Telegram: Terlalu aman sehingga menjadi tidak aman ?

Problematika Telegram yang sempat di blokir Kemekominfo dengan alasan bermuatan propaganda radikalisme dsb di Indonesia dan sekarang beroperasi lagi di Indonesia


0
2 shares

Telegram adalah sebuah aplikasi layanan pengirim pesan instan multiplatform berbasis awan yang bersifat gratis dan nirlaba. Klien Telegram tersedia untuk perangkat telepon seluler (Android, iOS, Windows Phone, Ubuntu Touch) dan sistem perangkat komputer (Windows, OS X, Linux). Para pengguna dapat mengirim pesan dan bertukar foto, video, stiker, audio, dan tipe berkas lainnya. Telegram juga menyediakan pengiriman pesan ujung ke ujung terenkripsi opsional.

Telegram dikembangkan oleh Telegram Messenger LLP dan didukung oleh wirausahawan Rusia Pavel Durov. Kode pihak kliennya berupa perangkat lunak sistem terbuka namun mengandung blob binari, dan kode sumber untuk versi terbaru tidak selalu segera dipublikasikan, sedangkan kode sisi servernya bersumber tertutup dan berpaten. Layanan ini juga menyediakan API kepada pengembang independen. Pada Februari 2016, Telegram menyatakan bahwa mereka memiliki 100 juta pengguna aktif bulanan, mengirimkan 15 miliar pesan per hari.

Jika Anda sudah sangat familiar dengan Whatsapp Messenger, kali ini Whatsapp Messenger mendapat pesaing baru, yaitu Telegram. Sebelumnya, pengguna Whatsapp Messenger sangat terbantu dengan kehadiran aplikasi tersebut.

Namun kehadiran Telegram menawarkan hal baru yang mampu menjadi kelebihannya. Hal ini menjadikan Telegram wajib untuk dicoba sebagai salah satu alat pemasaran bagi brand Anda.

Berikut quick overview mengenai Telegram:

 

•Telegram Channel

Apa yang terpikir oleh Anda tentang sebuah channel? . Anda dapat dengan mudah memiliki channel brand Anda sendiri yang di- oleh konsumen Anda sendiri. Tidak tanggung-tanggung, jumlah dari 1 buah channel mampu mencapai hingga 5.000 orang. Melalui channel tersebut Anda bisa berbagi foto, video, atau dokumen dengan kapasitas hingga 1,5 GB sekali kirim dan dapat langsung dilihat oleh konsumen Anda yang mana adalah dari channel tersebut. Jika Anda menginginkan jangkauan yang lebih luas, tidak perlu khawatir karena setiap dapat dengan mudah meneruskan tersebut ke orang lain di luar channel.

 

•Tidak Membutuhkan Ruang untuk Penyimpanan

Seperti yang telah disampaikan bahwa Telegram mampu mengirim data dengan kapasitas hingga 1,5 GB sekali kirim, namun Anda tidak perlu khawatir. Konsumen Anda tidak perlu menyediakan ruang besar untuk data yang mereka terima. Seluruh data yang Anda kirimkan akan diterima oleh konsumen dan disimpan secara online. Sehingga tidak perlu mengunduh lebih dulu untuk dapat melihatnya. Dengan begitu tidak akan menghabiskan kapasitas memori konsumen Anda. Segala bentuk promosi yang brand Anda miliki dapat Anda kirimkan dengan leluasa kepada konsumen tanpa harus takut membebani mereka.

•Sistem Keamanan Ekstrim

Jika brand Anda memiliki sebuah penawaran terbatas, sistem keamanan dengan metode enkripsi yang diusung oleh Telegram ini sangat menguntungkan Anda. Anda dapat mengatur kapan sebuah pesan akan terhapus secara otomatis. Mulai dari tenggat waktu 1 menit hingga 1 minggu setelah pesan dilihat oleh konsumen. Dengan begitu, promo-promo yang Anda tawarkan tidak akan disalahgunakan oleh konsumen dan juga tidak membingungkan mereka. Kelebihan telegram inilah yang dapat menginspirasi kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap brand.

 

•Layanan Pembayaran melalui Transfer

Mengambil keuntungan dari sistem enkripsinya yang sudah sangat aman, Telegram berani untuk menyediakan layanan langsung di dalam aplikasi mereka. Bekerja sama dengan sehingga dapat memudahkan pengguna Telegram untuk melakukan pembayaran dengan cara transfer. Tentu ini sangat membantu Anda dan konsumen dalam melakukan transaksi jual-beli.

