Qantas Airways Estimasi Kerugian Sebesar 150 Juta US Dollar Akibat Corona Virus

Corona Virus menyebabkan beberapa negara menerbitkan larangan untuk berpergian ke Cina. Qantas Airways mengestimasi kerugian sebesar 150 Juta USD akibat virus ini


12
2 shares, 12 points

Corona virus merupakan salah satu virus yang menyebabkan penyakit pada mamalia dan unggas. Pada manusia, Corona virus mengakibatkan adanya infeksi saluran pernapasan, ditandai oleh adanya gejala-gejala seperti demam dan pilek. Seperti yang telah kita ketahui, Corona virus berasal dari Wuhan, Republik Cina dan telah menyebar ke berbagai negara bahkan hingga ke benua lain. Sampai saat ini, kasus terbanyak masih terdapat di Cina dengan 77.150 kasus dan 2.592 korban jiwa. Korea Selatan, merupakan negara dengan kasus Corona virus terbanyak di luar Cina dengan 833 kasus dan 8 korban jiwa. Iran telah mengidentifikasi 61 kasus dengan 12 korban jiwa. Di benua Eropa, Italia telah mendapat 228 kasus Corona virus dengan 6 korban jiwa. 11 kota di Italia sudah dikarantina untuk mencegah tersebarnya Corona virus di negara tersebut. Untuk negara Australia, belum ada tanda – tanda adanya pandemik atau persebaran virus di negara tersebut. Namun, evakuasi penduduk Australia dari kapal pesiar Diamond Princess, 6 dari 170 orang yang dievakuasi telah terbukti positif terjangkit Corona virus. Saat ini pemerintah Australia sedang melakukan karantina di 170 orang tersebut.

Selain adanya kekhawatiran pada penyakit dan korban jiwa yang diakibatkan oleh Corona virus, terdapat juga kekhawatiran oleh pemilik – pemilik bisnis pada kegiatan ekonomi antar negeri. Akibat Corona virus, banyak sekali kendala yang ditimbulkan pada kegiatan ekonomi, terutama logistik dan transportasi. Sudah banyak negara yang mengeluarkan larangan untuk rakyatnya berpergian, terutama ke Cina. Hal ini tentunya merupakan rintangan yang sulit dihadapi oleh industri transportasi dan logistik multinasional, salah satunya adalah maskapai penerbangan. Maskapai penerbangan yang terdampak adalah maskapai nasional dari negara Australia, Qantas Airways.

Qantas (Queensland and Northern Territory Aerial Services) Airways merupakan maskapai nasional dan maskapai terbesar di negara Australia. Qantas Airways berdiri pada tanggal 16 November 1920, dan merupakan maskapai ketiga tertua di dunia setelah KLM dan Avianca. Qantas Airways mulai melayani penerbangan internasional pada bulan Mei tahun 1935. Saat ini Qantas Airways memiliki 27 destinasi internasional dan salah satunya adalah negara Cina, dengan tujuan kota Beijing dan Shanghai.

Dengan situasi Corona virus yang tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan, Qantas Airways melakukan beberapa penyesuaian pada penerbangan – penerbangan internasionalnya. CEO Qantas Airways Alan Joyce mengatakan bahwa maskapainya akan menunda semua penerbangan langsung ke negara Cina, mengurangi jumlah penerbangan ke negara Asia lainnya sebanyak 15%, dan juga pengurangan jumlah penerbangan ke destinasi domestik lainnya. Penerbangan – penerbangan tersebut antara lain:

  • Sydney, Australia – Shanghai, Cina (ditunda sampai dengan 28 Maret 2020)
  • Sydney, Australia – Hong Kong (pengurangan jumlah penerbangan dari 14 penerbangan menjadi 7 penerbangan per minggu)
  • Brisbane, Australia – Hong Kong (pengurangan jumlah penerbangan dari 7 penerbangan menjadi 4 penerbangan per minggu)
  • Melbourne, Australia – Hong Kong (pengurangan jumlah penerbangan dari 7 penerbangan menjadi 5 penerbangan per minggu)
  • Melbourne, Australia – Singapore (pergantian jenis pesawat terbang dengan kapasitas penumpang yang lebih kecil.
  • Sydney, Australia – Auckland, New Zealand (pengurangan 6%)
  • Melbourne, Australia – Auckland, New Zealand (pengurangan 6%)
  • Brisbane, Australia – Christchurch, New Zealand (pengurangan 6%)

Selain Qantas Airways, Jetstar yang merupakan bagian dari Qantas group juga mengurangi jumlah penerbangannya ke negara – negara di benua Asia sebanyak 14%. Penerbangan – penerbangan tersebut antara lain:

  • Cairns, Australia – Tokyo, Jepang (pengurangan menjadi 2 penerbangan per minggu)
  • Cairns, Australia – Osaka, Jepang (pengurangan menjadi 2 penerbangan per minggu)
  • Melbourne, Australia – Phuket, Thailand (pengurangan menjadi 2 penerbangan per minggu)
  • Sydney, Australia – Phuket, Thailand (pengurangan menjadi 2 penerbangan per minggu)
  • Semua penerbangan region Asia (Singapura, Jepang, Vietnam) menuju Cina (ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan)

