurigai drone tersebut tengah memata-matai putrinya yang sedang berjemur di pinggir kolam renang. Namun, hakim menganggap hal tersebut merupakan hak Merideth untuk menembak jatuh drone tersebut dan membebebaskannya dari segala tuntutan yang diajukan oleh tetangganya tersebut.



When Your Neighbor’s Drone Pays an Unwelcome Visit

Segala sesuatu pasti ada hitam dan putihnya. Bukan berarti dengan segala peluang untuk menyalahgunakan drone, kita malah menjadi paranoid dan menghapuskan teknologi tersebut dalam aspek kehidupan kita. Aturan-aturan dan kesepahaman harus dilakukan dan disepakati agar kehidupan kita dengan teknologi tersebut bisa hidup berdampingan dan memberikan manfaat yang lebih luas lagi. 


Wilayah terbang drone harus dibatasi dan ditegaskan kembali oleh pemerintah agar para pemilik drone tidak menerbangkan sembarangan dronenya. Sebut saja area bandara, infrastruktur penting pemerintah yang harus terjaga kerahasiaannya, dan area-area penting lainnya haruslah terjaga dari aktivitas penerbangan drone. Mungkin aturan ini sudah dicanangkan oleh pemerintah, namun fungsi-fungsi sosialisasi, penegasan, dan pengawasan harus ditegakkan agar aturan tersebut dapat dipatuhi dan dipahami bersama. Sering kali informasi mengenai aturan dan kode etik dalam menerbangkan drone tidak dipahami dengan baik oleh calon pemilik drone. Disini sebetulnya peran penjual sangatlah penting untuk tidak hanya asal menjual barang saja, melainkan juga turut serta secara aktif untuk mengedukasi calon pembeli mengenai aturan dan etika dalam menerbangkan drone. Pemaparan mengenai aturan dan norma-norma serta kasus-kasus pelanggaran yang sudah terjadi patut disampaikan oleh penjual kepada calon pembeli agar dapat memahami penggunaan drone dengan baik. Setelah terjadi pembelian, sangatlah penting untuk dilakukannya pendataan. Setiap nomor registrasi drone harus diketahui siapa identitas pemiliknya dan setiap drone yang terjual harus dilaporkan oleh penjual kepada pemerintah atau pihak-pihak lain yang terkait seperti komunitas pilot drone. Sebenarnya fungsi dan peran komunitas juga sangatlah penting. Setiap aturan-aturan baru yang diputuskan oleh pemerintah dapat dengan mudah disosialisasikan kepada pemilik drone melalui komunitas-komunitas drone terkait. Selain itu, komunitas-komunitas tersebut dapat memberikan saran untuk implementasi dan perumusan kebijakan mengenai drone kedepannya.


Sumber:
https://www.nytimes.com/2016/01/28/style/neighbors-drones-invade-privacy.html
https://www.cnn.com/2020/01/03/asia/soleimani-profile-intl-hnk/index.html
https://www.military.com/equipment/mq-9-reaper
https://www.washingtontimes.com/news/2017/aug/20/mexican-drug-cartels-using-drones-to-smuggle-heroi/
https://dronedj.com/2019/05/05/hollywood-drone-pilots-reveal-the-cameras-used-on-feature-films-at-auvsi-2019/
https://jalantikus.com/tips/dampak-negatif-drone
http://buaya-instrument.com/blog-buaya-instrument/Sejarah-Drone-di-Indonesia-yang-belum-banyak-orang-ketahui
https://www.idntimes.com/tech/gadget/nena-zakiah-1/fungsi-drone-selain-untuk-fotografi-udara

Group 2 (Deal Makers):

(1) Stefany Ni Nyoman Rahayu

(2) Sarah Ditta

(3) Arya Khoirul Hammam


Like it? Share with your friends!

0
1 share

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
AryaKhoirul

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format