Senjata Biologis; Harta berharga sekaligus Alat pembunuh yang Instant

Apa jadinya jika senjata yang bertujuan sebagai perlindungan diri terhadap musuh malah menjadi ancaman yang sangat mematikan?


5
2 shares, 5 points

Berkembangnya ilmu pengetahuan akan sejalan dengan tumbuh kembangnya peradaban umat manusia. Sejak kemunculan peradaban manusia, tidak terlepas pula dari perkembangan teknologi. Peranan teknologi memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek. Apalagi pada era globalisasi seperti sekarang, segala hal yang dahulu rasanya tidak akan mungkin pernah terjadi justru saat ini menjadi hal yang sangat lumrah untuk ditemui di sekitar kita. Perkembangan teknologi yang begitu pesat lah penyebabnya. Teknologi yang pada awalnya hanya bertujuan untuk mempermudah pekerjaan manusia sekarang nyaris mampu menggantikan peranan langsung manusia itu sendiri dalam melakukan berbagai macam pekerjaan. Berbagai ilmu pengetahuan dan penemuan baru juga banyak berkembang pada saat ini, namun pada perkembangan nya ada beberapa teknologi atau produk yang bertentangan dengan nilai moral di masyarakat salah satunya ialah  pengembangan senjata biologis. 

Apa sih Senjata Biologis itu?

Senjata biologis (Biological Weapon) adalah senjata yang menggunakan patogen (bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat pembunuh atau melukai. Dalam pengertian yang lebih luas, senjata biologi tidak hanya berupa organisme patogen, tetapi juga toksin berbahaya yang dihasilkan oleh organisme tertentu. Senjata tersebut tidak tergolong baru karena pada masa lampau bangsa Romawi sudah memanfaatkan pedang yang dicelupkan ke pupuk dan sisa hewan yang membusuk sebelum berperang. Disusul pada abad ke-18, senjata biologis dipakai untuk senjata pada perang Perancis-India. Senjata biologi semakin berkembang saat pecah perang Dunia II, Jerman mulai mengembangkan antraks, glander, kolera dan jamur putih sebagai senjata biologi.


Yang sebenarnya lebih mengerikan adalah senjata biologis dengan agen yang telah direkayasa secara bioteknologi sehingga tahan antibiotika, lebih mematikan, stabil dalam penyimpanan dan sebagainya. Yang paling mudah adalah rekayasa untuk sifat resistensi terhadap antibiotika. Sifat seperti ini biasanya hanya ditimbulkan oleh kumpulan gen sederhana atau bahkan gen tunggal, sehingga mudah dipindahkan dari satu jenis bakteri ke bakteri lain. Teknologi ini juga telah menjadi standar dalam setiap eksperimen biologi molekuler. Secara umum, senjata biologis memiliki 3 bentuk yaitu:

1. Racun yang dimasukkan kedalam makanan atau minuman

2. Menggunakan mikroorganisme, toksin atau binatang baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati

3. Menggunakan struktur yang diinokulasi secara biologi

Spora antraks merupakan salah satu jenis senjata biologis yang mematikan pada perang Perancis-India. Penyakit antraks yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis merupakan penyakit zoonosis yang memiliki daya rusak tinggi dan mematikan berbagai ternak (sapi, kerbau, domba kambing, dan burung unta) maupun manusia. Inkubasi penyakit akibat menghirup spora antraks sangat singkat yaitu hanya dalam waktu tiga hari, setelah itu korban akan meninggal karena infeksi akibat spora tersebut. Spora Anthrax merupakan salah satu senjata biologi yang banyak dipakai karena efektif melumpuhkan lawan. Spora B. Anthracis tahan suhu panas diatas 43°C, dan didalam tanah mampu bertahan sampai dengan 40 tahun.Menurut analisis WHO 1970, jika 50 Kg spora Anthrax disebarkan dengan pesawat diatas populasi 5 juta manusia, akan ada 250.000 kasus infeksi dan 100.000 diantaranya akan mati.

Menurut data dari the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 92 persen kasus antraks pada saluran pernapasan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan kasus antraks pada saluran pencernaan, sekitar 20-60 persen berujung pada kematian. CDC menyebut antraks telah digunakan sebagai senjata biologi di seluruh dunia sejak hampir seabad lalu, tepatnya sejak Perang Dunia I. Saat itu, antraks digunakan oleh bangsa Skandinavia untuk menyerang tentara Rusia. Sementara pada Perang Dunia II, antraks kembali digunakan oleh tentara Inggris untuk melemahkan pasukan Jerman. Serangan penyakit antraks dapat terjadi dalam banyak bentuk, mulai dari dilepaskan di udara melalui truk berjalan, pesawat, atau dari atas gedung. Spora antraks pun dapat terbawa angin, pakaian, sepatu atau benda lainnya.