 

Kehadiran Telegram yang ingin semakin memudahkan komunikasi antar personal dan membuat manusia dapat selalu terhubung. Tentu dengan tidak mengesampingkan urusan keamanan demi menjaga privasi penggunanya.

Menggunakan basis cloud, membuat Telegram secara otomatis dapat diakses dari perangkat yang berbeda secara bersamaan. Sehingga Anda tidak perlu khawatir jika Smartphone Anda mati secara tiba-tiba. Semua percakapan dapat Anda lanjutkan kembali dengan menggunakan PC atau laptop. Sistem draft message juga berlaku di Telegram sehingga Anda tidak perlu repot mengetik ulang pesan Anda. Bukankah hal ini benar-benar dapat membantu Anda?

Sama seperti penjelasan diatas berikut beberapa hasil penelitian dari para ahli tentang Telegram:

Telegram menggunakan penyimpanan berbasis komputasi awan untuk data mereka

"Artinya, jika ada pihak yang bisa mendapatkan akses ke sistem peladen Telegram, mereka bisa mengakses pesan yang tidak terenkripsi dan seluruh metadata,"

Telegram sendiri meminta izin ke pengguna untuk mengakses daftar kontak di smartphone dan menyimpannya di peladen.

"Hal ini memberikan informasi jaringan sosial yang dapat diserang di peladen mereka dan dapat dijual ke otoritas tanpa persetujuan pengguna,"

Menurut para ahli , ketika pengguna memakai fitur Secret Chat Telegram untuk berkomunikasi, aplikasi mobile Telegram memungkinkan bagi pihak ketiga untuk melihat informasi metadata.

"Misalnya, peretas bisa mempelajari, kapan pengguna online atau offline. Telegram tidak menerapkan persetujuan dari kedua pihak untuk mengatur komunikasi. Karena alasan ini, penyerang bisa terhubung ke pengguna dan mendapatkan informasi metadata tanpa diketahui pengguna," ungkap tim peneliti MIT.

Telegram juga menghadapi kritik karena penggunaan skala luas oleh organisasi teroris Negara Islam (NIIS). NIIS telah merekomendasikan Telegram kepada para pendukung dan anggotanya dan pada Oktober 2015 mereka mampu melipatgandakan jumlah pengikut saluran resmi mereka menjadi 9.000 orang.

Jadi disini yang menjadi titik penellitian secret chat Telegram dapat disalah gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti sebagai alat komunikasi teroris seperti penjelasan diatas. Dan demi menjaga kepercayaan konsumen pihak telegram sampai tidak mau bekerjasama dengan pemerintah dalam menjaga privasi pengguna telegram. Ini yang menjadi main pembahasan, dalam pertumbuhan teknologi tidak selalu membawa dampak yang baik bagi kemanusiaan.

Telegram identik dengan terorisme?

Seperti yang tercantum pada laman kompas.com , menyimpulkan bahwa telegram berbahaya dikarenakanya banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Selain hal tersebut, hal kuat yang membuat keputusan ini ditetapkan di karenakan banyak sekali Teroris yang sangat menyukai Telegram. Itu dikarenakan adanya fitur enkripsi client-to-client. Pesan – pesan yang terkirim melalui Telegram dienkripsi dengan protokol MTProto yang membuat komunikasi antar pengguna bisa baik bersifat rahasia ataupun terbuka, dari individu ke individu ataupun menarget kalangan yang lebih luas melalui fitur Channels yang bisa di follow oleh penggunanya, Groups, private message, dan Secret Chat.

Pendiri sekaligus CEO telegram Pavel Durov mengatakan “Privasi pada akhirnya lebih penting ketimbang ketakutan kita akan hal buruk yang bisa terjadi, seperti terorisme." Ia pun menambahkan, “Kami tak harus merasa bersalah. Kami melakukan hal yang benar, yakni melindungi privasi pengguna". Hal ini lah yang membuat Telegram sangat sulit diretas oleh siapapun baik dari Pemerintah Indonesia untuk mendapatkan info pergerekan radikal di Indonesia.

Sebagai contoh, Telegram tercatat telah digunakan untuk berkomunikasi oleh teroris untuk menyerang Paris pada 2015, ada juga serangan malam tahun baru 2017 di Turki, dan serangan di St. Petersburg pada April 2017.

 Di Indonesia sendiri,  pada Desember 2016 beberapa tersangka terorisme yang ditangkap mengaku belajar membuat bom dengan mengikuti arahan lewat Telegram.  

