MANGGARAI BARAT, NIKMATNYA SECANGKIR KOPI DI TENGAH KEINDAHAN PESONA ALAM


4
4 points

Pemerintah Indonesia telah menetapkan 122 kabupaten  sebagai daerah tertinggal 2015-2019. Dari jumlah tersebut terdapat 18 kabupaten berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penetapan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (perpres) Nomor 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015–2019.Dalam Perpres disebutkan,  daerah tertinggal yakni daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.

Suatu daerah ditetapkan sebagai daerah tertinggal berdasarkan kriteria:

a.   Perekonomian masyarakat;

b.   Sumber daya manusia;

c.   Sarana dan prasarana;

d.   Kemampuan keuangan daerah;

e.   Aksesibilitas; dan

f.   Karakteristik daerah.

Di provinsi NTT sendiri terdapat 18 kabupaten yang tergolong daerah tertinggal diantaranya:

Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor, Tengah Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Belu, Kabupaten Alor,  Kabupaten Lembata, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Rote Ndao,  Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya,  Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Sabu Raijua, dan  Kabupaten Malaka

Dalam artikel kali ini kita akan secara lebih detail membahas tentang Kabupaten Manggarai Barat. Kabupaten Manggarai Barat merupakan sebuah Kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Manggarai Barat memiliki luas daratan mencapai 2.947,50 km2, yang terdiri dari daratan Flores dan pulau-pulau besar seperti pulau Komodo, Rinca, Longos, serta beberapa pulau kecil lainnya. 

Wilayah administrasi kabupaten Manggarai Barat terdiri dari 12 Kecamatan yakni kecamatan Komodo, Boleng, Sano Nggoang, Mbeliling, Lembor, Welak, Lembor Selatan, Kuwus, Ndoso, Macang Pacar, Kuwus Barat, dan Pacar.

Kabupaten Manggarai Barat beriklim tropis dan mengenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Manggarai Barat merupakan wilayah yang tergolong kering di mana hanya 4 bulan (Januari sampai dengan Maret dan Desember) yang keadaannya relatif basah dan 8 bulan sisanya relatif kering.

MENGAPA MANGGARAI BARAT MENJADI DESA TERTINGGAL?

Menyebut kata pedalaman pasti identik dengan hal-hal yang negatif, seperti akses jalan yang sulit, rakyat yang miskin, dan juga daerah yang terpencil. Pemerintah sendiri menggunakan istilah Daerah 3T atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar di Indonesia untuk mengelompokkan daerah pedalaman. Salah satu daerah yang masuk kategori tersebut adalah Provinsi NTT.

Seluruh kabupaten di NTT masuk ke dalam kategori daerah 3T. Letak daerah yang berada jauh dari ibu kota provinsi menjadi alasan penyebutannya. Selain itu, pembangunan infrastruktur yang jauh dari merata serta pertumbuhan ekonomi yang terhambat menjadi alasan lainnya.

Sila kelima di dalam Pancasila selalu kita gadang-gadangkan sejak usia dini, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang harusnya diwujudnyatakan dengan pemerataan pembangunan serta pemerataan kesejahteraan di seluruh penjuru Indonesia. Namun nyatanya, sila tersebut belum terealisasikan dengan baik karena masih banyak saudara kita yang belum mendapatkan kualitas hidup yang cukup, terutama di pelosok NTT.

Di bawah ini adalah 4 aspek yang perlu kita pahami terkait kenapa NTT wajib kita bangun bersama-sama :

  • Rendahnya Kualitas Pendidikan

Salah satu tolak ukur utama maju atau tidaknya suatu bangsa dilihat dari faktor pendidikannya. Sebagai provinsi yang berbasis kepulauan, NTT  memiliki tingkat pendidikan yang rendah apabila dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Bahkan menurut menteri pendidikan, Provinsi NTT berada di peringkat tiga terendah dalam kualitas pendidikan setelah Papua dan Papua Barat.

