Sophia si robot cantik, akankah kendalikan dunia?


7
1 share, 7 points

Perkembangan Ekonomi dalam suatu negara merupakan hal yang sangat penting untuk diteliti karena bertujuan untuk mengetahui kondisi ekonomi yang ada pada negara tersebut. Salah satu faktor penting bagi pertumbuhan Ekonomi adalah perkembangan teknologi. Teknologi sendiri dapat dibagi ke dalam beberapa kategori, yang pertama adalah Technoware, yaitu perkembangan teknologi yang diwujudkan dalam berupa objek. Yang kedua adalah Humanware, yaitu perkembangan teknologi yang dapat diterapkan pada manusia. Yang ketiga adalah Inforware, yaitu perkembangan teknologi yang berupa data, dan yang terakhir adalah Orgaware, yaitu perkembangan teknologi yang berupa institusi [1].

Salah satu bentuk dari Technoware adalah Artificial Intelligence atau yang juga dikenal dengan sebutan AI. Pengertian AI secara sederhana adalah sebuah Software komputer yang diciptakan untuk dapat terlibat pada aktivitas-aktivitas manusia. Dalam dunia bisnis, peran AI tidak dapat dipandang secara sebelah mata, berkat kepintaran yang dimilikinya, AI banyak digunakan pada perusahaan. Penggunaan AI sendiri digunakan oleh perusahaan untuk meningkatkan tingkat efisiensi pekerjaan serta meningkatkan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan itu sendiri [2].

             

Artificial Intellegence yang semakin berkembang sekarang sudah mulai diterapkan kedalam bentuk robot. Robot diartikan sebagai mesin dengan kecerdasan komputer dan dikontrol oleh komputer, dan memiliki kemampuan fisik seperti manusia [3]. Robot juga didefinisikan sebagai “a machine able to extract information from its environment and use knowledge about its world to act safely in a meaningful and purposeful manner” (Arkin, 1998)[4]. Kemampuan fisik yang meniru manusia ini membuat pekerjaan pekerjaan repetitif akan lebih efisien digantikan oleh robot. Grafik diatas menunjukkan estimasi pertumbuhan robot di tahun 2020 dan 2021, grafik ini menunjukkan bahwa ditahun berikut robot akan terus bertambah. Perkembangan ini terus mendorong teknologi menciptakan hal baru yang pada akhirnya muncul teknologi humanoid robot yang memiliki arti sebuah teknologi robot yang memiliki wujud fisik menyerupai mahluk hidup. Bentuk yang menyerupai mahluk hidup ini diharapkan oleh penciptanya agar robot dapat membaur dengan mudah ditengah masyarakat.

Siapa sophia ?

Sophia adalah humanoid robot yang dikembangkan oleh Hanson Robotics di Hongkong. Hanson Robotics pertama kali mengaktifkan sophia pada 14 Februari 2016, mereka mendesain sophia menjadi robot yang paling ekspresif di dunia, dengan lebih dari 60 ekspresi wajah yang digerakkan dengan servo motor dan kabel bowden dibawah lapisan kulitnya. Sophia melihat menggunakan kamera di mata dan dadanya, dengan kombinasi program dan algoritma yang membantu ia untuk melacak dan mengingat wajah, berkomunikasi secara verbal dan non verbal, dan membuat lelucon [5]. AI (Artificial Intelligence) sophia terletak sebagian di onboard dan sebagian di cloud dan masih terus diperbarui dan terus belajar. 

Tujuan sophia diciptakan adalah untuk membantu manusia dengan cara kolaborasi antara manusia dengan sophia. Kolaborasi ini bermanfaat untuk memotong rantai proses yang lebih panjang dan boros energi serta boros waktu bila proses tersebut dilakukan sepenuhnya oleh manusia. Contoh pekerjaan yang dapat digantikan oleh sophia adalah pekerjaan yang sifatnya repetitif. Sofia dapat menggantikan jenis jenis pekerjaan yang repetitif dengan lebih efisien. [6]

Manfaat Robot Sophia

Seperti yang telah disebutkan di atas, salah satu kelebihan Sophia adalah dapat dengan mudah memahami pola-pola interaksi yang ada pada manusia. Hal ini didukung dengan fitur kamera yang dipasangkan di mata. Kamera yang dipasangkan pada Sophia dapat berfungsi seperti mata manusia pada umumnya yang dapat mengidentifikasi dan mengikuti pola wajah, selain itu Sophia juga dapat dengan mudah memproses kata-kata dan menggunakannya kembali untuk melakukan percakapan. Selain itu, dengan berbekal kata-kata yang telah diproses oleh Sophia sebelumya. Sophia juga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dengan benar [5].

