What environments influence Marketing activities?

Aktor dan kekuatan di luar pemasaran yang memengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang sukses dengan pelanggan sasaran


1
1 point

Marketing Environment

Lingkungan pemasaran perusahaan terdiri dari aktor dan kekuatan di luar pemasaran yang memengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang sukses dengan pelanggan sasaran.

Microenvironment

adalah para pelaku yang paling dekat dengan perusahaan yang langsung mempengaruhi pelayanan perusahaan terhadap pelanggan, yaitu the company, suppliers, marketing intermediaries, customer markets, competitors, and publics.

The Company harus manajemen pemasaran yang mempertimbangkan komponen-komponen seperti:

  • Top Management membawahi semua departemen. 
  • Finance mengatur keuangan perusahaan. Contoh: lembaga bimbel apabila ingin membuka cabang bimbel baru harus merencanakan anggaran/ dana sehingga tidak menimbulkan kerugian.
  • Research and Development (R&D) mengatur tentang segala bentuk penelitian dan pengembangan perusahaan. contoh: perusahaan yang ingin mengadakan cabang baru dapat menggunakan riset dengan melihat perkembangan pasar, sehingga cabang yang baru dapat memuaskan keinginan pelanggan.
  • Purchasing perusahaan harus mempertimbangkan pembelian bahan baku, apakah bahan baku tersebut cocok digunakan dalam perusahaan tersebut.
  • Manufacturing bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang memiliki mutu dan kualitas yang di harapkan.
  • Accounting melakukan pembukuan dan pencatatan.

Suppliers bagian perusahaan yang berfungsi memasok kebutuhan perusahaan dalam melakukan kegiatannya untuk kemudian menghasilkan sesuatu untuk dijual, baik barang maupun jasa.

  • Watch Supply Availability
  • The Price Trend of Their Key Inputs

Marketing Intermediaries merupakan semua pihak/perusahaan yang membantu perusahaan tersebut dalam mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produknya kepada konsumen akhir, seperti reseller, physical distributions firm, marketing service agencies, and financial intermediaries

  • Reseller pihak yang membeli produk dari perusahaan tertentu untuk dijual kembali kepada konsumen tanpa merubah produksi awal. Misalnya berrybenka, matahari department store.
  • Physical distribution firm perusahaan yang memiliki usaha berupa jasa pengiriman barang fisik baik dari perusahaan maupun individual. Misalnya, sebuah dealer mobil mengirimkan barang ke showroom mobil dengan menggunakan truk. 
  • Marketing service agencies menawarkan produk atau jasanya dengan menggunakan brosur, iklan, maupun counter.
  • Financial Intermediaries yaitu perusahaan yang dapat memberikan bantuan dana. Misalnya, sebuah bank yang memberikan dana untuk bantuan menyicil rumah bagi costumer.

Customer Markets sering juga disebut dengan segmentasi pelanggan, dibagi menjadi:

  • Customers market yaitu pembelian suatu produk untuk dapat di konsumsi sendiri.
  • Business market suatu perusahaan yang membeii barang jadi namun produksinya di olah kembali sesuai dengan kebutuhan perusahaan. misalnya, MCD yang membeli bahan baku untuk di olah kembali.
  • Reseller, yaitu suatu perusahaan yang membeli produksi untuk dijual kembali tanpa merubah produksi awal.
  • Government market, membeli suatu barang melalui suatu tender.
  • International market, misalnya perusahaan yang sudah mendapat ISO

Publics adalah kelompok apapun yang memiliki minat terhadap perusahaan atau memberi pengaruh baik maupun buruk bagi perusahaan dalam meraih tujuannya. Publics dibagi menjadi:

  • Financial public
  • Media Public
  • Government Public
  • Citizen Action public
  • Local public
  • General public
  • Internal public

Macroenvironment

mengacu kepada semua kekuatan atau tenaga dari kelompok yang lebih besar dan berpengaruh lebih terhadap microenvironment, termasuk di dalamnya adalah konsep seperti demographic, economic, natural, technological, political, and cultural forces.