Di NTT banyak ditemukan anak-anak yang tidak bisa melanjutkan sekolahnya karena terkendala biaya. Selain sulitnya ekonomi yang menghambat berkembangnya pendidikan di sana, faktor pengajar juga jadi persoalan. Kesejahteraan guru-guru kurang diperhatikan. Sebagai gambaran, dalam satu bulan guru di NTT hanya mendapatkan gaji Rp100.000 saja. Jumlah yang sangat kecil dan tidak mampu mencukupi kebutuhan mereka sehingga para guru tersebut akan mencari mata pencaharian lainnya.

  • Kurang Meratanya Listrik di Nusa Tenggara Timur

Jika kita sering mengeluh terkait dengan padamnya listrik di pulau Jawa, bersyukurlah, setidaknya kita masih memiliki akses terhadap listrik. Di NTT sendiri masih banyak daerah yang sama sekali belum teraliri listrik. Tercatat ada 99.381 kepala keluarga yang belum mendapatkan listrik atau 17 % dari total penduduk NTT yang berjumlah 5 juta. Kondisi ini tentunya menjadi penghambat banyak aktivitas dan berujung pada kurang dapat berkembangnya potensi di daerah tersebut.

  • Tingkat Kualitas Kesehatan Yang Rendah

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sebagian besar masyarakat Provinsi NTT atau sekitar 64% berada dalam kondisi tidak sehat, 19% lainnya beresiko sakit, dan hanya 17% warganya yang berada dalam kondisi sehat. Terdapat tiga masalah kesehatan terbesar yang ada di NTT, yaitu penderita hipertensi yang berobat secara tidak teratur, tingginya angka perokok dalam keluarga, serta minimnya keikutsertaan masyarakat di program Kartu Indonesia Sehat. Kondisi ini diperparah dengan kualitas sumber daya manusia yang tidak dapat merawat fasilitas kesehatan yang ada. Tahun 2018 pemerintah Kabupaten Manggarai Barat membangun Puskesmas Labuan Bajo dengan nilai anggaran 4,7 miliar rupiah, sangat disayangkan puskesmas tersebut sudah rusak bahkan sebelum serah terima dilakukan.

Kualitas kesehatan yang baik menjadi pondasi utama pertumbuhan suatu desa, namun amat disayangkan Manggarai Barat masih terbentur isu yang sangat memprihatinkan yaitu isu stunting. Manggarai Barat menjadi daerah dengan penderita stunting tertinggi di Indonesia. Terdapat 2,415 anak di bawah usia 2 tahun yang tersebar di 8 kecamatan mengalami stunting akibat asupan gizi yang buruk. Untuk memajukan kesejahteraan Manggarai Barat, pemerintah harus bisa fokus dalam menuntaskan permasalahan mendasar sebelum lanjut menyelesaikan isu penting lainnya

  • Rendahnya Perekonomian

Tidak ada yang bisa memungkiri keindahan timur Indonesia, tidak terkecuali NTT. Memiliki kombinasi padang yang indah, laut yang mempesona, taman nasional dengan hewan endemik. Keindahan alam Manggarai Barat menjadi daya tarik bagi turis dalam negeri maupun luar negeri. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2018 pengunjung Labuan Bajo mencapai 163.807 dan meningkat menjadi 184.206 di tahun 2019. Amat disayangkan potensi pariwisata di Mangga Keindahan alam ini nyatanya tidak dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh masyarakat Manggarai Barat. Menurut data BPS di tahun 2019, penduduk miskin di daerah perkotaan NTT berjumlah sebesar 9,09% dari total jumlah penduduk seluruhnya, sedangkan penduduk miskin di pedesaan berjumlah sebesar 24,91 %. 

Pengangguran ternyata juga menjadi masalah yang cukup besar di sana loh. Tercatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Provinsi NTT mencapai 3,10 % yang menempatkannya ke dalam peringkat 5 terendah dari 34 provinsi di Indonesia.

MENGGALI POTENSI MANGGARAI BARAT

Di luar banyaknya permasalahan serta status sebagai salah satu desa tertinggal, Manggarai Barat menyimpan beberapa potensi yang jika dikembangkan bisa menjadikan Manggarai Barat sebagai desa yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi NTT dan lebih mensejahterakan masyarakat sekitar.