Robot Sophia juga memiliki kemampuan untuk memahami ikatan-ikatan antara manusia. Dengan memahami ikatan-ikatan tersebut, Sophia dapat melihat dunia dan mengeksplorasinya. Selain hal-hal yang berhubungan dengan interaksi-interaksi manusia. Sophia juga dibuat untuk mendampingi pekerjaan-pekerjaan manusia, hal ini didukung dengan sistem gerak yang ditanamkan pada Sophia sudah didesain sedemikian rupa hingga lembut, sehingga dapat menyesuaikan dengan kegiatan manusia saat mengerjakan sesuatu. 

Kelebihan Sophia lainnya adalah mudahnya Sophia untuk masuk pada bidang jasa masyarakat seperti pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga layanan pelanggan. Hal ini disebabkan karena Sophia sendiri dibuat berdasarkan software Artificial Intelligence yang telah diuji di laboratorium. Tersebut menyebabkan program Artificial Intelligence yang berada pada Sophia dapat terbiasa dengan masalah-masalah yang berkaitan pada bidang-bidang tersebut. Sehingga presentase Sophia untuk menjawab masalah tersebut semakin tinggi dan Error yang semakin berkurang [7].

Salah satu keistimewaan yang dimiliki Sophia adalah Sophia sendiri merupakan inovasi pemenang inovasi pertama yang diberikan oleh United Nations Development Programme (UNDP) untuk Asia-Pasifik. Keistimewaan lainnya yang dimiliki Sophia adalah dengan kemampuan interaksi yang dimilikinya, pemerintah Arab Saudi memberikan kewarganegaraan bagi Sophia dalam seminar yang dilaksanakan di Riyadh pada 25 October 2017.

Potensi Masalah yang Akan Muncul

Semakin banyaknya pekerjaan manusia yang sudah dipahami oleh Robot Shopia dengan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) yang dimilikinya suatu saat akan berpotensi pula masalah-masalah yang akan timbul bagi manusia maupun untuk lingkungan antara lain:

1.  Kegunaan Robot Sophia dimasa yang akan datang ialah menjadi personal assistant bagi setiap manusia yang ada di bumi, namun hal ini akan menjadi permasalahan apabila Robot Sophia berpotensi menjadi mata-mata sehingga menimbulkan kerugian bagi masyarakat namun menimbulkan keuntungan bagi perusahaan pembuatnya melalui program yang dikembangkanya.[8]

2. Robot Sophia dengan amat sangat mudah memahami, mempelajari dan menjalankan kehidupan seperti manusia pada umumnya, hal ini menjadi permasalahan bagi pekerjaan manusia yang dapat diambil alih sepenuhnya oleh robot pintar seperti Shopia, yang berpotensi menambah jumlah pengangguran yang bisa membawa implikasi etis. .[9]

3.  Permasalahan lain yang akan muncul pada Robot Sophia yaitu dapat menggantikan bahkan menghilangkan tenaga manusia, mempekerjakan Robot Sophia untuk perusahaan dianggap lebih efisien dari segala aspek yang dijalankan.

4. Robot Sophia bisa dengan mudah menjadi robot yang sangat pintar hal ini bisa membuat manusia diperbudak oleh robot tersebut.

Solusi masalah yang muncul untuk mengatasi ketidak etisan teknologi robotik

                                                         

Semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula teknologi di masa depan. Dengan perkembangan teknologi di era industri 4.0 saat ini, perlu kita imbangi dengan peningkatan kualitas di bidang manapun terutama dibidang SDM. Dengan meningkatnya kualitas SDM maka akan bisa bersaing dengan teknologi robotik yang sudah dikenalkan kepada masyarakat. Karena jika manusia tidak mengimbangi dengan meningkatkan kualitas dari segi manapun, maka robot bisa mengambil alih seluruh pekerjaan manusia seperti halnya manusia biasa.