Demographic adalah studi mengenai populasi manusia dalam hal ukuran, kepadatan, lokasi, umur, jenis kelamin, ras/suku, dan profesi. Contoh dari Demographic adalah klasifikasi kelompok manusia berdasarkan tahun lahir mereka. Klasifikasi seperti ini dapat dimanfaatkan untuk memutuskan target dari produk yang akan dipasarkan oleh sebuah perusahaan dan menentukan hal apa yang dapat menarik perhatian pasar untuk membeli produk dalam segmentasi pasar tersebut.

Economic merujuk kepada daya beli masyarakat dan menyangkut pada pola kebiasaan masyarakat dalam ‘menghabiskan’ uang mereka.

Natural hal yang diperlukan dalam faktor ini adalah peningkatan polusi, penipisan stok bahan baku, dan peningkatan camput rangan pemerintah dalam pengelolaan alam melalui kebjiakan-kebijakannya.

Technological sebuah perusahaan secara sadar atau tidak, terpaksa atau tidak, akan dan harus memperbarui teknologi mereka untuk tetap dapat bersaing di pasar. Perusahaan harus tetap memantau perkembangan teknologi untuk dapat tetap menjadi yang terdepan ketimbang menjadi sebuah perusahaan yang ketinggalam zaman dan pada akhirnya gulung tikar karena kehilangan pelanggan.

Political beberapa produk diatur oleh pemerintah peredarannya, metode pengedarannya, dan bahkan ada saja produk yang dibatasi dalam hal target pemasarannya. Contohnya adalah penjualan rokok hanya diperbolehkan kepada kelompok masyarakat yang sudah dewasa.

Cultural terdiri dari nilai-nilai dasar yang dianut oleh dan diyakini oleh sekelompok masyarakat di suatu daerah. Nilai-nilai tersebut bisa saja termasuk dalam system kepercayaan yang sudah berlaku turun temurun dari generasi ke generasi dan sangat sulit untuk diubah.

The Demographic Environment

Demography

Adalah studi tentang populasi manusia dalam hal ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, pekerjaan, dan statistik lainnya. Lingkungan demografis adalah hal utama yang harus diperhatikan bagi pemasar karena melibatkan orang yang merupakan dasar dari pasar. 

Pemasar dapat menganalisis perubahan usia, struktur keluarga, pergeseran populasi geografis, karasteristik pendidikan, dan keragaman populasi. Contohnya adalah tren demografis di Amerika Serikat yang berdasarkan struktur usia penduduk yang berubah, Amerika dibagi menjadi 4 generasi yaiitu generasi baby boomer, generasi X, generasi milenial, dan generasi Z. dimana pada masing masing generasi, pemasar harus memahami perubahannya dan melihat adanya peluang. 

The Changing Age Structure of the Population Populasi A.S. saat ini hampir mencapai 323 juta penduduk dan dapat mencapai hampir 364 juta penduduk pada tahun 2030. Satu-satunya tren demografi yang paling penting di Amerika Serikat adalah perubahan struktur usia populasi. Terutama karena menurunnya angka kelahiran dan meningkatnya angka harapan hidup sehingga terjadi penuaan populasi. Pada 1970, usia rata-rata adalah 28; pada tahun 2016, mencapai 38,7. Penuaan populasi ini akan berdampak signifikan pada pasar dan siapa yang melayani mereka. Populasi A.S. terdiri dari empat kelompok terbesar yaitu baby boomer, Generasi X, Generasi milenial, dan Generasi Z. 

Generational Marketing 

Pemasar sering membagi baby boomer menjadi tiga kelompok yang lebih kecil (leadedgeboomer, boomer inti, dan boomer trailing edge) masing-masing dengan keyakinan danperilaku. Demikian pula, mereka membagi Generasi Z menjadi anak-anak, pra remaja, dan remaja.Dengan demikian, pemasar perlu membentuk segmen spesifik usia Myang lebih tepat dalam setiap kelompok.Mendefinisikan orang berdasarkan tanggal lahir mereka mungkin kurang efektif sehingga lebih baik mensegmentasimereka dengan gaya hidup, tahap kehidupan, atau nilai-nilai umum yang mereka cari dalam produk yang mereka beli. 