Dari sisi perkebunan Manggarai Barat memiliki potensi besar dalam produksi kelapa, kakao, kopi, cengkeh, vanili, jambu mete, kemiri, pinang, lada serta kapuk. Dari beberapa hasil perkebunan tersebut yang paling menonjol dan berpotensi untuk digali potensinya lebih jauh adalah kopi apalagi bisnis kedai kopi sedang merajalela di beberapa tahun belakangan ini sehingga kebutuhan akan kopi semakin meningkat. Pada setiap musim panen kopi, perkebunan di Manggarai Barat bisa menghasilkan 400-500 kg kopi dari lahan seluas 6000 hektar terdiri dari 4000 hektar kopi robusta dan 2000 kopi arabika.

Bukanlah hal yang baru bahwa kopi Manggarai Barat terkenal dengan kualitasnya, sejak jaman penjajahan Belanda, kopi dari daerah Manggarai sudah diminati banyak pihak. Dikarenakan kualitasnya, Manggarai menjadi salah satu sentra produksi kopi terbesar di NTT.

Di tahun 2018 sendiri petani kopi di Manggarai Barat mencetak sejarah dengan menjadikan kopi arabika Flores Manggarai diakui Pemerintah Republik Indonesia dengan diterbitkannya dokumen Sertifikasi Indikasi Geografis Kopi Arabika Flores Manggarai yang diterima pada 28 Maret 2018.

PRODUKSI KOPI

Kabupaten Manggarai Barat mampu menghasilkan kopi biji merah masak sebanyak 10 ton atau sama dengan 1,5 ton kopi biji yang biasa kita sebut dengan green bean dalam 1 hektar lahan. Budidaya lahan perkebunan di Kabupaten Manggarai Barat didominasi oleh perkebunan kopi dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya (66%). Perkebunan kopi menunjukkan peningkatan area penanaman, pada tahun 2015 lahan areal perkebunan kopi seluas 9.319,4 hektar, sedangkan pada tahun 2017 lahan perkebunan  kopi naik menjadi  5,5  persen.

Produksi bahan mentah kopi di Kabupaten Manggarai Barat pada tahun 2015 sebanyak 12.759 ton dan meningkat 45 persen di tahun 2017. Dalam data tersebut kita dapat melihat  bahwa komoditas kopi di Kabupaten Manggarai Barat merupakan komoditas yang cukup menjanjikan dan sangat berpotensi bagi para pelaku usaha untuk terus dikembangkan. Perkebunan kopi di Kabupaten Manggarai Barat tersebar di 10 Kecamatan.

Adapun salah satu Kecamatan sebagai pusat produksi dengan area produksi terbesar berada di Kecamatan Kuwus. Kecamatan Kuwus merupakan tempat penanaman kopi terbesar di Kabupaten Manggarai Barat. Sebesar 21 persen dari lahan perkebunan kopi Kabupaten Manggarai Barat berada di Kecamatan Kuwus, sedangkan 79,5% sisanya berasal dari 9 kecamatan lain.

Pengembangan usaha kopi di Kecamatan Kuwus masih dapat ditingkatkan. Pengembangan di tingkat petani dapat ditingkatkan melalui penerapan beberapa teknologi budidaya seperti peremajaan lahan untuk menekan hama penyakit dalam tanah dan meningkatkan kadar unsur hara dalam tanah.

KOPERASI PETANI KOPI

Berdasarkan buku Businesss foundation and Changing World karya O.C.Ferell ada berbagai bentuk bisnis. Jenis Bisnis tersebut adalah Sole Proprietorship, Partnership, Corporation dan terakhir adalah Cooperation. Dari berbagai bentuk yang dipaparkan koperasi dianggap paling cocok diterapkan di Desa Manggarai Barat. Hal ini disebabkan karena banyaknya petani kopi yang menjadi mata pencaharian penduduk di Desa Manggarai Barat. Sebagai salah satu desa tertinggal. Peran Koperasi berpengaruh besar diantaranya dalam proses legalitas petani kopi. Sangat membantu untuk para petani kopi yang kekurangan pembiayaan dan ingin meminjam sejumlah dana dari perbankan, koperasi dengan senang hati akan membantu proses legalitasnya.