Kemajuan teknologi membuat manusia semakin gencar-gencarnya menciptakan suatu sistem salah satunya sebuah Robot Humanoid atau biasa disebut Sophia yang dikembangkan oleh perusahaan berbasis di hongkong, Hanson Robotics. Suatu sistem yang diciptakan untuk membantu pekerjaan manusia. Dengan seiring berkembangnya teknologi banyak ilmuwan maupun perusahaan yang menciptakan robot-robot lainnya. Karena itu pemerintah perlu untuk membuat peraturan atau kode etik bagi para perusahaan pembuat robotik untuk membatasi pembuatan robot agar hanya membuat berdasarkan fungsinya. Seperti robot sophia yang menjadi personal asisten bagi manusia. Permasalahan data yang mungkin bisa bocor dapat diatasi dengan kebijakan pemerintah untuk membuat dan menerapkan peraturan perlindungan data konsumen agar data yang didapat oleh sophia tidak dimanfaatkan oleh perusahaan seperti dijual kepada pihak tertentu. Pada kasus banyaknya pengangguran diakibatkan tergantikannya pekerja manusia oleh robot sophia pemerintah dapat menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan tenaga robotik dalam suatu perusahaan dengan presentasi yang disesuaikan dengan ukuran dan jenis industri perusahaan tersebut.

Dengan adanya tantangan teknologi ini, diharuskan tetap berfikir positif dalam melihat suatu perubahan maupun kemajuan teknologi masa depan seperti yang saat ini sedang dihadapi. Untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh Revolusi 4.0, seseorang harus memiliki kemampuan yang tidak dapat dilakukan oleh mesin.

Sumber :

[1] Harm-Jan Steenhuis, “Technology and Economic Development: A Literature Review”. Researchgate, 2012

[2] Adam C. Uzialko, “How Artificial Intelligence Will Transform Business”, https://www.businessnewsdaily.com/9402-artificial-intelligence-business-trends.html diakses pada 19 Februari 2020

[3] Adiwiyasabrata, Blasius Dimas (2008) PEMBUATAN ROBOT PEMADAM API BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S52. S1 thesis, UAJY. Hal 9.

[4] Behavior-based Robotics By Ronald C. Arkin, Regents' Professor & Director of the Mobile Robot Laboratory Ronald C Arkin, Ronald C.. Arkin Hal 2

[5] https://www.wired.com/story/photographing-a-robot/ diakses 18/02/2020

[6] https://www.hansonrobotics.com/sophia/ diakses 18/02/2020

[7] Jim Edwards, "I interviewed Sophia, the artificially intelligent robot that said it wanted to ‘destroy humans’", https://www.businessinsider.sg/interview-with-sophia-ai-robot-hanson-said-it-would-destroy-humans-2017-11/?r=UK diakses pada 19 februari 2020

[8]https://www.liputan6.com/tekno/read/4064744/menkominfo-ungkap-kelemahan-robot-sophia diakses 17/02/2020

[9]https://www.dropbox.com/s/osxzg33l3mvwbsh/Akankah%20Robot%20Menguasai%20Kehidupan%20Manusia%20di%20Masa%20Depan%20-%20Zenius%20Blog.pdf?dl=0 diakses 17/02/2020

 Sumber gambar :

- Global industrial robot sales doubled over the past five yearsWorld Robotics - Industrial Robot Report 2018 published (https://ifr.org/ifr-press-releases/news/global-industrial-robot-sales-doubled-over-the-past-five-year)  diakses 1/20/2020

- Saat Robot Mendominasi, Apa yang Tersisa untuk Manusia?https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20150803141804-199-69753/saat-robot-mendominasi-apa-yang-tersisa-untuk-manusia

The X Men:

  • Adhika Isthianto Utomo
  • Dwitya Pradipto Darmawan
  • N. Azizia Gia Mutiarasari
  • Intan Farida Khasanah

Like it? Share with your friends!

7
1 share, 7 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
1
Fun
Genius Genius
4
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
2
Win
thexman

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format