Manfaat dari Senjata Biologis

Hasil kemajuan  teknologi dapat  membawa sebuah  negara ke  arah kemajuan  dalam berbagai bidang, baik sosial, ekonomi dan persenjataan. Kemajuan tersebut membawa banyak perubahan kebiasaan, tradisi dan budaya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terdapat beberapa hal yang telah berubah selama periode perkembangan teknologi di dunia diantaranya:

1. Perubahan dalam struktur industri berupa meningkatnya sektor jasa dan  peranan teknologi  canggih  pada  bidang  manufaktur.

2. Perubahan dalam struktur pasar.

3. Pengelolaan bisnis menjadi semakin beragam.

Sama halnya dengan senjata biologis ini. Dalam perkembangannya, senjata biologis itu sendiri bagi suatu negara memang terkadang perlu untuk dilakukan demi mempertahankan negara ataupun kekuasaan yang dimiliki. Penggunaan senjata biologis yang jika ditinjau dari segi politik sah-sah saja dilakukan asal merujuk pada alasan yang  jelas. Meski seiring berjalannya waktu penggunaan senjata biologis sempat dilarang dan hampir mencapai kesepakatan, namun  hal itu terhalang oleh pandangan sebagian negara seperti Amerika yang memandang bahwa penggunaan senjata biologis diperlukan demi keuntungan tingkat kemenangan jika menggunakan senjata biologis yang dianggap sangat mudah dan berpotensi untuk membawa pada sebuah kemenangan dalam medan perang.

Masalah yang akan timbul akibat penggunaan Senjata Biologis

Apa yang akan terjadi jika teknologi tersebut malah berbalik mengontrol kehidupan manusia? Bagaimana pula jika penggunaan teknologi ini telah melewati ambang kewajaran, padahal kita tahu betul apapun yang dilakukan secara berlebihan akan menimbulkan dampak negatif. Hal yang dapat mengerikan lagi, bagaimana jika penggunaan teknologi ini justru merugikan orang banyak?

Salah satu bentuk penggunaan bioteknologi yang telah disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan di tengah kerugian orang lain adalah senjata biologis. Senjata biologis digunakan negara untuk upaya mempertahankan kedaulatan negara dan mengantisipasi serangan dari negara lain. Kalau kita lihat dari sisi politik nya pengembangan senjata biologis bagi suatu negara penting agar negara tersebut siap untuk menghadapi serangan musuh. Namun di lain sisi efek atau dampak dari senjata biologis bisa membahayakan makhluk hidup yang terkena virus dari efek yang dihasilkan senjata tersebut. Dalam peperangan misalnya, senjata ini tidak hanya akan melumpuhkan musuh saja namun masyarakat sekitar yang tidak tau-menau mengenai perang juga akan mendapatkan imbasnya, mengingat jauhnya jangkauan agen biologis yang dapat menginfeksi tersebut. Bioterorisme cenderung berdampak buruk dibanding penggunaan senjata lainnya karena sifatnya yang tidak terdeteksi ini. Walaupun pihak-pihak yang telah memutasi gen-gen dalam agen biologis tersebut sudah memiliki vaksin atau penangkal bagi penyakit yang mungkin dapat timbul, namun kenyataannya tidak semudah itu untuk membersihkan wabah yang telah menyebar. Lagi-lagi masyarakat yang tidak bersalahlah yang menjadi imbasnya.

Warga dunia menghendaki pemberhentian pengembangan senjata biologis karena dinilai menghasilkan dampak yang sangat buruk bagi negara yang diserang. Hal inilah yang menimbulkan terjadinya konflik kepentingan antara pemerintahan negara dengan warga sipil. Walaupun sudah adanya kesepakatan negara-negara di dunia untuk mengatur dan membatasi pengembangan senjata biologis namun tetap banyak negara yang tetap mengembangkan senjata biologis secara diam-diam dengan alasan untuk keamanan negara.