Selain itu Koperasi akan membantu para petani terhindar dari permainan harga tengkulak. Praktik tengkulak yang membeli biji semurah-murahnya lalu menjual dengan harga tinggi tentunya akan membuat tidak adanya harga baku untuk Kopi di desa tersebut. Koperasi Petani kopi juga berfungsi sebagai perantara subsidi pemerintah Banyak kebijakan dari pemerintah berkaitan tentang pertanian, khususnya untuk tanaman kopi namun terkendala distribusinya karena tidak ada yang menjamin penyalurannya. Oleh sebabnya, penyaluran subsidi seperti bibit, pupuk, bahkan mesin untuk panen terkendala. Umumnya koperasi akan memudahkan pemerintah dalam hal penyaluran subsidi, sehingga petani kopi terbantu.

CAFE WISATA KOPI WAE REBO

https://www.flickr.com/photos/prasit_suaysang/37195354066

Selain terkenal dengan kota pariwisata, Manggarai Barat pada sisi perkebunan memiliki potensi yang besar dalam produksi kelapa, kakao, kopi, cengkeh, vanili, jambu mete, kemiri, dan masih banyak lagi. Dari beberapa hasil perkebunan tersebut yang paling menonjol dan berpotensi untuk digali potensinya lebih jauh adalah kopi apalagi bisnis kedai kopi. Pada setiap musim panen kopi, perkebunan di Manggarai Barat bisa menghasilkan 400-500 kg kopi dari lahan seluas 6000 hektar terdiri dari 4000 hektar kopi robusta dan 2000 kopi arabika

Saat ini banyak sekali kota kecil yang berpotensi meningkatkan perekonomian daerah tersebut dijadikan tempat yang menarik perhatian para wisatawan. Disamping masyarakat yang dating bertujuan wisata mereka juga dapat menikmati hasil produksi perkebunan kota tersebut.

Inovasi Model Bisnis yang dapat diterapkan yaitu Konsep Wisata Kampung Kopi.Desa wisata sebagai suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang tersaji dalam satu kesatuan yang utuh sangat sulit untuk dapat terealisasi jika antar sesama masyarakat desa sendiri belum ada kesesuaian keinginan.
Wisata Kampung Kopi merupakan konsep desa wisata dikawasan pedesaan yang menawarkan keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan baik dari kehidupan social ekonomi, sosial budaya, adat istiadat, keseharian, memiliki arsitektur bangunan dan struktur tata ruang desa yang khas, khususnya pada keberadaan kopi sebagai titik tumpunya.Berlokasi di daerah Manggarai Barat (NTT), menambah pengalaman yang berbeda bagi wisatawan yang berkunjung. Selain melihat tentang bagaimana budidaya kopi, pembelajaran lain yang ditawarkan nantinya juga meliputi proses pembuatan kopi dari biji menjadi bubuk, proses menyeduh kopi, hingga menilai cita rasa dari macam-macam kopi yang ada di kawasan wisata kampung kopi Manggarai Barat.

Pada konsepnya, ada berbagai fasilitas dan kegiatan yang ditawarkan oleh wisata kampung kopi, meliputi:

  1. Eco-lodge: Renovasi homestay agar memenuhi persyaratan akomodasi wisatawan, atau membangun guest house berupa, bamboo house, traditional house, log house, dan lain sebagainya.

  2. Eco-recreation: Kegiatan pertanian, pertunjukan kesenian lokal, memancing ikan di kolam, jalan-jalan di desa (hiking), biking di desa dan lain sebagainya.

  3. Eco-education: Mendidik wisatawan mengenai pendidikan lingkungan dan memperkenalkan flora dan fauna yang ada di desa yang bersangkutan.

  4. Eco-research: Meneliti flora dan fauna yang ada di desa, dan mengembangkan produk yang dihasilkan di desa, serta meneliti keadaan sosial ekonomi dan budaya masyarakat di desa tersebut, dan sebagainya.