The Changing Family Rumah tangga tradisional terdiri dari suami, istri, dan anak-anak (dan terkadang kakek-nenek. Pemasar harus mempertimbangkan kebutuhan khusus rumah tangga non-tradisional karena mereka sekarang tumbuh lebih cepat daripada rumah tangga tradisional. Setiap kelompok memiliki kebutuhan dan kebiasaan membeli yang berbeda. Perusahaan sekarang mengadaptasi pemasaran mereka untuk mencerminkan dinamika perubahan keluarga Amerika. Misalnya, salah satu iklan telepon Samsung Galaxy baru-baru ini, menampilkan seorang ayah yang membedong dan menenangkan putranya sementara sang ibu menjalankan tugas. Iklan lain mencerminkan keragaman yang berkembang di rumah tangga modern Amerika. 

Geographic Shifts in Population Merupakan periode pergerakan migrasi yang besar antara dan di dalam negara. Selama dua dekade terakhir, populasi AS telah bergeser ke negara bagian Sunbelt. BagianBarat dan Selatan telah tumbuh, sedangkan negara-negara bagian Midwest dan Timur Laut telah kehilangan populasi. Populasi seperti itu menggeser minat para pemasar karena orang-orang di berbagai daerah membeli secara berbeda. Sebagai contoh, orang-orang di Midwest membeli lebih banyak pakaian musim dingin daripada orang-orang di Tenggara. 

A Better-Educated, More White-Collar, More Professional Population Pertumbuhan pekerjaan sekarang paling kuat untuk pekerja profesional dan terlemah untuk pekerja manufaktur. Antara 2014 dan 2024, dari 30 pekerjaan terperinci yang diproyeksikan memiliki pertumbuhan lapangan kerja tercepat, sebagian besar membutuhkan beberapa jenis pendidikan pasca-sekolah menengah. Meningkatnya jumlah profesional terdidik tidak hanya mempengaruhi apa yang dibeli orang tetapi juga bagaimana cara mereka membeli. 

Increasing Diversity Setiap negara berbeda dalam ragam etnis dan ras mereka. Pada satu ekstrem yaitu Jepang, di mana penduduknya hampir semua orang Jepang. Pada ekstrem yang lain adalah Amerika Serikat yang sering disebut pot peleburan, tempat beragam kelompok dari berbagai negara dan budaya melebur menjadi satu kesatuan yang lebih homogen. Sebaliknya, Amerika Serikat tampaknya telah menjadi lebih dari "salad bowl" di mana berbagai kelompok telah bercampur tetapi mempertahankan keragaman mereka dengan mempertahankan dan menghargai perbedaan etnis dan budaya yang penting.

Pemasar sekarang menghadapi pasar yang semakin beragam, baik di dalam maupun luar negeri, karena operasi mereka menjadi lebih internasional dalam ruang lingkup. Sebagian besar perusahaan besar, dari P&G, Walmart, Allstate, dan Wells Fargo hingga McDonald's dan Southwest Airlines, sekarang menargetkan produk, iklan, dan promosi yang dirancang khusus untuk satu atau lebih dari kelompok-kelompok yang beragam. 

The Economic Environment

Pasar membutuhkan daya beli dan juga orang. Lingkungan ekonomi terdiri dari faktor ekonomi yang mempengaruhi daya beli konsumen dan pola pengeluaran. Faktor ekonomi dapat memiliki efek dramatis pada belanja konsumen dan perilaku pembelian. Pemasar harus memperhatikan distribusi pendapatan serta tingkat pendapatan. Selama beberapa dekade terakhir, orang kaya semakin kaya, kelas menengah menyusut, dan orang miskin tetap miskin.