Sebagai solusi dari permasalahan tidak etis nya aplikasi Telegram di Indonesia,  pada  10 Agustus 2017, Pendiri Telegram bertemu dengan Kemekominfo terkait pembukaan kemabali/pencabutan blokir di Indonesia. Hal itu telah di sepakati oleh Pemerintah Indonesia karena Telegram sendiri bersedia mematuhi aturan di Indonesia dan memenuhi syarat – syarat yang di ajukan Pemerintah Indonesia. Beberapa syarat tersebut yakni, dibuatnya government channel khusus agar komunikasi dengan Kominfo lebih cepat dan efisien dan Kemekominfo diberikan otoritas sebagai trusted flagger terhadap akun atau kanal dalam Telegram.

Di samping itu,  kita juga ingin meng-highlights beberapa aplikasi chat yang juga masuk di Indonesia disamping maraknya permasalahan Telegram yang sempat hangat di Indonesia. Berikut adalah best practices dan inisiatif produk yang sudah direncakan/dikembangkan oleh perusahaan/negara lain:

1. Kakao Talk

Kakao Talk

Aplikasi asal Korea Selatan ini memiliki beberapa kelebihan selain fitur standar yang ditawarkan, seperti memungkinkan pengguna untuk nelpon gratis tanpa batas secara bersamaan berbasis VoIP serta membuat group chat sesama akun dengan jumlah banyak. Sedangkan dari kekurangan yaitu ada pada fitur yang ditawarkan cukup tanggung “tidak sedikit tapi tidak banyak juga,” selain itu sticker dan emoticon juga kurang ekspresif meski bisa dijajal selama 90 sebelum dibeli. Platform: iOS, Android dan BlackBerry.

 

2. Line

apps-line

Kelebihan Line yaitu pengguna tak hanya sekedar bertukar pesan tertulis dan juga sticker animasi. Namun pada kenyataannya pengguna bisa menelpon kesesama anggota Line dengan berbasis VoiP dan dapat beralih ke PC. Selain itu yang tak kalah penting, pengguna Line bisa mengetahui apakah pesannya sudah dibaca atau belum. Sedangkan dari segi kekurangan, pengguna bisa dengan mudah meng-add akun, tanpa perlu di-approve dengan kata lain ‘akun yang tidak dikenal atau tidak diinginkan muncul dengan tiba-tiba,’ walau bisa diblok. Platform: iOS, Android dan BlackBerry.

3. WhatsApp

apps-whatsapp

WhatsApp coba mencuri perhatian kalangan pengguna BlackBerry Messenger (BBM) dengan kelebihan yang dimiliki meski secara dasar tidak jauh berbeda. Hanya saja, fitur standarnya bisa lintas smartphone dan hubungan antarmuka pengguna sehingga bisa dengan mudah digunakan. WhatsApp memiliki kekurangan di tengah persaingan sekarang ini serta terkadang harus membayar untuk jangka waktu tertentu. Platform: Android, iOS, BlackBerry, Symbian, S40, BlackBerry OS, BlackBerry 10 dan Windows Phone.

 

4. WeChat

apps-wechat

Layanan asal Cina sudah memiliki fitur standart seperti berbagi pesan, VoiP dan emoticon, akan tetapi kelebihan WeChat yang paling menarik yaitu pada fitur Look Around dan switch ke PC yang mudah, karen pengguna tak perlu repot-repot mendownload versi desktop cukup dengan scan QR code pengguna langsung switch ke PC. Sedangkan dari segi kekurangan ada pada ikon bergerak WeChat yang kurang berasa dari segi karakter dan ekspresi.

Sources :

https://tekno.kompas.com/read/2017/07/14/20495927/ini-alasan-pemerintah-blokir-telegram.

https://www.bboxconsulting.com/single-post/2017/01/17/4-Hal-yang-harus-Anda-ketahui-tentang-Telegram

https://www.merdeka.com/teknologi/terkenal-paling-aman-telegram-punya-celah-keamanan.html

https://id.wikipedia.org/wiki/Telegram_(aplikasi)

https://www.ikeni.net/perbandingan-kakao-talk-line-whatsapp-wechat-kelebihan-dan-kekurangan-203/

Shark in suit are:

Amelia Septian Aryamti

Aryo Arifuddin

Rahadian Andrie Zar


Like it? Share with your friends!

0
2 shares

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
1
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
Sharkinsuits

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format