  5. Eco-energy: Membangun sumber energi tenaga surya atau tenaga air untuk

  6. Eco-development: Menanam jenis-jenis pohon yang buahnya untuk makanan burung atau binatang liar, tanaman hias, tanaman obat, dll, agar bertambah populasinya.

  7. Eco-promotion: Promosi lewat media cetak atau elektronik, dengan mengundang wartawan untuk meliput mempromosikan kegiatan desa wisata.

Pertanyaan selanjutnya adalah apa yang ada dan apa saja fasilitas yang ada di kampoeng kopi ? Sebagai produk utama dari Kampoeng Kopi Manggarai Barat adalah tentunya seduhan berbagai jenis dan produk Kopi Manggarai Barat yang nikmat dan khas. Disamping juga  terdapat kebun kopi, tempat processing kopi. selain itu terdapat juga berbagai macam fasilitas diantaranya adalah kolam renang, cafe, bumi perkemahan, outbound games, lapangan, flying fox, mushola dan parking area.

Strategi Pengembangan Wisata “Kampoeng Kopi”

  1. Melibatkan Masyarakat dalam pengembangan desa wisata mulai dari tahap perencanaan, 

  2. pelaksanaan dan juga evaluasi.

  3. Mengembangkan program desa wisata yang khas sesuai potensi alam dan budaya masyarakat.

  4. Membentuk lembaga atau organisasi masyarakat untuk pengelolaan desa wisata.

  5. Melakukan promosi wisata“Kampoeng Kopi” (melalui media cetak, elektronik, internet).

  6. Membangun koordinasi antara Pemerintah dan juga kelompok masyarakat dengan peningkatan kapasitas lembaga desa wisata.

  7. Pendampingan kepada masyarakat untuk mengawal proses.

  8. Peningkatan kemampuan SDM masyarakat Manggarai Barat dengan mengadakan pelatihan terutama bidang pariwisata.

  9. Memberikan penyuluhan, pengarahan dan penjelasan kepada masyarakat, khususnya yang bertempat tinggal di sekitar obyek wisata, tentang pentingnya pariwisata atau manfaat pembangunan pariwisata bagi upaya menunjang pembangunan perekonomian daerah.

Konsep Paket Wisata Kampung Kopi Manggarai Barat

1. Coffee explorer
Wisata Paket coffee explorer ini diawali traking menuju kebun kopi dengan berjalan kaki. Rute perjalanan melewati kampung rumah-rumah penduduk dan ladang milik warga setempat, disini pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan para petani sehingga memberikan kesempatan lebih luas mengenal dan memahami pola-pola komunikasi petani secara alamiah.

2. Tour Coffee
Wisata Tour Coffee adalah paket petualangan untuk menjelajahi menikmati suasana alam, hutan, pedesaan penyegaran dengan suasana kopi

3. Educoffee
Wisata Educoffee banyak yang bisa dipelajari dari kopi, pepatah bilang “andai semua putih maka tidak ada secangkir kopi hitam”  yang dapat  kita nikmati sepahit rasanya dan semanis sensasinya. Edukopi adalah pilihan paket program edukasi yang kita sesuaikan dengan kebutuhan pelajar mulai tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah atas maupun umum.

4. Tafsir Kopi
Wisata Paket program tafsir kopi ini mengajak para akademisi untuk mengaktualisasikan keilmuannya dan sinergi dengan para petani untuk mentransformasikan pengetahuannya. Maka disini diharapkan adanya peningkatan kapasitas kemampuan dan pengembangan masing-masing.

LA BAJO DAN WERRY SUTANTO 

Adanya sosok pengusaha yang handal bisa menjadi kunci penting dalam usaha melakukan perubahan dan mendorong kemajuan Manggarai Barat. Pengusaha bukan sekedar sosok yang memiliki usaha yang melahirkan lapangan kerja sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran, namun juga memberikan contoh mental yang harus dikembangkan secara serius dan berkelanjutan dalam kehidupan masyarakat Manggarai Barat, terutama generasi mudanya.