Perubahan dalam variabel ekonomi utama, seperti pendapatan, biaya hidup, suku bunga, dan pola tabungan dan pinjaman, memiliki dampak besar pada pasar. Perusahaan mengawasi variabel-variabel ini dengan menggunakan perkiraan ekonomi. Dengan peringatan yang memadai, mereka dapat memanfaatkan perubahan dalam lingkungan ekonomi.

The Natural Environment

Lingkungan alam melibatkan lingkungan fisik dan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai input oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran. Pada tingkat paling dasar, kejadian tak terduga di lingkungan fisik apa pun dari cuaca hingga bencana alam dapat memengaruhi perusahaan dan strategi pemasarannya. Salah satunya yaitu, Musim hujan, penjualan menurun di berbagai bisnis, dari toko bunga dan auto deal ke restoran, maskapai penerbangan, dan tujuan wisata. Sebaliknya, cuaca buruk meningkatkan permintaan untuk produk-produk seperti jas hujan, payung, mobil, laundry, dan pusat perbaikan mobil.

Pemasar harus mewaspadai beberapa tren di lingkungan alami :

Pertama, banyak kekurangan bahan baku. Udara dan air tampaknya merupakan sumber daya yang tak terbatas, tetapi beberapa kelompok melihat bahaya jangka panjang. Polusi udara mencekik banyak kota besar di dunia. Air bersih saat musim kemarau dan kekurangan air sudah menjadi masalah besar. Sumber daya terbarukan, seperti hutan dan makanan, juga harus digunakan secara bijak.

Sumber daya yang tidak terbarukan, seperti minyak, batubara, dan berbagai mineral, menimbulkan masalah serius. Perusahaan yang membuat produk yang membutuhkan sumber daya yang langka ini menghadapi kenaikan biaya yang besar sekalipun bahan tetap tersedia.

Kedua adalah meningkatnya polusi. Industri akan hampir selalu rusak usia kualitas lingkungan alam. Pertimbangkan pembuangan bahan kimia dan nuklir limbah, tingkat merkuri berbahaya di lautan, jumlah polutan kimia dalam persediaan tanah dan makanan, dan berbagai hal lainnya, sehingga sekarang cenderung menggunakan tas belanja maupun tumbler

Ketiga adalah meningkatnya intervensi pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah dari berbagai negara berbeda dalam kepedulian dan upaya mereka untuk mempromosikan kebersihan lingkungan Hidup.  Alih-alih menentang peraturan, pemasar harus membantu mengembangkan solusi untuk masalah bahan dan energi yang dihadapi dunia.

Sustainability Environment Kelestarian lingkungan berarti memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Saat ini, perusahaan yang tercerahkan melampaui peraturan pemerintah mendikte. Mereka sedang mengembangkan strategi dan praktik yang menciptakan ekonomi dunia planet dapat mendukung tanpa batas. Banyak perusahaan menanggapi permintaan konsumen dengan produk sponsible. Yang lain sedang mengembangkan kemasan daur ulang atau biodegradable, didaur ulang bahan dan komponen, kontrol polusi yang lebih baik, dan operasi yang lebih hemat energi.

Fokus kuncinya adalah menciptakan generasi barang baru untuk kualitas terbaik tetapi dampak lingkungan dan biaya produksi minimal.

Technological Environment

Lingkungan teknologi mungkin merupakan kekuatan paling dramatis yang sekarang membentuk takdir kita. Teknologi telah merilis keajaiban seperti antibiotik, bedah robotik, telepon pintar, dan internet. Ia juga telah merilis kengerian seperti misil nuklir dan senapan serbu. Sikap kita menuju teknologi tergantung pada apakah kita lebih fokus kepada manfaatnya ataupun resikonya. Teknologi baru dapat menawarkan peluang menarik bagi pemasar.