CEO Qantas Airways menambahkan bahwa adanya pengurangan jumlah penerbangan yang dilakukan di Qantas Airways dapat diasumsikan seperti tidak menggunakan 18 pesawat terbangnya hingga akhir bulan Mei 2020. Hal ini juga berdampak pada 700 posisi pekerjaan yang ada di Qantas Airways. Walaupun tidak ada rencana pemecatan pada karyawan Qantas Airways, beberapa karyawan Qantas Airways akan diberikan hari libur dan tentunya tetap akan dibayar. Namun Qantas Airways tidak akan melakukan rekrutment karyawan dalam jangka waktu ini. Estimasi kerugian yang dapat ditimbulkan dari kejadian ini diperkirakan dapat mencapai 100 hingga 150 juta US Dollar. Kerugian bisa semakin besar jika pemerintah Australia belum memberi tanda akan dicabutnya larangan penerbangan akibat virus corona.

Informasi terbaru mengenai penerbangan menuju Tiongkok daratan diantaranya perubahan pemesanan dan pengembalian uang yaitu pelanggan menghubungi bagian pelayanan. Dengan catatan tiket yang bisa diubah yaitu tiket yang dipesan pada tanggal sebelum 24 Januari 2020, bisa dibatalkan dan menyimpannya dalam bentuk kredit atau mengembalikan dana secara utuh tanpa potongan. Perubahan peraturan imigrasi akibat virus corona yaitu memeriksakan ke dokter sebelum bepergian terlebih anak anak dan ibu hamil, selalu update kondisi negara yang dituju, menanyakan perihal akomodasi yang diberikan oleh travel yang bersangkutan. Kemudian pembatasan pemerintah Australia yang melarang wisatawan bepergian setelah 1 Februari, sebagai dampak dari peraturan ini wisatawan yang bukan warga negara australia atau penduduk tetap (termasuk keluarga) tidak diizinkan untuk melakukan penerbangan dari Tiongkok daratan maupun ke Australia.

Aspek Ekonomi Global

Qantas memperingatkan dampak keuangan yang parah karena virus corona yang dapat berakibatkan kepergian di Asia. Corona menelan biaya sampai 150 juta dolar Australia (Rp 1,37 triliun) karena mengurangi penerbangan ke Asia sebanyak 15%. 

Diperkirakan virus corona dapat mengurangi keuntungan sebesar 100 – 150 juta dolar Australia didapat dari perhitungan pengurangan penerbangan. 

Dalam tanda lain dampak virus corona pada industri penerbangan, China dilaporkan berencana untuk mengambil kendali HNA Group dan menjual aset maskapai penerbangannya.

Pemerintah provinsi Hainan, tempat HNA berpusat, sedang dalam pembicaraan untuk mengambil alih grup konglomerat itu karena dampak dari wabah itu berarti perusahaan berjuang secara finansial. HNA secara langsung mengontrol atau memegang saham di beberapa maskapai, termasuk Hainan Airlines.

Ini akan menjadi langkah paling dramatis yang pernah dilakukan oleh China yang berupaya meringankan kerusakan ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah tersebut.

Best Practice

Untuk menghindari dan menanggulangi suatu force majeure sebuah perusahaan harus memiliki Business Continuity Plan (BCP) dan Disaster Recovery Planning (DRP) yang baik. BCP adalah pembuatan perencanaan dan frame-work untuk menjamin bahwa proses bisnis dapat terus berlanjut dalam keadaan emergensi. Sedangkan DRP adalah mengenai pemulihan cepat dari keadaan emergensi atau bencana, sehingga hanya mengakibatkan dampak minimum bagi organisasi atau perusahaan

Mengingat Qantas Airways merupakan suatu bisnis swasta, beberapa disaster respon berikut dapat diaplikasikan. salah satunya tindakan Qantas Airways memangkas berbagai penerbangan ke berbagai tempat sudah tepat dan pengunaan armada pesawat dengan kapasitas yang lebih kecil juga meningkatkan efisiensi pada setiap penerbangannya. Namun saat ini tidak ada yang bisa dilakukan oleh Qantas selain kemajuan dari riset untuk menemukan obat dari corona virus.

Reference:

https://www.youtube.com/watch?v=HL3TpRQ-oa4

https://en.wikipedia.org/wiki/Qantas

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Qantas_destinations

https://www.qantasnewsroom.com.au/media-releases/qantas-and-jetstar-cut-flights-in-response-to-coronavirus/

https://www.youtube.com/watch?v=aoO3o4glViw

https://republika.co.id/berita/q5zr70370/dampak-virus-corona-pendapatan-qantas-turun-rp-137-triliun

https://www.marketwatch.com/investing/stock/qubsf/financials/cash-flow

https://www.cnbc.com/quotes/?symbol=QAN-AU

Team AK47:

Dimas Triadi Wicaksono

Karien Sa'adah Naila K

Muna Mufiidah

Sakti Gringsing Songgolangit


Like it? Share with your friends!

12
2 shares, 12 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
13
Genius
Love Love
2
Love
OMG OMG
12
OMG
Win Win
10
Win
TeamAK47

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format