Berbicara tentang pengusaha, Manggarai Barat mungkin butuh lebih banyak sosok seperti Werry Sutanto. Sudah puluhan tahun, Werry dan keluarganya telah berkecimpung dalam bisnis pengolahan kopi yang dihasilkan oleh para petani di Colol, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, dengan bernaung di bawah UD La Bajo. Perusahaan tersebut berkantor di Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, NTT. Visi Werry sangatlah jelas, ia ingin menjadikan flores identik dengan kopi, baik untuk dinikmati, menjadi oleh-oleh, maupun menjadi tempat nongkrong yang diminati semua pengunjung. Awalnya generasi sebelum Werry menjual kopi dalam bentuk green bean ataupun sangrai, namun Werry menginginkan yang lebih. Werry dan sang kakak mengembangkan bisnis yang tadinya hanya menjual green bean menjadi menjual kopi bubuk. 

UD La Bajo di bawah kepemimpinan Werry mampu menghasilkan kopi bubuk dan kopi biji sangrai jenis robusta dan arabika dalam kemasan berbagai ukuran. Kopi Manggarai  dikenal bercita rasa khas, yaitu paduan rasa manis, cokelat, bunga (floral), serta lemon. 

Saat ini La Bajo sanggup mengolah 1 ton biji kopi setiap bulannya dengan omset mencapai 200 juta per bulan. Tidak berhenti disitu, Werry juga merambah ke bisnis kafe kopi. Pada April 2017 Kafe La Bajo Flores Coffee dibuka di Bandara Komodo Labuan Bajo dan kemudian Werry membuka 2 kafe lainnya yaitu di Bandara Kupang dan Bandara Soekarno Hatta Jakarta

 

Usaha Werry tidaklah sia-sia, di tahun 2018 La Bajo Flores Coffee menerima penghargaan Kadin karena dianggap sebagai produk lokal yang inovatif dengan kemasan yang berkelas serta cara distribusi yang sangat baik melalui hotel-hotel berbintang di NTT. Usaha Werry layaknya dijadikan contoh bagi pengusaha maupun calon pengusaha di Manggarai Barat untuk senantiasa berinovasi demi mengangkat martabat potensi lokal demi keluar dari predikatnya desa tertinggal.

DISUSUN OLEH
PEAK PERFOMERS
MM UGM EKSEKUTIF B ANGKATAN 40 KELAS C  

(1)James Evan  Tumbuan

(2)Sely Nikita Cyntya Dewi

(3)Tri Wibowo Adi Putra

(4)Sonny Yudhistira

Sumber : manggaraibaratkab.go.id

https://kupang.tribunnews.com/2018/05/19/produksi-kopi-di-mabar-per-musim-500-kg-dari-lahan-6000-hektar

https://manggaraibaratkab.go.id/potensi-daerah/sumber-daya-alam/perkebunan-mabar1#3-3-tabel-produksi-kopi

https://manggaraibaratkab.go.id/8-berita/262-petani-kopi-manggarai-raya-mengukir-sejarah

https://www.antaranews.com/berita/705894/kopi-manggarai-bergairah-bidik-pasar-ekspor

https://www.kompasiana.com/komodokita9466/5d6b95a8097f36645e2f1cd6/p?page=3 

https://www.kompasiana.com/wafiqzuhair7173/5e2926add541df2d820c3ea2/4-alasan-menyedihkan-kenapa-ntt-jadi-provinsi-tertinggal?page=2  : https://voxntt.com/2017/06/12/sebanyak-18-kabupaten-di-ntt-tergolong-daerah-tertinggal/12911/ 

https://jelajah.kompas.id/kopi-nusantara/baca/werry-sutanto-mengangkat-harkat-kopi-manggarai/

https://manggaraibaratkab.go.id/profil-daerah/geografis


Like it? Share with your friends!

4
4 points

What's Your Reaction?

Confused Confused
0
Confused
Sad Sad
0
Sad
Fun Fun
0
Fun
Genius Genius
0
Genius
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win

0 Comments

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format