Lingkungan teknologi berubah dengan cepat, menciptakan pasar dan peluang baru negara. Namun, setiap teknologi baru menggantikan teknologi yang lebih lama. Transistor melukai industri tabung hampa, fotografi digital merusak bisnis film, dan unduhan digital dan streaming merugikan bisnis DVD dan buku. Ketika industri tua bertarung atau mengabaikan teknologi baru, bisnis mereka menurun. Jadi, pemasar harus memperhatikan lingkungan teknologi erat. Perusahaan yang tidak mengikuti akan segera menemukan produk mereka sudah ketinggalan zaman. Jika itu terjadi, mereka akan kehilangan peluang produk dan pasar baru.

The Political and Social Environment

Keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan di lingkungan politik.

Lingkungan politik terdiri dari hukum, lembaga pemerintah, dan kelompok penekan yang mempengaruhi atau membatasi berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat tertentu.

Legislation Regulating Business Pemerintah perlu mengembangkan  serangkaian undang-undang dan peraturan yang mengatur bisnis demi kebaikan masyarakat luas, sehingga regulasi disusun dengan baik untuk mendorong persaingan dan memastikan pasar yang adil. Undang-undang tersebut antara lain mencakup isu-isu seperti persaingan, praktik perdagangan yang adil, perlindungan lingkungan, keamanan produk, privasi konsumen,  penetapan harga, dan hal-hal penting lainnya

                Undang-undang bisnis diberlakukan karena sejumlah alasan :

  1. Yang pertama adalah untuk melindungi perusahaan dari satu sama lain. Meskipun eksekutif bisnis mungkin memuji persaingan, mereka terkadang mencoba menetralisirnya ketika itu mengancam mereka. Karena itu, hukum disahkan untuk mendefinisikan dan mencegah persaingan tidak adil.
  2. Tujuan kedua adalah untuk melindungi konsumen dari praktik bisnis yang tidak adil. Beberapa perusahaan, jika dibiarkan sendiri, akan membuat produk yang jelek, menyerang privasi konsumen , menyesatkan konsumen dalam iklan mereka, dan menipu konsumen melalui pengemasan dan harga mereka. Aturan yang mendefinisikan dan mengatur praktik bisnis yang tidak adil diberlakukan oleh berbagai lembaga.
  3. Tujuan ketiga adalah untuk melindungi kepentingan masyarakat terhadap perilaku bisnis tak terkendali. Aktivitas bisnis yang menguntungkan tidak selalu menciptakan kualitas hidup yang lebih baik. Peraturan muncul untuk memastikan bahwa perusahaan bertanggung jawab atas biaya sosial dari produksi atau produk mereka.

Pemasar internasional akan menghadapi lusinan, atau bahkan ratusan lembaga yang dibentuk untuk menegakkan kebijakan dan peraturan perdagangan. Karena lembaga pemerintah tersebut memiliki keleluasaan dalam menegakkan hukum, mereka dapat memiliki dampak besar pada kinerja pemasaran perusahaan. Eksekutif bisnis harus memperhatikan perkembangan ini ketika merencanakan produk dan program pemasaran mereka. Pemasar perlu tahu tentang undang-undang utama yang melindungi persaingan, konsumen, dan masyarakat.

Increased Emphasis on Ethics and Socially Responsible Actions Peraturan tertulis tidak mungkin mencakup semua potensi pelanggaran pemasaran, dan hukum yang ada seringkali sulit ditegakkan. Namun, di luar hukum dan peraturan tertulis, bisnis juga diatur oleh kode sosial dan aturan etika profesi.

                Socially Responsible Behavior Perusahaan yang tercerahkan mendorong para manajer mereka untuk melihat melampaui apa yang diizinkan oleh sistem regulasi dan sekadar "melakukan hal yang benar." Perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial ini secara aktif mencari cara untuk melindungi kepentingan jangka panjang konsumen dan lingkungan mereka.    

                Cause-Related Marketing (Pemasaran Terkait Penyebab). Untuk menjalankan tanggung jawab sosial mereka dan membangun citra yang lebih positif , banyak perusahaan sekarang menghubungkan diri mereka dengan tujuan yang bermanfaat. Hal inimenjadi bentuk utama dari pemberian perusahaan. Ini memungkinkan perusahaan “melakukan yang terbaik dengan melakukan yang baik” dengan mengaitkan pembelian produk atau layanan perusahaan dengan organisasi amal.