Entah hanya isu belaka atau memang fakta, penyakit AIDS yang pertama kali ditemukan pada tahun 1959 dan dibawa oleh virus HIV, merupakan senjata biologis yang diciptakan oleh pihak-pihak tertentu. Contoh lainnya yang saat ini sedang marak di dunia ialah penyebaran virus Corona yang berasal dari Wuhan. Namun tujuan penciptaannya bukan untuk menghancurkan musuh dalam perang, melainkan untuk menghabisi ras-ras tertentu dari muka bumi. Sungguh ironis, mengingat korban dari Afrika, Cina dan negara sekitarnya yang paling banyak tewas akibat virus ini. Benar atau tidaknya isu ini masih merupakan misteri.

Potensi serangan di Indonesia; belum ada regulasi

Masalah lainnya adalah belum adanya undang-undang yang mengatur penggunaan agen biologi dan larangan penggunaan bahan biologi sebagai senjata biologis. Kelompok orang yang mempunyai potensi menyalahgunakan agen biologi adalah orang yang bekerja di lingkungan laboratorium biomedis (peneliti, perekayasa, petugas laboratorium), karena mereka yang mempunyai akses penggunaan agen biologis.

Sampai kini belum ada aturan jelas dari pemerintah terkait sistem pencegahan serangan senjata biologis. Dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memiliki tugas dan fungsi menghadapi terorisme, tapi tidak disinggung sedikit pun tentang aturan pencegahan terorisme yang melibatkan agen biologis serta cara koordinasi lintas kementerian/lembaganya.

Apakah mungkin Indonesia menjadi sasaran terorisme yang melibatkan agen biologis pada masa depan? Mungkin saja. Satu hal yang pasti bahwa saat ini Indonesia belum siap menghadapi ancaman bioterorisme secara terintegrasi yang melibatkan banyak institusi, sementara unsur-unsur penunjang akan timbulnya bioterorisme sudah ada di depan mata.

Lalu, bagaimana solusinya?

Penyalahgunaan agen biologis ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teroris, tindak kriminal yang semakin masif, luasnya persebaran wilayah yang berpotensi penyebaran virus, serta belum adanya peraturan yang terkait pencegahan senjata biologis dan penyalahgunaan di dalam laboratorium. Oleh karena itu, pemerintah harus segera menyusun mitigasi senjata biologis untuk meminimalisir ancaman serangan tersebut. Strategic Context merupakan salah satu cara yang dapat memudahkan pemerintah dalam membuat mitigasi ancaman yang tepat sasaran. Sebuah pemerintahan harus memiliki konteks strategis untuk melihat ancaman yang dapat terjadi di masa depan sehingga dapat memberikan proteksi penuh pada negara.

Kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi ancaman senjata biologis bisa juga dengan segera membuat undang-undang baru khusus untuk menanggulangi ancaman senjata biologis. Dengan adanya undang-undang dan aturan maka setiap strategi ataupun langkah-langkah yang dijalankan oleh instansi terkait akan terarah dan lebih mudah diimplementasikan. Sehingga instansi terkait yang berperan dalam penyelenggaraan program pencegahan akan lebih mudah merancang seluruh kegiatan operasional. Dengan demikian segala strategi penanganan suatu ancaman seperti alokasi anggaran, sistem pencegahan dini, sumber daya manusia, dan sarana prasarana dapat direncanakan dengan baik.

Disusun oleh:

1. Annisa Ayuditya

2. Mayindra Wijaya

3. Muhadarsa Meidiano Sase

Referensi:

Olley G (2016). Strategic context. Subject Lecture from Cranfield University 3- 26. Lecture presented at Defense Management Class on 2016, Sentul, Bogor. 

Wikandari, Gumilar & Tamsil (2016). Strategic Context Indonesia Dalam Mengantisipasi Ancaman Senjata Biologis Antraks. Universitas Pertahanan.

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3628036/awas-kuman-antraks-sering-disalahgunakan-untuk-senjata-biologi

https://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_biologi#Peran_Bioteknologi_dalam_Pembuatan_Senjata_Biologi

https://www.researchgate.net/publication/335604740_Pandangan_Aksiologi_Terhadap_Riset_Dan_Aplikasi_Senjata_Biologis

https://witarto.files.wordpress.com/2008/01/ariefwitarto_diberitaiptek_1agustus2002.pdf

https://www.liputan6.com/global/read/3209087/headline-antraks-masuk-daftar-senjata-pemusnah-massal-korut

https://theconversation.com/indonesia-dan-ancaman-bioterorisme-antraks-beberapa-hal-yang-perlu-diketahui-agar-bisa-mencegahnya-117677


Like it? Share with your friends!

5
2 shares, 5 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
11
OMG
Win Win
4
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format