The Cultural Environment

Lingkungan budaya terdiri dari institusi dan kekuatan lain yang memengaruhi nilai-nilai dasar, persepsi, preferensi, dan perilaku masyarakat. Karakteristik budaya berikut dapat mempengaruhi pengambilan keputusan pemasaran .

The Persistence of Cultural Values Orang-orang dalam masyarakat tertentu memiliki banyak kepercayaan dan nilai. Keyakinan dan nilai-nilai inti memiliki tingkat kegigihan yang tinggi. Keyakinan ini membentuk sikap dan perilaku yang lebih spesifik yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Keyakinan dan nilai-nilai inti diturunkan dari orang tua kepada anak-anak dan diperkuat oleh sekolah, bisnis, lembaga keagamaan, dan pemerintah.

              Keyakinan dan nilai-nilai sekunder lebih terbuka untuk berubah. Percaya pada pernikahan adalah keyakinan inti, percaya bahwa orang harus menikah di awal kehidupan adalah kepercayaan sekunder. Pemasar memiliki beberapa peluang untuk mengubah nilai-nilai sekunder tetapi sedikit peluang untuk mengubah nilai-nilai inti. 

Shifts in Secondary Cultural Values Meskipun nilai-nilai inti cukup gigih, perubahan budaya memang terjadi. Pemasar ingin memprediksi perubahan budaya untuk menemukan peluang atau ancaman baru. Nilai-nilai budaya utama masyarakat diekspresikan dalam 6 pandangan orang-orang.

People’s Views of Themselves Orang berbeda dalam penekanan mereka pada melayani diri sendiri versus melayani orang lain. Beberapa orang melihat diri mereka sebagai pembagi dan penyambung; yang lain melihat diri mereka sebagai individualis. Orang menggunakan produk, merek, dan layanan sebagai alat ekspresi diri, dan membeli produk dan layanan yang sesuai dengan pandangan mereka tentang diri mereka sendiri. Pemasar dapat memposisikan brand mereka untuk menarik segmen self-view tertentu. 

People’s Views of Others Sikap dan interaksi orang-orang dengan orang lain bergeser seiring waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, timbul kekhawatiran bahwa era digital akan mengakibatkan berkurangnya interaksi manusia, karena orang-orang mengubur diri mereka di halaman media sosial daripada berinteraksi secara pribadi. Akhir-akhir ini, bahkan ketika orang-orang bersama, mereka sering "sendirian bersama." Namun berkat teknologi, kita dapat bersama satu sama lain, dan juga 'di tempat lain', terhubung ke mana pun kita mau. Dengan demikian, apakah komunikasi dengan teknologi baru adalah berkah atau kutukan adalah masalah yang banyak diperdebatakan.

Cara berinteraksi baru ini sangat memengaruhi cara perusahaan memasarkan merek mereka dan berkomunikasi dengan pelanggan. Konsumen semakin memanfaatkan jaringan pertemanan dan online brand communities secara digital untuk mempelajari dan membeli produk serta membentuk dan berbagi pengalaman merek. Akibatnya, penting bagi merek untuk berpartisipasi dalam jaringan ini juga.

People’s  Views of Organizations Orang-orang berbeda dalam sikap mereka terhadap perusahaan, lembaga pemerintah, serikat pekerja, universitas, dan organisasi lainnya. Dua dekade terakhir telah terlihat penurunan tajam dalam kepercayaan dan kesetiaan terhadap bisnis dan organisasi dan institusi politik. Di tempat kerja, ada penurunan keseluruhan dalam loyalitas organisasi . Gelombang perampingan perusahaan menimbulkan sinisme dan ketidakpercayaan. Banyak orang saat ini melihat pekerjaan bukan sebagai sumber kepuasan tetapi sebagai tugas wajib untuk mendapatkan uang untuk menikmati jam tidak kerja mereka. Tren ini menunjukkan bahwa organisasi perlu menemukan cara baru untuk memenangkan kepercayaan konsumen dan karyawan.

People’s Views of Society Orang-orang berbeda dalam sikap mereka terhadap masyarakat mereka — para patriot mempertahankannya, para reformis ingin mengubahnya, dan orang-orang yang tidak puas ingin meninggalkannya. Orientasi orang-orang terhadap masyarakat mereka memengaruhi pola konsumsi dan sikap mereka terhadap pasar.

Contohnya patriotisme Amerika telah meningkat secara bertahap selama dua dekade terakhir. Suatu survei menunjukkan bahwa beberapa merek sangat terkait dengan patriotisme, seperti Jeep, Coca-Cola, Harley-Davidson, dan Apple. Pemasar merespons dengan penawaran "Made in America" yang diperbarui dan iklan dengan tema patriotic.

People’sViews  of  Nature Orang-orang berbeda dalam sikap mereka terhadap dunia alami beberapa merasa dikuasai olehnya, yang lain merasa selaras dengannya, dan yang lain berusaha menguasainya. Sebuah tren jangka panjang telah berkembang penguasaan rakyat atas alam melalui teknologi dan keyakinan bahwa alam melimpah. Namun, baru-baru ini, orang telah mengakui bahwa alam terbatas dan rapuh itu, dapat dihancurkan oleh aktivitas manusia. 

People’s Views of the Universe Akhirnya, orang-orang berbeda dalam keyakinan mereka tentang asal-usul alam semesta dan tempat mereka di dalamnya. Namun, fakta bahwa orang-orang keluar dari organisasi keagamaan tidak berarti bahwa mereka meninggalkan iman mereka. Beberapa futuris telah mencatat minat baru pada spiritualitas, mungkin sebagai bagian dari pencarian yang lebih luas untuk tujuan batin baru. Orang-orang telah pindah dari materialisme dan ambisi anjing-makan-anjing untuk mencari nilai-nilai yang lebih permanen (keluarga, komunitas, bumi, iman) dan pemahaman yang lebih pasti tentang benar dan salah. Daripada menyebutnya "agama," mereka menyebutnya "kerohanian." Spiritualisme yang berubah ini memengaruhi konsumen dalam segala hal mulai dari acara televisi yang mereka tonton dan buku yang mereka baca hingga produk dan layanan yang mereka beli.

Responding to the Marketing EnvironmentAda tiga jenis perusahaan: Satu, mereka yang membuat sesuatu terjadi. Dua, mereka yang menonton sesuatu terjadi. Tiga, mereka yang bertanya-tanya apa yang terjadi. Dalam memandang lingkungan pemasara ada dua tipe. Tipe yang pertama ialah perusahaan yang memandang lingkungan pemasaran sebagai elemen yang tidak terkendali dan mereka secara pasif menerima lingkungan pemasaran tersebut dan tidak mencoba mengubahnya. Mereka menganalisis kekuatan lingkungan dan merancang strategi yang akan membantu perusahaan menghindari ancaman dan memanfaatkan peluang yang disediakan lingkungan. Tipe yang kedua ialah perusahaan yang mengambil sikap proaktif terhadap lingkungan pemasaran. Daripada mengasumsikan bahwa opsi strategis dibatasi oleh lingkungan saat ini, perusahaan ini mengembangkan strategi untuk mengubah lingkungan. Perusahaan dan produk mereka sering membuat dan membentuk industri baru.

Daftar Pustaka :

Kotler, P. and Armstrong, G. (2018), Principles of Marketing, 17 th ed. Harlow, UK : Pearson Education Ltd.

Alpha Squad :

  1. Faqih Ahmad M.
  2. Lawita Wanda Sasmita
  3. Afifah Della S
  4. Hilmi 'Afif Kautsar

Like it? Share with your friends!

1
1 point

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
2
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
1
Win
AlphaSquad

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format